Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

PBB: Sejumlah Besar Praktisi Falun Gong Meninggal di Tahanan Polisi

16 Jan. 2010

(Minghui.org) Menurut laporan PBB 2009, Pelapor Khusus PBB tentang ekstrajudisial, ikhtisar atau pembuatan sewenang-wenang, Philip Alston, menunjukkan bagian penting tentang kematian praktisi Falun Gong di tahanan polisi di seluruh China.


Pelapor Khusus PBB, Philip Alston pada konferensi pers PBB

Pelapor Khusus meminta kepada pemerintah China: harus ada “penyelidikan menyeluruh, cepat dan adil terhadap semua kasus yang diduga terjadi eksekusi dan kesewenang-wenangan yang luar biasa besar, termasuk kasus-kasus yang diadukan oleh kerabat atau laporan yang dapat dipercaya terhadap kematian yang tidak wajar pada kondisi seperti di atas.” Alston menekankan bahwa kematian seperti itu bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional. Selanjutnya, pemerintah bertanggung jawab atas kematian di tahanan akibat dari penyiksaan, kelalaian, atau menggunakan pemaksaan, juga ketakutan mati di dalam tananan karena kondisi yang mengancam jiwa di tahanan.

Pada halaman 449, Pelapor Khusus mengeluarkan tinjauan terhadap lebih dari 100 negara anggota PBB. Pada seksi mengenai China menghabiskan 30 halaman, dengan 6 halaman mengenai kematian praktisi Falun Gong selama di tahanan polisi. Teks asli dari laporan PBB dapat didownload dari situs resmi PBB:
(http://ap.ohchr.org/documents/dpage_e.aspx?m=103 nomor dokumen: A/HRC/11/2/Add.1). Laporan tersebut memeriksa secara menyeluruh terhadap kematian yang disebabkan oleh penyiksaan sewenang-wenang sejak Alston memulai masa jabatannya sebagai Pelapor Khusus ekstrajudisial, ikhtisar atau eksekusi sewenang-wenang.

Juga di dalam laporan, Alston memasukkan deskripsi berbagai pelanggaran hak asasi manusia berskala besar yang diselidikinya di China. Dari 20 kasus individu yang diambilnya dari laporan selama periode 2008 dan 2009, 16 adalah kasus kematian akibat penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong. Laporan ini juga menyebutkan tentang pembantaian di Tibet dan wilayah Xinjiang.

Mulai hari ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah satu-satunya badan internasional yang dapat menerima kasus-kasus individu pelanggaran hak asasi manusia oleh berbagai pemerintah. Kasus-kasus yang diterima dari kelompok-kelompok non-pemerintah di seluruh dunia, kantor Pelapor Khusus hanya memilih kasus yang paling serius dan kredibel untuk dimasukkan ke dalam laporan tahunan. Kasus-kasus yang terpilih hanya sebagian kecil dari kasus-kasus sejenis.

Pada tanggal 13 Maret 2009, Alston mengirim permohonan resmi PBB kepada pemerintah China, di mana ia menjelaskan, "Kami ingin memberikan perhatian kepada pemerintah Anda atas informasi yang kami terima tentang kasus dari 16 kematian praktisi Falun Gong yang diduga mengalami cedera berkelanjutan di dalam tahanan China. Sementara itu tempat di mana terjadi kematian berbeda, semua korban adalah praktisi Falun Gong dan mereka semua mati di bawah pengawasan aparat penegak hukum atau segera setelah mereka dibebaskan dari tahanan. Keprihatinannya adalah bahwa penangkapan dan kematian individu-individu ini semata-mata berhubungan dengan aktivitas mereka sebagai praktisi Falun Gong." (Ibid. p 63).

Menurut statistik yang diterbitkan oleh Falun Gong Human Rights Working Group (FGHRWG) pada bulan Maret 2009, selama periode Olimpiade Beijing, pemerintah komunis China menangkap setidaknya 10.194 praktisi Falun Gong. Hampir 100 dari mereka dipastikan tewas dalam beberapa minggu atau bahkan beberapa hari penangkapan mereka, sebagai akibat langsung dari penganiayaan tersebut.
http://www.falunhr.org/reports/PDFs/BeijingOlympicsPersecution.pdf )

Banyak dari mereka menerima hukuman berat dan masih di dalam tahanan. Mengenai 16 kasus yang disebutkan oleh Alston di dalam suratnya kepada pemerintah China, FGHRWG telah menyampaikannya kepada PBB selama tahun 2008 dan 2009. Kesemua 16 praktisi yang ditangkap di sekitar periode Olimpiade meninggal dunia di dalam tahanan polisi.

Selama Sidang ke-8 Dewan HAM PBB, Resolusi 8/3 menyatakan bahwa semua Negara harus "melakukan investigasi mendalam dan tidak memihak terhadap semua kasus yang dicurigai ekstrajudisial (di luar hukum), ikhtisar atau eksekusi sewenang-wenang."

Alston menyatakan di dalam suratnya kepada pemerintah China, "Dewan menambahkan bahwa kewajiban ini mencakup kewajiban 'untuk mengidentifikasi dan membawa mereka yang bertanggung jawab kepada pengadilan ... untuk memberikan kompensasi yang memadai dalam waktu yang wajar bagi para korban atau keluarga mereka dan mengadopsi semua langkah yang perlu, termasuk langkah-langkah hukum dan peradilan, untuk mengakhiri impunitas dan mencegah terulangnya eksekusi tersebut." Kewajiban-kewajiban ini untuk menyelidiki, mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab, dan membawa mereka ke pengadilan menurut Pasal 7 dan 12 dari Konvensi Menentang Penyiksaan dan Kekejaman Lain, Tidak Manusiawi atau Perlakuan atau Penghukuman," di mana China telah menandatanganinya.

Dalam laporan 2009, Alston mendaftarkan ringkasan dari 16 kematian praktisi Falun Gong. Dia menekankan, "Meskipun mereka memiliki pengalaman yang berbeda, semua kematian mereka ada hubungannya dengan kerugian yang mereka derita di bawah pengawasan langsung dari aparat penegak hukum." Alston menyerukan kepada pemerintah China, "... untuk menjamin hak atas kebebasan agama atau kepercayaan sesuai dengan prinsip-prinsip yang tercantum dalam Deklarasi tahun 1981 tentang Penghapusan Segala Bentuk Intoleransi dan Diskriminasi berdasarkan Agama atau Kepercayaan dan pasal 18 dari Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. "

Diantara 16 praktisi Falun Gong yang meninggal dunia di tahanan dan disebutkan di laporan, 9 adalah pria dan 7 wanita. Mereka adalah: Hu Yanrong, Bai Heguo, Fan Dezhen, Liu Quan, Chen Yumei, dan Yang Jingfen dari Provinsi Liaoning, Huang Fajun dan Hou Lihua dari Provinsi Hngjiang, Zhong Xuxia, Zhong Zengfu dan Sun Aimei dari Provinsi Shandong, Yu Zhou dari Beijing, Gu Jianmin dari Shanghai, Gu Qun dari Tianjin, Wu Xinming dari Provinsi Shaanxi dan Xiong Zhengming dari Mongolia Dalam. Tanpa kecuali, penyebab utama atas kematian mereka adalah petugas polisi memukul dan menyiksa mereka secara brutal.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2010/1/7/215884.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2010/1/12/113838.html