Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Nero dan Insiden Bakar Diri Tiananmen

20 Nov. 2011 |   Oleh: Ming Li


(Minghui.org) Sejarawan Romawi Tacitus menulis bahwa pada stadion milik pribadi kaisar, beberapa pengikut agama Kristen dipaksa mengenakan kulit binatang sehingga mereka akan diserang dan dibunuh oleh binatang, dan beberapa diikat ke sebuah salib dan dibakar sebagai obor di malam hari. Kaisar, bersama yang lain, duduk dan menyaksikan orang-orang Kristen mati. Siapa yang mengarahkan penganiayaan brutal ini? Kaisar Romawi Nero.

Pada malam 18 Juli 64 Setelah Masehi, kebakaran hebat terjadi di Roma. Tacitus menulis bahwa api menyebar dengan cepat dan membakar kota selama lima hari. Pendapat yang beredar mengatakan bahwa Nero memerintahkan prajuritnya mulai membakar untuk membersihkan lahan, sehingga ia bisa menyita properti dari keluarga kaya.

Dari 14 distrik di kota, tiga hancur dan tujuh rusak berat. Beberapa orang mengklaim telah melihat Nero berdiri di atas menara, dengan pakaian kebesaran, mengamati api, sambil bermain kecapi dan menyanyikan salah satu balada yang ditulisnya.

Setelah kebakaran besar, Nero membangun istana megah untuk dirinya sendiri. Rakyat secara terbuka mengkritik bahwa dia mengatur kebakaran untuk mendapatkan tanah bagi kompleks istananya. Dalam menanggapi kritik, Nero menyalahkan orang Kristen atas kebakaran tersebut. Dia kemudian menuduh para pengikut Kristen "membenci kemanusiaan." Karena sebagian besar pengikut Kristen adalah orang miskin, para budak, atau orang asing, sangatlah mudah untuk menganiaya mereka. Namun, orang-orang Romawi pada akhirnya menentang pembantaian kejam Nero terhadap pengikut Kristen. Masyarakat Romawi segera memasuki era kemunduran dan runtuh.

Dua ribu tahun kemudian, "kebakaran besar" yang lain terjadi, kali ini di daratan China.

Pada tanggal 23 Januari 2001, insiden "Bakar Diri Tiananmen" mengguncang dunia. Satu jam setelah kejadian, kantor berita Xinhua (corong Partai Komunis China) mengumumkan bahwa lima praktisi Falun Gong telah membakar diri mereka di Tiananmen. Kemudian, mereka mengubah angka korban menjadi tujuh.

Namun, siaran berita China Central Television (CCTV), yang juga milik negara, menimbulkan banyak pertanyaan. Sebagai contoh, petugas yang berpatroli di Lapangan Tiananmen biasanya tidak membawa alat pemadam kebakaran saat patroli keliling, namun hari itu dalam waktu yang sangat singkat, banyak alat pemadam kebakaran digunakan untuk memadamkan api. Orang-orang meninggal dalam waktu yang sangat singkat setelah menyiram dirinya dengan bensin dan menyulut dirinya.

CCTV tidak memiliki kamera TV di Lapangan Tiananmen sepanjang waktu. Mengapa ada begitu banyak kamera di lokasi menyorot insiden "bakar diri"? Tidak hanya itu, bahkan ada rekaman jarak dekat yang diambil dari berbagai sudut. Ketika video dimainkan dalam gerakan lambat, Anda dapat melihat bahwa Liu Chunling, yang meninggal di lokasi kejadian, roboh ke tanah setelah seorang pria berpakaian mantel tentara memukul kepalanya dengan benda tumpul yang tidak diketahui.

Pada hari yang sama, Pusat Informasi Falun Dafa meminta penyelidikan independen atas insiden tersebut.

Pada tanggal 4 Februari 2001, Washington Post menerbitkan "Api Manusia Menyulut Misteri China - Motif Untuk Membakar Publik Mengintensifkan Perang Terhadap Falun Gong," melaporkan bahwa "Tidak ada yang pernah melihat [Liu Chunling] berlatih Falun Gong."

