Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Pengalaman Saya Menjelaskan Isu Falun Gong Kepada Orang-Orang Berpendidikan Tinggi

16 Des. 2011 |   Oleh: praktisi Falun Dafa di Provinsi Sichuan, China

Dari Konferensi Berbagi Pengalaman via Internet Kedelapan di China


(Minghui.org)

Kutipan:

Awalnya, saya berpikir bahwa orang-orang yang berpendidikan tinggi seharusnya memiliki lebih sedikit rintangan untuk memahami ketidakadilan dari penganiayaan ini; lebih lagi, melalui hubungan saya dengan para individu ini, mereka seharusnya akan mudah menyetujui saya. Namun, itu tidak semulus yang saya bayangkan. Mereka ada yang menolak saran saya untuk mundur dari PKC atau menjawab dengan kasar, meskipun kami telah lama saling mengenal. Beranjak dari sana, saya tidak pernah lagi menggunakan sentimentalitas manusia biasa dan kedekatan hubungan dalam mengklarifikasi fakta Falun Dafa. Saya memandang setiap orang, termasuk mereka yang memiliki hubungan erat dengan saya, sebagai makhluk hidup yang tengah menunggu untuk mendengar fakta kebenaran. Ketika titik tolak saya berubah, orang-orang yang saya ajak bicara selalu berkata, “Saya setuju dengan anda” atau “Anda benar.”

- Oleh: penulis

Salam kepada Shifu! Salam kepada rekan-rekan praktisi!

Saya hendak berbagi pengalaman mengklarifikasi fakta Falun Dafa kepada orang-orang yang berpendidikan tinggi.

Saya bekerja dan hidup di lingkungan orang-orang berpendidikan tinggi yang menjadi kolega, teman dan anggota keluarga saya. Mereka merupakan pendengar utama saya dalam klarifikasi fakta.

Awalnya, saya berpikir bahwa orang-orang yang berpendidikan tinggi seharusnya memiliki lebih sedikit rintangan untuk memahami ketidakadilan dari penganiayaan ini; lebih lagi, melalui hubungan saya dengan individu ini, mereka seharusnya akan mudah menyetujui saya. Namun, itu tidak semulus yang saya bayangkan. Mereka ada yang menolak saran saya untuk mundur dari PKC atau menjawab dengan kasar, meskipun kami telah lama saling mengenal. Saya kadang merasa sangat kecewa dan tidak bahagia, tetapi bergegas menyadari bahwa aspek itulah yang harus saya kultivasikan dengan rajin dan terus menyelamatkan makhluk hidup. Karenanya, saya belajar Fa sepenuh hati, belajar dari artikel sharing rekan-rekan pada situs web Minghui, dan mendorong diri saya untuk mengejar ketinggalan. Melalui pemeriksaan diri, saya menemukan bahwa tujuan saya ketika berbicara dengan orang-orang kurang murni dan belas kasih; lebih demi menunaikan sebuah tugas. Setelah memetik pelajaran, saya bertekad untuk melakukannya dengan lebih baik.

Hati Yang Murni Demi Kebaikan Orang Lain

Saya semula mencoba mengklarifikasi fakta tentang Falun Gong kepada dua mahasiswa saya yang telah mengembangkan hubungan seperti ibu-anak dengan saya. Mereka memperlakukan satu sama lain seperti saudara, dan kami semua merasa seperti satu keluarga. Saya mengundang mereka ke rumah saya dan memberi tahu apa itu Falun Gong dan tentang insiden bakar diri yang direkayasa. Kemudian saya menyarankan mereka agar mundur dari PKC dan organisasi terkaitnya. Namun, saya terkejut ketika mereka menolak secara langsung. Hubungan kami yang saling percaya kelihatannya sangat rapuh dalam pembicaraan itu. Setelah mereka pergi, saya mulai memeriksa kondisi pikiran saya selama pembicaraan. Saya telah mencoba menggunakan sentimentalitas dan perasaan (qing) manusia biasa untuk menyakinkan mereka agar menerima fakta Falun Gong, melupakan bahwa pekerjaan Dafa selalu menuntut pikiran lurus.

