Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Wang Cuixiang Dianiaya Sampai Meninggal Setelah Ditangkap Sebelum Olimpiade Beijing

23 Des. 2010 |   Oleh: Koresponden Minghui dari Provinsi Shandong


Nama / Jenis Kelamin / Usia: Wang Cuixiang (王翠香) / Perempuan / 48
Alamat: Desa Shuangqing, Kota Linchi, Kabupaten Zouping, Provinsi Shandong
Pekerjaan: Tidak diketahui
Tanggal Meninggal dunia: November 2010
Tanggal Penangkapan Terakhir: Sebelum Pertandingan Olimpiade Beijing 2008  
Tempat Penahanan Terakhir: Kamp Kerja Paksa Kedua Wangcun (王村第二女子劳教所). Kota: Kabupaten Zouping
Provinsi: Shandong
Penganiayaan Yang Dialami: Penahanan, penggeledahan rumahnya, kerja paksa, tidak diijinkan tidur, penyiksaan, diganggu

(Minghui.org) Wang Cuixiang (48), dari Kabupaten Zouping, Shandong, dianiaya sebelum Olimpiade Beijing. Dia disiksa di Kamp Kerja Paksa Wangcun sampai kesehatannya benar-benar menurun drastis dan dia tidak bisa lagi merawat dirinya sendiri. Dia meninggal dunia pada bulan November 2010.

Wang Cuixiang mulai berlatih Falun Gong pada akhir tahun 1997. Tidak berselang lama setelah berlatih, berbagai penyakitnya sembuh total. Dia ditangkap dan dibawa ke Pusat Penahanan Zouping selama sebulan karena dia menjelaskan fakta Falun Gong pada tahun 1999, setelah Partai Komunis China (PKC) mulai melancarkan penganiayaan.

Sebelum Olimpiade tahun 2008, PKC dan aparat kepolisian setempat pergi ke apartemen Wang dan menyita buku Falun Dafa-nya. Mereka menggunakan buku itu sebagai “bukti” untuk menangkap dan membawanya ke pusat penahanan. Aparat kepolisian berusaha memaksanya  untuk memfitnah Dafa dan Shifu. Dia menolak, sehingga mereka menjebloskannya ke dalam regu pertama Kamp Kerja Paksa Wanita Kedua Wangcun selama dua tahun.

Selama masa penahanan, praktisi Wang tetap teguh dalam keyakinannya pada Falun Dafa, sehingga dia dianiaya dengan kejam. Setelah menanggung penyiksaan yang demikian mengerikan, dia tidak dapat menahan siksaan lebih lama lagi dan menulis tiga pernyataan yang bertentangan dengan hati nuraninya. Tidak lama kemudian, dia memutuskan bahwa dia ingin kembali berkultivasi, sehingga dia menulis pernyataan untuk kembali berlatih lagi dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian. Karena itu, polisi menyiksanya lebih parah lagi. Dia dipaksa untuk berdiri selama berhari-hari tanpa diperbolehkan tidur. Mereka meminta beberapa orang untuk ditempatkan pada kamp itu untuk menjaganya. Terkadang mereka tidak memberikannya makanan ataupun air, dan mereka juga menyita semua barang yang dikirim oleh keluarganya. Akhirnya kakinya pun membengkak parah, dan dia tidak dapat merasakan kakinya lagi. Polisi bahkan memanggil suaminya dan membujuknya untuk ikut bersama mereka menganiaya istrinya sendiri.

Di bawah tekanan yang mengerikan itu, Wang Cuixiang ambruk. Dia jatuh pingsan dan berat badannya turun drastis. Dia hampir tidak dapat berbicara meskipun dia masih dalam keadaan sadar. Pihak kamp kerja paksa membawanya ke rumah sakit , tetapi kondisinya tidak ada peningkatan. Mereka mengijinkan pihak keluarga membawanya pulang sekitar November 2009, dan mereka memeras keluarganya 3.000 yuan sebagai pengganti biaya perawatan kesehatan.

Wang tidak dapat merawat dirinya sendiri setelah pulang ke rumah. Suaminya pergi kemana-mana berusaha untuk menemukan cara penyembuhannya, akan tetapi sia-sia. Polisi setempat pergi ke apartemennya pada musim panas tahun ini untuk mengganggunya lagi, meskipun kondisi kesehatan Wang masih kritis, sehingga membuatnya semakin tertekan. Wang Cuixiang meninggal dunia pada bulan November 2010.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2010/12/6/北京奥运前被绑架劳教-王翠香含冤离世-233329.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2010/12/14/121940.html