Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Pikiran-pikiran Murid Dafa Harus Murni dan Lurus

16 Juni 2008


(Minghui.org) Saya memperoleh Fa sebelum dimulai penganiayaan pada tanggal 20 Juli 1999. Dikarenakan pemahaman yang dangkal terhadap Fa, pada mulanya saya hanya berlatih gerakan dan sama sekali tidak rajin, namun ketika penganiayaan dimulai, saya melangkah dengan mantap pada jalur kultivasi. Akan tetapi, karena kultivasi saya tidak mantap sebelum penganiayaan, saya cenderung menggunakan segala macam alasan untuk menutupi keterikatan hati. Saya selalu berpikir bahwa saya memiliki kemampuan, dan karenanya saya merasa bangga pada diri sendiri. Karena itu, saya tidak belajar Fa dengan rajin. Akibatnya, suatu hari saat dalam perjalanan pulang ke rumah dari kantor, saya ditangkap secara diam-diam oleh pejabat Biro Keamanan Nasional. Mereka berkata akan menggeledah rumah saya. Saya telah berencana untuk bertemu dengan beberapa praktisi pada sore hari itu supaya mereka dapat mengambil materi-materi yang telah saya cetak di rumah. Pada malam sebelumnya, saya telah bekerja sampai larut malam, dan materi-materi tersebut, buku Zhuan Falun yang saya baca setiap hari, sebuah printer, serta bahan materi klarifikasi fakta yang lain belum disimpan di tempat yang aman. Khawatir, saya menyadari bahwa saya harus mengirim sebuah pesan kepada praktisi-praktisi itu agar mengurangi kerugian seminimum mungkin.

Dalam hati, saya meminta bantuan Guru. Ini adalah pertemuan pertama saya dengan polisi, dan saya yakin bahwa mereka akan berusaha menyembunyikan penangkapan saya dari rekan-rekan praktisi untuk memperoleh informasi dari saya. Oleh karena itu, mereka mengijinkan saya untuk menggunakan HP untuk menghubungi keluarga saya. Kesempatan ini saya gunakan untuk memberitahu keluarga bahwa saya telah ditangkap. Pada saat itu, saya hanya punya satu pikiran yaitu memberi isyarat agar praktisi lain jangan datang ke rumah saya dan anggota keluarga saya agar menyingkirkan materi-materi itu. Tetapi saya tidak berpikir untuk menghentikan polisi mendatangi rumah saya atau menganiaya saya. Karena keluarga saya menghalangi polisi memasuki rumah, para praktisi berhasil pergi dengan selamat. Anggota keluarga saya juga dengan cepat memindahkan buku-buku Dafa, semua perangkat keras yang dapat dipindahkan, dan sebuah printer baru ke tempat yang aman. Akan tetapi, karena pikiran saya pada saat itu tidak murni dan lurus, komputer yang saya gunakan untuk melakukan pekerjaan Dafa, dua printer, dan beberapa materi klarifikasi fakta yang telah saya buat disita. Karena saya menolak bekerja sama dengan polisi, mereka ingin menahan saya secara ilegal di sebuah pusat penahanan. Karena saya mempertahankan pikiran bahwa pusat penahanan bukanlah tempat bagi praktisi, namun saya gagal untuk menolak setiap pikiran mengenai hidup dibawah pengawasan polisi, beberapa hari kemudian saya menjadi tahanan rumah selama 6 bulan.

Peristiwa ini mengingatkan saya terhadap kejadian lain dua tahun yang lalu. Suatu hari, setelah saya memberi beberapa materi klarifikasi fakta kepada seorang kolega, dia menyerahkan materi tersebut kepada otoritas tempat kerja saya. Seorang pimpinan kantor mengatakan bahwa mereka berencana untuk melaporkan saya ke Kantor 610 setempat. Tanpa keraguan, saya segera mengatakan padanya bahwa dia tidak akan melakukannya. Dia sama sekali tidak melaporkan saya dan tidak pernah menyinggung hal tersebut lagi. Satu pemikiran membawa dua konsekuensi yang berbeda pada dua peristiwa yang sama. Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa adalah sangat penting bagi pengikut Dafa untuk terus menjaga setiap pikiran lurus kita. Guru kita yang belas kasih telah memberitahu kita tentang hal ini pada “Pikiran Lurus Pengikut Dafa Memiliki Keampuhan.” (Petunjuk Penting untuk Gigih Maju II):

“Sebenarnya setiap pengikut Dafa mempunyai kemampuan Gong. Hanya saja tidak termanifestasi dalam dimensi permukaan, maka mereka menganggap tidak mempunyai kemampuan Gong. Tetapi terlepas dari apakah bisa termanifestasi pada dimensi permukaan atau tidak, ketika Pikiran Lurus digerakkan, keampuhannya sangatlah dahsyat.”

Guru memberi kemampuan yang luar biasa kepada saya, tetapi saya gagal menggunakannya dengan baik. Saya merasa sangat menyesal. Saya telah mendatangkan masalah yang tidak perlu pada kultivasi saya sendiri, saya juga telah menambahkan beban yang sangat besar kepada rekan-rekan praktisi karena mereka harus mengambil alih pekerjaan saya. Lagi pula, secara tidak langsung saya juga merintangi seluruh kelompok kami dalam usaha menyelamatkan makhluk hidup.

Saya berharap rekan-rekan praktisi akan belajar dari pelajaran saya. Ketika masalah timbul, mari kita semua mengingat kemampuan kita untuk menggunakan pikiran lurus spontan yang luar biasa, dan berjalan di jalur kita dengan baik dalam membantu Guru menawarkan penyelamatan kepada makhluk hidup.