Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Peristiwa “25 April” Nan Agung – Saksi Mata Kejadian Hari Itu

4 Mei 2011 |   Oleh: seorang praktisi dari China Daratan


(Minghui.org) Catatan Editor: Untuk memperingati tahun ke-12 Permohonan 25 April, Clearwisdom menyajikan serangkaian artikel yang pernah dipublikasikan tahun-tahun sebelumnya. Permohonan 25 April adalah penting bukan hanya besarnya, tetapi juga kedamaian dan ketertibannya yang luar biasa. 10.000 praktisi berkumpul di pusat kota Beijing pada hari itu, dengan damai melakukan protes demi hak-hak sipil mereka. Bagaimanapun, mesin propaganda PKC dalam upayanya menghancurkan Falun Gong atas perintah Ketua Partai Jiang Zemin waktu itu, memutarbalikkan fakta untuk melayani motif pribadinya. Sampai hari ini, propaganda PKC menuduh Falun Gong "mengepung markas Pusat Pemerintahan Zhongnanhai" pada 25 April 1999, tuduhan palsu bahwa kumpulan 10.000 praktisi menjadi ancaman kekerasan kepada bangsa dan pemimpinnya. Tentu saja, tidak ada yang bisa melebihi kebenaran, maka serangkaian dokumentasi artikel dari berbagai sudut pandang akan disajikan.


Mengingat kembali peristiwa “25 April,” hatiku masih terkagum-kagum atas keagungannya. Sebagai seorang peserta, setiap peristiwa yang terjadi pada hari itu terlihat begitu biasa dan alami waktu itu. Sungguh sulit dibayangkan bahwa hari itu bisa jadi sebagai titik awal dari semua kejadian di tahun berikutnya, dan telah menarik perhatian dunia dan menjadi catatan sejarah.

Pagi itu, setelah selesai latihan gerakan berdiri, pembina di tempat latihan menjelaskan secara detail tentang sebab dan situasi terakhir dari peristiwa Tianjin. Waktu itu, lebih dari empat puluh praktisi yang ditahan secara ilegal di Tianjin belum juga dibebaskan. Kami berencana untuk mengajukan permohonan. Kemudian, pembina itu menekankan beberapa kali bahwa gerakan ini sepenuhnya bersifat sukarela dan himpunan pusat tidak mensyaratkan ini. Disamping itu, kami semua harus memperlakukan Fa sebagai guru dan lakukan apa yang menurut kami benar. Saya pikir permohonan itu merupakan sebuah cara untuk berkomunikasi dengan pemerintah secara langsung dan merefleksikan kebenaran Falun Gong kepada pemerintah secara damai; dengan harapan, upaya-upaya ini akan mengarah ke putusan yang adil melalui penyelidikan dan pembuktian ulang. Pada saat itu, peristiwa Tianjin telah memasuki hari kelima dan polisi Tianjin secara terbuka memukul dan menahan praktisi Falun Gong. Situasi menjadi sangat genting dan menulis petisi kepada pemerintah agar bisa menyelesaikannya tidak akan berhasil dalam waktu singkat terutama setelah kami terus-menerus melakukannya pada tahun-tahun sebelumnya dengan tanpa hasil. Saya juga yakin bahwa pemerintah pusat, tidak seperti pemerintah daerah, akan berpegang pada hukum dan konstitusi. Jadi, bersama dengan praktisi lain, saya pun berangkat menuju Zhongnanhai.

Ketika bis listrik no. 107 melewati Jembatan Beihai (di daerah perkotaan Beijing), kami melihat semakin banyak orang berdiri di pinggir jalan. Menuju Jalan Fuyou, kami melihat sisi jalan sebelah barat sudah dipenuhi orang-orang. Kerumunan tersebut meluas ke arah timur ke Beihai dan ke arah barat ke persimpangan Dingzi. Saya merasa sangat malu: kami terlambat! Turun dari bis, kami melihat beberapa praktisi secara sukarela mengatur jalur lalu lintas dan memberikan arahan, terus-menerus berkata kepada pejalan kaki dan pengedara sepeda: “Tolong jangan berhenti, tolong jangan berhenti.” Kami melihat banyak sekali praktisi yang berasal dari luar Beijing. Mereka jelas kelihatan lelah karena perjalanan semalaman. Juga ada beberapa petani dari kabupaten-kabupaten terdekat yang melakukan meditasi di jalan. Hatiku terharu melihat semua ini dan air mataku mengucur: kultivasi sungguh tidaklah mudah; tidak hanya kultivator harus melewati berbagai kesengsaraan akibat karma sendiri, mereka juga harus melewati berbagai rintangan dan kesulitan yang diakibatkan kesalahpahaman manusia biasa. Tapi justru karena kesulitan-kesulitan inilah kami bisa mendapatkan pemurnian secara keseluruhan dan melewati segalanya di dunia ini. Juga dengan melewati kesulitan ini, hasil dari kultivasi yang bagus dan hebat terpancar. Memikirkan ini, saya pun berusaha untuk tenang dan mencoba mencari sebuah tempat untuk berdiri.

