Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Kunci Untuk Menghilangkan Sekat Antarpraktisi Datang Dari Dalam

19 Des. 2011 |   Oleh: Yu Xuan, seorang praktisi Falun Gong di China

Dari Konferensi Berbagi Pengalaman via Internet Kedelapan Untuk Praktisi di China


(Minghui.org)

Salam kepada Guru agung nan belas kasih! Salam kepada rekan-rekan praktisi!

Saya ingin mengambil kesempatan Konferensi Berbagi Pengalaman Internet ke-8 untuk Praktisi di China untuk berbagi pengalaman saya mengultivasi xinxing bersama rekan-rekan praktisi. Saya juga ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih saya yang tulus kepada Guru kita yang terhormat!

Sebelum berlatih Falun Gong, saya adalah seorang yang suka bersaing. Saya memastikan diri sendiri untuk mengikuti hati nurani, tetapi saya juga bersikeras untuk berada di depan yang lain dalam segala hal. Saya menerapkan standar dan nilai-nilai pribadi bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga pada orang lain. Saya memandang rendah dan membenci semua orang. Seiring bertambahnya usia, saya menjadi semakin keras kepala dalam konsep-konsep saya. Selama banyak tahun setelah saya mulai berlatih Falun Gong, saya masih belum menyadari betapa banyak standar pribadi saya telah menghambat kultivasi saya. Kekuatan lama telah banyak kali memanfaatkan celah kekosongan dengan mengatur ujian dan cobaan, tetapi saya masih tidak mengenali masalah saya.

Putri saya suka memberontak sejak kecil. Semua didikan saya gagal. Saya pernah berharap bahwa ia akan berubah baik, tetapi ia semakin buruk. Saya menyerah. Saya takut dengan kritik dan komentar tajam. Namun, apa yang paling saya takuti menjadi apa yang terjadi. Seorang teman praktisi menyalahkan tingkah laku putri saya disebabkan buruknya kultivasi saya. Seorang kenalan perempuan berkata pada saya bahwa ia tidak percaya Falun Gong baik sampai terbukti Falun Gong dapat memperbaiki perilaku putri saya. Saya semakin merasa kecil. Selama bertahun-tahun saya tidak berani mengklarifikasi fakta tentang Falun Gong di depan teman dan kenalan.

Dengan bantuan seorang teman praktisi, saya akhirnya menyadari bahwa akar penyebab adalah standar pribadi saya dalam beberapa dasawarsa terakhir hidup saya. Standar seperti itu muncul dari keinginan saya agar dipandang baik oleh orang lain. Itu adalah klise. Standar saya telah menghalangi saya untuk berasimilasi dengan Dafa. Saya akhirnya menyadari bahaya terikat dengan nama dan mengingat apa yang Guru telah katakan tentang takdir. Lalu saya mulai mencerai-beraikan keterikatan saya berkali-kali dengan pikiran lurus. Saya ingin melenyapkan keinginan dipuji. Beberapa waktu kemudian, saya merasa lebih ringan dan bersemangat. Ketika ditanya mengenai putri saya, saya dapat menjawab dengan tenang.  Beberapa waktu kemudian, orang-orang berhenti bertanya tentang putri saya seakan mereka telah lupa sepenuhnya akan hal tersebut.

Namun saya hanya telah mengenali masalah pada permukaan. Saya tidak menyadari akar penyebab pada tingkat yang lebih dalam. Oleh sebab itu, kekuatan lama tidak melepas saya. Saya berhadapan dengan cobaan dan godaan berkali-kali. Saya mulai mempunyai konflik dengan teman praktisi. Saya dipaksa untuk belajar dari kejadian dan mencari akar penyebabnya.

Seorang rekan praktisi dari kota lain dan saya berkonflik. Dari perspektif saya, ia tidak mempunyai tata krama dan menusuk saya dari belakang. Saya berpikir ia mempunyai hati yang kotor. Saya berpikir ia berhati dingin dan buruk di dalam. Hati saya remuk. Saya bahkan kehilangan kepercayaan dan keberanian untuk terus berkultivasi Falun Gong. Tetapi saya tidak menyadari bahwa saya hanya seorang manusia biasa ketika saya gagal untuk menilai berbagai hal dari perspektif praktisi Xiulian. Ketika saya tidak bersikap baik selayaknya seorang praktisi Xiulian, saya bahkan tidak terhitung sebagai orang baik diukur dengan standar umum. Saya melihat dirinya sejenak dan langsung memberikan penilaian.  Saya bahkan berpikir apa yang disebut belas kasih orang Xiulian hanyalah sebuah mitos yang indah. Saya menjadi sedih dan pesimis. Jika saya harus seperti dia, saya hanya akan membawa citra buruk bagi Dafa. Mengapa saya tidak menyerah sekarang saja? Setidaknya saya dapat menjadi seorang yang baik berdasarkan standar umum.