Setelah kejadian itu, saya mengingat ajaran Guru:

“Saya sering mengatakan apabila seseorang adalah sepenuhnya demi kebaikan orang lain,  sedikitpun tidak ada pemikiran dan tujuan untuk diri sendiri, perkataan yang diucapkannya akan membuat orang lain meneteskan air mata.” (“Pikiran Jernih” Petunjuk Penting Untuk Gigih Maju I)

Saya menyadari hanya dengan tulus demi kebaikan orang lain baru akan menyentuh mereka. Saya segera mengundang mereka ke rumah saya lagi dan berbicara tentang Falun Dafa secara rinci. Saya lanjut menjelaskan mengapa saya mulai berlatih Falun Dafa, mengapa Dafa tengah dianiaya, bagaimana 36 praktisi Barat pergi ke Tiananmen untuk membuktikan Dafa, dan keagungan Shifu. Ketika saya akhirnya memberi tahu mereka mengapa saya ingin bicarakan ini, airmata saya membasahi wajah. Mereka mendengarkan kata-kata dari lubuk hati saya dan setuju mundur dari PKC dan organisasi pemudanya. Bukan hanya itu, mereka meyakinkan istri mereka untuk mundur pula. Saya percaya hati yang murni telah menyentuh mereka untuk menerima kesempatan diselamatkan.

Beranjak dari sana, saya tidak pernah lagi menggunakan sentimentalitas manusia biasa dan kedekatan hubungan dalam mengklarifikasi fakta Falun Dafa. Saya memandang setiap orang, termasuk mereka yang memiliki hubungan erat dengan saya, sebagai makhluk hidup yang tengah menunggu untuk mendengar fakta kebenaran. Ketika titik tolak saya berubah, orang-orang yang saya ajak bicara selalu berkata, “Saya setuju dengan anda” atau “Anda benar.”

Seorang kolega mulai bekerja di tempat kerja saya setelah saya pensiun. Dia tidak memiliki reputasi yang baik di tempat kerja. Dengan pikiran setiap orang pantas memperoleh kesempatan untuk mengenal fakta, saya memulai pembicaraan setelah sebuah rapat yang kami turut hadiri. Saya bertanya padanya, “Apa pendapat Anda tentang Falun Gong?” Dia berkata, “Para praktisi Falun Gong semua adalah orang baik.” Saya berkata, “Benar, praktisi Falun Gong percaya pada Sejati-Baik-Sabar karena ‘ini adalah satu-satunya kriteria pengukur baik buruk manusia’ (Zhuan Falun).” Dia setuju, dan itu adalah awal dari persahabatan kami. Saya belakangan mengundang dia dan istrinya makan malam di rumah saya. Ketika saya bicara tentang penganiayaan Falun Gong, mereka segera dapat memahami dan setuju untuk mundur dari organisasi PKC.

Ketika saya mengenal dia lebih baik, saya menemukan bahwa dia tidak seperti yang orang lain katakan. Sejak dia, istri dan saya menjadi teman, dia mempercayai saya. Karena dia seorang pemusik, saya memperkenalkan pertunjukan Shen Yun kepadanya. Kejadian dengan kolega ini membawakan saya pemahaman baru atas apa yang Shifu ajarkan dalam Zhuan Falun,

“Jika ada orang mengatakan anda baik, belum tentu anda benar-benar baik, jika ada yang mengatakan anda buruk, belum tentu anda benar-benar buruk,...”

