Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Kultivasi Seperti Kura-Kura Menyeberang Jalan

14 Juni 2010 |   Oleh: praktisi Barat


(Minghui.org) Bagi sebagian besar pengemudi di daerah kami, menyaksikan kura-kura menyeberang di jalan raya boleh jadi merupakan pemandangan yang amat mengganggu urat-syaraf. Setiap awal musim panas, anda melihat banyak dari mereka berjalan di aspal panas daerah pedesaan, tiga atau empat per mil, kadang-kadang lebih, mengikuti naluri alami untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Mereka memulai dengan gigih, melanjutkan dengan tekad jelas. Tetapi kemudian sebuah mobil atau truk melintas dan mereka tampaknya bingung, kehilangan keberanian, menarik kepala dan kaki mereka ke cangkang, menunggu bisikan internal yang memberi tahu mereka situasi telah aman dan siap melanjutkan perjalanan. Mereka terus-menerus berjalan seperti ini, gagah di saat awal, lamban beberapa waktu, kemudian menyelamatkan diri dalam ilusi keamanan yang diberikan cangkang mereka selama sepuluh menit, lima belas menit, bahkan mungkin lebih lama lagi, setelah mobil dan truk pergi. Banyak dari mereka, bahkan mungkin mayoritas, akhirnya mencapai tujuan mereka di jalan-jalan yang tidak terlalu padat dan melanjutkan perjalanan, tetapi anda juga melihat sisa-sisa mereka yang tidak berhasil. Dan saya tidak dapat berbuat apa-apa tetapi bertanya-tanya berapa banyak lagi akan mencapai sisi seberang dengan aman, seandainya mereka menjulurkan leher mereka keluar, mengabaikan gangguan dari mobil dan truk yang melintas, yang sebagian besar pengemudinya melakukan yang terbaik untuk menghindari kura-kura ini, dan melajukan kendaraan ke sisi lainnya tanpa berhenti.

Saya merasa sangat simpati terhadap kura-kura ini, karena kegigihan mereka di jalan raya mengingatkan saya pada kultivasi sendiri. Pada titik tertentu dalam hidup saya, saya juga mendengar suara batin yang memanggil saya untuk melanjutkan perjalanan - perjalanan panjang kembali ke rumah dan jati diri saya yang sejati. Dan seperti kura-kura itu, saya memulainya dengan penuh keyakinan dan tekad jelas, hanya terus berjalan, dari  waktu ke  waktu, hingga saat-saat penuh kebingungan, dan kadang-kadang bahkan berhenti mengeluh dalam menghadapi beberapa kendala atau tanda bahaya. Dan dalam banyak kasus, bahkan bukan ujian hidup dan mati yang memaksa saya menyelam untuk memperoleh perlindungan, melainkan beberapa gangguan atau kesulitan, sebuah konflik dengan praktisi lain, atau beberapa ketidaknyamanan fisik atau penghapusan karma penyakit.

Pemahaman saya atas bagian ini adalah: karena kita harus melenyapkan karma maka jalan kembali ke jati diri kita yang asli tidak akan mulus dan bebas masalah, tetapi kita akan berada di bawah perlindungan Guru dan tidak akan mengalami bahaya apa pun, meskipun dalam perwujudannya terlihat sebaliknya. Namun, ada satu persyaratan di sini, satu yang tidak disebutkan dalam bagian ini, tetapi ditekankan di bagian lain. Misalnya, dalam puisi, "Apa Yang Ditakuti?" Guru menulis:  

Jika Anda mempunyai rasa takut, dia segera menangkap
Begitu pikiran anda lurus, kejahatan langsung roboh
(Hong Yin 2)

“Budi jasa Guru dan pengikut”

Pikiran lurus pengikut kuat
Guru memiliki kemampuan mengatasi keadaan langit
(Hong Yin 2)

Seekor kura-kura mungkin punya alasan yang baik untuk mundur ketakutan ke dalam cangkangnya ketika merasa terancam – meskipun tengah dipanggil ke tujuan sejatinya oleh naluri utamanya, namun naluri utamanya masih ingin mempertahankan hidupnya. Tapi sebagai kultivator, seorang praktisi Dafa, apa alasan saya? Tak ada. Sebagai seorang praktisi, keyakinan saya didasarkan pada pemahaman saya terhadap Fa, dan pikiran lurus saya hanya ketika mereka berasal dari Fa dan dijiwai dengan keyakinan ini. Kegagalan saya untuk tetap teguh atau hidup sesuai dengan persyaratan seorang praktisi tentunya dikarenakan kurangnya keyakinan dan pikiran lurus - dan salah satu konsekuensinya adalah menjauhkan diri dari perlindungan Guru.

