Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Komentar Tentang Permohonan Damai 25 April: Membersihkan Mitos Palsu yang Dibuat oleh PKC

2 Mei 2011 |   Oleh: Chu Xing


(Minghui.org) Pada 25 April 1999, lebih dari sepuluh ribu praktisi Falun Gong pergi ke Kantor Pengaduan Dewan Negara di Beijing di Jalan Fuyou dekat Zhongnanhai (komplek pemerintahan pusat) untuk memohon dicabutnya pembatasan-pembatasan terhadap latihan Falun Gong dan meminta dibebaskannya sejumlah praktisi yang ditangkap secara tidak adil. Permohonan damai ini cukup menimbulkan kegemparan pada waktu itu. Permohonan tersebut adalah hak konstitusional praktisi Falun Gong di bawah tekanan Partai Komunis China (PKC). Melihat balik pada permohonan “25 April” 12 tahun yang lalu, kita dapat melihat lebih jelas kebaikan dan kegigihan yang praktisi perlihatkan dan terus menginspirasi bahkan lebih dari satu dekade.



Pada 25 April, sepuluh ribu praktisi Falun Gong berkumpul di Beijing untuk memohon di Kantor Pengaduan Dewan Negara

PKC selalu menjaga kontrolnya dengan kekerasan dan kebohongan. Akibat intimidasi dan ideologi yang membingungkan dari PKC, pemahaman dari banyak rakyat China telah menyimpang. Ada yang mengatakan permohonan 25 April menyebabkan penganiayaan lanjutan terhadap Falun Gong. Peristiwa yang mendorong timbulnya permohonan 25 April adalah polisi menangkap praktisi di Tianjin, di mana diprakarsai oleh PKC sendiri. PKC telah menindas praktisi sebelum 25 April; jika bukan bagitu, praktisi tidak akan pergi ke Beijing untuk memohon pembebasan praktisi yang ditangkap, atau pun mereka sekali lagi meminta diperbolehkan untuk menerbitkan buku-buku Falun Gong, atau berlatih Falun Gong di lingkungan yang bebas. Sejak 1996, Divisi Kepolisian PKC telah melakukan penyelidikan terhadap Falun Gong dengan motif mencari alasan untuk menindas latihan ini. Namun, karena Falun Gong adalah lurus dan damai yang memberikan manfaat bagi masyarakat, PKC tidak dapat menemukan bukti aktivitas illegal atau kesalahan apa pun. Rangkaian kejadian yang menyebabkan penganiayaan menunjukkan bahwa bukan peristiwa 25 April yang menyebabkan penganiayaan. Penganiayaan ini telah direncanakan oleh Jiang Zemin dan pejabat tinggi PKC lainnya.

Ada yang percaya bahwa terlalu banyak orang pergi memohon, menyebabkan terjadinya penganiayaan. Tetapi, hak memohon merupakan hak setiap warga China yang diberikan oleh Konstitusi. Memohon adalah sah, tidak masalah berapa banyak orang yang ikut serta. Lagi pula, semua praktisi yang pergi ke Beijing bersikap tenang dan damai. Penganiayaan PKC terhadap Falun Gong telah mempengaruhi puluhan juta praktisi, namun persentase orang yang pergi memohon di Jalan Fuyou kurang dari 0,1% dari seluruh praktisi. Bagaimana bisa jumlah ini dianggap terlalu banyak? Di Amerika Serikat, puluhan ribu orang berdemo saat upacara pelantikan presiden, namun tidak ada ada satu pun pendemo yang ditangkap. Penganiayaan Falun Gong tidak terjadi karena terlalu banyak orang pergi memohon. Hal ini terjadi karena PKC tidak mengijinkan rakyatnya untuk mengutarakan pendapat mereka dan tidak mau rakyatnya menjadi lebih baik melalui latihan Falun Gong.

Ada yang berkata: ”Kalian boleh memiliki kepercayaan, tetapi kalian seharusnya tidak menjatuhkan pemerintah atau berpolitik.” Permohonan praktisi adalah cara paling damai untuk mengutarakan pendapat mereka. Praktisi Falun Gong tidak pernah tertarik pada kekuasaan politik, apalagi menjatuhkan pemerintah. Semua praktisi lakukan adalah mengekspos ketidakadilan PKC dan rejim Jiang Jemin. Jika aksi semacam itu dianggap “berpolitik,” biarlah. Itu adalah hak seluruh rakyat. Lagi pula, di dalam masyarakat modern ini tidak dianggap “salah” bila memiliki kepercayaan atau ikut dalam politik. Praktisi “terlibat dalam politik” bukanlah demi kekuasaan politik. Kegiatan praktisi Falun Gong di Taiwan dan negara barat jelas tidak terikat dengan organisasi politik manapun dan praktisi tidak terlibat dalam partai politik manapun.

Permohonan 25 April oleh praktisi Falun Gong hanya meminta untuk menjalankan kepercayaan mereka dan menegakkan hak konstitusional mereka untuk meningkatkan diri sendiri melalui latihan Falun Gong. Mereka gigih dalam menegakkan keyakinan lurus mereka. Penganiayaan praktisi Falun Gong menunjukkan watak jahat PKC, menggunakan kata “politik” sebagai senjata untuk menyerang orang. Jika seseorang tidak ikut dalam kegiatan politik PKC, seseorang akan dituduh tidak mendukung secara politik. Sedangkan jika seseorang mengungkapkan opini sejati mereka, ia akan dituduh “terlibat dalam politik.”

Ketakutan dan kebingungan yang disebabkan oleh intimidasi dan kebohongan PKC, beberapa orang berpikir bahwa kepentingan mereka akan terpengaruh jika PKC runtuh. Faktanya, PKC tidak pernah ada dalam sejarah China sebelumnya, tetapi China memiliki kebudayaan yang gemilang dan ekonomi yang makmur di masa lalu. Taiwan memiliki kebudayaan yang sama dengan China, tetapi tidak ada PKC dan rakyatnya hidup dengan makmur. Banyak orang di China berharap bisa berimigrasi ke Negara barat untuk kabur dari tirani PKC. Di bawah kekuasaan 60 tahun Partai Komunis China, “anti-kanan,” “Gerakan Melompat Jauh,” “Revolusi Besar Kebudayaan,” “Pembantaian 4 Juni” dan “penganiayaan Falun Gong” telah membawa bencana tak terkira bagi rakyat China. PKC yang korup dan menindas, telah menyebabkan moral masyarakat merosot dan menyeret seluruh negara bersamanya. Bersama seluruh kejahatan yang dilakukannya, PKC akan segera lenyap dari sejarah. Mengenali watak PKC dan mundur dari partai dan organisasi-organisasi terkaitnya adalah jalan bagi rakyat China untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dan juga negara mereka. Orang-orang China akan memiliki masa depan yang bagus hanya jika China mengenyahkan PKC.

Praktisi Falun Gong akan terus menjaga kebaikan dan kegigihan yang mereka perlihatkan pada 25 April 1999 dan mereka akan terus menjelaskan fakta kebenaran kepada orang-orang serta menolong mereka melenyapkan mitos palsu yang dibuat oleh PKC.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/4/19/再谈四二五-助国人走出中共谎言-239266.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/4/24/124612.html