Menunggu Dengan Sabar

Ketika orang-orang menolak saran saya untuk mundur dari PKC, saya awalnya merasa dipermalukan, dan mengembangkan perasaan takut untuk terus mencoba meyakinkan mereka. Saya bahkan berharap tidak bertemu mereka lagi. Puisi Guru “Belas kasih mampu mencairkan langit dan bumi untuk mendatangkan musim semi, pikiran lurus dapat menolong manusia di dunia ini.” (Fa Meluruskan Alam Semesta, Hong Yin II) mengajarkan saya agar belas kasih dan sabar. Saya tidak seharusnya menyerah, tetapi perlu mengubah strategi saya.

Setelah analisa mendalam, saya melihat orang-orang yang menolak mundur dari PKC dapat dikategorikan dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama telah menikmati karir gemilang dan memandang pemunduran dari PKC, dan menerima perlindungan dewa - tidak akan menambah manfaat bagi mereka.

Kelompok kedua telah dicuci otak oleh ideologi ateisme dari PKC dan memandang gagasan pemunduran dari PKC terlalu dibuat-buat.

Kelompok ketiga adalah mereka yang khawatir orang lain mengetahui pemunduran mereka, yang akan berdampak pada kehidupan dan pekerjaan mereka.

Guru berkata pada ‘Ceramah Fa di New York 2007’: “Maka saya pikir jika timbul masalah, tentu harus pergi klarifikasi fakta. Saya rasa harus diselesaikan melalui klarifikasi fakta, bersamaan juga mencari tahu apa yang sedang berperan menghalangi.” Maka saya memikirkan beberapa strategi untuk masing-masing kelompok ini.

Bagi kelompok pertama, saya perkenalkan argumen-argumen dari ‘Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis,’ kemudian mengingatkan mereka akan pepatah kuno: “Rencana manusia tidak pernah cocok dengan rencana dewa” dan “Orang-orang tidak bisa selalu beruntung sepanjang hidup,” mendukungnya dengan contoh-contoh yang masuk akal.

Bagi kelompok kedua, yang ateis, saya memberi tahu mereka tentang kebudayaan prasejarah seperti yang tertera pada Zhuan Falun, memberi tahu mereka tentang ramalan dan kata-kata zhong-guo gong-chan-dang wang (‘Partai Komunis China Musnah’) yang terukir dalam sebuah batu besar di Provinsi Guizhou, dan akibat bagi mereka yang menganiaya orang-orang tak berdosa. Mereka semua mendengarkan dengan cermat ketika saya bicara.

Bagi mereka yang takut orang lain akan mengetahui, saya beri tahu bahwa mereka dapat menggunakan nama samaran (para intelektual di lingkungan saya jarang menggunakan nama asli mereka untuk mundur dari PKC) dan meyakinkan mereka semua akan kerahasiaannya.

Bagi mereka yang sangat hati-hati, saya biarkan mereka mengetahui bahwa saya juga telah mundur. Berdasarkan rasa saling percaya yang lebih kuat, banyak dari mereka telah mundur dari PKC dan organisasi pendukungnya.

Namun, beberapa orang ini menolak saran saya berkali-kali. Saya tidak menyerah, tetapi juga tidak memaksa pula. Pada akhirnya, persis seperti “Belas kasih mampu mencairkan langit dan bumi untuk mendatangkan musim semi, pikiran lurus dapat menolong manusia di dunia ini,” Fa Meluruskan Alam Semesta – Hong Yin II, mereka setuju untuk mundur dari PKC setelah saya menunggu selama beberapa tahun.

Bagi mereka yang belum mundur dari PKC, saya harap mereka akan lakukan itu segera. Suatu kali saya mengundang seorang ibu dan putrinya, yang juga membawa seorang temannya, ke rumah saya. Sang ibu adalah direktur sebuah pusat perawatan, putrinya mahasiswi semester pertama. Sebelum masuk universitas, putrinya pernah menjadi ketua serikat pelajar dan anggota organisasi pemuda PKC pada sekolah menengah. Karena dia telah menyerap banyak ideologi komunis, dia mengajukan banyak pertanyaan, seperti “Mengapa Anda menunjukkan kami ‘Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis’ bukannya buku-buku Falun Gong?” “Mengapa kita tidak mencoba menyelamatkan China dengan pengetahuan ekonomi yang kita pelajari di universitas?” dan “Mengapa tidak boleh lebih banyak orang-orang muda seperti kita menjadi anggota Partai untuk memurnikan Partai?”

