Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Pengalaman Menjaga Pikiran Lurus

29 Maret 2010 |   Oleh: praktisi dari Provinsi Shandong


(Minghui.org) Pada bulan Maret 2003, saya dikirim ke kamp kerja paksa provinsi. Karena saya menolak untuk "dirubah," saya disiksa dengan berbagai cara. Saya dipaksa duduk dalam posisi tertentu dan dikutuk dalam waktu lama. Saya hanya diizinkan tidur selama dua jam setiap hari dan tidak diperbolehkan berlatih Falun Gong. Begitu mulai latihan, narapidana akan menyeret lenganku dan menggencetku di tanah. Setiap hari saya lelah secara mental.

Saya tahu dari Fa bahwa berlatih Gong adalah cara terbaik untuk istirahat. Saya duduk di sana dan berpikir sedang berlatih Gong dan melafal Fa. Saya berpikir tentang tubuhku di dimensi lain sedang berlatih Gong dan tubuh saya di dimensi sini juga ikut berlatih Gong. Guru berkata: "materi dan spirit sebenarnya identik" (Zhuan Falun). Saya sembuh dengan sangat cepat. Saya tidak lagi lelah atau mengantuk setiap hari, juga tidak sakit kepala. Tubuhku terasa sangat enak. Wajahku berubah dari kekuningan menjadi merah muda yang sehat. Kemudian saya tahu dari praktisi bahwa melafalkan ucapan latihan juga sama efektifnya.

Di kamp kerja paksa, praktisi melakukan pekerjaan berat. Setiap hari mereka kelelahan. Beberapa praktisi merasa sangat lelah sehingga tidak dapat menahan tangis. Praktisi lain menyadari bahwa mereka seharusnya tidak melakukan kerja paksa dan berhenti bekerja. Mereka disiksa dengan brutal dan dikurung terisolasi. Mereka juga kekurangan tidur. Karena saya tidak "dirubah," penjaga tidak mengizinkan saya bekerja di bengkel. Saya melihat praktisi begitu lelah dan bekerja sangat keras. Kemudian saya memancarkan pikiran lurus untuk mereka dan di dalam hati, saya tidak mengizinkan para penjaga meminta praktisi bekerja. Di dalam pikiran saya berpikir: "Tubuhku sangat besar dan kuat. Saya sedang memancarkan pikiran lurus yang kuat. Saya tidak mengizinkan penjaga membuat kami bekerja. Siapa pun yang meminta kita bekerja, ia akan sakit kepala yang parah." Hasilnya, tidak ada penjaga yang meminta kami bekerja. Narapidana lain merasa aneh karena tak seorang pun meminta kami pergi bekerja. Pemimpin tim berjalan menyusuri koridor lebih dari sepuluh kali, melihat setiap sel tetapi tidak mampu berbicara. Orang-orang bertanya pada saya apa yang sedang terjadi. Saya berkata kepada mereka bahwa saya memancarkan pikiran lurus dan tidak mengijinkan mereka untuk meminta kita bekerja.

Tapi tak lama kemudian para penjaga mengubah metode penyiksaan mereka dan menempatkan praktisi dari beberapa tim yang belum pernah "diubah" menjadi satu tim dan menganiaya mereka secara bersamaan. Mereka memaksa praktisi duduk di bangku kecil dalam waktu yang lama. Mereka tidak mengizinkan praktisi untuk mandi selama satu atau dua bulan. Praktisi tidak punya pilihan selain membebaskan diri mereka sendiri di dalam sel.

Pada tahun 2006, saya dikirim ke kamp kerja paksa provinsi untuk kedua kalinya. Saya harus bekerja 16 atau 17 jam sehari dan tidak pergi tidur sampai jam 02.00. Saya memancarkan pikiran lurus setiap hari. Saya berpikir: "Staf kamp kerja paksa tidak akan mendapat kontrak dari perusahaan-perusahaan di luar. Jika mereka mendapat kontrak, mereka akan menderita sakit kepala. Jika mereka mengantar suku cadang ke sini, mereka akan melupakan beberapa suku cadang lain sehingga pekerjaan tidak dapat dilakukan." Saya juga berpikir: "Jika saya menghasilkan satu dolar untuk kalian, kalian harus kehilangan 10 atau 100. Saya juga meminta Guru dan dewa-dewa untuk membantu saya." Ketika kami menyelesaikan pekerjaan, mereka tidak punya lagi pekerjaan untuk kami. Jika mereka memberi pekerjaan kepada kami, mereka tidak membawa suku cadangnya, selalu ketinggalan sesuatu. Dengan cara ini kami tidak dapat menyelesaikan seluruh produk. Kemudian mereka menderita kerugian. Para penjaga tidak mendapatkan bonus dan kami hanya mendapatkan kurang dari satu dolar. Mereka benar-benar mengalami kerugian. Tapi mengapa mereka masih menginginkan kami untuk melakukan pekerjaan? Mereka berkata bahwa jika kami tidak bekerja, mereka khawatir tidak mampu mengatur kami.

Ketika masa hukumanku telah selesai, saya mengirimkan pikiran lurus: "Jangan biarkan petugas dari biro keamanan publik atau Kantor 610 datang menjemputku. Sebaliknya, anggota keluarga saya yang datang." Ternyata, anggota keluarga saya datang sendiri.

Pengalaman pribadi saya membuktikan bahwa pikiran lurus memiliki kekuatan supernatural. Saya berharap praktisi akan menaruh perhatian untuk memancarkan pikiran lurus untuk menghentikan penganiayaan.

Chinese: http://minghui.org/mh/articles/2010/3/8/219431.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2010/3/22/115503.html