Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Sebuah Pengalaman Luar Biasa Dari Seorang Praktisi Muda Saat Memancarkan Pikiran Lurus

24 Juli 2008


(Minghui.org) - Saya berumur duabelas tahun. Saya mulai berkultivasi Falun Gong sejak masih kecil. Selama tahun ini, saya tidak begitu gigih. Saya kurang memperhatikan pemancaran pikiran lurus. Ini mengakibatkan banyak gangguan di dalam kehidupan sehari-hari dan pelajaran saya. Saya mulai banyak bermain dan sibuk dengan berbagai hal manusia biasa. Baru-baru ini ketika saya memancarkan pikiran lurus, saya kembali memiliki perasaan yang baik seperti apa yang pernah saya alami ketika saya gigih. Saya bermaksud berbagi pengalaman saya berikut ini.

Berkat dorongan dari ibu saya, saya memutuskan untuk mengutamakan pemancaran pikiran lurus. Ketika mata ketiga (tianmu) saya terbuka, ibu bertanya, "Senjata Dewa apa yang telah engkau gunakan untuk menghancurkan kejahatan baru-baru ini?" Saya berkata kepadanya bahwa saya masih menggunakan pedang. Ibu berkata paling baik untuk menemukan kejahatan pada sarangnya di mana mereka sedang bersembunyi dan kemudian menghancurkannya. Saya kemudian berkata, "Sapu, menyapu kejahatan." Ibu saya berkata bahwa sebuah sapu tidaklah sesuai. "Falun dapat berputar ke dalam untuk menyelamatkan diri, dan berputar ke luar guna menyelamatkan orang lain" (Ceramah Tiga, Zhuan Falun) dan sangat kuat. Maka kita duduk untuk memancarkan pikiran lurus. Selama lima menit pertama ketika tangan saya membentuk simpul, saya mempunyai satu pikiran. Kemudian sebuah Falun keemasan muncul dari bagian bawah perut saya dan berputar sementara memancarkan sinar keemasan. Menyerap semua unsur-unsur yang tidak baik di sekeliling dan mengirim benda-benda itu ke dalam sebuah wadah kecil yang pernah saya gunakan sebelumnya. Wadah ini disebut "botol penghancur kejahatan" dan di sana semua benda yang tidak baik tengah dimusnahkan. Sungguh luar biasa.

Pada jam 6:00 sore kami menegakkan telapak tangan untuk memancarkan pikiran lurus. Pada saat itu Falun menjadi semakin besar dan membesar hingga sebesar lingkaran yang saya bentuk dengan kedua lengan di atas kepala disaat melakukan gerakan kedua dari Falun Gong. Ia melayang kira-kira satu meter di atas kepala saya. Saya merasakan tubuh saya membesar dan saya merasa seperti Dewa yang sangat besar sedang duduk di alam semesta. Ada sinar keemasan yang terpancar dari atas kepala saya. Sinar tersebut membentuk sebuah pagoda dan menyelimuti saya. Puluhan ribu Falun kecil bermunculan keluar dari cahaya keemasan itu. Setelah berputar sebentar, Falun kemudian berangkat dan mulai mengejar setan-setan busuk. Mereka terbang dan berputar dengan cepat pada waktu yang bersamaan. Mereka bertempur dengan setan-setan busuk yang menyerupai lap pembersih piring, tanpa bentuk yang pasti, serta kelihatan hitam dan kotor. Setan-setan busuk ini tidak berdaya dan yang dapat mereka lakukan adalah cepat melarikan diri. Mereka melarikan diri demi nyawa mereka dan pada saat itu sebuah Falun kecil berubah menjadi naga-naga kecil yang banyak dan mengejar setan-setan busuk itu. Naga-naga tersebut terbang dan mengepung setan-setan busuk dan membuat mereka tidak bergerak, kemudian menggigit mereka hingga mati dengan sekali gigit. "Botol penghancur kejahatan" saya datang, lalu menyedot ke dalam setan-setan busuk yang tersisa. Hantu-hantu jahat telah dimusnahkan dalam sekejap dan naga-naga kecil itu berubah menjadi sebuah Falun kecil lagi. Dengan cepat Falun kecil itu kembali ke cahaya keemasan di sekeliling saya.

Pada saat ini, sebuah bayang-bayang hitam nampak. Ia memakai selembar kain kafan hitam dan kelihatan sangat jahat. Baru-baru ini ketika memancarkan pikiran lurus, saya sering melihatnya. Ketika saya tidak cukup berkonsentrasi, saya tidak mampu menghancurkannya. Ia memegang sebuah roda perak kecil di tangannya. Ketika ia menebarkan tangannya, roda perak memancarkan cahaya kejahatan. Pada waktu itu sebuah Falun kecil melayang ke luar dan bertarung dengannya. Namun Falun kecil telah diserang oleh cahaya kejahatan itu lalu kembali. Semua Falun kecil bersiap-siap untuk bertarung dengan roda perak itu. Tetapi setelah banyak bertarung, kami tidak dapat berbuat apa-apa terhadap mahluk yang berpakaian serba hitam itu. Falun besar yang ada di atas kepala saya melihat situasi tersebut dan dengan seketika bergerak ke luar sambil memancarkan sinarnya pada roda perak itu. Dalam waktu singkat, roda perak telah dihancurkan dan menjadi suatu gumpalan asap. Orang yang berpakaian hitam-hitam itu bermaksud untuk berpaling dan melarikan diri. Tetapi baru berjalan dua langkah, dia kemudian berubah menjadi sangat kecil. Ia telah dihancurkan dan disedot ke dalam botol juga.

Kemudian seorang jenderal berwajah merah berjalan ke arah saya. Saya melihat bahwa ia kelihatan dapat dipercaya dan jujur, oleh sebab itu saya memberi dia tanda perintah untuk menyapu bersih kekacauan tersebut. Setelah ia menerima tanda perintah itu lalu ia melihat saya dengan suatu perasaan bersalah dan berjalan pergi dengan cepat. Saya tiba-tiba merasakan bahwa ia kelihatan aneh dan dengan begitu saya menyeret ia kembali dan bertanya kepadanya apakah ada yang salah. Ia menjadi sangat ketakutan sehingga tidak bisa berkata apa pun dan wajahnya yang berwarna merah melebar kemudian berubah menjadi warna ungu. Saya tahu bahwa ia adalah kejahatan dan dengan begitu saya juga meletakkannya di dalam botol.

Saya berhenti memancarkan pikiran lurus dan sinar keemasan yang ada di sekitar saya menghilang. Falun besar yang ada di atas kepala saya perlahan-lahan mengecil dan menyusut ke dalam perut saya. Pertempuran dengan kejahatan telah berakhir. Saya menghancurkan kejahatan dan memenuhi misi saya.

Saya berharap bahwa rekan-rekan praktisi juga memperhatikan pemancaran pikiran lurus. Anda harus berkonsentrasi disaat memancarkan pikiran lurus dan tidak membiarkan pikiran anda tersesat. Jika tidak, kejahatan akan mengambil keuntungan dari celah kekosongan anda. Saya juga ingin mengingatkan kepada para praktisi muda agar lebih gigih maju dan tidak terlalu banyak bermain serta mengabaikan pemancaran pikiran lurus dengan baik. Mari kita menempuh jalan suci ini dengan baik dan memenuhi sumpah janji kita kepada semua mahluk hidup yang sedang kita tawarkan penyelamatan.