Saya telah membaca banyak artikel praktisi China (di mana penulis berada di lingkungan yang sangat jelas dan pasti) - bagaimana mereka menghadapi penderitaan, mengatasi hal itu melalui penerapan prinsip-prinsip Fa, dan bagaimana mereka melewati penderitaan dengan tegar, menjadi orang yang berbeda  yang telah meningkat pada tingkatan yang lebih tinggi, bebas dari penyakit atau keterikatan. Ini merupakan kisah-kisah tentang kemenangan pribadi di jalan menuju kesempurnaan yang saya rasakan sangat inspiratif. Ada juga banyak cerita kegagalan pribadi, konsekuensinya, dan pelajaran besar yang diperoleh dalam proses tersebut.

Sayangnya, saya tidak punya kisah yang dramatis untuk diceritakan, baik dari kemenangan besar atau mengalami kejatuhan dalam kultivasi. Ada masa-masa dimana saya mungkin telah mengatakan atau melakukan beberapa hal yang tidak seharusnya, tetapi lebih sering lagi, saya telah bersalah atas kelalaian - tidak melakukan atau mengatakan sesuatu yang seorang praktisi xiulian harus lakukan atau katakan. Dalam persoalan ini – rasa takut saya sebagai  seorang kultivator – itulah pokok utama yang saya tengah coba untuk ilustrasikan melalui analogi ini. Apakah saya telah membuat kemajuan? Ya, pasti, tidak ada keraguan dalam pikiran saya tentang itu. Tapi kemajuan saya sangat lambat dan perlahan, bahkan kadang-kadang tidak begitu kentara. Sekarang, dalam  sepuluh tahun kultivasi, mudah bagi saya untuk melihat ke belakang dan melihat betapa berbeda diri saya dibanding saat mulai kultivasi, tapi saya tidak dapat mengingat saat dimana gelombang pencerahan atau suatu peristiwa merubah saya secara dramatis dalam waktu semalam. Saya memerlukan waktu yang sangat lama.

Apakah ini yang terbaik yang bisa saya lakukan? Saya menyangkalnya, atau menerima bahwa saya memang hanyalah orang yang tak berdaya dan penakut, secara permanen terperosok di lingkungan ini. Bagaimana saya bisa menerobos ke kondisi seorang praktisi yang lurus, menjadi praktisi yang berani dan teguh – keadaan mana mudah saya bayangkan tetapi begitu sulit dicapai?

Saya percaya ini merupakan salah satu alasan Guru Li terus-menerus menekankan perlunya untuk belajar Fa setiap hari. Keyakinan kita tidak didasarkan pada seperangkat gagasan atau prinsip yang kita secara berubah-ubah putuskan akan kita percayai. Keyakinan seorang praktisi adalah berdasarkan pemahaman yang mendalam terhadap Fa, dan ini hanya dapat diperoleh dengan belajar Fa secara terus-menerus dan berkualitas. Cara kedua saya pikir situasi ini dapat dirubah dengan secara terus-menerus mencari ke dalam untuk menemukan dan melenyapkan keterikatan hati yang membuat kita terikat dalam perasaan takut manusia biasa.

Analogi tidak pernah secara menyeluruh membuktikan apa-apa, mereka hanya dapat menggambarkan satu titik, dan pada tingkat tertentu mereka selalu terurai. Demikian juga dengan yang satu ini.

Dalam Zhuan Falun, Guru Li menyatakan, “Setiap ujian, setiap kesulitan selalu terdapat persoalan yang menyangkut apakah anda dapat berkultivasi naik atau jatuh ke bawah.” Dengan demikian, dalam praktek kultivasi sesungguhnya tidak ada yang stagnan: jika kita tidak meningkat, kita berada dalam kemunduran. Ketika saya pikir saya hanya berjalan di tempat,  sebenarnya saya telah jatuh ke tingkat manusia biasa, mundur dari tujuan saya pulang ke rumah sejati. Karena kurangnya keyakinan dan pikiran lurus, saya merasa bahaya ada di sana - namun sebenarnya tidak ada, dan malahan hal ini benar-benar sesuatu yang membuat saya berada dalam bahaya.

Secara keseluruhan, saya percaya bahwa saya telah membuat beberapa kemajuan pada perjalanan pulang, tapi saya hanya bisa berspekulasi dan menyesal, di mana saya sekarang berada seandainya saya gigih maju dengan keyakinan penuh kepada Guru dan Fa.

Guru telah mengajarkan kita Fa. Beliau telah memberi kita tangga ke langit, bahkan mengatakan kepada kita bagaimana memanjatnya, sementara dengan sabar melindungi kita dari marabahaya. Kita tahu bahwa Guru selalu mengerjakan porsi beliau. Sisanya terserah kita.

English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2010/5/26/117400.html