Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Pertunjukan Shen Yun Divine Performing Arts Menakjubkan Taipei dan Menerima Karangan Bunga dari Presiden

11 Maret 2009 |   Oleh: Wang Ching-han dan Liu Wen-Hsin


(Minghui.org) Hadir dengan enam pertunjukan sensasi di Tainan, Shen Yun Divine Performing Arts (SYDPA) pada malam pertamanya di ibukota Taiwan, Taipei, kembali meraih kesuksesan. Teater dipenuhi oleh para politisi, artis dan pengusaha, Presiden Taiwan, Ma Ying-jeou, mengirim karangan bunga dan kartu ucapan selamat yang tertulis, "Semoga Divine Performing Arts Company Memperoleh Kesuksesan."

Para penonton terkesan dengan pertunjukan

Para penonton yang penuh perhatian

Karangan bunga besar dikirim oleh Presiden Taiwan Ma Ying-jeuo

Mantan Penasehat Politik Nasional Tersentuh Sekali oleh Pertunjukan SYDPA

Fan Jen-hui, mantan penasehat politik nasional dan ketua Kampanye Taiwan di PBB, mengatakan bahwa, meskipun ini adalah pertama kalinya melihat pertunjukan SYDPA, ia sangat tersentuh. Ia menilai tarian itu mengalir dengan alami, sangat indah, dan lincah, karena ini adalah kombinasi tubuh, jiwa, dan keyakinan.

Mantan penasehat politik nasional dan ketua Kampanye Taiwan di PBB, Fan Jen-hui

"Saya paling terkesan oleh acara 'Surga Menanti Kita Walaupun Dianiaya,'" katanya. Ia bersimpati terhadap apa yang ditampilkan acara itu. Itu menunjukkan bagaimana Falun Gong sedang dianiaya oleh Partai Komunis China dan bagaimana nilai-nilai universal hak azasi manusia, demokrasi, dan persamaan sedang diinjak-injak. Ia berkata, "Saya terharu oleh semangat peran utama dari Sejati, Baik, dan Sabar. Pada akhirnya, pelaku utama meninggal dunia dan naik ke surga. Saya pikir pemandangan itu sungguh nyata."

Fan mengatakan, setelah menyaksikan pertunjukan, ia merasa semua orang pada dasarnya baik hati. "Kita perlu menghargai Sejati-Baik-Sabar yang ditunjukkan oleh para praktisi Falun Gong. Untuk memaafkan para penyiksa, seperti para praktisi Falun Gong lakukan, sangat menyentuh hati saya.

"Nyanyian mereka dan penampilan dari setiap pemain sungguh alami dan realistik. Kata-kata dari para penyanyi, saya memahami bahwa orang-orang datang dengan tidak membawa apa pun dan meninggal pun tidak membawa apa pun.' Saya juga ingin belajar Falun Gong untuk moralitas Sejati-Baik-Sabar yang ditegakkan oleh para praktisi Falun Gong dan kekuatan yang mereka tunjukkan. Apa yang mereka tampilkan sangat menyentuh hati."

Aktris Terkenal Tahun 70-an: "Pertunjukan mengharukan saya beberapa kali"

Di antara penonton terdapat Chang Lihmin, seorang penyanyi dan aktris terkenal di Asia pada tahun 60-an dan 70-an.

"Pertunjukan mengharukan saya beberapa kali," katanya setelah mempertimbangkan beberapa saat.

"Saya terkejut setelah mengetahui kebanyakan para penari ini tumbuh dewasa di luar Tiongkok. Mereka menari sangat luar biasa. Mereka mampu menampilkan dan mempromosikan kebudayaan  seperti pertunjukan ini."

Chang Lihmin,  seorang penyanyi dan aktris yang terkenal di Asia

Pertama kali menonton pertunjukan ini di Taipei, Chang merasa digerakkan oleh seluruh pertunjukan ini karena tarian klasik Tiongkok dan panggung ditampilkan dengan sempurna.

Chang khususnya menyukai "Mulan Ikut Berperang" untuk menggambarkan kelembutan, kekuatan, sikap hormat pada orangtua, dan kesetiaan terhadap negera.

"Pertunjukan ini menyampaikan rasa hormat kepada para Dewa dan keterbukaan hidup dan mati. Seperti memperlihatkan sikap untuk menghargai kehidupan.”

