Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Saya Disiksa dengan Brutal di Kamp Kerja Paksa Zhongba di Provinsi Guizhou

25 Feb. 2009 |   Oleh:  praktisi di Provinsi Guizhou

 
(Minghui.org) Saya adalah seorang praktisi Falun Gong di Provinsi Guizhou. Karena tidak mau melepaskan kepercayaan terhadap Falun Gong dan bersikeras untuk berlatih, pada tahun 2001, saya ditangkap dan dikirim ke Kamp Kerja Paksa Zhongba di Provinsi Guizhou. Saya disiksa dengan brutal di sana selama tiga tahun. Selama periode itu, mereka menggunakan berbagai metoda jahat untuk mencoba memaksa saya melepaskan latihan, dan atasan di tempat kerja saya telah menangguhkan pekerjaan dan gaji saya. Ia kemudian memutuskan semua tunjangan keuangan saya dan menghentikan sumber kelansungan hidup saya. Akan tetapi, seorang kultivator sejati yang telah memperoleh Dafa dan mengetahui makna sejati keberadaannya, tidak bisa ditakut-takuti oleh hal seperti itu. Berkultivasi Falun Dafa adalah pilihan lurus saya. Siapakah yang bisa mengubahnya?

Saya bermaksud berbagi pengalaman pribadi saya yang disiksa dengan brutal di Kamp Kerja Paksa Zhongba di Provinsi Guizhou.
 
Sewaktu ditahan secara ilegal di Kamp Kerja Paksa Zhongba, rutinitas saya dimulai pada pukul 6:00 pagi. Kami bangun pagi dan bergiliran dipanggil, kemudian setiap orang mendapatkan satu roti kismis yang dikukus sebagai sarapan pagi kami. Pada pukul 7:00 pagi, setelah para tahanan yang lain telah masuk ke tempat kerja mereka, saya dimasukkan ke "pelatihan militer" selama satu hari penuh sementara itu dijaga oleh dua kriminal. Mereka terus-menerus memberi perintah kepada saya, dan saya dipaksa berlari di halaman dalam waktu yang sangat lama. Mereka memaksa saya berlatih berbaris perang-perangan ala militer, seperti berdiri dalam jangka waktu lama, berjongkok dan berdiri (kadang-kadang dengan satu kaki) beribu-ribu kali. Selama satu hari penuh, mereka hanya mengijinkan saya untuk beristirahat dua atau tiga kali, dan hanya sepuluh menit setiap kali istirahat. Jika saya tidak bisa mengikuti perintah mereka, mereka menghukum saya dan memaksa saya untuk melakukannya lebih banyak. "Pelatihan militer" ini berlangsung lima jam setiap pagi dan empat jam di sore hari setiap hari, dan mengakibatkan otot di paha kanan saya terluka sangat parah. Saya kelelahan dan tidak bisa menaiki tangga atau menuruni tangga sendirian. Mereka merencanakan untuk menghukum para praktisi Falun Gong dan merusak fisik kami dengan cara ini, melemahkan keteguhan kami hingga mau melepaskan keyakinan kami.
 
Pada pertengahan bulan Juni 2002, para sipir kamp pergi ke Kamp Kerja Paksa Masanjia yang terkenal karena kejahatannya untuk belajar lebih banyak lagi tentang cara-cara menganiaya para praktisi Falun Gong. Setelah mereka kembali, mereka berhasrat sekali untuk menggunakannya. Saya dipindahkan ke garnisun Kamp Kerja Paksa Zhongba, dan saya tidak diijinkan untuk minum air selama dua hari. Mereka menyorotkan cahaya terang ke arah mata saya, yang menyebabkan mata saya berair dan perih. Saya tidak diijinkan untuk duduk atau pun tidur, dan dua orang penjaga secara bergiliran menjaga saya selama 24 jam. Mereka memenjarakan saya di dalam sebuah ruangan gelap, dingin dan luasnya kurang dari empat meter-persegi, di mana para pengawal bisa melihatnya hanya dari jendela. Saya disiksa oleh empat pengawas pribadi yang dibagi dalam dua kelompok. Saya dipaksa melakukan pelatihan militer sepanjang siang hari, dan pada malam hari saya dipaksa untuk berdiri. Saya tidak diijinkan untuk tidur, dan jika saya menutup mata, mereka akan membangunkan saya atau menyiramkan air dingin di atas kepala saya serta memaksa saya untuk mendengarkan atau membaca materi-materi pencucian otak. Saya hanya diberi makanan dalam jumlah yang sedikit, dan mereka membubuhkan banyak garam di dalam makanan saya serta mencegah saya untuk menyantapnya sekali-sekali.
 
