Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Seorang Praktisi Baru Merayakan 13 Mei: Menghargai Kesempatan dan Berkultivasi dengan Baik

13 Juni 2011 |   Oleh: seorang praktisi dari Provinsi Hebei


(Minghui.org) Terima kasih atas belas kasih Guru dan penyelamatan yang agung. Saya cukup beruntung menjadi seorang praktisi Dafa. Rasa terima kasih saya tidak dapat dilukiskan. Hanya dengan berkultivasi dengan rajin, dan memanfaatkan waktu, saya dapat memenuhi sumpah yang saya buat sebelum turun ke dunia manusia. Saya ingin melaporkan pada Guru dan berbagi dengan rekan-rekan praktisi mengenai pengalaman kultivasi saya selama dua tahun ini.

Suami saya mulai belajar Falun Gong pada 1998, dan pada saat itu saya mulai membaca Zhuan Falun juga. Saya pikir karena kualitas kesadaran saya tidak begitu baik, saya tidak benar-benar memahami arti kultivasi.

Ketika Partai Komunis China (PKC) melancarkan penganiayaan Falun Gong pada 1999, saya berhenti membaca buku dan mencoba berbicara pada suami untuk melepaskan Falun Gong. Namun, keyakinan suamiku pada Dafa sangat teguh. Meskipun dibawah banyak tekanan, dari manajemen tempat kerja, orangtua, kerabat dan teman-teman, dia tidak pernah menyerah. Dia ditangkap secara tidak sah dan ditahan di sebuah pusat penahanan, dan ini memberi tekanan besar pada saya. Saat rekan kerja saya maupun teman sekolah suami dipromosikan dan menjadi semakin kaya, saya merasa marah karena menjadi begitu miskin. Saya mempunyai banyak perbedaan pendapat dengan suami mengenai masalah ini. Dengan propaganda PKC yang tanpa ampun memfitnah dan mencemarkan nama baik Falun Gong, saya sepenuhnya berubah pikiran terhadap Dafa.

Namun, selama sepuluh tahun ini, keyakinan kuat suamiku pada Dafa tidak pernah goyah. Saya telah melihat banyak perubahan positif, dan juga menyaksikan keajaiban Dafa. Mulai dari tidak pernah minum obat apapun dan kesehatannya tetap meningkat. Sebelum menjadi seorang praktisi, dia memiliki banyak sifat buruk seperti berpikiran sempit, egois, angkuh, tidak memperhatikan orang lain. Semua ini berangsur-angsur hilang seiring dia terus berlatih Dafa. Dalam kebudayaan saat ini, setiap orang menginginkan kehidupan yang lebih baik, namun mereka berakhir dengan perasaan lelah dan kecewa terhadap kehidupan. Dibandingkan, suami saya penuh kedamaian, gembira, dan memperlakukan orang lain dengan ramah serta tulus. Hasilnya, dia dipuji dan dihormati oleh orang-orang di sekitarnya.

Seiring waktu berlalu, saya berhenti menentang Dafa, dan mulai timbul keyakinan kuat terhadap Dafa. Saya mulai hidup dengan prinsip-prinsip Sejati, Baik dan Sabar dan berinisiatif melenyapkan prilaku buruk yang diperoleh dari moralitas yang merosot di dalam masyarakat kita. Saya mulai melihat bahwa saya berangsur-angsur berubah juga.

Suami memperhatikan, dan suatu hari di awal tahun 2008, kami menonton sebuah film klarifikasi fakta tentang ramalan. Bercerita tentang ramalan kuno mengenai malapetaka saat ini akibat merosotnya moralitas manusia. Juga disebutkan hanya Dafa yang dapat menyelamatkan manusia. Setelah menonton film tersebut, saya sangat tersentuh. Mungkin sudah saatnya bagi saya untuk benar-benar berkultivasi. Tanpa setahu suami, saya menemukan buku Zhuan Falun miliknya. Hanya beberapa hari, saya membaca buku tersebut tiga kali dan kali ini saya secara rasional memahami bahwa ini adalah buku yang secara sejati membimbing berkultivasi di dalam Dafa.

Akhirnya saya belajar Fa! Selama beberapa hari kemudian saya tidak dapat berhenti menangis, karena rasa terima kasih saya atas usaha Guru yang tidak pernah menyerah terhadap saya. Saya berterima kasih pada suami atas belas kasihnya menyemangati saya untuk mengambil kesempatan yang ditakdirkan ini. Memegang buku dengan kedua tangan, saya berlutut di depan foto Guru, dan berkata, “Guru, muridmu akan menghargai kesempatan ini, saya akan berkultivasi dengan baik dan akan tercerahkan pada Dafa dan pulang ke rumah.”

