Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Bai Xueshuang Mengalami Cacat Akibat Disuntik Obat yang Merusak Syaraf Delapan Tahun Yang Lalu dan Masih Dianiaya

8 Okt. 2009

Nama: Bai Xueshuang (白雪霜)
Jenis kelamin: Wanita
Umur: 47
Alamat: Desa Gongping, Kotapraja Qian'an, Kota Qian'an, Provinsi Hebei
Pekerjaan: Tidak diketahui
Penangkapan terakhir: 19 Juli 2001
Tempat penahanan terakhir: Pusat Penahanan Kota Qian'an (迁安市看守所)
Kota: Qian'an
Provinsi: Hebei
Metode penganiayaan: Dipukuli, diawasi ketat, diberi makan dengan paksa, digantung, disuntik dengan paksa, diperas.
Pelaku kejahatan: Yang Yulin (杨玉林), Hui Zhijiang (惠志江), Lei Xiansheng (雷显生), Wang Heying (王鹤营), Peng Minghui(彭明辉)

(Minghui.org) (Oleh: koresponden dari Provinsi Hebei) Selama sepuluh tahun penganiayaan terhadap Falun Gong, Bai Xueshuang, seorang praktisi dari Kota Qian’an, Provinsi Hebei, telah ditangkap dan ditahan berulang kali. Pada 2001, sebuah suntikan hewan digunakan untuk menyuntiknya dengan obat-obatan yang tidak dikenal. Sesudah itu ia kehilangan penglihatan dan ototnya mengalami atrophia (terhentinya pertumbuhan). Dia menjadi cacat dan masih belum sembuh.

Bai, 47 tahun, adalah seorang penduduk yang tinggal di Desa Gongping, Kotapraja Qian’an, Kota Qian’an, Provinsi Hebei. Akibat penganiayaan brutal, ingatannya melemah dan tidak dapat mengingat banyak hal apa yang telah ia alami. Keluarga dan teman-temannya menceritakan bagaimana ia dianiaya dan mengumpulkan serta mengedit laporan berikut ini.

Pada 21 Juli 1999, Bai ditangkap ketika pergi ke Beijing untuk memohon keadilan untuk menentang penganiayaan. Petugas Departemen Kepolisian Kota Qian’an membawanya kembali dan menahannya selama dua hari di Kantor Polisi Chengguan di Kotapraja Qian’an. Tidak lama setelah itu, ia ditangkap lagi dan ditahan di Pusat Pelatihan Milisi Gunung Huangtai selama 15 hari. Kemudian ia dikirim ke Pusat Penahanan Kota Qian’an dan dipenjara di sana selama dua bulan. Pada Oktober 1999, ia ditangkap dan ditahan di Pusat Penahanan Kota Qian’an selama empat bulan. Keluarganya telah diperas sebanyak 1.000 yuan oleh mereka sebelum ia dibebaskan.

Selama penahanan berulang ini, seorang petugas polisi menamparnya tanpa henti sampai lelah dan melanjutkannya kembali. Selama musim panas, Bai dipaksa untuk berdiri di bawah terik matahari. Pada musim dingin, ia harus berdiri di luar untuk menahan kedinginan. Di lain waktu ketika ia dipaksa untuk berdiri di persidangan untuk kasus praktisi lain, ia berteriak, “Falun Dafa Hao (Baik)!” Dua petugas polisi menghampirinya dan mendorong kepalanya ke lantai.

Sekitar Juli 2000, polisi menangkap dan memenjarakannya di Pusat Penahanan Kota Qian’an selama beberapa bulan. Polisi mengikat belenggu seberat lebih dari 20 pon (sekitar 9 kg). Ia dipaksa berlari di lapangan dengan belenggu itu. Polisi memukulinya dengan ikat pinggang ketika berhenti berlari. Bokongnya dipenuhi dengan luka memar akibat pukulan tersebut. Kulit di pergelangan kakinya terkelupas dan berdarah, sangat sakit. Hui Zhijiang, wakil direktur pusat penahanan, dan Lei Xiansheng, seorang opsir polisi, tertawa saat mereka sedang memukulinya. Yang Yulin, wakil direktur Kantor 610, dan Peng Minghui, wakil direktur Departemen Kepolisian Kota Qian’an (kepala  Departemen Politik dan Hukum saat itu), mengancam keluarganya dan meminta mereka untuk memaksanya melepaskan latihan Falun Gong. Mereka juga memaksa keluarganya untuk menulis pernyataan yang menjamin Bai akan berhenti berlatih. Keluarganya juga diperas oleh mereka.

Pada 19 Juli 2001, polisi dari Divisi Keamanan Negara menangkap Bai dan membawanya lagi ke Pusat Penahanan Kota Qian’an. Ia melakukan mogok makan untuk memprotes penganiayaan dan diberi makan dengan paksa secara brutal beberapa kali. Suatu kali, Wang Heying, direktur pusat penahanan, menendangya sampai jatuh ke tanah, dan Jiang Zhijiang memukulinya dengan ikat pinggang. Ia mengalami kesulitan bernapas selama pemukulan. Peng Minghui, Yang Yulin, Hui Zhijiang dan seorang dokter pusat penahanan menyuntiknya dengan obat yang tidak diketahui yang berlawanan dengan keinginannya. Mereka menggunakan sebuah suntikan hewan. Setelah itu, ototnya mulai mengalami atrophia dan ia menjadi kurus. Ia tidak bisa berbicara dengan jelas atau berjalan dengan mantap. Ia kehilangan penglihatannya untuk sementara dan mengalami kesulitan untuk merawat dirinya sendiri. Setelah 43 hari mogok makan, Bai berada di ambang kematian. Keluarganya dipaksa untuk membayar lebih dari 10.000 yuan untuk biaya pengobatan dan 20.000 yuan untuk biaya lain sebelum ia dibebaskan.

Sekitar tahun 2003, polisi dari Divisi Keamanan Negara memvonis Bai tiga tahun kerja paksa meskipun kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. Keluarganya telah diperas lebih dari 30.000 yuan, supaya otoritas tidak mengirimnya ke kamp kerja paksa.

Pada Juni 2009, polisi membawa Bai dengan mobil polisi. Ia ditinggalkan di pertengahan dimana beberapa mil dari rumahnya meskipun ia kesulitan berjalan. Ia sendiri harus berjalan sepanjang jalan sampai ke rumahnya. Itu memakan waktu hampir enam jam.

Selama beberapa tahun penganiayaan kejam ini, keluarga Bai telah diperas lebih dari 60.000 yuan. Penderitaan fisik dan mentalnya tidak bisa dihitung.

Artikel terkait: Li Fengzhen dan Bai Xueshuang Ditangkap serta Disiksa Secara Brutal dengan Diberi Makan Paksa dan Setrum Tongkat Listrik
http://clearwisdom.net/html/articles/2009/6/11/108201.html

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2009/9/9/208033.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2009/9/22/111020.html