Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Mencari Ke Dalam dengan Rasional dan Berkultivasi dengan Kokoh

30 Maret 2010 |   Oleh: praktisi dari Kota Changchun, Provinsi Jilin


(Minghui.org) Saya cukup sibuk sejak Tahun Baru Imlek. Saya tidak punya banyak waktu untuk belajar Fa dan sulit menenangkan pikiran. Sekarang beberapa proyek Pelurusan Fa saya akan segera berakhir, saya ingin duduk tenang untuk memeriksa kultivasiku.

Ketika Shen Yun Performing Arts dipaksa untuk membatalkan pertunjukan di Hong Kong, dari lubuk hati saya menjadi lebih jelas terhadap satu hal. Yaitu kultivasi dan kesempurnaanku tidaklah penting bila dibandingkan dengan Pelurusan Fa. Yang paling penting adalah bagaimana kita membantu Guru dalam Pelurusan Fa, menyelamatkan makhluk hidup, dan memenuhi harapan Guru. Kita harus mengikuti Guru sepanjang waktu. Artinya, kita harus melakukan apa yang perlu dilakukan oleh kultivator sejati untuk membuktikan keyakinan teguh kita kepada Guru dan Fa, dan pada saat yang sama membuktikan kebenaran Fa.

Seiring dengan proses Pelurusan Fa hingga hari ini, Guru telah mengungkapkan Fa kepada kita dengan cukup jelas,

“...segala Gong, segala Fa seluruhnya ada di dalam buku, membaca Dafa secara keseluruhan akan memperoleh dengan sendirinya.” (“Mengangkat Guru,” Petunjuk Penting untuk Gigih Maju I).

Masalah saya bukan karena saya tidak cukup mempelajari Fa, sebenarnya niat saya tidak cukup kuat. Artinya, bagian dari kesadaran utama yang harus benar-benar memahami Fa kurang kuat, jadi pikiran lurus saya juga kurang kuat. Hal ini seperti apa yang Guru katakan pada "Ceramah Fa di Manhattan 2006:"

“Di saat pikiran lurus tidak kuat tidak sesuai dengan Dafa maka akan terpisah dari kekuatan Fa, akan tampak terkucil tanpa ada bantuan.”

Ini tercermin dalam diri saya ketika melakukan proyek Pelurusan Fa. Saya merasa lelah baik secara mental maupun fisik dan tidak bisa menggunakan kemampuan supernormal.

Masalah terbesar saya adalah membuktikan kebenaran diri sendiri. Saya melakukannya tidak sadar bahkan tidak menyadarinya. Ini sangat menggangguku. Saya harus benar-benar berusaha untuk menaruh perhatian pada masalah ini, namun sangat sulit untuk menyingkirkan keterikatan ini. Sepertinya mengakar sangat dalam dan berhubungan dengan banyak keterikatan lain, seperti mentalitas pamer, bersaing, puas diri, reputasi dan keuntungan pribadi, dan seterusnya. Ketika kita memiliki keterikatan ini, hampir mustahil untuk tidak membuktikan kebenaran diri sendiri. Jadi, walaupun saya sangat ingint menghilangkan keterikatan ini, saya tidak mampu, dan masih membuktikan kebenaran diri sendiri bahkan tanpa menyadarinya. Ketika saya melihatnya dari sudut pandang yang rasional, saya menyadari bahwa perlu punya landasan yang kokoh dan kultivasi yang lama. Setelah menghilangkan semua keterikatan lainnya, seseorang seharusnya mampu mencapai kondisi yang benar-benar tidak egois dan tidak lagi membuktikan kebenaran diri sendiri, jadi saya mulai fokus pada ajaran Guru dan mengkultivasi diri sendiri termasuk setiap pikiran yang ada di pikiran saya.

Selama beberapa tahun ini, saya mempunyai beberapa ketidakcocokan dengan rekan praktisi. Rekan-rekan praktisi ini dan saya telah bekerja sama untuk waktu yang lama, dan, melihat ke belakang, saya merasa menyesal. Saya masih terlihat memiliki beberapa pendapat yang tidak layak terhadap seorang rekan praktisi yang sangat dekat dengan saya, di mana saya tahu dari mentalitas dan keterikatan saya, secara bawah sadar saya tahu ini adalah kesalahan saya. Kadang-kadang, bagaimanapun, saya hanya ingin melarikan diri dan tidak ingin menghadapi konflik. Tapi saya pikir ini bukan masalah besar. Saya tahu bahwa suatu hari saya akan memiliki belas kasih dan pengampunan yang cukup besar.

