Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Taiwan: Pawai di Taipei Menentang 10 Tahun Penganiayaan Terhadap Falun Gong

27 Juli 2009 |   Oleh: Shen Rong


(Minghui.org) Pada 19 Juli 2009 sore, para praktisi Falun Gong yang menggunakan kaos kuning berkumpul di Alun-alun Xinyi di seberang Gedung 101. Lebih dari 1.500 peserta melakukan pawai untuk memprotes Partai Komunis China (PKC) yang menganiaya Falun Gong secara kejam serta melanggar HAM di China. 

Pawai megah yang menarik perhatian para pejalan kaki, pengendara mobil di jalan-jalan

Sudah sepuluh tahun sejak penganiayaan Falun Gong dimulai pada 20 Juli 1999. Melalui berbagai upaya praktisi yang mengungkap penganiayaan PKC terhadap Falun Gong, semakin banyak orang sudah tidak percaya lagi pada PKC. Orang-orang sudah menyadari bahwa kehancuran rejim PKC adalah satu-satunya cara untuk menghentikan penganiayaan.

Bus demi bus wisatawan dari China datang mengunjungi Gedung 101, bangunan tertinggi di dunia. Di seberang jalan, mereka melihat delapan spanduk besar bertuliskan ”SOS bagi para praktisi Falun Gong di China,” “Falun Gong mengajarkan Sejati-Baik-Sabar,” “Melenyapkan PKC adalah satu-satunya cara untuk menghentikan penganiayaan,” “Mendukung 57 juta rakyat China yang telah mundur dari PKC,” dan lainnya.

Para wisatawan dari China menonton pawai Falun Gong di depan Gedung 101

Mengklarifikasi fakta kepada wisatawan asal China

Marching Band Dunia Surga memimpin prosesi pawai dengan memainkan lagu-lagu yang menampilkan keindahan dari Falun Dafa. Barisan bidadari, barisan genderang pinggang dari praktisi cilik, dan peragaan perangkat latihan Falun Gong telah menarik banyak perhatian khalayak. Melalui peragaan kembali metode penyiksaan yang kejam, para praktisi mengungkap kejahatan-kejahatan PKC yang menyiksa para praktisi di China dan mengambil organ tubuh dalam keadaan hidup-hidup.

Para wisatawan dari China dikejutkan oleh peragaan kembali penyiksaan

Pawai dan aksi damai Falun Gong menarik perhatian warga dan para wisatawan China

Para wisatawan China menonton terus pawai Falun Gong hingga bermil-mil, beberapa dari mereka mengambil foto dan banyak praktisi melambaikan tangan kepada mereka dengan senyuman.

Setiap hari jam 4 sore, para praktisi melakukan latihan di depan obyek wisata terkenal di Taiwan, Gedung 101

Saya Mendukung Falun Gong

Mark (tengah) ingin belajar Falun Gong setelah berbicara dengan seorang praktisi

Mark, seorang penganut agama Kristen dari Boston, telah berada di Taiwan selama dua tahun. Ia telah melihat Falun Gong di mana-mana di Taiwan dan juga Amerika Serikat, tetapi tidak mengetahui banyak tentangnya. Setelah berbicara dengan seorang praktisi, ia mengatakan ia ingin belajar berlatih. Ia menemukan bahwa di dekat tempat tinggalnya, ada dua grup praktisi yang dapat mengajarinya.

Ketika pawai melewati Sun Yat-sen Memorial Hall, penyelenggara fashion show dan pacarnya datang menanyakan di mana mereka bisa belajar perangkat latihan. Seorang praktisi mengatakan kepada mereka ada kelompok yang berlatih setiap hari di taman dekat mereka tinggal.

Hal Yang Tidak Ternilai

Shuhui membawa dua putrinya untuk bergabung di dalam pawai. Kedua putrinya membagi-bagikan materi klarifikasi kepada para penonton pawai. Shuhui mengatakan kebanyakan orang Taiwan, meskipun mereka mendukung Falun Gong, mereka tidak tahu banyak tentang PKC dan Falun Gong.  

Shuhui berlatih Falun Gong sudah lima tahun. Adik perempuannya berlatih di Jerman dan memperkenalkan kepadanya. Setelah membaca buku Zhuan Falun, dia segera mengetahui bahwa Falun Gong lah yang telah ia cari sepanjang hidupnya. “Falun Gong adalah hal yang tidak ternilai.”