Ujian

Meskipun saya belajar Fa agak terlambat, proses memahami Dafa sangat cepat. Seperti yang Guru katakan dalam “Ceramah Fa pada Konferensi di Singapura”:

“Kemudian saya temukan, terutama masa akhir-akhir ini, praktisi baru di dalam memperoleh Fa tampaknya mengungguli praktisi lama, yaitu mereka tidak ada hambatan di dalam persepsi pemahamannya, sebentar saja sudah dapat menerima, dan segera sudah meleburkan diri ke dalam, tanpa ada suatu proses pengenalan: Apakah saya dapat mempelajarinya? Apakah saya ingin mempelajarinya? Mereka tidak memiliki pertanyaan semacam ini; tidak juga merasa apakah prinsip-prinsip yang anda katakan itu betul atau tidak? Dengan kata lain, walaupun praktisi-praktisi kita ini memperoleh Fa belakangan, namun saya temukan bahwa mereka tidak tertinggal, melalui usaha mereka sendiri dengan cepat sudah dapat menyusul.”

Pada tahun 2008, saat Festival Perahu Naga, saya pergi ke rumah orangtua. Suami dianiaya karena berlatih Dafa, ayah saya menentang Dafa, jadi saya agak enggan untuk memberitahu bahwa saya juga berkultivasi Dafa. Saya hanya memberitahu ibu, serta kakak dan adik. Namun, pada akhirnya, saat ayah tahu, dia sangat marah. Saya memahami bahwa ini adalah ujian atas keyakinan saya terhadap Dafa, dan dia tidak dapat menggoyahkan saya. Sekarang ayah tidak menentang saya lagi, semua anggota keluarga saya telah mundur dari PKC dan organisasi-organisasi afiliasinya, Liga Pemuda dan Pionir Muda.

Suami membawa saya ke rumah seorang praktisi untuk merayakan ulang tahun Guru pada tanggal 13 Mei 2008, Hari Falun Dafa Sedunia. Ini adalah pertama kalinya saya berjumpa dengan praktisi lain, dan saya merasa mantap di dalam Dafa. Sebagai praktisi baru, rekan-rekan praktisi memberi saya banyak dorongan semangat dan mereka berbagi pemahaman dengan saya, di mana saya mempunyai kesalahpahaman, hal ini sangat membantu.

Suatu hari di bulan Juli, suami saya mengatakan bahwa para praktisi yang baru-baru ini kami kunjungi telah ditangkap oleh polisi, rumah mereka digeledah, dan banyak praktisi lain ditangkap dan dianiaya. Mendengar itu, saya terkejut, karena meskipun saya sadar akan penganiayaan yang masih berlangsung, saya masih sangat sulit percaya bahwa ini terjadi dengan orang-orang di sekitar saya. Ketika suami melihat saya terkejut, dia bertanya: “Apakah kamu takut?” Saya menjawab dengan tanpa berpikir, “Tentu saja tidak.“ Namun, saya terkejut dengan kebrutalan dan kegilaan dari kejahatan. Tapi saya tidak takut karena Guru berkata dalam “Sekelumit Kesan dari Saya” (Petunjuk Penting untuk Gigih Maju II):

“Harus diketahui bahwa begitu seseorang telah mengetahui kebenaran dan makna sebenarnya dari eksistensi kehidupan, dia tidak akan menyesal menyerahkan jiwanya untuk itu.”

Segera setelah itu, kami mulai bekerja sama dalam proyek penyelamatan para praktisi tersebut, dan saya memancarkan pikiran lurus di rumah. Pada saat itu, tepat sebelum Olimpiade Beijing, situasinya agak tegang dan selama proses penyelamatan para praktisi, petugas polisi menangkap suami saya dengan dalih penyelidikan. Kali ini, saya menyaksikan penganiayaan tepat di depan saya. Melihat petugas polisi menangkap suami saya di bawah tangga, saya menyembunyikan semua buku-buku Dafa kami dan tetap memancarkan pikiran lurus untuk melenyapkan unsur-unsur jahat yang menganiaya kami. Saya tetap mencari ke dalam, dan saat menemukan keterikatan, saya mulai melenyapkannya. Saya juga berinisiatif untuk berbicara dengan petugas polisi yang menangkap suamiku. Saya memahami bahwa Guru memperkuat saya. Saat itu saya tidak ada keterikatan rasa takut. Saya benar-benar percaya bahwa kejahatan tidak dapat menang, dan suami saya akan kembali pulang dengan selamat. Suami saya juga menentang penganiayaan dengan pikiran lurus dan keya
kinannya pada Guru dan Dafa. Dengan kerjasama kelompok kecil, dalam 24 jam, suami selamat pulang ke rumah.

