Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Dokumen Pelapor Khusus PBB Tentang Kasus Penganiayaan Sampai Mati

21 Maret 2010

Rezim Komunis China secara sewenang-wenang membunuh para tahanan dan sudah lama dikutuk oleh dunia. Kematian sejumlah besar praktisi Falun Gong selama penganiayaan yang sudah berlangsung 10 tahun terakhir menarik perhatian publik juga. Dalam laporan tahunan kepada Dewan HAM PBB, Philip Alston, Pelapor Khusus di luar hukum, ringkasan atau eksekusi sewenang-wenang yang melibatkan 20 kasus kematian yang dipertanyakannya kepada rezim Komunis. Di antaranya, terdapat 16 kasus yang merupakan praktisi Falun Gong.

(Minghui.org)


Pelapor Khusus PBB, Philip Alston

Pelapor Khusus, Alston menulis: "Kami ingin menarik perhatian pemerintah Anda atas informasi yang kami terima tentang kasus 16 kematian praktisi Falun Gong karena cedera berkelanjutan di dalam tahanan di China. Sementara itu kematian terjadi di tempat yang berbeda-beda, semua korban adalah praktisi Falun Gong dan mereka semua meninggal di bawah pengawasan aparat penegak hukum atau segera setelah mereka dibebaskan dari tahanan. Keprihatinannya adalah bahwa penangkapan dan kematian individu-individu ini semata-mata berhubungan dengan aktivitas mereka sebagai praktisi Falun Gong. Dalam Lampiran dari surat ini, kami kembali mengeluarkan informasi rinci dari masing-masing 16 kasus. "

Lampiran

Hu Yanrong, wanita dari Desa Xiaoyushulin, Kotapraja Beilu, Kota Lingyuan, Provinsi Liaoning

Pada tanggal 1 Agustus 2007, sekitar jam 22.00, polisi memblokir jalan masuk ke rumah seorang praktisi Falun Gong, di mana sekitar 40 orang termasuk Hu Yanrong hadir. Sekitar tengah malam, belasan petugas polisi menangkap para praktisi yang terjebak di dalam rumah. Mereka memukuli praktisi dengan tongkat listrik dan batang logam sepanjang dua inci dan memaksa mereka masuk ke dalam kendaraan polisi. Polisi menyatakan bahwa Hu Yanrong berusaha untuk melompat keluar dari mobil polisi. Dia menderita luka berat dan koma setelah dibawa ke Rumah Sakit Penjara Lingyuan. Kepalanya bengkak, mata, hidung dan mulut memar, sekitar pelipis dan mata berwarna ungu gelap. Ada bekas-bekas darah di wajahnya. Dokter di Rumah Sakit Penjara Lingyuan melakukan dua operasi otak, tapi Hu meninggal dunia pada jam 02.00 tanggal 5 Agustus 2007.

Huang Fajun, pria, warga Distrik Acheng, Kota Harbin, Provinsi Heilongjiang

Pada tanggal 24 Juli 2007, polisi dari Kantor Polisi Kota Sougfengshan menangkap Huang dan memukulinya sampai kedua kakinya patah. Polisi menahannya di Pusat Penahanan Pertama Distrik Acheng. Ia melakukan aksi mogok makan untuk memprotes penahanan dan dipaksa makan. Dia menderita luka terbuka, tangan dan kaki bengkak,  terdapat bekas luka mendalam disebabkan oleh belenggu dan borgol. Pada tanggal 2 November 2007, polisi memberitahu keluarganya bahwa ia sedang sekarat dan mereka bisa mengunjunginya di Rumah Sakit Obat Tradisional Distrik Acheng. Ia diperbolehkan pulang pada tanggal 4 November 2007, di mana ia meninggal dunia sekitar jam 20.00 pada 6 November 2007.

