Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Berbagi dengan Praktisi Yang Menahan Penderitaan Secara Pasif

15 Des. 2010 |   Oleh: Wuwo, seorang Praktisi Falun Dafa di China Daratan


(Minghui.org) Untuk para praktisi yang mengalami penderitaan, saya tidak tahu berapa banyak ini akan membantu mengangkat semangat Anda untuk membaca sharing dari rekan-rekan praktisi. Kita memiliki jalur kultivasi yang berbeda, tapi kita adalah sama dalam menghadapi semua penderitaan kita, dan telah melalui ujian ini beberapa kali dengan pikiran lurus kita.

Kita benar-benar harus menenangkan diri dan berpikir mengapa ada penderitaan. Kita semua kultivator Dafa, semua yang telah terjadi pada kita itu karena kita sedang mengultivasikan diri, semuanya terjadi demi kultivasi kita. Kita ingin melampaui siklus reinkarnasi, dan kita, pengikut Dafa periode pelurusan Fa, memanggul misi membantu Guru dalam Pelurusan Fa.

Guru berkata :

"Biarpun kalian mengalami hal baik dan buruk di tengah Xiulian, semuanya adalah hal yang baik, karena ia barulah muncul setelah anda menjalani Xiulian." ("Kepada Konferensi Fa di Chicago," 25 Juni 2006)

Apakah kita benar-benar percaya kepada Guru? Apakah kita benar-benar menganggap penderitaan kita sebagai hal yang baik? Apakah kita benar-benar memandang penderitaan dengan pikiran lurus yang kuat, pola pikiran yang aktif dan optimis? Kita tahu bahwa semua masalah dapat diatasi jika kita melihat ke dalam. Tapi apakah kita memahami arti dari mencari ke dalam? Mengapa kita sering mengatakan kita sudah mencari ke dalam diri kita tetapi gagal menemukan celah? Beberapa praktisi menunjukkan keadaan kultivasi ini sampai mereka meninggal dunia di tengah penganiayaan.

Saya memahami makna yang lebih dalam dari mencari ke dalam, yang diringkas sebagai berikut: Melihat ke dalam bukanlah seseorang mencari ke dalam diri sendiri hanya setelah menemui satu kesulitan. Ini bukanlah seseorang memeluk kaki Buddha dan berdoa memohon bantuan di saat krisis, juga bukan secara pasif dipaksa untuk mencari ke dalam ketika menghadapi kesulitan. Mencari ke dalam harus berasal dari hati terdalam seseorang yang ingin berkultivasi dengan teguh. Adalah mencari ke dalam diri sendiri ketika berhadapan dengan semua masalah, pikiran, atau manifestasi dalam kehidupan seseorang. Dengan aktif mengasimilasi diri ke dalam Fa, dan meningkat melalui kultivasi sejati dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan ketika seseorang sedang menghadapi kesulitan besar, yang sering adalah akibat dari gagalnya berkultivasi dengan solid, seseorang masih memiliki waktu untuk melakukan dengan baik jika benar-benar berniat untuk mencari ke dalam. Ini karena ketika seseorang ingin berkultivasi, Guru pasti akan menjaga dirinya. Namun, syaratnya adalah seseorang tidak memiliki mentalitas menyelesaikan masalah demi hidup dengan baik di masyarakat biasa; seseorang tidak pasif melihat ke dalam selagi memegang konsep pikiran manusia seseorang. Melainkan, adalah mencari ke dalam dengan hati untuk berkultivasi. Hanya dengan cara inilah Guru dapat membantu kita.

Ketika kita, sedang belajar Fa, merasa mengantuk, tidak dapat melanjutkan, dan bahkan jatuh tertidur, kesadaran utama kita sangat lemah. Dengan melihat ke dalam, kita dapat menemukan bahwa kita telah mengakui "sedang mengantuk" dan kita sendiri telah memilih "tidur."

Setelah mendengar alarm untuk mulai latihan pagi berhenti berbunyi, kita masih tetap berbaring di tempat tidur dan tidak bangun. Dengan melihat ke dalam, kita bisa menemukan bahwa kesadaran utama kita tidak kuat, kita telah memilih kenyamanan dan kesenangan serta tidur kembali.

Ketika kita memiliki konflik dengan keluarga dan merasa dirugikan, dengan melihat ke dalam, kita dapat menemukan bahwa kita telah menganggap diri kita sendiri sebagai orang biasa, kita berdebat untuk hal yang tidak penting. Kita belum memperlakukan diri kita sebagai kultivator Dafa. Kita mengejar kedua-duanya benda manusia biasa dan pencerahan seorang kultivator. Setelah melampiaskan kemarahan kita tanpa mempertimbangkan konsekuensinya, kita merasakan penyesalan yang mendalam.