Saya seringkali membaca artikel berbagi pengalaman dari website Minghui (versi mandarin dari Clearwisdom). Melihat para praktisi membuat materi klarifikasi fakta dan menyebarkannya di seluruh China, saya berbicara dengan suami tentang membuat brosur sendiri. Saya memiliki komputer di rumah, jadi saya membeli sebuah printer, dan kami mulai mencetak surat klarifikasi fakta. Kami menyelesuri jalan-jalan untuk mencari alamat dan menulis kepada teman-teman, teman sekolah, guru dan rekan kerja, serta mengunjungi website. Kami menulis alamat pada amplop dalam berbagai gaya penulisan, dan saya menggunakan akhir minggu untuk mengeposkan surat-surat tersebut. Kemudian ketika suami membawa pulang beberapa DVD klarifikasi fakta, kami mulai menggandakan DVD tersebut untuk disebarkan juga.

Suatu ketika kami membagikan DVD klarifikasi fakta dan memperhatikan bahwa seseorang mengikuti kami. Sekali lagi, hanya suami yang ditangkap. Meskipun saya membagikan DVD klarifikasi fakta bersama suami, mereka tidak melihat kami bersama, jadi mereka tidak menangkap saya. Setelah pulang ke rumah, keterikatan rasa takut mencuat. Saya takut mereka akan mengenali saya, atau orang lain di tempat kerja tidak memahami saya, dan pekerjaan saya akan tersangkut dan sebagainya. Saya tetap memancarkan pikiran lurus untuk melenyapkan rasa takut dan gangguan. Kami melakukan hal yang paling indah di dunia, bagaimana kami bisa takut pada kejahatan yang sepele ini? Segalanya di tangan Guru. Rekan-rekan praktisi juga tetap membantu saya memahami makna prinsip Fa yang lebih mendalam, jadi saya dapat mencari celah kekosongan saya. Saya menyadari bahwa saya mempunyai keterikatan yang kuat dalam melakukan sesuatu, mentalitas pamer, dan tidak bekerjasama dengan baik dengan suami, dan dengan keterikatan rasa takut, saya dimanfaatka
n oleh kejahatan. Saya mulai memancarkan pikiran lurus untuk melenyapkannya, seiring saya memahami dengan jelas bahwa mereka bukan diri saya yang sejati dan tidak menginginkan mereka.

Guru berkata dalam “Apa yang Ditakuti?” (Hong Yin II)

Anda mempunyai rasa takut,
dia segera menangkap
Begitu pikiran anda lurus,
kejahatan langsung roboh

Segera, suami pulang ke rumah. Kali ini bersama-sama, kami melihat banyak keterikatan kami. Kami melenyapkannya dan meningkatkan diri, dan merubah hal buruk menjadi hal baik.

Meningkatkan Xinxing

Setelah menjadi seorang praktisi, saya memprioritaskan belajar Fa. Xinxing (watak, kualitas moral) saya meningkat banyak dan saya benar-benar merasa bahwa pandangan saya terhadap kehidupan secara fundamental berubah.

Setalah mendapatkan Fa, banyak keterikatan saya lenyap. Namun ketika kadang-kadang muncul, saya tahu bahwa mereka bukan diri saya, jadi saya melenyapkan mereka dari dalam hati dan menolak untuk menurutinya. Pada saat itu, putri saya akan masuk SMP. Saya selalu ingin mengirimnya ke sekolah yang bagus dan ketika dia masih sangat muda saya mengatur untuk mempersiapkan hal ini dengan bantuan dari jaringan sosial saya, atau menyuap orang agar dia mempunyai masa depan yang baik (praktek yang sangat umum dan diterima dalam masyarakat China saat ini).

Setelah mendapat Fa, saya menyadari tentang apa yang Guru katakan dalam “Ceramah Fa pada Konferensi Eropa”:

“Yaitu manusia mutlak tidak dapat merubah kehidupan orang lain, sedangkan dalam satu masa hidup anda, anda pun tidak mampu mengendalikan diri sendiri, anda makin tidak dapat mengendalikan kehidupan orang lain. Tidak perduli bagaimanapun manusia berusaha, dia tetap hanya bisa melangkah di jalan kehidupannya sendiri. Anda sepertinya melalui usaha telah mendapatkan sesuatu, sebenarnya itu adalah niscaya.”