"Karena para penari memahami tarian dengan baik. Koreografi dan efek panggung juga sangat indah. Saya pikir, yang paling penting adalah ada pembimbing yang sangat baik di balik layar, memandu gerakan-gerakan penari ini."

Profesor Keseenian: "Pertunjukan ini menanamkan tradisi dengan semangat baru. Sangat hidup."

"Pertunjukan menanamkan tradisi dengan semangat baru. Menjaga tradisi-tradisi budaya yang telah melekat dan menambahkan unsur-unsur baru, dengan demikian, menjadi sangat hidup," kata Lee Kun-pei, seorang pensiunan profesor di Fakultas Ilmu Kesenian Universitas Normal Nasional, setelah pertama kali menyaksikan pertunjukan SYDPA di Taipei, 25 Februari 2009.

Lee Kun-pei, seorang pensiunan profesor di Fakultas Ilmu Kesenian Universitas Normal Nasional

Profesor Lee berusia 75 tahun. Ia datang ke pertunjukan bersama dengan istrinya, Liang Danbei, seorang seniman serba bisa yang terkenal. Lee sungguh terkesan oleh suara Yang Jiansheng. "Alto [Yang Jiansheng] adalah seorang penyanyi wanita, tetapi suaranya rendah dan bergaung, sangat khusus. Saya terhanyut sekali oleh nyanyiannya." Para penonton merespon dengan tepuk tangan antusias dan berteriak "Nyanyi Lagi!" setelah dia menyanyikan "Berhenti Sejenak untuk Memperhatikan." Dia menyetujui dan menyanyikan "Kesadaran."

Liang Danbei mengatakan dia dan suaminya berkecimpung di dunia seni, sehingga mereka jarang menonton pertunjukan langsung. Tetapi, dia dibuat kagum oleh SYDPA. Dia pikir sungguh bagus sekali. Dia mengatakan, "Mereka menampilkannya dengan baik sekali. Saya sangat tersentuh. Keterampilan menari mereka sangat kokoh. Cerita-ceritanya sangat bagus, latar belakang sangat indah, dan para dewa turun dari surga.... Semua ini sangat spesial."

Dia sangat terkesan oleh "Visi Pujangga," mengatakan pemandangan tersebut mewakili sebuah kondisi bagi orang-orang merindukan sesuatu. Dia segera menambahkan bahwa setiap acara "menakjubkan" dan dia menyukai semuanya.

Liang mengatakan, dari sudut pandang ilmu kesenian, "Kostum-kostum dan warna-warna yang sangat unik. Kecantikannya menarik dan mendalam. Setiap kisah ditampilkan dengan cara berbeda. Semua tarian anggun. Banyak penari mempunyai kekuatan seperti itu. Kita sungguh terhanyut."

Wakil Direktur Jantung Taiwan: Sepertinya Dewa dan Buddha turun ke bumi

Wakil Direktur Li Rui-guang dari Jantung Taiwan menyukai tarian klasik Tiongkok. Ia mengatakan, "Sepertinya Dewa dan Buddha turun ke bumi dan melakukan pertunjukan."

Wakil Direktur Li Rui-guang dari Jantung Taiwan

Li mengatakan, "Para penari di 'Tarian Yi' menggunakan kostum berwarna-warni, seperti bunga-bunga bermekaran. Setiap gerakan sangat alami. Tampaknya, bukan manusia yang menari, tapi para dewa yang sedang pentas."

Li menilai keterampilan para penari dan unsur-unsur multimedia membuat penari anggun, pertunjukan yang artistik. "Para penari wanita sangat menyentuh hati karena kepercayaan spiritual dan kekuatan dalam (inner power) dapat mereka tampilkan."

Direktur Pusat Kesenian: Saya melihat semangat kebaikan

Huang Mei, Direktur Huang Mei International Art Center dan seorang pelukis, berkata setelah pertunjukan, "Saya melihat semangat kebaikan."

Huang Mei, Direktur Huang Mei International Art Center, dan teman-temannya

Dia sangat terkesan dengan koreografi SYDPA, kostum, dan warna-warnanya. "Gerakan dan kostum para penari sangat serasi. Dari sudut pandangan artistik, saya pikir seluruh pertunjukan sangat indah."

Huang berpendapat bahwa anak-anak perlu melihat pertunjukan ini, "Pertunjukan ini menyehatkan mental dan spiritual. Saya sangat menyukainya."

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2009/2/26/196164.html
English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2009/2/27/105178.html