Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Menyadari Kekurangan Diri Kita Di Dalam Kultivasi Oleh Xin Zheng

15 Juli 2007

Pengalaman Praktisi

Menyadari Kekurangan Diri Kita Di Dalam Kultivasi
Oleh Xin Zheng

(Minghui.org) Baru-baru ini, selama bertukar pemahaman dengan rekan-rekan praktisi lain tentang pembuktian kebenaran Dafa dan melakukan tiga hal dengan baik, saya mengenali beberapa kekurangan di dalam lingkungan Xiulian kami. Saya ingin menulisnya untuk bertukar pandangan dengan setiap orang, sehingga kita dapat meningkat bersama-sama.
 
1. Tidak mendapat pemahaman/kesadaran baru saat belajar Fa
 
Fenomena ini kebanyakan muncul pada para praktisi yang pemikirannya  tidak jernih, yang tidak mampu berkonsentrasi saat belajar Fa, dan tidak memahami pentingnya belajar Fa.
 
Pemahaman  pribadi saya adalah bahwa belajar Fa yang baik merupakan jalan pokok untuk meningkat di dalam Xiulian dan membuktikan kebenaran Fa. Jika kita tidak dapat menenangkan diri dan berkonsentrasi saat belajar Fa, maka Fa tidak akan menampakkan maknanya kepada kita. Atau jika kita terganggu dengan konsep manusia biasa, dan setiap kali kita membaca, kita selalu berpikir ini sama saja karena kita pernah membaca sebelumnya, maka pikiran ini dapat menghalangi peningkatan kita.
 
Guru mengatakan kepada kita bahwa tiap-tiap huruf dalam Zhuan Falun terdapat berlapis-lapis Buddha, Dao dan Dewa di belakangnya. Dengan demikian, maka setiap kali kita membacanya, adalah seperti para Buddha, Dao dan Dewa yang tak terhingga sedang menunjukkan prinsip Fa pada tingkat-tingkat yang berbeda. Mereka menembus arti yang lebih dalam dari prinsip-prinsip Dafa ke dalam pikiran praktisi. Ini adalah hal yang sedemikian sakral, bagaimana mungkin kita tidak dapat menyadarinya?
 
2. Keluhan dan sudut pandang yang tidak seimbang
 
Beberapa praktisi Falun Gong tidak puas dengan anggota keluarga tertentu dan praktisi lain, kemudian sering mengeluh, menyalahkan, dan mempunyai pandangan tidak logis terhadap praktisi lain. Seolah-olah mereka selalu benar dan orang yang lain salah. Tetapi sebagai praktisi, bukankah kita seharusnya bersikap toleran? Jika kita tidak bertoleransi, kita akan menjadi marah, hanya secara paksa menekan sudut pandang yang mengganggu keseimbangan jiwa kita. Hal ini sesungguhnya kesabaran dari seorang manusia biasa.
 
Pemikiran yang demikian memperlihatkan keterikatan seseorang akan pengejaran dan kecemburuan. Seseorang mungkin merasakan yang satu itu telah berbuat sesuatu untuk orang lain, atau melakukan lebih banyak dari orang lain. Seseorang tidak menyukai yang lain karena sifatnya yang tidak suka menolong, dan tanpa sadar mencari penghargaan. Ketika keterikatan hati seseorang tidak terpuaskan, ia tidak mengutarakannya dengan terbuka, dan keseimbangan jiwanya yang paling dalam menjadi sangat terganggu, yang menimbulkan keluhan, menyalahkan, kemarahan dan seterusnya-- bahkan pemikiran jahat mungkin muncul. Akhirnya, mereka memandang berbagai hal berdasarkan pada egoisme dari alam semesta lama, yang hanya ingin merubah orang lain, bukannya diri sendiri.
 
Pemahaman pribadi saya adalah: sesunguhnya jika kita dapat sungguh-sungguh dapat memperlakukan diri sebagai praktisi Dafa, dan selalu memikirkan orang lain, maka secara alami hati kita yang paling dalam tidak akan mengeluh atau marah kepada siapa pun.
 
3. Praktisi Falun Gong yang meremehkan orang lain
 
Beberapa praktisi merasa bahwa mereka dapat melakukan lebih baik daripada rekan lain di dalam Xiulian mereka, oleh karena itu meremehkan orang lain. Kenyataan ini adalah refleksi suatu ketidakmauan untuk bereaksi terhadap praktisi lain yang mereka pandang belum berkultivasi dengan baik. Mereka hanya ingin berbagi pemahaman dengan rekan praktisi yang mempunyai pemahaman yang sama seperti mereka. Keterikatan ini akan dimanfaatkan oleh kejahatan untuk menciptakan berbagai kesulitan dan jarak kesenjangan di dalam membuktikan kebenaran Fa.
 
Saya berpikir bahwa ini merupakan perwujudan sifat egoisme yang kuat dan kurangnya rasa belas kasih. Para praktisi Falun Gong masih sedang Xiulian, tentu masih mempunyai sisi manusia atau hal-hal tidak baik yang belum dilepas. Ketika kita menemukan sisi negatif dari orang lain, kita mempunyai tanggung jawab untuk menunjukkannya dan membantu orang lain untuk meningkat. Sesungguhnya, semua praktisi memiliki sisi yang telah mengerti yang tidak dapat dilihat oleh orang lain. Mengapa kita tidak dapat memandang seseorang secara keseluruhan? Kesabaran dan belas kasih dikembangkan melalui kultivasi, bukankah ini suatu kesempatan yang baik? Pada waktu yang sama, bukankah menyingkap celah antara sesama praktisi berarti sedang menyangkal pengaturan kekuatan lama dan memperlihatkan kuasa Dafa yang perkasa sebagai satu kesatuan tubuh?
 