Saya akhirnya tersadarkan karena petunjuk belas kasih Guru. Saya mengevaluasi kembali kondisi kultivasi saya. Saya bertanya pada diri sendiri, ”Saya telah mendapatkan manfaat secara langsung karena berlatih Falun Gong. Saya telah berulang kali menyaksikan kebajikan besar dari Dafa dan kekuatan besar dari Guru. Mengapa saya meragukan Dafa karena satu masalah?” Guru berkata,

“Sampai suatu saat tertentu bahkan anda akan dibuat sangsi apakah semua ini benar atau palsu, agar anda merasa apakah Gong ini benar ada atau tidak, apakah dapat berkultivasi, apakah Xiulian ini benar-benar dapat dilanjutkan, apakah Buddha itu benar ada, asli atau palsu. Di kemudian hari anda masih akan mengalami keadaan semacam ini, diberi kesan yang menyesatkan seperti ini, agar anda merasa seolah-olah tidak ada, semua adalah palsu, untuk melihat apakah anda dapat tetap teguh. Anda menyatakan bahwa anda harus teguh tidak goyah, dengan tekad seperti ini, sampai saatnya nanti anda benar-benar dapat teguh tidak goyah, dengan sendirinya anda berhasil, sebab Xinxing anda telah meningkat naik. Sedangkan sekarang anda memang belum begitu mantap, jika kini penderitaan tersebut diberlakukan bagi anda, anda sama sekali tidak akan paham, sama sekali tidak dapat berkultivasi. Dalam segala aspek selalu mungkin timbul penderitaan.” (“Hati Harus Tulus” Zhuan Falun, Ceramah 6)

Saya terkejut seiring saya berulang kali membaca bagian Fa di atas. Saya berada dalam penderitaan karena standar keras kepala pribadi. Ketika godaan jahat terjadi, “standar” ini keluar untuk melelapkan saya dan membuat saya lupa akan Fa. Saya berada di bawah manipulasi mereka untuk bertindak seperti seorang yang bukan praktisi. Standar ini berada pada tingkat manusia biasa, dan tidak ada yang dapat dibandingkan dengan standar Fa. Sebagai orang Xiulian (yang berkultivasi), saya harus melenyapkan seluruhnya yang tidak sesuai Fa. Saya menyadari saya belum mengevaluasi keadaan dari Fa atau menyikapi diri sendiri sebagai orang Xiulian. Itu bukanlah kesalahan teman praktisi. Saya telah belajar dari pengalaman ini bahwa saya harus melepaskan konsep “orang baik” dari sebuah standar umum.  Lebih penting bagi saya untuk memiliki keyakinan pada Dafa. Hanya sedikit godaan telah membuat saya meragukan Dafa. Ini menunjukkan bahwa saya tidak percaya secara mendasar pada Dafa. Orang Xiulian macam apakah saya? Saya merasa malu atas kondisi kultivasi saya.

Meskipun saya memperbaiki sikap saya terhadap kultivasi saya, konsep lama terus memanipulasi saya. Pikiran keras kepala tersebut sering kali muncul untuk mengganggu saya dan menuntun saya pada pertanyaan: kapan teman-teman praktisi egois yang berkultivasi dengan kecepatan seekor kura-kura itu akan melepaskan keegoisan mereka. Seiring saya belajar Fa lebih banyak, pikiran keras kepala ini kehilangan tempat mereka untuk bersembunyi. Saya segera melenyapkan konsep bahwa beberapa teman praktisi tidak akan pernah bisa untuk menyadari Fa sampai pada tingkat tertentu atau memiliki kebulatan tekad untuk melakukan hal itu. Konsep ini sungguh tampak sangat kecil dan lemah ketika saya menampakkannya dengan Fa.

Guru berkata,

“Ada orang mengekspresikan pikiran yang sangat tidak baik, akan tetapi semua saya tidak memandangnya. Saya justru melihat sisi baik kalian, saya baru dapat menyelamatkan kalian.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa di Amerika Serikat Barat Saat Hari Yuansiao Tahun 2003”)

Itu adalah pikiran manusia, bukan pikiran dewa, untuk menilai apakah seorang rekan praktisi dapat menyingkirkan sisi buruknya. Seluruh kehidupan tingkat tinggi dalam alam semesta menghormati  Fa. Hanya seorang manusia kecil yang tidak tahu betapa luasnya alam semesta - baru akan mengevaluasi atau bahkan meragukan Fa. Di sisi lain, seseorang tidak akan pernah dapat melihat kebajikan besar dari Fa sampai ia telah menumbuhkan rasa hormat pada Fa dengan sepenuh hati.