Setelah mencari ke dalam, terkadang saya masih mencari pemahaman dari manusia biasa dan juga rekan-rekan praktisi, berharap mereka akan memahami saya. Setiap kali mereka tidak memahami saya, saya merasa sedih di dalam hati. Sekarang saya memikirkannya, bagaimanapun, ini karena emosi dan pikiran saya tidak cukup luas. Ini adalah mentalitas manusia yang ingin mendapatkan sesuatu. Seperti inikah seorang praktisi sejati? Seharusnya seperti yang diajarkan oleh Guru kita di dalam Fa:

“.... di saat benar-benar mengalami kerugian bagi orang Xiulian tetap disudahi dengan sebuah senyuman.” ("Ceramah Fa di Manhattan 2006").

Praktisi harus mampu mencapai kondisi ini. Mengetahui Fa yang diajarkan Guru kepada kita, saya akan berusaha untuk mengikutinya.

Permasalahan lain yang saya alami setahun terakhir adalah kondisi pikiran menjadi "dingin" atau "acuh tak acuh." Ini secara langsung mengganggu saya dalam membuktikan kebenaran Fa dan penyelamatan makhluk hidup. Saya cuek terhadap banyak hal dan terpisah dari keluarga saya. Kadang-kadang ketika saya menjelaskan kebenaran kepada orang-orang, aku berbicara seolah-olah sedang merendahkan mereka. Ini bukan hanya di permukaan, tetapi itu menunjukkan bahwa saya tidak memiliki belas kasihan di dalam hatiku yang terdalam (saya menjelaskan kebenaran dengan tenang tapi hampir mirip robot). Pada permukaan, tampaknya saya melakukan tiga hal yang diminta oleh Guru kita, dan rekan-rekan praktisi mengatakan bahwa saya melakukan pekerjaan dengan baik. Saya juga menjadi semakin dewasa dalam masalah-masalah ini, namun pikiran saya untuk berkultivasi sejati tertinggal di belakang. Ketika belajar Fa, saya lebih mirip “murid sekolah” biasa. Ketika melakukan sesuatu, saya seperti teknisi yang terampil. Melepaskan perasaaan manusia bukanlah hal yang buruk dalam kultivasi, tetapi perasaan harus diganti dengan belas kasihan, bukan "dingin/cuek." Jika tidak, itu tetap seperti perasaan manusia. Kita harus berusaha untuk menyingkirkan semua unsur-unsur negatif tanpa syarat sehingga belas kasihan sejati dapat muncul secara alami.

Saya sering merasa bahwa Guru bersama dengan saya, dan saya menjadi semakin jelas tentang sumpah prasejarahku dalam membantu Guru selama Pelurusan Fa dan penyelamatan makhluk hidup. Suatu hari ketika sedang berjalan, air mata berlinang di mataku. Saya menyadari bahwa tidak peduli seberapa keras saya berkultivasi, saya tidak bisa mencapai tingkat yang saya inginkan dalam sumpah prasejarah. Tidak peduli seberapa keras saya berkultivasi, saya masih tetap setitik debu di dalam Dafa tanpa batas ini. Hanya dengan belas kasih Guru yang tak terhingga menyelubungi saya, saya baru memiliki kesempatan ini untuk berkultivasi Dafa, yang memungkinkan saya memenuhi sumpah prasejarah saya.

Ketika kita mampu mencari ke dalam secara rasional, kita akan tahu bagaimana harus berjalan di jalur kita untuk yang akan datang. Semua kekurangan yang kita miliki adalah bagian dari jalur kita untuk kultivasi masa depan kita. Dafa telah membuat saya lebih dewasa. Sekarang saya dapat mencari ke dalam lebih rasional dan mengkultivasi diri sendiri dengan lebih kokoh.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2010/3/12/219639.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2010/3/23/115523.html