Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Perubahan Seorang Praktisi setelah Berlatih Falun Gong

1 Maret 2010 |   Oleh: Chen Yu-yan


(Minghui.org) “Sebelum berlatih Falun Gong, saya bertemperamen tinggi dan sering berargumentasi dengan orang lain.” Kenang Wang Hui-chen. “Setelah berlatih Falun Gong, saya memikirkan orang lain dan mengikuti prinsip Sejati-Baik-Sabar. Sekarang saya sering memeriksa perbuatan dan pikiranku untuk mengoreksi kekurangan saya.”


Wang Hui-chen dan putrinya menjelaskan fakta kebenaran tentang Falun Gong kepada para turis selama musim liburan di tempat wisata

Wang bekerja di pemerintahan Kabupaten Taipei selama 23 tahun. Ia bertanggung jawab atas registrasi penduduk, catatan perpindahan penduduk, perkawinan dan lain-lain. Berurusan dengan pelanggan setiap hari, ia sibuk dengan pekerjaannya.

Menemukan Arah Hidup Membuat Hatinya Menjadi Tenang

Sejak masih muda, Wang menghormati para dewa dan Buddha, tetapi juga merasa bingung: Apa tujuan menjadi manusia? Ke mana akan pergi? Kenapa? Ia tidak punya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini untuk waktu yang lama.

Wang menemukan arah hidupnya pada Mei 2003, ketika ia melihat praktisi Falun Gong sedang berlatih di sebuah taman di Kota Taipei. Ia mulai berlatih Falun Gong dan hatinya menjadi tenang. Semua pertanyaannya terjawab.

Ia berkata, ”Pada hari itu, suami dan saya melihat sekumpulan orang berlatih Falun Gong di taman. Seorang praktisi mengenalkan kami buku Zhuan Falun. Kami sangat gembira setelah membacanya. Sulit menggambarkan kegembiraan dan sukacita kami dengan kata-kata.” Pasangan ini mulai berlatih Falun Gong setelah hari itu.

Perubahan Sikap Mendapatkan Pujian

Setelah berlatih Falun Gong, Wang menjadi lebih rendah hati dan sopan dalam menangani urusan dengan pelanggan. Ia menyingkirkan temperamen tingginya dan memikirkan orang lain. Ia selalu menganggap dirinya sebagai seorang praktisi dan mencari ke dalam ketika menghadapi konflik atau kesengsaraan.

Suatu hari sekitar tiga minggu sebelum Tahun Baru Imlek, seorang wanita datang untuk membuat KTP barunya karena KTP lamanya hilang. Menurut aturan, dokumen-dokumen lain diperlukan, termasuk SIM dan catatan registrasi penduduk, bersama dengan foto untuk membuat KTP baru. Tetapi, ia tidak membawa foto atau dokumen-dokumen yang diperlukan. Wang menjelaskan aturan kepadanya, tetapi wanita itu tidak memahami.

Wang secara aktif mencari fotonya di arsip di departemen kependudukan dan mengatakan padanya bahwa ia dapat menggunakan foto di arsip untuk membuat KTP baru. Wang juga memproses laporan kehilangan KTP dan memasukkan informasi kehilangan ke situs depdagri, guna melindungi dia dari orang yang menggunakan KTP lamanya secara sembarangan.

Sayangnya, wanita itu salah paham dan menuduhnya tidak konsisten serta merasa departemen ini terlalu birokratis. Wanita itu tidak mau menerima penjelasan Wang, dan terus menuduhnya. Wang dengan sabar menjelaskan lebih lanjut dan mencari ke dalam untuk memeriksa apa yang membuat wanita itu tidak senang. Wang meminta maaf sembari membungkuk ke arah wanita itu, “Saya minta maaf setulusnya padamu. Saya harap Anda tidak merasa kesal setelah pulang. Saya berharap Anda tetap senang bertemu denganku lain kali.”

Wang teringat, ”Sebelum berlatih Falun Gong, mustahil bagi saya untuk membungkuk dan meminta maaf kepada pelanggan, apalagi jika itu bukan kesalahanku. Kali ini saya dengan tulus meminta maaf dan membungkuk kepadanya setelah memberikan pelayanan tambahan kepadanya.”

Rekan-rekan Wang, penyelia dan sekretaris melihat situasi ini dan setelah beberapa saat penyelia berkata, ”Hui-chen, kamu sangat sabar berurusan dengan pelanggan sambil menjelaskan situasi. Tidak heran kamu dapat melakukannya, karena kamu berlatih Falun Gong.”

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2010/2/25/218811.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2010/2/26/114960.html