Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Beberapa Pengalaman Kultivasi ketika Menjadi Tuna Wisma

25 Agu 2009 |   Oleh: praktisi Falun Dafa dari Chongqing


(Minghui.org) Saya hampir berusia 60 tahun. Karena Partai Komunis China menganiaya Falun Gong, saya terpaksa menjadi tuna wisma selama beberapa tahun. Meskipun tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap, saya tidak lupa untuk terus menerus mengkultivasikan Xinxing saya.

Saat mencari kerja, seseorang meminta saya untuk membuat obat palsu untuk dijual. Ini adalah masa dimana saya paling membutuhkan uang untuk hidup, namun saya tidak tergoda dan menolaknya. Saya adalah seorang kultivator dan seharusnya tidak menipu orang lain. Teman-teman saya berkata bahwa saya sangat bodoh. Manusia biasa tidak dapat memahami para kultivator. Pada waktu itu, saya ingin mencari pekerjaan dimana saya mempunyai kesempatan untuk mengklarifikasi fakta kebenaran kepada orang-orang.

Di tempat asing, hidup sangat sulit dan semangat saya rendah, namun saya mampu menahannya. Bagaimanapun, saya merasa sangat susah karena tidak bertemu dengan rekan-rekan praktisi untuk memperoleh artikel-artikel Guru yang terakhir ataupun “Mingguan Minghui.”

Karena pengaturan Guru yang belas kasih, saya berjumpa seorang praktisi yang saya kenal baik saat menjadi tuna wisma. Praktisi ini berkata bahwa sebuah tempat produksi materi “klarifikasi fakta kebenaran” kekurangan orang dan dia meminta saya bergabung. Saya mulai bekerja di tempat itu untuk membuktikan Dafa. Dua praktisi lainnya yang bekerja di tempat itu bekerja di siang hari dan sangat sibuk. Biasanya, hanya saya yang tinggal di tempat produksi tersebut. Kemudian, praktisi A, yang bertanggung jawab mengunjungi website Dafa dan mendownload materi, ditangkap dan dikirim ke kamp kerja paksa. Setelah A ditangkap, praktisi B mengambil alih.

Tidak lama, praktisi B ditangkap dan dikirim ke kamp kerja paksa. Kami, dua wanita tua, tidak mampu mengakses website Dafa dan mengdownload materi. Praktisi B juga bertanggung jawab dalam membiayai pembelian materi, dan setelah dia ditangkap, kami tidak mempunyai uang. Apa yang harus kami lakukan? Kami tidak hanya harus pindah dari rumah sewa namun juga menghadapi bahaya ditangkap. Pada masa-masa sulit ini, kami tidak berkecil hati maupun menyerah.

Agar praktisi mempunyai materi Dafa yang cukup untuk menyelamatkan makhluk hidup, kami harus terus membuatnya. Sepanjang kami percaya penuh, Guru akan membantu kami. Sebenarnya, dalam jalur kultivasi kita, Guru melindungi kita sepanjang waktu. Selama masa-masa ini, praktisi lain membawakan dana untuk kami. Kami menemukan sebuah rumah dan membayar sewa untuk bersiap-siap pindah. Malam itu saya bermimpi. Seseorang mengatakan pada saya bahwa rumah lain lebih baik. Saya berkata, “Kami telah membayar sewa – apa yang harus kami lakukan?” Keesokan harinya putri pemilik tempat menanyakan KTP kami. Kami menjawab, “Karena anda tidak mempercayai kami, tolong kembalikan uang sewanya.” Jadi pemilik rumah mengembalikan uang sewa kami. Dengan cepat kemudian kami menemukan rumah lain. Rumah ini tidak mahal dan pemilik rumah menyediakan perabotan tua untuk kami. Pemilik rumah tidak tinggal di sana dan tidak pernah mengganggu kami ataupun menanyakan KTP kami.

