Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Tuo Meiling dari Lingwu, Ningxia Menderita Gangguan Mental Akibat Pemberian Obat-Obatan Tak Dikenal

2 Juni 2011 |   Oleh: koresponden Minghui di Ningxia, China


Nama: Tuo Meiling (脱美玲)
Jenis Kelamin: Perempuan
Usia: 48
Alamat: Tak diketahui
Pekerjaan: Staf Perusahaan Farmasi Lingwu di Daerah Otonomi Hui, Ningxia
Tanggal Penangkapan Terakhir: 2003
Tempat Penahanan Terakhir: Penjara Wanita Yinchuan (银川市女子监狱)
Kota: Yinchuan
Provinsi: Ningxia
Penganiayaan Yang Diderita: Cuci Otak, hukuman ilegal, suntikan paksa / penanganan dengan obat-obatan tak dikenal, pemukulan, kurungan isolasi, penyiksaan, rumah sakit jiwa

(Minghui.org) Tuo Meiling diakui oleh tetangganya sebagai wanita yang baik, cerdas dan kompeten, dengan keluarga yang bahagia. Mereka juga mengakui bahwa ia telah menjadi orang yang lebih baik setelah dia mulai berlatih Falun Dafa.

Tuo ditangkap oleh polisi setempat pada tahun 2003, kemudian dihukum tiga setengah tahun penjara. Dia ditahan di Penjara Wanita Distrik No 1 Yinchuan. Pengawal memasukkannya ke sesi cuci otak untuk memaksa dia berhenti latihan Falun Gong. Dia ditempatkan di sel isolasi sangat lama, diborgol, dan diam-diam setiap hari diberikan obat-obatan racun, yang menyebabkan kerusakan sistem sarafnya. Suntikan paksa mengakibatkan gangguan mental yang serius.

Pada saat dia dibebaskan pada tahun 2006, dia tidak mampu mengurus dirinya sendiri, dan suaminya menceraikannya. Kemudian, dia kembali ke rumah orangtuanya di Shanbei Utara, tapi tidak bisa bekerja, dan tergantung pada orangtuanya yang sudah berusia 70 tahun.

Diawasi, Dilecehkan dan Dianiaya oleh Beberapa Narapidana

Tuo Meiling dibawa ke Penjara Wanita Distrik No 1 Yinchuan tahun 2003, dia ditugaskan melakukan pekerjaan industri pengolahan pakaian. Namun, dia menolak perintah penjaga untuk melakukan kerja paksa, menolak sesi cuci otak, mempertahankan keyakinannya terhadap "Sejati-Baik-Sabar",  dan menolak untuk menerima "transformasi" atau menulis "tiga pernyataan". Penjaga menugaskan sepuluh narapidana, termasuk pecandu narkoba, pengedar narkoba dan pembunuh untuk memantau dan melaporkan kegiatannya. Liu Zhiqin, asisten pengawas distrik diam-diam memerintahkan pecandu obat Lan Chunhua, Yang Guihua, Zhao Wenqing dan lain-lain untuk melakukan  pemukulan, sehingga  Tuo sangat tertekan.

Pada akhir tahun 2003, sebuah acara skala besar dimulai untuk mencoba "mengubah" para praktisi Falun Gong. Kepala Distrik Zhang Shenghua dan Liu Zhiqin memaksa semua tahanan Distrik No 1 untuk mengarantina praktisi Tuo, sehingga tidak ada yang diizinkan berbicara atau menghubunginya. Mereka juga memerintahkan sepuluh narapidana mengawasi, melecehkan dan mempermalukan dia.

Peragaan penyiksaan: Memukuli

Pada akhir tahun, penjaga gagal memaksa Tuo untuk menulis laporan dan pengakuan ideologis, sehingga mereka melakukan interogasi di depan semua tahanan. Zhang Shenghua dan Liu Zhiqin memaksa Tuo berdiri di depan orang banyak, lalu berteriak dan menyiksanya. Mereka memerintahkan semua tahanan untuk menghina dia, menampilkan perilaku Partai Komunis China (PKC), dan meneriakkan kata-kata tidak senonoh yang memfitnah Dafa. Zhang Shenghua dan Liu Zhiqin mengatakan setelah acara: "Tuo Meiling, kamu harus jelas - siapa kamu? Kenapa kamu di sini? Setelah itu, kalian (para tahanan yang ditugaskan sebagai pengawas) awasi dia dengan ketat."  