Xiong Zhengming

Tanggal 15 Maret 2007, perwira polisi membawa Xiong Zhengming ke Pusat Penahanan Pertama Kota Wanyuan, mengatakan mereka mendeteksi Xiong mengunjungi situs luar negeri. Setelah delapan bulan penahanan, polisi menghukum Xiong satu tahun kerja paksa. Belakangan, ia dipindahkan ke Pusat Penahanan Kedua Kota Wanyuan. Tanggal 3 Desember 2007, dia diberitahu akan dipindahkan untuk kedua kali ke kamp kerja paksa di luar kota. Ia menolak, tetapi dibawa sekitar pukul 9.00, 4 Desember 2007. Pada tanggal 5 Desember 2007, keluarga Xiong diberitahu bahwa ia berusaha bunuh diri ketika dalam perjalanan ke Kamp Kerja Paksa Xinhua Provinsi Sichuan, dengan melompat keluar dari kendaraan. Ayahanda dari Xiong dipaksa untuk menandatangani otorisasi agar jasadnya segera dikremasi. Dia juga diminta untuk tidak membocorkan informasi apapun kepada publik, jika tidak, kedua anaknya yang lain akan kehilangan pekerjaan mereka. Menurut informasi yang diterima, pihak berwenang memberikan laporan tidak konsisten tentang penyebab kematian, mengatakan bahwa ia bunuh diri dan alasan lainnya meninggal dalam kecelakaan lalu lintas.

Bai Heguo, pria, tinggal di Desa Xiguangshan, Kota Liutiao di Kota Dengta, Provinsi Liaoning

Bai Heguo ditahan pada tanggal 9 Juni 2002 oleh petugas polisi dari Departemen Kepolisian Kabupaten Tongerpu, karena berlatih Falun Gong. Dia dijatuhi hukuman 11 tahun penjara dan ditahan di Penjara Huazi Provinsi Liaoning. Dia diam-diam dipindahkan ke Penjara Nanguanling Kota Dalian pada akhir Desember 2007. Pada tanggal 5 Januari 2008, pada pukul 15.00, administrasi penjara memberitahu keluarga Bai bahwa ia telah meninggal dunia. Jasadnya dipenuhi memar dan ada benjolan di kepala serta luka di lidahnya. Kakinya patah dan buah zakarnya telah hancur. Pihak berwenang segera mengkremasi tubuhnya. Penjara Nanguanling mengklaim bahwa Bai melakukan bunuh diri.

Zong Xiuxia, wanita, tinggal di Distrik Fangzi di Kota Weifang, Provinsi Shandong

Pada bulan Februari 2008, Zong Xiuxia dibawa ke kantor polisi Guangwen di Kabupaten Kuiwen, sekitar pukul 11:30, setelah ia membahas masalah berkaitan dengan Falun Gong di supermarket. Polisi mengatakan bahwa mereka membawa Zong ke Rumah Sakit Rakyat Kota Weifang untuk pemeriksaan fisik di sekitar pukul 13.00, di mana dia meninggal dunia pada pukul 15.00. Keluarganya diberitahu bahwa ia meninggal karena melompat keluar dari lift di rumah sakit.

Yu Zhou, pria, seorang penyanyi terkenal dari Beijing

Zhou Yu ditangkap di District Tongzhou, Beijing, pada tanggal 26 Januari 2008, bersama dengan istrinya, Xu Na. Polisi menghentikan kendaraan mereka ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang, menangkap mereka dan membawa mereka langsung ke Pusat Penahanan Kabupaten Tongzhou. Pada tanggal 6 Februari 2008, Zhou Yu meninggal dunia di Pusat Darurat Kabupaten Qinghe. Polisi menyatakan ini akibat dari mogok makan meskipun ia menderita diabetes. Namun, sumber-sumber lain mengindikasikan ia sehat dan belum pernah menderita diabetes. Ketika keluarganya hendak melihat tubuhnya dan melaksanakan autopsi, pihak berwenang menolak dan mengancam mereka.

