Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Berbagai Metode Penyiksaan yang Digunakan di Kamp Kerja Paksa Wanita Kota Wuhan

17 Okt. 2011 |   Oleh: koresponden Clearwisdom dari Provinsi Hubei, China


(Minghui.org) Kamp Kerja Paksa Wanita Wuhan yang awalnya adalah Divisi 6 dari Kamp Kerja Paksa Hewan yang terkenal kejam. Kemudian pindah lokasi dan dikombinasikan dengan Pusat Rehabilitasi Narkoba Wuhan pada tanggal 26 September 2005.

Kamp kerja paksa yang menggunakan banyak metode penyiksaan terhadap praktisi Falun Gong wanita. Mereka melepaskan pakaian dari praktisi wanita di depan umum, menyetrum mereka dengan tongkat listrik, memaksa mereka untuk berdiri dalam jangka waktu yang lama, melarang mereka tidur, menggantung mereka dengan borgol selama beberapa hari, melarang mereka menggunakan kamar kecil, menolak untuk membiarkan mereka bertemu dengan anggota keluarga mereka, dipaksa makan obat yang tidak diketahui, dan menerapkan teknik pemaksaan pemberian makan, dan masih banyak lagi.

Berikut menggambarkan beberapa contoh dari kengerian yang dialami para praktisi Falun Gong baru-baru ini di kamp kerja paksa Wuhan.

1. Disetrum dengan tongkat listrik

Reka Ulang Penyiksaan: disetrum dengan tongkat listrik
Reka Ulang Penyiksaan: disetrum dengan tongkat listrik

Menurut artikel Clearwisdom tanggal 23 Maret 2011, "Guru Kota Wuhan Disiksa di Kamp Kerja Paksa Hewan (Foto)" (http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/3/23/123983.html), Zhu Huimin (wanita), seorang guru di Sekolah Bisnis Pertama Kota Wuhan, ditahan di Kamp Kerja Paksa Hewan dua kali, di mana dia kekurangan tidur, dipaksa-makan, disetrum dengan tongkat listrik, dan digantung dengan borgol. Dia bercerita, "Para pejabat memindahkan sementara saya dan praktisi Duan Yuying ke Divisi 6 dalam rangka untuk 'mengubah' kami. Wakil Direktur Divisi 6 Hu Fang (perempuan, pertengahan umur 30-an) mengintruksi seluruh proses menyiksa kami. Seorang penjaga tinggi dan kuat bernama Liu Yan (perempuan, 32) meminta dua narapidana untuk memegangi tangan saya, dengan seorang di setiap sisi, sementara ia menyetrum lengan saya dengan tongkat listrik. Melihat bahwa saya tidak menjerit, ia menyetrum saya dengan tongkat listrik untuk jangka waktu yang lebih panjang dan lebih lama. Kemerahan bekas luka bakar segera terbentuk pada lengan saya, yang mulai membengkak. Hu Fang juga menyetrum mulut Duan Yuying dengan tongkat listrik."

Yang Weifang, 44 tahun, dari Kabupaten Qiaokou di Wuhan, memiliki pengalaman serupa. Ketika ia menolak untuk mengenakan seragam penjara, Penjaga Wu Lizhen menyetrum mulut, wajah, dan lehernya dengan tongkat listrik, dia tersungkur ke tanah dua kali.

2. Digantung untuk jangka waktu yang lama

Reka Ulang Penyiksaan: digantung dengan borgol
Reka Ulang Penyiksaan: digantung dengan borgol

Menurut Zhu, "Para penjaga menggantung kami dengan borgol di pergelangan tangan kami, jari-jari kaki hampir menyentuh tanah, karena lebih dari 10 hari tanpa tidur. Kaki kami berdua yang sangat bengkak."

