Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Bali: Pagi Nan Cerah di Bualu Indah

16 Des. 2011 |   Oleh: praktisi Bali


(Minghui.org) Senin, 5 Desember 2011, saat cahaya emas mentari muncul di ufuk timur, tampak sekelompok praktisi Falun Dafa sedang berlatih Falun Gong di lapangan Perumahan Bualu Indah – Nusa Dua, Bali. Sejak pukul 04.50, para praktisi melakukan latihan meditasi bersama. Mengenakan kaos kuning, mereka duduk rapi dalam barisan.


Tidak kurang dari 40 praktisi melakukan latihan pada pagi hari itu. Mereka datang dari sekitar Nusa Dua: Tanjung Benoa, Kampial, Kutuh dan Ungasan. Pada hari itu, praktisi memperingati tahun ke-2 berdirinya tempat latihan Falun Gong di lingkungan Bualu. Bualu Indah merupakan salah satu dari 56 lebih tempat latihan Falun Gong di Bali. Di lapangan Perumahan Bualu Indah ini, praktisi berlatih Gong secara rutin setiap pagi dari Senin hingga Sabtu. Minggu pagi adalah jadwal tetap bagi seluruh praktisi di wilayah Kuta Selatan berlatih Gong bersama di pantai Nusa Dua. Selain Bualu Indah, latihan Gong pagi hari di Bali juga terdapat di sejumlah tempat lainnya: kampus Universitas Udayana di Bukit – Jimbaran, Nyanyi, Bengkel dan Taman Kota Tabanan.


Para praktisi di Bualu Indah sedang berlatih metode kelima dari latihan Falun Gong


Falun Dafa atau Falun Gong adalah latihan olah jiwa dan raga yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan pribadi seseorang. Latihan ini terbuka untuk umum dan bebas biaya. Tua muda, kaya miskin, pejabat maupun rakyat, siapapun boleh berlatih Falun Dafa. Sejak diajarkan ke publik oleh Master Li Hongzhi pada tahun 1992, Falun Dafa telah menyebar pesat ke seluruh dunia. Hari ini para praktisi Falun Dafa terdapat di lebih dari 110 negara.

Penindasan keji terhadap praktisi Falun Dafa oleh penguasa komunis China sejak 1999 tidak menyurutkan semangat banyak orang untuk berlatih Falun Dafa. Berikut ini adalah pengalaman sejumlah praktisi di lingkungan Bualu mengenai manfaat latihan Falun Dafa.

“Saya mendapatkan kesehatan yang baik berkat berlatih Falun Dafa,” ujar ibu Ayu yang tinggal beberapa meter saja dari tempat latihan. “Anak-anak saya juga ikut berlatih,” imbuhnya.

“Falun Dafa mengajarkan saya menjadi orang baik, saya berusaha menjaga ucapan dan tingkah laku saya di rumah maupun di tempat kerja,” kata Suparma, warga Bualu Indah lainnya.

“Selain kesehatan yang prima, kini saya lebih mudah memahami orang lain. Saya berusaha bersabar dan mendahulukan kepentingan orang lain,” papar Ketut Damai, warga Perumahan Kampial Indah.

“Sejak berlatih Falun Dafa, saya tidak lagi menghambur-hamburkan uang untuk upaya kesehatan yang tidak perlu. Saya belajar dan berlatih Falun Dafa gratis, hasil jerih payah bekerja saya manfaatkan untuk keluarga dan anak,” kata Nyoman Nurka, seorang penjahit di Perumahan Wisma Nusa Permai, yang juga menyediakan tempat bagi para praktisi di lingkungan Bualu untuk belajar Fa bersama setiap malam hari.

“Falun Dafa luar biasa!,” singkap Jaya. Ia mengaku tidak memiliki problem kesehatan apapun sejak mulai berlatih Falun Dafa enam tahun lalu. “Terima kasih kepada teman-teman praktisi yang selalu mengingatkan saya agar rajin belajar dan berlatih. Berkat belajar dan berlatih Falun Dafa saya memiliki kemampuan untuk tetap tenang dalam menghadapi segala situasi,” tambah pria yang berprofesi sebagai guide Perancis ini.