Saya memberi tahu dia pendapat saya, terutama menunjukkan pentingnya membedakan Partai dari pemerintah dan negara. Ketika putrinya berkata dia setuju dengan saya, kawannya berujar tujuan saya adalah demi kebaikan mereka. Namun, tidak satu pun dari mereka mundur dari PKC hari itu, tetapi mereka setuju untuk mempertimbangkannya. Belakangan dia menghubungi saya untuk mendapatkan buku-buku yang saya rekomendasikan (yaitu: Air Tahu Jawaban Tentang Kekuatan Informasi Yang Belas Kasih, dan Rahasia Tengkorak Kristal seputar ramalan suku Maya). Saya berharap dia serius dengan masa depannya dan akan meninggalkan partai yang telah menyebabkan bencana demikian besar bagi rakyat China.

Hati Yang Lurus

Ketika saya mengklarifikasi fakta tentang Falun Gong, saya tidak fokus lagi pada bagaimana para pendengar saya bereaksi, yang biasanya berujung pada munculnya rasa malu atau keraguan pada diri saya. Melainkan, dengan pikiran lurus, saya berfokus untuk memberi tahu mereka fakta kebenaran. Saya sepenuhnya percaya pada Fa, dan “Fa dapat menjebol segala keterikatan, Fa dapat menghancurkan segala kejahatan, Fa dapat menangkal segala kebohongan dan Fa dapat memperteguh pikiran lurus.” (Menyingkirkan Gangguan – Petunjuk Penting Untuk Gigih Maju II)

Memahami karakteristik umum dari orang-orang China yang berpendidikan tinggi seperti sifat khawatir, keras kepala, berdebat secara berkepanjangan, dan keingintahuan akan informasi, saya mulai mencari bukti-bukti yang bermanfaat bagi pembicaraan saya. Saya menyadari bahwa saya tidak seharusnya bersikap memaksa atau ingin sekali agar mereka mundur dari PKC. Sebaliknya, saya perlu memaparkan argumen yang meyakinkan dan rasional pada topik ini.

Saya membaca banyak artikel sharing rekan praktisi di situs web Minghui, membaca dan menghafalkan data mengenai Falun Gong (seperti jumlah praktisi di seluruh dunia, informasi terkait insiden bakar diri), mengumpulkan banyak contoh-contoh dari Zhuan Falun.

Akhirnya, saya mengembangkan tema pembicaraan praktis yang saya ingat ketika berbicara dengan manusia biasa: 1) Apa itu Falun Gong; 2) Falun Gong tengah dianiaya; dan 3) Mengapa praktisi Falun Gong berupaya membangkitkan kesadaran publik akan penganiayaan. Ketika saya mengikuti kerangka demikian, itu memakan waktu lebih lama dari biasanya – umumnya dua atau tiga jam – tetapi hasilnya secara signifikan jauh lebih baik.