Shuhui dan dua putrinya

Shuhui hamil setahun setelah mulai berlatih, Dokter mengatakan kepadanya dia mungkin akan meninggal karena posisi plasentanya tidak normal dan akan menyebabkan pendarahan besar. ”Saya tidak melakukan apa pun. Sembilan bulan kemudian, saya melahirkan dengan wajar dan lancar. Dokter mengatakan kepada saya itu sungguh ajaib dan Falun Gong sungguh luar biasa.”    

Menghimbau agar lebih memperhatikan HAM di China dan nilai-nilai universal

Ms. Chung mengajak suami dan dua anaknya dari Taiwan Timur ke Taipei. Chung berkata dia dan keluarganya datang ke sini untuk menghimbau agar khalayak lebih memperhatikan HAM di China dan nilai-nilai universal.

Chung, suami, putra dan putrinya datang dari Taiwan Timur untuk mengikuti pawai di Taipei

Sudah 11 tahun Chung berlatih Falun Gong. Dia sebelumnya menderita penyakit pada rahimnya dan kencing darah. Dokter mengatakan pada Chung bahwa dirinya mengalami gagal ginjal dan dia harus mengunakan antibiotik bagi penyakitnya seumur hidup. Namun dia sepenuhnya sembuh setelah berlatih Falun Gong. Semua keluarga dan kerabatnya menyaksikan mukjizat tersebut. Dokter pun berkata hal itu mustahil terjadi. “Sungguh luar biasa bahwa saya berlatih Falun Dafa. Sekarang seluruh keluarga saya berlatih Falun Gong.”

Peristiwa Penuh Makna   

Mr. Lu berusia 70 tahunan. Meskipun ia bukan seorang praktisi, ia ikut berjalan di tepi prosesi pawai. Ia mengetahui bahwa Falun Gong dapat meningkatkan kesehatan dan moral orang-orang dan telah diterima di seluruh dunia kecuali di China. Ia tidak bisa memahami mengapa PKC takut kepada orang-orang yang sehat dan ingin menjadi baik. ”Sulit bagi saya membayangkan penindasan dan pembunuhan yang tidak beralasan ini. Ini adalah peristiwa yang penuh makna. Sayangnya saya bukan seorang praktisi, tetapi saya sungguh ingin menjadi bagian dari pawai tersebut. Saya berjalan di dekat prosesi pawai dan hal itu membuat saya merasa sangat baik.”

Mr. Chen adalah  seorang petugas keamanan pada salah satu gedung perkantoran yang terletak pada rute pawai. Ia melihat semua spanduk, papan informasi, dan foto-foto dari para praktisi yang meninggal di dalam penganiayaan. Ia berpikir PKC itu sangat mengerikan dan karena menganiaya orang-orang baik. “Yang terburuk adalah PKC mengambil organ tubuh para praktisi dalam keadaan hidup-hidup dan menjualnya. Bahkan Tuhan tidak akan membiarkan hal itu.” “Himbauan damai Falun Gong sangat sah dan penuh makna.”

Kepala satuan lalu lintas dari Kantor Polisi Xinyi di Taipei mengatakan bahwa pawainya diorganisir dengan sangat baik dan rapi. Para praktisi bersikap sangat tertib dan tidak sulit bagi anggotanya untuk mengatur lalu lintas tetap berjalan.  

Banyak warga di berbagai bangunan tinggi turun untuk menonton pawai setelah mendengar musik dari Marching Band Dunia Surga. Ping, berusia 89 tahun, menonton pawai sampai rombongan meninggalkan area tersebut. Ia datang ke Taiwan pada tahun 1945 setelah Partai Nasionalis China menyerahkan China kepada PKC. Ping terus mengutarakan pujiannya, dapat menyaksikan pawai yang begitu indah di Taiwan. Ia menghargai prinsip Sejati-Baik-Sabar. Warga lain bermarga Huang dan Chen mengatakan, untuk pertama kali mereka melihat sebuah pawai yang begitu tertib dan damai seperti ini. Itu membuat mereka merasa nyaman.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2009/7/21/204953.html
English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2009/7/23/109395.html