3. Dipaksa berdiri untuk jangka waktu yang lama tanpa tidur

Menurut Zhu, "Liu Hui pernah memaksa saya untuk berdiri selama 15 hari berturut-turut tanpa tidur. Karena saya begitu lelah, saya sering menutup mata saya dan tidak bisa berdiri diam. Saya harus memegang tempat tidur terdekat atau bingkai jendela untuk tetap berdiri. Namun demikian, kepala saya kadang-kadang menabrak dinding atau bingkai logam, dan saya sering jatuh. Tahanan di sel saya mengatakan kepada Liu Hui mengenai saya, dan Liu semakin menjadi-jadi menyiksa saya dengan memaksa saya untuk berdiri tidak bergerak dalam ruangan kosong.Tidak ada yang untuk dipegang, jadi saya pasti terjatuh setidaknya 60 kali. Saya sangat pusing, dan saya bisa mendengar suara keras kepala saya membentur lantai."

Reka Ulang Penyiksaan: berdiri dalam jangka panjang
Reka Ulang Penyiksaan: berdiri dalam jangka panjang

Para tahanan memaksa Yang (W) untuk berdiri selama lima hari tanpa tidur di bawah perintah penjaga Liu Hui, Hu Fang, Wu Lizhen, dan Liu Yan.

Menurut artikel Clearwisdom 1 Oktober 2011, "Penganiayaan yang diderita oleh Wang Yujie, Wanita Muda dari Provinsi Hubei, sebelum Kematiannya."
(http://clearwisdom.net/html/articles/2011/10/1/128441. html), Wang Yujie dari Kota Wuhan meninggal pada usia 24 tahun. Artikel itu menyatakan, "Di kamp kerja paksa, kepala tim Hu Fang memerintahkan narapidana narkoba untuk menyiksa Wang. Dia dipaksa untuk jongkok selama enam hari dan enam malam. Dia terus-menerus dilecehkan oleh narapidana narkoba yang melarangnya tidur."

4. Pemaksaan-makan

Reka Ulang Penyiksaan: pemaksaan-makan
Reka Ulang Penyiksaan: pemaksaan-makan

Menurut Zhu, "Liu Hui memerintahkan tahanan untuk menahan saya di lantai dan memaksa- saya makan. Saat saya melawan, makanan yang mereka paksakan masuk ke tubuh saya berhamburan di seluruh tempat. Hidung dan tenggorokan terluka oleh pipa karet, ini terjadi berulang kali. Selain itu, dokter sengaja menarik dan mendorong pipa di dalam hidung saya, menyebabkan pendarahan yang banyak. Saya pernah berdarah begitu banyak sehingga mereka berhenti setengah jalan, mereka takut akan membunuh saya."

5. Dipukuli dengan kejam

Yang terus-menerus dipukuli dan ditendang. Para tahanan membuka kelopak matanya dengan selembar karton, menuangkan air di atas kepalanya, menyumpal mulutnya, dan mengikat tangannya di belakang punggungnya.

Wang juga dipukuli. "Karena dia tetap teguh dalam keyakinannya, Hu Fang memerintahkan narapidana narkoba Cao Wenli untuk mematahkan kaki kirinya dan memukul kepalanya. Setelah itu, Cao Wenli dan narapidana lain, Zhou Yan, memborgolnya, dan menyetrumnya dengan tongkat listrik, memukulinya selama 40 menit, dan menjambak rambutnya."

6. Dikunci di ruang oven untuk jangka waktu yang lama

Wang juga disiksa dengan cara dipanggang. "Penjaga Hu Fang menyeret Wang ke ruang oven di musim panas dan dibiarkan di sana selama lebih dari 12 jam, jam 6:00 pagi - 6:30 sore. Dia bermandi keringat dan hampir pingsan karena panas. Kepalanya terasa seolah-olah akan meledak. Panas yang berlebihan sangat membahayakannya."

7. Melarang kunjungan keluarga

Banyak praktisi dilarang dikunjungi keluarga karena mereka berlatih Falun Gong. "Dia [Wang] dipaksa untuk melakukan kerja paksa di pabrik dan dipantau 24 jam sehari. Dia juga tidak diperbolehkan untuk berbicara dengan siapa pun dan tidak diizinkan untuk melihat keluarganya sama sekali."