Praktisi D datang membantu kami untuk mengakses website Dafa dan mendownload materi Dafa. Kami bertiga. Sewaktu-waktu, praktisi C datang membantu. Biasanya hanya saya sendiri yang tinggal di tempat itu. Setiap hari dengan diam-diam saya membuat materi klarifikasi fakta kebenaran. Selain membuat materi, saya belajar Fa dan melakukan latihan. Saya tidak pernah keluar untuk bersenang-senang ataupun menonton TV selama beberapa tahun. Kadang-kadang, para praktisi menanyakan apakah saya merasa kesepian. Saya jawab tidak pernah merasa kesepian namun memggunakan semua waktu yang ada untuk belajar Fa dan melakukan latihan. Saat pikiran berasimilasi dengan Fa, saya merasa waktu sangat terbatas – bagaimana saya dapat merasa kesepian?

Saya mengerjakan segala hal dengan sangat hati-hati, namun praktisi C sangat ceroboh. Konflik seringkali muncul diantara kami karena hal ini. Setelah konflik terjadi, dia menjadi sangat marah dan mengabaikan saya. Saya mencari ke dalam dan menemukan bahwa nada bicara saya bersifat menyalahkan. Saya tidak menyadarinya karena telah menjadi kebiasaan. Saya berketetapan untuk menyingkirkan keterikatan ini. Bagaimanapun, saat konflik terjadi dan kami berdebat, mentalitas bersaing saya mencuat. Kemudian, saya merasa sangat menyesal dan sedih. Mengapa saya tidak berbicara kepada rekan praktisi dengan lembut? Sesudah itu saat saya berbicara padanya, saya menaruh perhatian pada nada bicara saya. Apapun yang dia lakukan, saya tidak mengeluh dan kami mampu bekerjasama dengan baik selama beberapa waktu, namun dengan cepat konflik kembali muncul. Ketika suasana hatinya sedang buruk dan saya mengatakan sepatah kata, dia merasa terganggu. Saya tidak berbicara padanya selama beberapa hari. Ketika dia datang ke tempat produksi materi, dia tidak berbicara pada saya namun hanya duduk di sana melakukan pekerjaan Dafa. Saya tidak berniat berbicara padanya, namun saya melihat dia mulai membuat Mingguan Minghui. Saya mengatakan padanya bahwa saya telah membuat Mingguan Minghui sehari sebelumnya. Dia mengatakan telah menekan tombol cetak, dan saya mengatakan dapat membatalkannya. Dia mengatakan tidak tahu bagaimana membatalkannya, jadi saya yang melakukannya. Sebenarnya, Mingguan Minghui telah ditumpuk di tempat yang jelas dan dia dapat melihatnya dengan sangat mudah. Bagaimanapun, dia tidak melihatnya dan tidak bertanya. Kali ini saya tidak mengkritiknya dan kami tidak mempunyai konflik.

Suatu ketika, saya merasa sangat kesal karena saya melakukan dengan sangat hati-hati dan mungkin karena alasan ini timbul konflik. Tidak jelas bagi saya seharusnya saya tidak memaksakan alasan saya namun mundur selangkah di dalam konflik sehingga saya dapat menemukan laut luas angkasa yang tak terbatas. Selama beberapa tahun terakhir, konflik seringkali terjadi diantara kami. Kadang-kadang, konflik berakhir dengan damai, di lain waktu konflik sangat meruncing, namun hal itu tidak mempengaruhi kami dalam membuat materi klarifikasi fakta kebenaran untuk daerah setempat.

Pelurusan Fa alam semesta telah mencapai tahap akhir, namun saya tetap mempunyai banyak kekurangan dan tidak menyingkirkan keterikatan saya. Di masa depan, saya harus memenuhi prasyarat Guru dalam melakukan tiga hal dengan baik, memperkuat belajar Fa dan mencari ke dalam untuk menemukan kekurangan saya. Apapun yang saya hadapi, saya akan berkultivasi dengan gigih sampai akhir. Banyak yang ingin saya katakan, namun bahkan ribuan kata-kata tidak dapat mengungkapkan rasa terima kasih saya kepada Guru.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2009/7/10/204278.html
English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2009/7/22/109366.html