Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Mencari Ke Dalam, Menyingkirkan “Menjaga Nama Baik” Sampai Ke Akarnya

2 Nov. 2010 |   Oleh: praktisi di China


(Minghui.org) Saya belajar Fa bersama dengan seorang rekan praktisi yang lebih tua di rumahnya di masa lalu. Dia dan seorang praktisi lain memiliki kesalahpahaman yang sebagian disebabkan oleh mis-komunikasi dan mengakibatkan jarak antara mereka. Mereka saling berkomentar tentang kekurangan masing-masing, yang tidak ingin saya dengar. Tapi saya mendengar semuanya. Saya melihat mentalitas bersaing mereka dan masalah kultivasi mulut mereka. Mengapa, kemudian, apakah saya melihat masalah mereka? Alasannya adalah bahwa saya juga memiliki masalah yang sama. Masalahnya adalah bahwa saya tidak sejelas mereka. Saya tahu tentang masalah-masalah ini dan menaruh perhatian untuk menyingkirkan dua keterikatan ini. Pada saat yang sama, saya juga melihat ketergantungan dua praktisi tua ini pada orang lain, yang menyebabkan gangguan terhadap praktisi lain. Saya memahami faktor-faktor di balik situasi itu dan memancarkan pikiran lurus untuk menghilangkan gangguan kejahatan sepenuhnya. Sejak itu, saya tidak sesering belajar Fa di rumahnya, dan sebenarnya saya menggunakan rute alternatif untuk menghindari rumahnya.

Suatu hari, dia menelepon saya dan meminta saya untuk datang ke rumahnya setelah kami berbicara untuk waktu yang lama. Saya menemuinya di malam hari. Dalam perjalanan ke rumahnya, saya bertemu dia dan suaminya. Saya bertanya apa yang terjadi. Dia kembali membicarakan kehidupan sehari-hari. Saya tidak berkata apa-apa, tapi saya memandang rendah mereka di dalam hatiku. Dalam perjalanan pulang, saya klarifikasi fakta kepada orang lain dan berpikir saya benar, bahwa saya tidak merasa takut, dan bersikap secara martabat. Sebenarnya, saya membuktikan kebenaran diri sendiri.

Xinxing (kualitas moral) dan tingkat saya tidak naik. Ketka saya melangkah di ujung sebuah jembatan ke sisi jalan, saya terpeleset dan jatuh, karena jalan itu sedang diperbaiki. Tangan saya terluka dan celana panjang saya sobek. Saya segera berdiri dan tiba-tiba saya mendapat pencerahan.

Saya segera menyadari bahwa saya salah. Dimana kesalahanku? Saya memandang rendah orang lain dan berpura-pura untuk pamer. Mentalitas pamer saya sangat kuat! Saya tidak ingin mendengar apa pun yang bertentangan dengan konsep-konsep saya, menimbulkan mentalitas pamer saya. Saya berbicara tentang segala sesuatu yang dapat saya lakukan dan khawatir orang lain tidak tahu apa yang saya lakukan; ini semua merupakan bagian dari mentalitas pamer. Mentalitas pamer ini bahkan muncul di benak saya untuk membuat materi klarifikasi terbaik. Melakukan sesuatu yang tidak biasa dan berbeda dari orang lain, saya sedang membuktikan mentalitas pamer. Mentalitas pamer ini tersembunyi cukup dalam pada kultivasi saya. Pada dasarnya, ini adalah membuktikan kebenaran diri sendiri. Ini menyebabkan jarak antara praktisi. Menimbulkan efek buruk dalam membuktikan kebenaran Fa dan saya tidak menyadarinya. Sebagai contoh, saya selalu menyebutkan pendidikan keluargaku ketika berbicara kepada orang lain tentang fakta kebenaran Falun Gong. Rasanya seperti lebih meyakinkan orang daripada apa yang saya katakan tentang fakta kebenaran. Kemudian, saya menemukan bahwa kebenaran-kebenaran ini yang saya utarakan tidak murni dan menimbulkan banyak tafsir dari pola pikir orang lain. Saya masih menambahkan beberapa kata seperti kata sekarang dan kemudian tanpa menyadarinya.

Suatu hari, saya bertemu dengan seorang praktisi, dan dia menceritakan sebuah cerita. Ada seorang rekan praktisi berkultivasi dengan bagus menurut praktisi-praktisi lain. Rekan-rekan praktisi memuji dia. Seiring waktu berlalu, ia menciptakan sebuah keterikatan untuk bekerja. Di tempat produksi materi klarifikasi fakta, ia bertindak sewenang-wenang. Celah kebocorannya dimanfaatkan, dan ia ditipu, yang mengakibatkan kerugian dana yang sangat besar yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan manusia. Praktisi itu tidak berani memberitahu praktisi lain apa yang telah dilakukannya demi menjaga "nama baiknya." Dia berbalik ke arah yang berlawanan untuk merangsang pikiran orang lain. Akhirnya, seorang rekan praktisi berkata, "Menjaga nama baik dapat menghancurkan seorang praktisi!" Saya mendengarkan dan berkata dalam hati bahwa saya beruntung tidak menaruh perhatian pada "nama baik." Sebenarnya, saya tidak menemukan akar keterikatanku.

Di sisi lain, di balik membuktikan kebenaran diri sendiri dan takut komentar orang lain, masih tetap bermaksud untuk menjaga “nama baik” seseorang. Tujuan agar orang lain saling mengenali satu sama lain adalah untuk "mencari nama baik." Beberapa waktu lalu, saya membuat dan membagikan materi klarifikasi fakta dengan hati untuk menyelamatkan manusia, yang mana adalah pikiran lurus. Tapi, ekspresi baru-baru ini yang tercampur dengan karena "ketenaran" menimbulkan kerusakan. Pada saat yang sama, saya juga menyadari bahwa tidak menunjukkan keluar keterikatan rekan-rekan praktisi adalah karena khawatir kehilangan sesuatu, dan sebenarnya juga untuk menjaga "nama baik."

“Nama baik, keuntungan dan sentimen" menjaga nama baik di garis terdepan dan rantai yang mengendalikan orang-orang di dalam Triloka. Hari ini, saya melihatnya dengan jelas, mengupas lapisan demi lapisan fenomena permukaan ini. Saya ingin menyingkirkannya sampai akar karena bukan milik saya yang sebenarnya."

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2010/10/15/231028.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2010/10/29/121085.html