Pada bulan Agustus 2001, situs Minghui (versi bahasa Mandarin dari Kebijakanjernih.net) memublikasikan "Video: Analisa Mendalam Atas Misteri 'Bakar Diri Tiananmen,'”  yang mengekspos rincian kebohongan insiden bakar diri.

Sebuah komite PBB membuat pernyataan dalam sesi ke-53 dari sub-komite bagi promosi dan perlindungan hak asasi manusia pada tanggal 14 Agustus 2001, menunjukkan bahwa insiden itu diarahkan oleh pemerintah China dan mengutuk penganiayaan PKC terhadap praktisi Falun Gong melalui "terorisme negara."

Organisasi Dunia Bagi Penyelidikan Penganiayaan Falun Gong (WOIPFG) didirikan di Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2003. WOIPFG melakukan penyelidikan insiden "Bakar Diri Tiananmen" sebagai kasus pertama.

Pada tanggal 14 Maret 2003, WOIPFG mengadakan konferensi pers di Washington D.C. untuk merilis temuannya. Laporan itu menyatakan bahwa menurut hasil analisa pembicaraan Wang Jindong (yang diduga menjadi salah satu pelaku bakar diri) yang dilakukan oleh Lab Bahasa di Universitas Taiwan Nasional, suara-suara (Wang Jindong) yang disiarkan dalam tiga program di CCTV berasal dari orang-orang yang berbeda.

Pada tanggal 8 November 2003, sebuah film yang menganalisa insiden tersebut, berjudul ‘Api Palsu’ oleh New Tang Dynasty TV, memenangkan penghargaan di Festival Film dan Video Internasional Columbus ke-51.

Pada saat itu, fakta bahwa PKC telah merekayasa "Bakar Diri Tiananmen" untuk mengubah opini publik terhadap Falun Gong telah terungkap ke seluruh dunia.

Falun Gong mengikuti prinsip Sejati, Baik, Sabar. Ini bukan saja meningkatkan kesehatan masyarakat, juga memperbaiki standar moral rakyat. Latihan ini diajarkan secara gratis dan telah tersebar di seluruh dunia. Prinsip-prinsip Falun Gong melarang membunuh kehidupan dan secara jelas menyatakan bahwa bunuh diri adalah dosa. Sejak Falun Gong pertama kali diperkenalkan pada tahun 1992, belum ada insiden serupa baik di China atau negara lain.

Sejak PKC mulai menganiaya Falun Gong pada 20 Juli 1999, PKC telah mencoba merekayasa alasan pembenaran bagi kejahatan mereka. Tapi Falun Gong sangat lurus, maka tidak peduli apa yang PKC coba, tidak dapat menciptakan sebuah "perjuangan." Jiang Zemin, Luo Gan, dan pengikut mereka, menggunakan beberapa trik kotor ala Nero dan merekayasa insiden "Bakar Diri Tiananmen" untuk membangkitkan kebencian publik terhadap Falun Gong, dengan demikian memiliki alasan untuk mengintensifkan penganiayaan.

Adalah bertentangan dengan sifat alami manusia untuk menganiaya keyakinan yang lurus. Itulah mengapa Kekaisaran Romawi yang begitu kuat mulai merosot ketika mereka mulai menganiaya pengikut Kristen. Saat ini, PKC tengah menganiaya Falun Gong. Untuk menindas Sejati-Baik-Sabar, PKC mempromosikan Kebohongan-Kejahatan-Kekerasan-Seks bebas di masyarakat, yang telah mengikis kepercayaan masyarakat terhadap PKC dan menyebabkan kemerosotan moralitas.

Sekarang, gelombang pemunduran lebih dari 100 juta orang dari PKC dan organisasi afiliasinya tak terbendung lagi. Orang bijak akan mengambil momen ini dan keluar dari PKC untuk memastikan keselamatan mereka!

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2011/10/10/ 古罗马 大火 与 天安门 自焚 伪 案-247680.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/11/11/129372.html