Guru berkata,

“Dapat melihat baru percaya, tidak dapat melihat tidak percaya, ini adalah pandangan dari orang yang berkebijakan rendah.” (“Mengapa Tidak Dapat Melihat” dari Petunjuk Penting untuk Gigih Maju)

Dengan Fa ini dalam pikiran, saya menyadari bahwa saya telah memendam pandangan dari manusia berkebijakan rendah. Saya tidak memiliki keyakinan bahwa Fa atau Guru mempunyai kekuatan yang cukup untuk mengubah sebuah kehidupan menjadi baik. Saya tidak memiliki cukup keyakinan! Ketika saya akhirnya menyadari Fa, tiba-tiba saya merasa tenang dan jernih. Saya dipenuhi dengan rasa hormat terhadap teman-teman praktisi. Untuk sesaat, saya telah berkultivasi dengan baik.

Baru ketika saya mulai berpikir saya sedang berkutivasi dengan stabil, sesuatu yang lain terjadi. Kultivasi, seperti lingkaran pertumbuhan sebuah pohon, berlapis-lapis. Ada keterikatan hati di setiap lapisan untuk dilenyapkan saat kultivasi. Tahun lalu seorang praktisi lokal yang mengoordinasikan sebuah proyek tiba-tiba memiliki pandangan buruk terhadap saya dan bahkan berbicara dengan sikap bermusuhan di depan rekan-rekan praktisi. Bahkan praktisi-praktisi yang menyaksikan kejadian tersebut merasa ada yang tidak beres. Namun saya terus berbincang dengannya seakan saya tidak menyadari serangannya. Mereka merasa heran.

Setelah itu, beberapa teman praktisi kecewa atas perilaku koordinator dan berkata bahwa mereka ingin berbicara padanya. Tetapi saya menghentikan mereka. Mereka menunjukkan simpati mereka dan senang karena saya tidak memasukkannya ke dalam hati.  Koordinator berkata pada praktisi lain bahwa ia kagum pada peningkatan xinxing saya. Koordinator juga mengaku ia merasa ia tidak berperilaku baik. Saya berkata pada praktisi yang berbicara pada koordinator bahwa saya tidak tertarik dengan apa yang terjadi. Saya mempunyai banyak hal yang penting untuk dilakukan. Setelah beberapa waktu, saya melupakan semuanya.

Suatu hari saya bertemu dengan koordinator. Saya tidak menyangka bahwa ia akan segera menyebutkan sebuah artikel yang saya tulis tahun lalu. Ia menuduh saya menulis sesuatu yang tidak benar dan berkata bahwa seorang teman praktisi telah menggunakan saya untuk menulis sesuatu yang menentangnya. Sekarang saya akhirnya menyadari mengapa ia telah bersikap bermusuhan terhadap saya tahun lalu.

Namun saya tidak meragukan kebenaran artikel saya. Bagaimanapun juga, banyak praktisi telah mengkonfirmasi fakta sebelum saya menuliskannya dalam artikel. Di sisi lain, saya tidak merasa ia sedang berbohong. Itu hanya sebuah masalah perbedaan pemahaman. Setelah beberapa pelajaran, saya telah mengerti untuk bersikap tenang saat konflik terjadi. Apakah ia benar atau tidak, saya tidak akan berdebat dengannya. Saya mungkin tidak dapat mencari celah kekosongan saya saat itu juga, tetapi saya setidaknya dapat mencegah situasi bertambah buruk dengan tetap tenang. Saya berkata padanya secara tulus, ”Jika saya telah mencelakakan Anda dalam cara apa pun, saya meminta maaf pada Anda dari lubuk hati yang terdalam.” Ia berkata bahwa ia tersentuh atas ketulusan saya. Ia berkata bahwa ia tidak lagi menyimpan dendam terhadap saya. Ia menambahkan bahwa ia telah merelakannya. Akhirnya, ia berterima kasih pada saya karena telah membantu meningkatkan xinxing-nya.

Saya membaca artikel saya berulang kali, tetapi saya tidak menemukan apa pun dalam artikel yang bersifat menuduhnya. Saya hanya mengatakan bagaimana ia memandang kondisi kultivasi secara keseluruhan di wilayah itu. Sekarang saya merasa lebih baik.