Suatu hari saya mengundang seorang sekretaris Partai ke rumah saya, dengan tujuan berbicara tentang Falun Gong dengannya. Berdasarkan apa yang saya ketahui tentang dirinya, saya memutuskan untuk langsung masuk ke isu dasar. “Saya mengundang Anda ke sini hari ini untuk memberi tahu Anda tentang penganiayaan Falun Gong.” Dia terlihat kaget, dan berkata, “Tidak, Anda jangan...” Menjaga pikiran lurus yang kuat, saya menatap matanya dan berkata, “Mohon dengarkan...” Saya memaparkan topik yang saya anggap penting baginya, terutama konsekuensi penganiayaan praktisi Falun Gong. Sikapnya berubah dari acuh tak acuh menjadi penuh perhatian. Akhirnya, dia berkata, “Saya memahami praktisi Falun Gong memiliki standar moral yang tinggi. Saya tidak akan menganiaya satu pun dari mereka karena itu merupakan keyakinan spiritual.” Pada akhirnya, saya menyarankan dirinya mundur dari PKC. Ketika dia tidak menjawab, saya berkata, “Anda mungkin perlu waktu untuk memikirkannya karena ini adalah isu yang sangat serius.” Saya menunjuk ke secarik kertas dan berkata, “Jika Anda mau, Anda bisa menulis nama samaran yang Anda pilih sendiri untuk digunakan dalam pernyataan mundur.” Setelah diam sejenak, dia mengambil pulpennya dan menuliskan nama samaran bagi dirinya di potongan kertas itu.

Pembicaraan saya fleksibel, dan saya sesuaikan dengan beragam keterikatan individu. Sebagai contoh, seorang teman dan keluarganya pernah memeluk agama Buddha selama bertahun-tahun. Saya pernah menghindari klarifikasi terhadap pengikut agama Buddha, karena saya tahu betul erosi yang terjadi dalam Buddhisme yang pernah saya ikuti dalam waktu lama. Namun, Guru berkata dalam ‘Apa yang disebut sebagai Pengikut Dafa, ”Yang terletak di hadapan anda, tidak ada pilihan, bila dalam menyelamatkan manusia anda bersikap memilih, itu adalah salah.” Karenanya, saya mengundangnya ke taman untuk berbincang-bincang. Pikiran saya adalah untuk menyelamatkan makhluk hidup dengan menginformasikan apa yang dia tidak ketahui, dan saya tidak ingin berdebat dengannya mengenai agama, yang pernah terjadi sebelumnya. Saya mulai dengan paham teisme dan kepercayaan kuat ilmuwan Newton akan Tuhan, kemudian membicarakan kebudayaan kuno suku Maya, bukti dari perubahan kosmik, penyaliban Yesus, keruntuhan kerajaan Romawi, dan ramalan di China maupun kebudayaan lainnya. Hal-hal ini secara wajar menuntun ke topik Falun Gong. Ketika melukiskan penganiayaan brutal terhadap para praktisi yang teguh, airmata berlinang. Saya kemudian ceritakan padanya tentang keberadaan batu karang yang terukir kata-kata terkait keruntuhan PKC dan mengapa praktisi Falun Gong mengklarifikasi fakta kepada manusia biasa. Dia mendengarkan dengan seksama dan terlihat serius, tanpa memotong pembicaraan. Pada akhirnya, ketika dia harus pergi karena ada jadwal rapat, waktupun tak tersisa lagi. Dia berkata, “Saya tidak tahu banyak tentang Falun Gong, hingga hari ini.” Dan dia setuju membuat janji pertemuan berikut dengan saya.

Memerlukan lebih banyak waktu dan upaya untuk mengklarifikasi fakta kepada orang-orang yang berpendidikan. Namun, menyelamatkan makhluk hidup adalah tanpa syarat, dan saya harus melakukannya dengan lebih baik. Guru berkata,

“...namun jalur ini sangatlah sempit, sebegitu sempitnya hingga anda harus berjalan dengan sangat lurus baru akan berhasil, baru dapat menyelamatkan manusia.” (Apa yang Disebut Sebagai Pengikut Dafa).

Bagaimana menjadi lurus? Hanya melalui belajar Fa, dengan rajin berkultivasi Xinxing, memandang proses mengklarifikasi fakta sebagai proses kultivasi, dan mengabdikan setiap saat untuk melakukan tiga hal dengan baik, maka kita dapat menjadi lurus.

Silakan tunjukkan yang tidak sesuai dengan Fa.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/11/15/明慧法会--给知识份子讲真相的一些体会-248939.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/11/30/129772.html