Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Praktisi Falun Gong Sun Jianmin Dari Kota Tangshan Dianiaya Hingga Meninggal

31 Mei 2009

Praktisi Falun Gong Sun Jianmin dari Distrik Kaiping, Kota Tangshan, Provinsi Hebei, adalah seorang yang ramah dan murah hati. Dia mulai berlatih Falun Dafa di tahun 1998. Dia mendapatkan manfaat besar baik jiwa maupun raga, dan keluarganya menjadi lebih harmonis. Ketika PKC (Partai Komunis China) mulai menganiaya Falun Dafa, dia telah disiksa di Kamp Kerja Paksa Hehuakeng hingga terkena stroke. Keluarganya terus diganggu oleh kepolisian setempat. Korban meninggal tanggal 27 April 2009, pada usia 61 tahun.

(Minghui.org)

Rincian kasus penyiksaannya sebagai berikut:

Pada 20 Juli 1999, petugas polisi dari Kantor Polisi Kaiping menangkap Sun Jianmin dan menahannya di Sekolah Dasar Quzhuang di Kaiping lebih dari 20 hari tanpa surat penahanan yang sah. Dia tidak diizinkan menelepon dan tidak boleh dikunjungi oleh keluarganya.

Di bulan Maret 2000, Sun Jianmin dan 13 praktisi Falun Dafa lainnya pergi ke Kota Kaiping untuk memohon dan mengklarifikasi fakta kebenaran Falun Dafa. Para pejabat PKC setempat menangkap dan menahan mereka selama 10 hari di Kantor Polisi Kaiping. Mereka kemudian dipindahkan ke Pusat Penahanan Changningdao di Kota Tangshan dan menahannya 15 hari lagi. Pemerintah memeras 300 yuan untuk membayar makanan mereka.

Pada 24 Mei 2001, Sun Jianmin dan 10 orang praktisi lainnya sedang melakukan latihan di Taman Kaiping ketika seseorang melaporkannya ke pihak berwenang. Para pejabat Kantor 610 dan petugas dari Kantor Polisi Kaiping mengepung tempat latihan tersebut. Perwira Li Guojun memerintahkan polisi untuk menyerang para praktisi Falun Gong. Semua praktisi mengalami luka memar setelah penyerangan.

Penganiayaan dilanjutkan di Kantor Polisi Kaiping. Para pelaku kejahatan menampar, menendangi serta memukuli praktisi dengan pentungan, menelanjangi mereka dan mencambuk para praktisi dengan ikat pinggang kulit. Mereka menggunakan “tali pembunuh” untuk menyiksa para praktisi tanpa prikemanusiaan; tali berkali-kali putus pada malam itu. Praktisi Meng Qingfu dipukuli sementara digantung hingga belakangan pingsan selama empat jam. Dia dijatuhi hukuman selama tiga tahun di Penjara Jidong. Seorang pelaku kejahatan memukuli wajah Sun Jianmin dengan hak sepatu. Mata Sun Jianmin tidak dapat dibuka karena bengkak parah. Dia ditahan Pusat Penahanan Tangshan selama lebih dari 10 bulan, dan dipaksa membayar 300 yuan sebelum dia dapat dibebaskan.

Pada 19 Oktober 2004, Zhou Yongkang pelaku utama kejahatan dari pemerintah pusat, berkunjung ke Tangshan. Petugas Dai Jianjun dan Wang Baohe menangkap 10 orang praktisi Dafa,  termasuk Sun Jianmin. Seorang polisi bernama Zhang Fan menyiksa Sun Jianmin dan menggunakan tongkat listrik, menyetrumkannya ke seluruh tubuh Sun. Wakil kepala Kantor Polisi Kaiping Li Goujon memimpin pemukulan tersebut. Dia menggunakan alas sepatunya untuk memukul wajah praktisi, menyebabkan mata korban berdarah. Dia menggunakan batang besi untuk memukul mata kaki praktisi. Selama melakukan ini, dia berteriak-teriak, ”Ada yang lihat saya sedang memukulimu? Siapa yang dapat membuktikannya?” Dia memaksa para praktisi untuk berlutut ke lantai. Siapa pun yang menolak, dia akan memukulnya dengan keras pada bagian belakang lututnya. Karena tahu para praktisi tidak merokok, dia menyisipi sebatang rokok yang menyala ke lubang hidung para praktisi.

Sun Jianmin ditahan selama dua hari di lantai dasar Kantor Polisi Kaiping, kemudian dikirim ke Pusat Penahanan No.1 Tangshan. Pada 18 November 2004, dia dihukum selama tiga tahun di Kamp Kerja Paksa Hehuakeng Tangshan.

Pada 19 Oktober 2005, Sun Jianmin menderita stroke di kamp kerja paksa dan dikirim pulang ke rumah keluarganya. Polisi setempat terus mengganggunya, dan keluarganya hidup dalam ketakutan. Sun Jianmin mengalami beberapa kali stroke sehingga tidak dapat merawat dirinya sendiri. Dia meninggal pada 27 April 2009, pada usia 61 tahun.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2009/5/11/200620.html
English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2009/5/22/107623.html