Saya tidak mempunyai perasaan buruk terhadapnya. Namun masalah ini muncul setahun kemudian pasti ada alasannya. Keterikatan macam apa yang harus saya singkirkan? Saya secara hati-hati memikirkan percakapan saya dengannya dan menyadari bahwa gunjingan seorang teman praktisi mungkin membuat hal ini bertambah buruk. Tiba-tiba saya mempunyai sebuah pandangan buruk tentang praktisi yang telah bergunjing. Saya terkilas kata sifat yang buruk untuk mendeskripsikan perilakunya, seperti “bermuka-dua”.

Telah memetik pelajaran dari kejadian sebelumnya, saya segera mencoba untuk menghentikan karma pikiran mengambil kendali. Saya tidak mengijinkan diri sendiri untuk membentuk pikiran buruk. Pikiran buruk adalah perwujudan kuat dari karma pikiran. Ia datang dari kebudayaan Partai Komunis: sekali seseorang melakukan kesalahan, ia harus dihukum di muka umum. Praktisi yang membuat rumor mungkin telah membuat suatu kesalahan atau melakukan kesalahan yang sama berulang kali, tetapi itu hanya momen-momen tertentu dalam proses kultivasinya, bukan merupakan akhir. Bagaimana saya dapat memandangnya sebagai kesimpulan? Selain itu, saya pasti telah melakukan sesuatu yang membuat ia bergunjing. Jika saya tidak pernah berkata apa pun tentang koordinator, bagaimana ia dapat mempunyai kesempatan untuk mengatakan apa pun kepada koordinator? Jika saya menghentikannya ketika ia berbicara buruk mengenai koordinator di depan saya, apakah ia akan mempergunjingkan koordinator? Akhirnya, saya mempunyai sebuah masalah untuk ditujukan pada kultivasi diri sendiri. Saya pernah berpikir untuk menghadapi praktisi yang bergunjing, tetapi sekarang saya sudah tidak tertarik. Tiba-tiba, saya merasa setiap praktisi ramah dan sopan. Kami adalah satu tubuh yang kokoh dan kami tidak akan membuat Guru sedih.

Kita semua turun ke dunia ini dengan kepercayaan bahwa pelurusan Fa akan berhasil. Tidak ada alasan bagi kita untuk saling menyakiti karena godaan yang diatur oleh kekuatan lama.

Guru berkata,

“Takdir pertemuan sejak lampau beribu kehidupan
Dafa menggandengnya dengan seutas benang”
(“Jalan Ketuhanan Pahit Getir” dari Hong Yin II)

Pelurusan Fa alam semesta yang agung juga menggambarkan takdir pertemuan yang sakral antara para praktisi Dafa. Sisi kita yang mengerti mengetahui untuk menghargai Fa dan takdir pertemuan kita. Mengapa kita mengizinkan butiran debu mengacaukan kita? Seluruh kegelapan akan hilang dalam cahaya Fa. Guru berkata,

“Fa yang demikian besar diajarkan di masyarakat umat manusia, anda pikirkanlah, jika ingin melebur seorang manusia sebenarnya sangat mudah. Kami beri sebuah contoh yang paling sederhana, setungku cairan baja bila dijatuhkan ke dalamnya sebutir serpihan kayu, dalam sekejap akan hilang tanpa bekas. Dengan Fa kita yang sedemikian besar melebur anda seorang manusia, melenyapkan karma di tubuh anda, melenyapkan pikiran buruk anda dan sebagainya.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Pertama Amerika Utara”)

Saya merasa tidak ada yang dapat memisahkan teman-teman praktisi dan saya. Setidaknya saya dapat berkata tidak ada unsur buruk pada dimensi saya untuk bertentangan dengan teman praktisi. Hanya ketika saya mencabut hingga ke akar-akarnya semua konsep keras kepala dan pikiran egosentris, saya akan mampu melaju dengan pesat dalam kultivasi saya dan mengubah diri saya. Saya mulai melakukan tiga hal dengan baik. Ketika saya mengklarifikasi fakta, hasilnya jauh lebih baik, bahkan kehidupan sehari-hari saya telah menjadi lebih baik. Saya menyadari keindahan melebur dalam Fa. Saya merasakan kegembiraan dan kehormatan menjadi seorang praktisi Dafa. Saya merasakan kebahagiaan dan kesakralan berada dalam kasih karunia Fa yang tak terbatas.

Saya ingin berterima kasih kepada seluruh teman praktisi saya dengan kepercayaan yang teguh pada Fa dan Guru! Saya ingin berterima kasih kepada seluruh teman praktisi yang saya kenal maupun tidak! Mari hargai takdir pertemuan sakral kita dengan Fa! Heshi!

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/11/22/明慧法会--消除间隔在自心-249146.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/12/3/129835.html