Tidak ada tempat kosong yang tersisa di Jalan Fuyou, jadi kami berjalan menuju ke timur dari sepanjang Jalan Xianmen. Sepanjang sisi dalam dari jalan, praktisi berdiri bahu membahu satu sama lain. Mereka berbaris dalam tiga atau empat barisan, dan menyisakan sekitar dua per tiga dari sisi jalan; jadi sepanjang hari itu, lalu lintas tetap lancar. Kami berjalan ke arah itu sekitar seratus meter dan berhenti di sebuah gerbang masuk dari komplek. Barisan terputus di sana (untuk memberikan jalan kepada para pengunjung dan pekerja yang bekerja di perusahaan itu). Kami melihat beberapa tempat kosong dan kami pun menyelip masuk. Itu sekitar jam 08.30.

Semuanya berdiri diam dengan tersenyum dan tenang. Tidak ada yang berbicara, berjalan-jalan ataupun berbicara dengan pejalan kaki lain. Beberapa orang yang melewati jalan itu berhenti dan menanyakan apa yang terjadi. Pertanyaan mereka dibalas dengan senyuman dan permintaan sopan kami untuk jangan berhenti, karena tidak dapat dijelaskan dalam satu atau dua kalimat. Jika seseorang berhenti untuk berbicara, maka akan banyak orang lain juga ikut-ikutan, maka seluruh situasinya akan berubah. Kami semua sangat jelas bahwa sebagai kultivator, kami tidak mempunyai keinginan untuk mencampuri urusan duniawi, karena hanya ingin membersihkan nama latihan kultivasi kami dan meminta sebuah lingkungan kultivasi yang sah. Kami tidak menentang pemerintah, apalagi mencampuri urusan politik. Bahkan sepatah kata saja bisa dimanfaatkan oleh sejumlah orang dengan tujuan tersembunyi. Situasi sangat genting jadi kami tidak boleh membuat kesalahan apapun. Sebuah kesalahan kecil akan memperumit situasi, menimbulkan masalah bagi Dafa dan menimbulkan lebih banyak kesengsaraan bagi praktisi.

Dalam arus yang tiada hentinya, orang terus berdatangan. Barisan memenuhi Jalan Fuyou, panjangnya mencapai dua kilometer ke Utara dan Selatan. Bagian Selatan berakhir di Jalan Changan, dan Utara berakhir di persimpangan Jalan Xianmen, kemudian berbelok ke Timur mencapai Beihai. Melihat ke Barat, kami tidak dapat melihat ujungnya. Bagaimanapun juga, selain polisi dan petugas keamanan, tidak ada praktisi yang berdiri di sisi jalan samping tembok Zhongnanhai.

Beberapa praktisi memberitahu saya bahwa Perdana Menteri Zhu Rongji telah keluar pada jam 09.45 dan secara pribadi mengundang beberapa praktisi sebagai perwakilan untuk masuk ke dalam dan melakukan diskusi. Sebuah kelompok perwakilan keluar lalu kelompok yang lain masuk lagi. Jam demi jam berlalu. Setiap orang menunggu dengan diam, tanpa kejengkelan, kegelisahan, keluhan dan kelesuan. Hanya ada perhatian, pengertian, dukungan dan saling mengingatkan. Melihat sekeliling, barisan-barisan sangat rapi dan bersih.

Ketika praktisi barisan depan berdiri terlalu lama, praktisi di bagian belakang dengan sukarela menanyakan apakah mau tukar tempat jadi praktisi di depan dapat beristirahat sejenak. Bagi manula, mereka dapat duduk di belakang untuk beristirahat. Di bagian belakang ada semacam pagar besi pendek yang memisahkan rumput dengan jalanan. Kami semua duduk di atas lantai dan bukan di pagar besi untuk menghindari pengrusakan barang milik umum. Beberapa praktisi tetap berdiri di depan dari awal sampai akhir tanpa berganti posisi. Ketika tiba saatnya makan, praktisi bergantian pergi membeli makanan sehingga barisannya tetap rapi dan bersih. Sebelah Barat dari Jalan Fuyou terdapat gang-gang kecil untuk penghuni setempat. Ada toilet umum setiap bebeberapa ratus meter. Ketika terlalu banyak orang ingin memakai toilet, mereka menunggu dalam antrian tanpa membuat kepadatan atau bertengkar. Setelah makan, setiap orang mengumpulkan sampah ke dalam kantong plastik. Malahan, ada praktisi yang mengumpulkan sampah setiap saat, berjalan di sepanjang jalan dengan sebuah kantong plastik. Jadi, jalan tetap bersih dari awal hingga akhir.