Setelah memahami prinsip-prinsip Fa, saya mengadakan pembicaraan dengan putriku; saya ingin dia bersekolah di sekolah yang dekat, sehingga dia tidak harus tinggal di kampus yang jauh dari rumah. Karena putri saya sudah belajar Falun Dafa juga, dia masih dapat tinggal dekat dengan kami dan agak terpisah dari pengaruh buruk masyarakat sehari-hari. Pada saat itu, rekan kerja saya tidak memahami, karena sekolah di daerah kami sangat tidak baik, banyak anak-anak mereka memilih untuk bersekolah di tempat lain. Menghadapi hal ini, saya menjawah dengan senyuman: Anak saya mempunyai nasibnya sendiri, tidak masalah dia bersekolah di mana. Saya menyingkirkan mentalitas bersaing, rasa sombong, dan iri hati terhadap anak lain yang bersekolah di sekolah yang lebih baik.

Sebelum memperoleh Dafa, saya tidak mempunyai hubungan yang baik dengan sanak keluarga karena masalah uang. Melalui belajar Fa, saya melepaskan keterikatan akan uang.

Guru berkata dalam Zhuan Falun:

“Di dalam agama diajarkan: Berapa pun banyaknya uang anda, berapa pun tingginya jabatan juga hanya bertahan beberapa puluh tahun,”

Saya berinisiatif untuk meminta suami agar memberikan uang kepada orangtuanya. Juga selama masa ibu mertua masuk rumah sakit, kami menanggung biaya perawatannya, dan hal ini membuat konflik kami terselesaikan, hingga anggota keluarga kami dapat melihat keindahan Dafa.

Saya melangkah masuk ke dalam Fa karena takut mati. Setelah belajar Fa, saya melepaskan pikiran ini. Namun, setelah ibu mertua meninggal tahun lalu, rasa takut saya mencuat lagi. Saya memahami bahwa pikiran ini tidak tepat, dan saya menyangkalnya dengan memancarkan pikiran lurus untuk melenyapkan unsur-unusr takut dan subtansi buruk dalam ruang dimensi saya. Hal itu tidak sekuat sebelumnya, namun rasa takut saya tidak lenyap sepenuhnya.

Dalam proses berbagi dengan praktisi lain, mereka menyarankan saya untuk mencari keterikatan fundamental saya. Disarankan agar saya membaca “Melangkah Menuju Kesempurnaan” pada Petunjuk Penting untuk Gigih Maju II

“Belajar Fa dengan membawa keterikatan bukanlah kultivasi sejati. Namun dalam proses Xiulian boleh berangsur-angsur mengenali keterikatan dasar diri sendiri, dan menyingkirkannya, sehingga memenuhi kriteria dari seorang praktisi Xiulian. Kalau begitu apa yang dimaksud dengan keterikatan dasar itu? Manusia dalam dunia telah memupuk banyak konsep, sehingga dikendalikan oleh konsep tersebut, mengejar hal-hal yang didambakan. Namun manusia datang ke dunia  adalah Yinyuan  yang menentukan jalan kehidupan seseorang serta perolehan dan kehilangan dalam kehidupannya, bagaimana mungkin mengandalkan konsep manusia untuk dapat menentukan setiap proses dari perjalanan hidupnya? Oleh sebab itu apa yang disebut sebagai dambaan yang indah serta cita-cita akan menjadi penderitaan dari pengejaran keterikatannya yang tidak akan didapat selamanya.”

“Bila begitu anda boleh dibawah efek pemikiran yang demikian memasuki pintu Dafa, namun dalam proses Xiulian harus memperlakukan diri sendiri sebagai orang Xiulian, kemudian didalam membaca buku dan belajar Fa secara gigih, mengenali diri sendiri dengan jernih, pada saat mulai belajar dengan pemikiran apakah anda memasuki Dafa. Setelah Xiulian suatu periode waktu, apakah masih tetap pada pemikiran semula, apakah oleh hati manusia semacam ini membuat diri anda masih bertahan di sini? Jika demikian, itu tidak dapat diperhitungkan sebagai pengikut saya, ini adalah keterikatan hati dasar yang belum disingkirkan, tidak dapat mengenal Fa di atas basis Fa.”

