Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Menyadari Kekuatan Belas Kasih di Dalam Falun Dafa

13 Okt. 2010 |   Oleh: praktisi Falun Dafa di China


(Minghui.org) Saya baru sungguh-sungguh menyadari kekuatan tak terhingga dari belas kasih di dalam Falun Dafa setelah mengalami sebuah kejadian pada 19 September 2010. Saya hendak berbagi pengalaman ini dengan rekan-rekan praktisi.

Setelah menyebarkan materi klarifikasi fakta, saya mencoba menyeberang jalan, menuju sebuah toko dengan sepeda. Lalu lintas kosong di kedua arah kecuali sebuah motor yang datang dari belakang. Saat saya mulai menyeberang jalan, pengemudi motor menyalip saya dengan kecepatan tinggi. Saya membanting sepeda ke kanan dan menurunkan kaki ke tanah agar tidak terjerembab. Beruntung, saya tidak tertabrak dan pengendara terus melaju sekitar 20 kaki sebelum berhenti. Saya tahu Fashen Guru diam-diam telah melindungi saya dari sebuah kecelakaan.

Anak muda itu turun dari motornya dan menghampiri saya dengan kedua tangan diacungkan dan mata melotot. Dengan wajah gusar dan tinju mengepal, dia memaki saya, “Kamu gila.” Dia kemudian mencoba menendang sepeda saya. Saya memandangnya dengan tenang seperti tidak terjadi apa-apa dan berkata dengan sopan, “Maafkan saya. Itu salah saya.” Tiba-tiba, amarahnya mereda dan dia berjalan kembali ke motornya tanpa berkata apa pun.

Banyak penonton mengharapkan kejadian seru dan mereka harus kecewa. Mereka diam-diam pergi meninggalkan tempat. Saya yakin mereka semua merasa ada keanehan.

Sementara saya berada di dalam toko, saya merasa sekujur tubuh saya sangat ringan seperti melayang di udara. Saya juga merasakan kekuatan tak terbatas terwujud dalam dimensi saya, mengikat segala sesuatu di sekitar saya. Saya belum pernah merasakan hal semacam ini sebelumnya. Saya merasa kekuatan amat besar termanifestasi dari belas kasih Falun Dafa. Ketika saya mengingat kejadian tersebut, saya sungguh-sungguh menyadari bahwa kita harus selalu mencari ke dalam terlebih dahulu jika terjadi konflik.

Adalah tidak mungkin bagi manusia biasa untuk pertama-tama mencari ke dalam. Bagi seorang praktisi xiulian, memikul tanggung jawab merefleksikan kriteria moral yang tinggi. Ini bertolak belakang dengan kriteria moral masa kini yang telah merosot.

Guru berkata, “Beginilah sikap orang sekarang ini, ketika menjumpai masalah yang pertama-tama dilakukan ialah melempar tanggung jawab, terlepas akan dipersalahkan atau tidak, tanggung jawab itu dilemparkan ke luar terlebih dahulu.” (Zhuan Falun)

Anak muda itu tidak lagi berdebat, mengeluh atau menyalahkan saya ketika mendengar permintaan maaf saya. Hati nuraninya telah terketuk.

Guru berkata, “Orang yang punya pikiran buruk, saat memikirkan hal yang tidak baik, di bawah pengaruh medan anda yang kuat, juga dapat mengubah pikirannya, mungkin saat itu dia sudah tidak berpikir jahat lagi. Mungkin ada yang ingin mencaci orang, dengan tiba-tiba pikirannya berubah dan tidak ingin mencaci lagi. Hanya medan energi dari Xiulian Fa ortodoks yang dapat menimbulkan peran semacam ini.” (Zhuan Falun)

Sebagaimana Guru katakan, saya adalah praktisi xiulian (kultivasi) dan medan energi dari latihan kultivasi mungkin telah memengaruhi pengemudi motor. Guru telah memberikan kesempatan ini kepada saya untuk menyelesaikan hutang piutang antara pria muda itu dengan saya. Saya menyadari kekuatan maha besar dari belas kasih di dalam Falun Dafa, dan saya percaya ini bukanlah kebetulan. Selama tahap akhir dari pelurusan Fa, Guru juga memberikan kita kesempatan untuk menguji tingkat xinxing (kualitas moral) dan kebocoran yang berasal dari keterikatan hati.

Saya mengambil kesempatan ini untuk mencari ke dalam dan menemukan beberapa keterikatan hati seperti mentalitas pamer dan rasa puas diri yang belum sepenuhnya dilenyapkan. Seorang rekan praktisi pernah berkata kepada saya, “Saya tidak bermaksud memujimu. Karena kita telah bekerja sama dalam beberapa proyek Dafa, saya menyadari bahwa kamu selalu sabar, penuh pertimbangan pada orang lain, dan sabar dengan keluargamu. Sebaliknya, saya mudah marah dan selalu bertengkar dengan keluarga, meskipun saya menyesalinya kemudian.” Saya menjawab, “Saya pernah memiliki sifat pemarah. Itu tanpa saya sadari lenyap setelah berkultivasi. Sekarang, saya tidak memandang berbagai hal begitu serius.” Selama pembicaraan tersebut, saya telah mencatat bahwa saya masih memiliki keterikatan pamer dan puas diri.

Sangat disesali saya tidak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengklarifikasi fakta kepada pengemudi motor dan menganjurkannya agar mundur dari Partai Komunis China (PKC) maupun organisasi afiliasinya. Saya memiliki satu keinginan bahwa jika saya dapat berjumpa dia lagi, saya akan melakukannya sehingga tidak meninggalkan penyesalan.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2010/9/21/229921.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2010/10/9/120516.html