Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Jerman: Protes Penolakan Pembaruan Paspor di Konsulat China di Frankfurt

17 Jan. 2010 |   Oleh: Chen Rong


(Minghui.org) Nama saya Chen Rong. Saya adalah seorang praktisi Falun Gong di Frankfurt, Jerman. Karena paspor saya sudah hampir berakhir, saya serahkan kepada Konsulat China pada Maret 2009 untuk diperbaharui sesuai dengan ketentuan yang berlaku menurut Konsulat China di Frankfurt. Atas pemberitahuan oleh Konsulat China, proses akan memakan waktu 15 hari. Tetapi Konsulat China masih belum mengeluarkan paspor saya setelah sekitar sepuluh bulan, dengan alasan bahwa aplikasi tersebut masih sedang diproses. (Untuk rincian, silakan lihat laporan pada 26 Mei 2009
http://clearwisdom.net/html/articles/2009/5/31/107872.html).

Protes di Konsulat China di Frankfurt

Guna mengungkap kebohongan Konsulat China ke umum dan menghentikan penganiayaan terhadap praktisi Falun Dafa, beberapa praktisi di Frankfurt dan saya mengadakan protes mingguan di Konsulat China sejak 1 Juli 2009. Kami memberitahu orang-orang tentang penganiayaan Falun Gong oleh Konsulat China di luar China dengan menolak untuk memperpanjang pasporku.

Kami membentangkan spanduk, ”Protest terhadap Penolakan Konsulat China Untuk Memperpanjang Paspor dan Penganiayaannya terhadap Praktisi Falun Gong” dalam bahasa Mandarin dan Jerman. Ini membuat Konsulat China tidak nyaman. Mereka menelepon pejabat kota dan berulang kali meminta polisi datang ke sini untuk mencopot spanduk tersebut. Sebaliknya, orang-orang ini malah mengetahui fakta tentang Falun Gong. Pejabat pemerintahan kota, yang ditelepon oleh Konsulat, bergegas mendekati spanduk setelah keluar dari mobilnya dan memotret beberapa foto. Kemudian ia menerima brosur informasi Falun Gong sambil tersenyum dan menyarankan agar praktisi tetap teguh guna mendapatkan paspornya.

Suatu kali, dua orang polisi, seorang pria dan wanita, datang ke tempat protes. Polisi wanita bertanya kepada praktisi: ”Apakah kamu memasang spanduk ini? Dapatkah kamu memberikan saya brosur?” Setelah menerima brosur, ia berkata: ”Apakah banyak praktisi Falun Gong yang ditolak paspornya? Bagaimana masalah ini dipecahkan?” dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Kebanyakan orang Jerman sangat baik. Mereka ingin membantu kami setelah mempelajari kebenaran. Suatu kali seorang wanita Jerman muda menerima selebaran dan membacanya sambil berjalan. Setelah beberapa saat ia kembali. Dengan berlinang air mata, ia memeluk praktisi dan berkata: "Saya tidak percaya penganiayaan yang brutal seperti itu masih ada sekarang. Bagaimana saya bisa bantu?"

Suatu kali, seorang praktisi sedang melakukan latihan. Seseorang dengan lembut menyentuh tangannya. Ketika ia membuka matanya, ia melihat seorang wanita Jerman tua meletakkan uang di tangannya. Ada juga warga Jerman baik hati dengan hangat memberitahu praktisi tentang organisasi yang menangani imigrasi. Seorang wanita Jerman tua meminta Sembilan Komentar mengenai Partai Komunis dan materi Falun Gong lainnya. Putranya bisa memahami bahasa mandarin dan bekerja di Beijing. Menantunya adalah seorang China. Dia mengatakan akan membawa materi untuk mereka ketika pergi ke Beijing untuk Tahun Baru Imlek. Beberapa orang Jerman yang bekerja di Konsulat China juga ingin membaca materi informasi Falun Gong dan memperlakukan kami dengan sangat hangat.