Ketika kita berhadapan dengan makhluk hidup yang datang ke kita dengan cara yang berbeda-beda untuk mempelajari fakta-fakta penganiayaan, kita, karena tidak ingin kehilangan muka atau menjadi takut karena tekanan kejahatan, gagal mengekspresikan diri dengan jelas. Dengan melihat ke dalam, kita dapat melihat bahwa kita masih terikat pada ketenaran dan kepentingan pribadi serta mengabaikan pentingnya menyelamatkan orang lain. Kita harus bertanya pada diri sendiri apakah kita layak menyandang sebutan "Pengikut Dafa periode pelurusan Fa," kehormatan terbesar dalam alam semesta.

Jika kita, seperti yang dijelaskan di atas, berulang kali membuat kesalahan hanya demi kepentingan diri kita sendiri, kita akan melewatkan satu demi satu kesempatan untuk menerobos sifat manusia kita dan mengultivasikan diri sendiri. Jadi, ketika kesengsaraan besar datang atau ketika kita menghadapi cobaan besar, bagaimana kita bisa melewatinya? Ketika menilai diri kita sendiri, siapa yang bisa kita salahkan untuk kesalahan kita sendiri?

Ada beberapa praktisi yang melakukan tiga hal dengan terburu-buru, tetapi mengabaikan kultivasi xinxing mereka sendiri. Dengan kata lain, mereka tidak meningkatkan xinxing mereka dengan kokoh, mereka tidak memenuhi standar dunia di tingkat kultivasi mereka saat ini.

Bagi praktisi yang menahan kesengsaraan dengan pasif, jangan mengeluh dan jangan bingung lagi. Kita harus mencari ke dalam untuk melihat apakah xinxing kita telah mencapai standar tingkat kita saat ini. Kultivasi bukan tentang banyak atau sedikitnya kita melakukan sesuatu. Kultivasi harus didasarkan pada usaha kita dalam menawarkan penyelamatan kepada makhluk hidup dengan cara yang tidak egois, pembuktian Fa kita, dan bantuan kita kepada Guru dalam meluruskan Fa. Ada banyak manusia biasa yang juga dapat melakukan suatu hal dan juga menguasai banyak keterampilan, namun mereka tidak berkultivasi Dafa. Jadi melakukan sesuatu tidak dapat menggantikan kultivasi pikiran. Jika kita sudah benar-benar mengkultivasikan pikiran kita dengan baik, mana mungkin kita masih begitu pasif, depresi, dan penuh keluhan? Jika kita benar-benar yakin Guru dapat menyelamatkan kita dan membantu kita mencapai kesempurnaan, mana mungkin kita masih merasakan sakit ketika menghadapi penderitaan?

Jika praktisi menghadapi penderitaan saat ini masih tidak dapat menemukan keterikatan sendiri melalui mencari ke dalam, pertama-tama mereka harus belajar Fa dengan pikiran yang tenang. Mereka harus meneguhkan niat mereka untuk berkultivasi. Setelah itu, mereka bisa melihat ke depan. Mulai sekarang, mereka harus memeriksa diri mereka sendiri, memeriksa setiap pikiran, pandangan, atau tindakan untuk melihat apakah ada keterikatan dan konsep pikiran manusia dalam diri mereka. Jika kita menemukan keterikatan atau konsep pikiran manusia apa pun, kita harus menghilangkannya melalui kultivasi dan memungkinkan lebih banyak keterikatan kita untuk berasimilasi ke dalam Fa. Kita seharusnya tidak terpaku pada hasil akhir. Sungguh-sungguhlah mengultivasi diri kita sendiri, kita tidak akan merasa menyesal di kemudian hari.

Saya tahu pemahaman saya, seperti yang dijelaskan di atas, berasal dari sudut pandang sepihak dan terbatas, sedangkan penyebab dari beberapa penderitaan sangat rumit. Namun, tidak peduli apa pun itu, kultivasi Dafa ditujukan langsung ke hati, kita harus menganggap kultivasi xinxing sebagai hal yang paling penting, yang merupakan cara terbaik bagi kita untuk menghilangkan penderitaan dan penganiayaan. Saya berharap dapat berbagi pendapat ini dengan rekan-rekan praktisi dan dapat bermanfaat bagi mereka yang sedang mengalami penderitaan.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2010/11/20/与被动承受魔难的同修交流-232710.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2010/12/4/121780.html