Gu Jianmin, wanita, tinggal di Distrik Baru Pudong, Shanghai

Gu Jianmin ditangkap pada 1 Maret 2008, oleh petugas dari Kantor Polisi Yangjing di Distrik Baru Pudong, Shanghai. Suaminya dipanggil dan diperintahkan untuk pergi ke Kepolisian Distrik Baru Pudong dan ke administrasi lingkungan untuk mengurus surat pembebasan bersyarat medis. Ketika tiba di rumah sakit, ia melihat mata istrinya menonjol, pupil matanya diperbesar, dan berdarah dari dalam mulutnya. Tidak seorang pun merawatnya meskipun ada lebih dari tiga puluh agen Kantor 610 yang hadir. Dia meninggal dunia pada 13 Maret 2008.

Gu Qun

Gu Qun, pria, ditangkap dan dibawa ke Kantor Polisi Jalan Tianjin, karena mendistribusikan materi Falun Gong, pada tanggal 16 Maret 2008. Pada hari berikutnya, ia dipindahkan ke Pusat Tahanan Yaojia. Untuk memprotes penahanannya, ia mogok makan, namun diberi makan secara paksa. Pada tanggal 7 April 2008, pusat penahanan membawanya ke Rumah Sakit Rakyat Ketiga Kota Dalian. Dokter di sana mengatakan ia membutuhkan perawatan, tetapi staf tahanan memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit Polri. Namun, mereka mengembalikannya ke pusat penahanan. Pukul 9.00 pada tanggal 8 April 2008, ia dibawa ke rumah sakit sekali lagi, tapi meninggal dunia dalam perjalanan. Fan Dezhen, tinggal di Kota Huludao, Provinsi Liaoning. Tanggal 25 Februari 2008, Fan Dezhen ditangkap bersama sebelas praktisi Falun Gong lainnya, oleh Pemimpin Divisi Keamanan Domestik Kabupaten Suizhong. Dia meninggal dunia sekitar pukul 7.00 pada tanggal 20 April 2008, di Pusat Penahanan Kabupaten Suizhong. Petugas memberitahu keluarganya setelah jam 16.00, menyebutkan, jika mereka ingin melihat tubuhnya, mereka harus melakukannya pada malam itu juga, karena pada hari berikutnya, autopsi dan kremasi akan dilakukan.

Liu Quan, pria, tinggal di Kota Benxi, Provinsi Liaoning.

Pada tanggal 4 Mei 2008, Administrasi Penjara Nan'guanling Kota Dalian menelepon keluarga Liu Quan bahwa Liu Quan telah meninggal dunia pada jam 02.00 karena serangan jantung. Wajahnya kuning, kulit di sekitar mata dan bibirnya berwarna ungu, ada memar besar di punggung, dan hidungnya penuh dengan bola kapas. Tidak ada otopsi dilakukan dan pihak berwenang menolak untuk mengijinkan membawa jasad Liu ke Kota Benxi, tempat tinggalnya.

Wu Xinming, pria, warga Kota Xuanwuo, Kabupaten Hanyin, Provinsi Shaanxi

Wu Xinming ditangkap pada 15 Juni 2006 setelah berbicara tentang Falun Gong kepada orang-orang di pedesaan. Polisi mengirimnya ke Kamp Kerja Paksa Zaozihe. Di sana, para penjaga mengikatnya dengan tali. Ketika ia mogok makan untuk memprotes penahanan, para penjaga memberi makan secara paksa dengan larutan garam berkonsentrasi tinggi, bubuk cabai, air dan bahkan deterjen. Mereka juga mengikat tubuhnya, dan mencambuknya dengan kawat, sehingga seluruh tubuhnya ditutupi oleh memar-memar. Dia kembali ke rumah pada tanggal 25 Juni 2008 setelah ia mulai mengalami batuk dan muntah darah. Dia meninggal dunia pada hari berikutnya, 26 Juni 2008.

Chen Yumei, wanita, penduduk Kota Shenyang, Provinsi Liaoning

Pada malam 3 Juli 2008, petugas dari Kantor Polisi Chang'an Distrik Dadong, Kota Shenyang, menangkap Yumei Chen di Jalan Pangjiang. Selama penangkapan, mereka memukuli dan menendanginya. Keluarganya diminta untuk mengidentifikasi dirinya di dalam ambulans, sekitar pukul 21.00 hari yang sama, sebelum ia dibawa ke Rumah Sakit Militer # 463. Setelah terdeteksi perdarahan di tengkorak, dokter harus melakukan operasi, di mana keluarganya harus membayar. Tangan dan kakinya dipenuhi memar-memar, dan ada goresan sayatan di tubuhnya. Dokter mengatakan gejalanya disebabkan oleh pemukulan atau diseret. Dia meninggal dunia sekitar pukul 20:30 pada 4 Juli 2008.