4. Terlalu larut dalam suatu pekerjaan, sukar untuk menjamin melakukan "tiga hal"
 
Karena penganiayaan, kondisi keuangan beberapa praktisi menjadi sulit. Ditambah mereka ingin membuktikan kebenaran Fa dan melakukan "tiga hal" lebih baik, sehingga mereka mulai berbisnis sendiri. Ini adalah hal baik, namun sepanjang proses, mereka menjadi terlalu larut dalam bisnis mereka, dalam manajemen dan/atau terlalu tertarik pada berbagai aspek bisnis. Mereka tidak dapat menjamin waktu untuk belajar Fa setiap hari, latihan Gong atau memancarkan pikiran lurus. Mereka tidaklah mampu mengatur dan menyeimbangkan secara baik hubungan antara pekerjaan dan pembuktian kebenaran Fa. Beberapa bahkan menganggap mengatasi berbagai kesulitan dan permasalahan di tempat kerja sebagai menyingkirkan gangguan dalam pelurusan Fa. Mereka bahkan memandangnya sebagai suatu unsur penting untuk memancarkan pikiran lurus. (Saya berpikir bahwa kita seharusnya melenyapkan kejahatan dan gangguan dengan pikiran lurus, dan membersihkan racun dari  budaya Partai Komunis China yang diindoktrinasi ke dalam pikiran orang-orang. Tetapi berhadapan dengan masalah kehilangan dan perolehan untuk individu atau suatu perusahaan ketika membuktikan kebenaran Fa, saya hanya merasa terlalu berlebihan).
 
Tempat kerja adalah sebuah lingkungan bagi para praktisi Falun Gong untuk berkultivasi dan meningkatkan diri dalam dunia manusia. Itu juga dapat digunakan sebagai suatu kondisi yang cocok untuk membuktikan kebenaran Fa dan menyelamatkan mahluk hidup. Jika kita tidak dapat memposisikan hubungan ini dengan tepat, serta kita menempatkan pekerjaan kita sebagai prioritas dan lebih penting dibanding membuktikan kebenaran Fa, dan bahkan menunda belajar Fa dan berlatih Gong, maka saya pikir ini sudah bermasalah.
 
5. Mengutip secara lepas konteks untuk mencari pembenaran di dalam Fa, melekat dengan keras kepala kepada pendapat sendiri. Sebelumnya, saya terikat pada diri sendiri. Ketika bertemu cobaan berat atau pendapat yang berbeda, saya sering berkata bahwa Guru pernah berkata begini dan bahwa Dafa meminta hal tersebut. Saya akan menekankan bahwa saya sedang melakukan hal-hal menurut permintaan Guru dan Dafa dan bahwa saya tidaklah salah. Ini kedengarannya masuk akal dan tidak salah sama sekali, tetapi setelah praktisi menunjukkan masalah serupa beberapa kali, saya akhirnya menemukan keterikatan saya, keras kepala dan sukar untuk melihat keterikatan diri sendiri. Penyebab utama adalah egoisme dan melindungi diri sendiri, yang menyebabkan berbagai kesukaran ini. Saya merasa bahwa saya memahami segalanya dengan tepat, tidak melakukan kesalahan apa pun, tidaklah berkeinginan melepas pendapat saya sendiri, dan bahkan menggunakan Dafa untuk menutupi semua keterikatan hati saya.

Ketika saya menemukan keterikatan mendasar ini, saya mencatat bahwa saya tidak pernah melepaskan konsep pikiran dan pemahaman pribadi saya selamanya. Saya masih jauh dari permintaan Dafa dan saya pada dasarnya belum larut ke dalam Fa. Saya selalu terikat dengan apa yang telah saya sadari, dan bagaimana saya melakukan itu, bukannya sungguh-sungguh bersikap sebagai partikel Dafa, berpikir bagaimana praktisi Dafa seharusnya melakukan sesuatu, dan memandang masalah berdasarkan pada Fa.
 
Saya menemukan bahwa menemukan keterikatan hati seseorang yang telah mengakar - egoisme, dan melepaskannya, menjadi kunci utama yang menentukan apakah seseorang dapat berada dalam alam semesta yang baru, lepas dari yang lama. Hal tersebut menjadi garis pemisah dari kesungguhan larut  dalam Dafa yang memisahkan kita dari alam semesta lama dan membantu kita untuk menjadi kehidupan di dalam alam semesta yang baru. Hal tersebut menjadi  faktor peningkatan menuju sang sadar yang tanpa ego dan senantiasa memikirkan orang lain terlebih dahulu.
 
Saya sungguh-sungguh ingin berbagi pemahaman mengenai fenomena di atas dan pemahaman pribadi saya dengan rekan praktisi lain. Jika ada sesuatu yang salah, silakan menunjukkannya.
 
Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2007/5/31/155938.html
English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2007/7/15/87691.html