Praktisi-praktisi lain memberitahu saya bahwa Jalan Fuyou yang sempit ada banyak praktisi. Mereka berdiri sangat sesak, lebih dari seratus orang di antara dua pohon. Jika ada seseorang yang kakinya bergeser sedikit saja, kakinya tidak bisa kembali asal lagi. Oleh karena itu, para praktisi di sana berdiri dari pagi subuh hingga malam (beberapa praktisi dari luar Beijing datang jauh lebih awal yaitu jam 4 subuh), tanpa membawa makanan ataupun minuman. Mereka tidak bisa pergi ke toilet juga. Di antara mereka ada anak kecil yang berusia 3 tahun berdiri diam di sebelah ibunya, juga berdiri lebih dari sepuluh jam.

Orang-orang hanya bisa terkagum-kagum: betapa luar biasa kelompok orang-orang ini! Mereka berdiri di sini dengan pakaian yang bersih dan rapi, dengan senyum, tanpa membawa apa pun di tangan dan asing satu sama lain. Seorang anak muda di sebelahku datang dari Shijiazhuang. Dia memakai jas lengkap dengan dasi, berdiri di sana dengan tenang dan sabar. Menurut pikiran manusia biasa, orang-orang datang untuk memohon pasti orang berpenampilan kumuh, penggerutu, kebanyakan seperti tertekan, kelelahan dan bersama pasangan dan anak-anaknya di belakangnya. Tapi, praktisi Falun Dafa berbeda. Meskipun kami berkultivasi di antara manusia biasa sekarang ini — dalam cara yang sama dengan formalitas mereka — aksi kami jelas berbeda tujuannya. Makna mendalam dari Sejati-Baik-Sabar memenuhi Zhongnanhai untuk seluruh kegiatan “25 April,” yang membawa perubahan kepada sekitarnya. Secara perlahan-lahan, polisi pun menjadi tidak begitu siaga lagi, dan mulai bercakap-cakap atau tidur di dalam kendaraan mereka. Para pemungut sampah mendorong gerobak sampahnya sepanjang jalan untuk membantu kami menaruh sampah ke gerobaknya. Ketentraman kami membawakan ketenangan di mana-mana.

Setelah jam 22.00, berita disampaikan dari depan bahwa kelompok terakhir dari perwakilan telah keluar dengan dibebaskannya praktisi yang ditahan di Tianjin dan masalah-masalah diselesaikan dengan baik. Jadi kami semua siap pulang ke rumah dengan senang hati. Kami segera membersihkan tempat, mengantongkan semua sampah dan menaruh semuanya di samping tong sampah. Ada yang pulang naik sepeda; ada yang pergi ke stasiun kereta api. Layanan transportasi umum sangat kooperatif hari itu. Mereka segera memberangkatkan banyak bis dan mengatur orang-orang untuk masuk ke dalamnya. Kami berdiri di ujung barisan supaya praktisi yang tinggal lebih jauh untuk bisa berangkat dulu. Setiap bis penuh, karena semua praktisi berdempetan supaya lebih banyak praktisi dapat naik. Dalam setengah jam, semua praktisi telah pergi. Ketika saya memandang sekitar, saya melihat jalanan kosong dan sangat bersih — seperti tidak pernah ada kerumunan banyak orang.

Keesokan harinya ketika saya pergi ke taman untuk melakukan latihan, saya mendengar seorang turis berkata kepada orang di sebelahnya: lihat betapa hebat semua praktisi Falun Gong ini dan betapa bijaksana pemerintah ini — semua masalah telah diselesaikan. Kemudian, stasiun-stasiun televisi menyiarkan pengumuman kepada publik bahwa melakukan latihan tidak pernah dilarang dan setiap orang bebas untuk berlatih. Semuanya cepat kembali ke normal: kami terus melakukan latihan gerakan bersama, belajar dan pergi untuk menyebarkan ajaran sakral ini di akhir minggu.

Setahun berlalu dalam kedipan mata. Sejak itu, dunia ini mengalami banyak peristiwa yang menggemparkan dunia. Selama waktu itu, kebenaran dan kejahatan, baik dan jahat semua termanifestasikan bersamaan di dunia. Tidak masalah bagaimana orang berusaha untuk mencemarkan nama Falun Gong; tidak masalah bagaimana orang menilainya; dan tidak masalah bagaimana praktisi mungkin memiliki pemahaman yang berbeda terhadapnya: “25 April 1999,” akan menjadi sejarah. Pada hari ini, lebih dari sepuluh ribu praktisi Falun Dafa China pergi ke Zhongnanhai untuk mengajukan petisi secara damai kepada pemerintah, meminta status legal bagi Falun Dafa di China, begitu juga dengan membersihkan kesalahpahaman dan perbaikan masalah secara damai. Ketulusan dan belas kasih mereka menjadi bagian dari aksi toleran yang hebat yang selamanya akan ditegaskan pada “25 April”. Sekarang atau masa depan, tidak peduli kejadian apa dalam sejarah, atau di dalam dimensi apa di dalam alam semesta, melihat balik pada “25 April”, akan selamanya terlihat menonjol, selalu bersinar berkilauan.

20 April, 2000

Sumber: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2000/5/9/9041.html

English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/4/26/124662.html