Zhong Zhenfu, pria, tinggal di Desa Zhongjia, Kota Changle, Kota Pingdu, Provinsi Shandong

Pada tanggal 4 Mei 2008, Zhong Zhenfu ditangkap di rumahnya di sekitar 18.00, petugas dari Kantor 610 Kota Pingdu dan Departemen Kepolisian Kota menyerbu ke rumah-rumah yang disewa oleh praktisi Falun Gong di Kota Pingdu. Polisi menyita sebagian dari harta benda mereka dan menginterogasi mereka di kantor polisi. Ketika mereka menolak untuk mengungkapkan informasi, para petugas menuangkan air mendidih ke leher dan tubuh mereka. Tiga hari kemudian, mereka dibawa ke Pusat Penahanan Kota Pingdu. Penjaga memasang belenggu pada Zhong Zhenfu dan mencambuk kepalanya dengan kabel logam. Ia ditahan di kurungan dengan masih terbelenggu, dan para penjaga memerintahkan tahanan lain untuk menganiaya dia. Yang terakhir berusaha memaksanya mengutuk pencipta Falun Gong. Ketika dia menolak, mereka memukulinya selama lebih dari satu jam. Ia dikirim ke rumah sakit dan dibebaskan dengan syarat medis, setelah dipaksa untuk membayar lebih dari 100.000 Yuan untuk biaya pengobatan. Ia meninggal dunia pada 20 Juli 2008.

Yang Jingfen, wanita, penduduk Kota Panjin, Provinsi Liaoning

Kira-kira pukul 07:30, 18 Agustus 2008, enam polisi dari Divisi Keamanan Negara Kabupaten Xinglongtai memasuki apartemen Yang Jingfen, umur 59, dan suaminya untuk menangkapnya dan menggeledah apartemen dengan alasan bahwa dia berlatih Falun Gong. Sekitar 09.00, suaminya harus menunaikan tugas dan meninggalkan Yang sendirian dengan petugas polisi. Ketika ia kembali sekitar pukul 09:30, ia menemukan tubuh Yang tak bernyawa di depan gedung apartemen mereka. Petugas polisi mengklaim bahwa dia telah melompat dari jendela di lantai enam apartemen untuk bunuh diri.

Sun Aimei, penduduk Desa Xinhua, Kota Zhucheng, Provinsi Shandong

Sun Aimei, berusia sekitar 60, dihukum di Kamp Kerja Paksa Perempuan Wangcun pada 28 Maret 2008, tiga hari setelah ditahan karena mendistribusikan materi tentang penindasan Falun Gong. Pada akhir 2008, keluarganya diberitahu bahwa ia menderita stroke dan telah menjalani operasi. Tapi mereka tidak diperbolehkan untuk melihatnya. Pada tanggal 1 Februari 2009, keluarga Sun diminta untuk pergi ke Kamp Kerja Paksa Perempuan Wangcun untuk mengambil abunya.

Hou Lihua, wanita, penduduk Distrik Dongan, Kota Mudanjiang, Provinsi Heilongjiang

Hou Lihua ditangkap di tempat kerja pada 17 November 2008 dan dibawa ke unit Keamanan Negara Kota Mudanjiang. Menurut saksi, ia dipukuli dan diperlakukan sewenang-wenang ketika berada di dalam tahanan. Dia dibebaskan pada bulan Desember 2008 tetapi meninggal dunia pada 14 Februari 2009 karena cedera yang dialaminya di dalam tahanan.

Laporan lengkap dapat diunduh dari http://daccess-dds-ny.un.org/doc/UNDOC/GEN/G09/136/62/PDF/G0913662.pdf?OpenElement.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2010/2/21/218572.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2010/2/24/114914.html