Hanya ketika mencapai batas kesabaran saya, mereka memaksa saya untuk berlari di halaman dalam jangka waktu lama. Saya tidak bisa berlari seperti yang mereka perintahkan, sehingga mereka mengikat tangan dan pergelangan tangan saya dengan ketat dan berlari ke depan, sambil menarik saya. Saya terjatuh, tetapi mereka tidak berhenti. Mereka terus-menerus menarik saya di atas tanah dengan tali, sehingga celana saya robek, saya terluka dan berdarah. Akan tetapi, mereka juga belum berhenti. Mereka terus menarik dan memaksa saya untuk berlari. Terik matahari yang membakar pada bulan Juni menghanguskan kulit saya, mereka memaksa saya untuk mengenakan sebuah jaket berat pada musim dingin. Saya berkeringat banyak karena suhu yang sangat panas. Karena menolak untuk melepaskan Falun Gong, pada malam hari saya selalu dipukul oleh para kriminal yang sedang menjaga saya, melukai dada dan menyebabkan sakit yang amat sangat. Selama periode itu, wakil dari garnisun berkata kepada saya dengan licik, "Hari ini kami akan memukul kamu sampai mati, dan kemudian kami akan mengumumkan kepada masyarakat bahwa kamu melakukan bunuh diri." Setelah itu, pejabat polisi itu membelenggu tangan saya di balik punggung dan menggantung saya di pagar gerbang depan garnisun itu. Saya dianiaya dengan brutal dengan cara ini selama enam hari dan tujuh malam. Sebagai hasil penganiayaan yang dilakukan dalam jangka panjang, saya mengalami halusinasi. Kemudian, karena kurangnya pikiran lurus dan kejernihan mental, saya membiarkan kejahatan mengambil keuntungan dari saya dan saya menulis tiga pernyataan untuk melepaskan Falun Dafa -- sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang praktisi Dafa. Setelah bisa berpikir secara rasional lagi, saya sangat menyesal di dalam hati, dan sejak itu saya menggunakan beberapa kesempatan untuk membuat pernyataan sakral untuk mengklarifikasi bahwa apa yang saya telah tulis adalah bertentangan dengan Dafa karena berada dibawah penindasan berat, hingga pikiran saya tidak jernih, semuanya tidak berlaku.
 
Setelah mempublikasikan pernyataan, para penjaga membalas dendam dengan menganiaya saya lebih brutal, dan mereka memasukkan saya ke dalam garnisun kembali. Saya menderita penganiayaan yang tidak berperikemanuasiaan. Saya dipukul berulang-kali oleh lima penjahat termasuk Chen Haitao dan Ye Houzhong. Mulut saya bengkak dan berdarah. Dada, punggung, lengan dan kaki saya mengalami luka parah. Sebagai hasilnya, saya tidak bisa merawat diri sendiri dalam jangka waktu lama.
 
Pada tahun 2003, saya dipindahkan lagi dari garnisun ke penjara yang lain. Suatu hari, karena saya menyebarkan artikel Dafa antar praktisi di penjara, saya dikirim ke kantor penjara itu. Mereka memborgol tangan saya di punggung. Kemudian, saya dipukul sampai roboh ke tanah oleh Yang Renshou, Li Jimin, Guo Yin dan Zhang Ge. Mereka memaksa saya untuk berlutut di tanah dan menginjak-injak dengan keras pada bagian kaki saya yang telah mereka lukai dan dibuat memar. Pada bulan Mei 2003, karena saya menentang penganiayaan dan pencucian otak, di bawah perintah para penjaga, Jiang Jifu, penjahat yang mengawasi saya pada waktu itu, memukul dada saya dengan keras. Saya tidak bisa bernafas untuk beberapa saat, dan kemudian merasakan sakit yang luar biasa di bagian dada saya. Saya tidak bisa membungkuk untuk mengambil sesuatu di lantai, dan tidak bisa berbicara dengan suara keras atau pun bernafas dalam-dalam. Selama enam bulan, sakit yang sangat parah di bagian dada kambuh beberapa kali. Pada tahun 2003, dalam rangka menentang penganiayaan dan pencucian otak yang sedang dilakukan, lebih dari 20 praktisi Falun Gong disekap di penjara itu, mengumumkan pernyatan sakral mereka, yang menyatakan bahwa segala hal yang telah mereka tulis adalah bertentangan dengan Dafa karena berada di bawah penganiayaan berat, semuanya tidak berlaku. Para penjaga kebingungan. Kemudian, bonus tahunan para penjaga dibatalkan, dan mereka disalahkan oleh atasan mereka. Kami bisa merasakan bahwa kejahatan mereka secara dramatis melemah. Setelah itu, saya disekap di sebuah ruangan kecil di lantai tiga. Ruangan itu sangat lembab dan dekat dengan kamar mandi. Dalam upaya membuat saya melepaskan keyakinan saya, para penjaga memaksa saya tidur di lantai. Di bawah kondisi musim dingin yang mencekam tersebut, kaki saya terasa mati rasa setelah lima minggu. Saya tidak mampu berdiri dan berjalan sendirian setelah itu, sampai kaki saya normal kembali.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2009/1/23/194029.html
English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2009/2/10/104691.html