Xiao Yingxue (W), seorang karyawan dari Administrasi Distrik Qiaokou untuk Industri dan Perdagangan, dijatuhi hukuman satu tahun kerja paksa. Penguasa kamp menolak permintaan keluarganya untuk mengunjunginya dengan alasan bahwa dia telah menolak untuk melepaskan Falun Gong. Orangtuanya, berumur 70an tahun, tidak bisa melihat putri mereka selama satu tahun dan dipenuhi dengan kesedihan yang mendalam.

Menurut artikel Clearwisdom tanggal 11 Januari 2011, "Lima Praktisi Ditahan di Kamp Kerja Paksa Wanita Kota Wuhan (Foto)"
(http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/1/11/122419.html), Juhua Li (W), 55, dari Kabupaten Huangpi di Wuhan, ditangkap oleh agen dari Kantor 610 Huangpi pada tanggal 19 Agustus 2009. Dia dijatuhi hukuman untuk 18 bulan penjara, dan saat ini ditahan di Divisi 6 dari Kamp Kerja Paksa Wanita Wuhan. Keluarganya telah mengunjunginya lima kali, dan setiap kali mereka telah ditolak haknya untuk bertemu. Penjaga Hu Fang berkata, "Tidak ada kunjungan keluarga yang diizinkan untuk Li Juhua."

8. Dipaksa makan / disuntik dengan obat yang tidak diketahui

Reka Ulang Penyiksaan: disuntik dengan obat yang tidak diketahui
Reka Ulang Penyiksaan: disuntik dengan obat yang tidak diketahui

Li (W) dipaksa untuk memakan obat yang tidak diketahui di Kamp Kerja Paksa Wanita Wuhan. Ketika dia kembali ke rumah, dia menunjukkan gejala seperti sakit kepala, lumpuh pada satu sisi tubuhnya, penglihatan kabur pada kedua mata, dan tubuhnya sangat lemah.

Wang Jue (W), dari Kabupaten Xihu, dikirim ke Kamp Kerja Paksa Wanita Wuhan pada usia 18 tahun. Selama penahanan, ia diberi makan dengan obat-obatan yang tidak diketahui. Ketika dia kembali ke rumah, ia menderita sakit kepala, ia kadang-kadang menjadi tidak rasional, dan kadang-kadang tidak bisa mengendalikan diri.

Yang (W) dipenjara di Kamp Kerja Paksa Wanita Wuhan dari Maret 2010 sampai Maret 2011. Dia disuntik dengan obat yang tidak diketahui ketika di Kamp. Dia kemudian dibawa ke Pusat Pencucian Otak Kabupaten Qiaokou pada tanggal 29 Maret 2011. Dia mengalami sebuah benjolan besar yang menyakitkan di perutnya dan mengalami lemah tubuh.

Kami meminta bantuan dan perhatian dari masyarakat internasional. Harap memperhatikan dan menyelidiki apa yang terjadi di Kamp Kerja Paksa Wanita Wuhan. Harap membantu untuk menghentikan penindasan di sana.

Mereka yang bertanggung jawab atas penganiayaan di Kamp Kerja Paksa Wanita Kota Wuhan:
Kamp Kerja Paksa Wanita Kota Wuhan: +86-27-65681626
Yao Aijun, kepala Divisi 6: +86-27-65681593 (Kantor)
Hu Fang: +86-27-65681766 (Kantor), +86-27-65681611 (Kantor)

Referensi:

(1) Penganiayaan yang diderita oleh Wang Yujie, Wanita Muda dari Provinsi Hubei, sebelum kematiannya (http://clearwisdom.net/html/articles/2011/10/1/128441.html)

(2) Guru Kota Wuhan Disiksa di Kamp Kerja Hewan (http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/3/23/123983.html)

(3) Lima Praktisi Ditahan di Kamp Kerja Kota Wuhan Wanita (http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/1/11/122419.html)

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/9/25/武汉市女子劳教所的酷刑迫害-247138.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/10/9/128615.html