Sikap orang-orang China terhadap Falun Gong juga berubah secara signifikan. Sangat sedikit orang yang bermusuhan sekarang. Ketika kami berbicara kepada mereka tentang Sembilan Komentar mengenai Partai Komunis dan mundur dari Partai Komunis China, afiliasi Liga Pemuda dan Perintis Muda, beberapa orang China meminta bantuan praktisi untuk mengumumkan pengunduran diri mereka di web Epoch Times sementara yang lain ingin melakukan pemunduran diri sendiri. Ada juga, beberapa orang yang akan kembali ke China pada hari itu dan mengatakan mereka akan menyimpan Sembilan Komentar dalam koper mereka untuk keluarga mereka dan teman-teman di Cina untuk dibaca. Sekelompok mahasiswa China berkata: "Kita semua tahu yang sebenarnya. Kami mendukung kalian, Falun Gong!" Beberapa siswa juga khawatir tentang keselamatan praktisi: "Kalian benar-benar berani untuk memberikan selebaran sini. Apakah kalian tidak takut? Tolong hati-hati." Ada juga beberapa orang China yang ingin belajar latihan Falun Gong.

Kadang-kadang, kami juga bertemu dengan orang-orang China yang putus asa dimana visa mereka di Jerman telah habis. Paspor China mereka juga tidak lagi berlaku. Mereka ingin kembali ke China tetapi Konsulat China menolak untuk mengeluarkan bukti identitas mereka. Akibatnya, mereka tidak bisa kembali. Selain itu, staf Konsulat memperlakukan mereka dengan sangat buruk. Seorang pemuda datang bekerja di Jerman sebagai koki. Karena restoran tempat ia bekerja tutup, ia mendapatkan pekerjaan di restoran lain. Sekarang dia mengalami kecelakaan dan tidak bisa mengangkat salah satu lengannya. Dia tidak bisa bekerja dan ingin kembali ke China. Karena paspor Chinanya sudah berakhir, ia ingin mengajukan permohonan paspor baru di Konsulat China. Konsulat mengatakan kepadanya bahwa mereka hanya akan memberikan bukti identitas jika Biro Keamanan Umum provinsinya mengkonfirmasi identitas setelah penyelidikan. Dia pikir ini akan cepat diurus sehingga ia membeli tiket pesawat dan menunggu kabar di Frankfurt. Dia tidak punya uang untuk menginap di hotel sehingga harus menghabiskan malam di stasiun kereta. Setelah enam hari, ia pergi ke Konsulat China untuk menanyakan aplikasinya. Staf Konsulat sepenuhnya mengabaikan dan menyuruhnya pergi. Setelah keluar dari Konsulat, ia berjongkok di tanah dan menangis tak henti-hentinya. Seorang praktisi pergi untuk menghiburnya. Dia menangis: "Saya ingin pulang. Saya ingin pulang." Sangat menyedihkan mendengar ini. Penerbangannya pada keesokan hari. Dia tidak bisa berbahasa Jerman dan tidak tahu harus berbuat apa. Seorang praktisi menceritakan tentang Falun Gong selama pembicaraan. Setelah mengetahui kebenaran, ia menyatakan mundur dari PKC dan meminta praktisi untuk menulis "Falun Dafa Hao (baik)! Zhen-Shan-Ren Hao (Sejati-Baik-Sabar baik)!" pada buku kecil yang dibawanya. Dia kemudian tampak lebih baik. Saat itu seorang pemuda China keluar dari Konsulat setelah menyelesaikan urusannya. Praktisi bertanya padanya apakah dia bisa membantu. Dia langsung setuju dan bersedia untuk menemani koki itu untuk mengembalikan tiket pesawatnya dan kemudian ke kantor polisi sampai masalahnya diselesaikan.

Orang-orang China yang tidak bisa tinggal di Jerman, tetapi juga tidak bisa kembali ke negara asal mereka, mengalami perlakuan yang mengerikan dari Konsulat China. Mereka melihat dengan jelas sifat jahat PKC dan bersedia mundur darinya. Mereka juga belajar bahwa Falun Dafa adalah baik.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2010/1/4/215676.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2010/1/10/113796.html