Saya menyadari bahwa keterikatan dasar saya saat pertama kali masuk dalam kultivasi Dafa, yaitu saya takut mati, takut kehilangan tubuh fisik, takut kehilangan apa yang disebut kenyamanan hidup di dunia manusia. Setelah menyadarinya, saya menambahkan pikiran lain dalam memancarkan pikiran lurus: melenyapkan keterikatan saya akan kenyamanan, dan pengejaran akan kehidupan yang “bahagia” seperti manusia biasa. Saya juga membendung keterikatan-keterikatan tersebut dengan tindakan, tidak membolehkan mereka mengganggu saya. Berangsur-angsur, dengan peningkatan Xinxing, keterikatan rasa takut menjadi semakin berkurang.

Mengklarifikasi Fakta Kebenaran untuk Menyelamatkan Makhluk Hidup

Saya bekerja di sebuah perusahaan besar milik negara. Perusahaan itu mempunyai banyak karyawan, dan tidak ada seorang praktisi Dafa pun di dalamnya. Di manapun saya berada, baik duduk di dalam bus atau di tempat kerja sehari-hari, saya akan mempertahankan sebuah pikiran yang kuat: “Bagi semua orang yang mempunyai pikiran baik terhadap Dafa dan prinsip-prinsip Dafa; biarkan mereka mempunyai kesempatan untuk memahami fakta sebenarnya dan diselamatkan.” Kapanpun ada kesempatan bagi saya untuk berbicara langsung dengan seseorang, saya pertama-tama memancarkan pikiran lurus, lalu mengklarifikasi fakta tentang Dafa dan membantu mereka mundur dari PKC dan organisasi afiliasinya.

Ketika mengklarifikasi fakta, saya berbicara tentang fenomena yang tidak sehat di dunia seperti secara umum merosotnya moralitas, ketidakadilan di dalam masyarakat dan perbedaan antara miskin dan kaya. Saya juga menyentuh tentang kebudayaan tradisional China yang dihancurkan, dan meningkatnya bencana alam yang dibawa oleh PKC jahat. Saya memberitahu orang-orang mengenai penyebaran luas Dafa di dunia dan keindahannya, dan lalu memberitahu mereka bahwa Dafa hanya dianiaya di China oleh PKC dan apapun yang mereka telah lihat di TV, semata-mata untuk memfitnah dan mencemarkan nama baik Dafa. Cara saya seperti ini diterima dengan baik oleh orang-orang, jadi secara mayoritas ingin mundur dari PKC. Sekarang banyak rekan kerja saya telah melakukan “3 pemunduran.” Ada juga beberapa manajer di tempat kerja saya telah mundur dari partai dan organisasi afiliasinya.

Baru-baru ini, saya dipindahkan ke kelompok kerja lain dan ditugaskan menempati jabatan baru. Lingkungan kerja lebih sulit dan manajemennya kurang fleksibel juga. Setelah sejenak berada di sana, saya menyadari prinsip berikut: Adalah Guru yang mengatur lingkungan baru bagi saya untuk menyelamatkan orang-orang yang mempunyai takdir pertemuan dan bukan masalah lingkungan kerja atau gaya manajemennya. Saya berkata pada diri sendiri setiap hari bahwa saya akan mematut diri dengan ketat sesuai standar praktisi dan memberikan kesan baik pada orang lain, karena jalur kultivasi kita akan ditinggalkan bagi generasi mendatang. Saya harus melakukan dengan baik, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk klarifikasi fakta dan membantu menyelamatkan orang-orang di dalam lingkungan sekitar saya.

Ada banyak bidang di mana saya perlu ditingkatkan: kadang-kadang ketika belajar Fa, saya mengantuk; kadang-kadang tidak dapat bangun di pagi hari untuk berlatih Gong karena keterikatan akan kenyamanan. Saya suka mendengarkan kata-kata pujian, namun takut dikritik orang lain; ketika konflik mencuat, saya selalu tidak dapat mencari ke dalam, dan saya juga mempunyai banyak konsep manusia yang merintangi saya untuk meningkatkan diri.

Saya akan belajar Fa lebih banyak, berkultivasi dengan rajin, menjalani setiap langkah dengan baik di jalur kultivasi saya, tidak membuang kesempatan dalam seribu tahun, tidak mengecewakan penyelamatan Guru yang agung, agar layak menyandang gelar teragung yang dianugerahkan kepada makhluk di dalam alam semestas: Seorang pengikut Dafa!

Terima kasih Guru, terima kasih semua rekan praktisi yang memberi dukungan terbaik kepada saya!

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/5/10/【庆祝513】新学员-珍惜机缘,好好修-240139.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/5/23/125474.html