Tuo tidak diizinkan menggunakan hak-hak dasar menghubungi keluarganya melalui surat atau telepon, atau menerima kunjungan bulanan. Komunikasinya dengan dunia luar diblokir, jadi dia benar-benar terisolasi. Sekali, seorang anggota keluarga yang tidak bertemu untuk waktu yang sangat lama mencoba untuk mengunjunginya, tetapi Tuo menolak untuk berbicara (seperti yang diperintahkan kepala sipir): "Melaporkan kepada kepala tim, permintaan melanggar hukum dijenguk anggota keluarga." Para penjaga menolak kunjungan, sedangkan kerabatnya berdiri di luar ruangan sepanjang hari.

Pemberian Bubuk Putih Diperintahkan oleh Asisten Direktur Liu Zhiqin

Suatu hari di tahun 2004, seorang tahanan bermarga Huang diam-diam berbisik kepada praktisi:  "Apakah Anda tahu bahwa Tuo Meiling memiliki masalah mental?" Praktisi bertanya: "Bagaimana keadaan dia?" Dia menjawab: "Dia menderita gangguan mental yang disebabkan oleh beberapa narapidana yang dihasut oleh Zhang Shenghua dan Liu Zhiqin. Dia tidak tidur sepanjang malam, berbicara sendiri terus-menerus, bicara ngawur dan tersenyum konyol, kakinya lemah, jadi dia tidak dapat berjalan; begitu pula tangannya."

Tak lama kemudian, gangguan ingatan Tuo menjadi semakin serius. Penglihatannya kabur, dia tidak bisa tidur setelah tengah malam dan berteriak-teriak  menyayat hati. Jeritannya membangunkan semua orang di lantai 2, sehingga Su Li (narapidana yang dihukum karena pembunuhan) dan beberapa napi lainnya mengguncang-guncang tubuh korban, lalu menutupi kepalanya dengan selimut untuk meredam jeritan.

Para penjaga tidak mau bertanggung jawab bila terjadi kecelakaan, maka mereka memborgolnya setiap hari, melepaskan korban hanya pada waktu makan.

Suatu hari di tahun 2004, mantan praktisi yang telah "diubah" Zhu Lin mengatakan kepada seorang praktisi secara pribadi tentang percakapan dengan pecandu obat Lan Chunhua,  yang mengatakan bahwa sebelum Tuo Meiling linglung, asisten direktur Liu Zhiqin mengisi diam-diam bubuk putih ke dalam gelas minum korban setiap harinya, dalam waktu yang panjang.

Selama sesi cuci otak yang diterapkan pada para praktisi dari empat kabupaten, penjaga terang-terangan menyatakan bahwa Penjara Distrik No 1 harus memberikan obat-obatan untuk Tuo Meiling, meskipun tubuhnya tidak mampu menerimanya. Seorang tahanan yang akrab dengan Liu Zhiqin memberi tahu praktisi bahwa Liu sebelumnya adalah seorang dokter di departemen neurologi sebuah rumah sakit di Lingwu.

Setelah Tuo menderita skizofrenia, penjaga Penjara Distrik No 1 secara terbuka memberikan obat-obatan padanya, yang kemudian merusak sistem saraf pusatnya. Para penjaga mengaku bahwa mereka mengobati penyakitnya, padahal merekalah penyebab yang sebenarnya.

Tuo dibebaskan tahun 2006; suami dan keluarga menjemputnya, tetapi mereka tidak mengetahui  fakta penganiayaan sesungguhnya di penjara. Suami melihat kondisinya tidak stabil, dan mengancam dengan perceraian. Hari itu, adiknya tidak punya pilihan selain membawanya pulang ke kampung halaman mereka di Shanbei. Pada tanggal 9 Juni 2006, suami dan ayahnya membawanya ke Rumah Sakit Jiwa Ningxia. Ia dipaksa menerima suntikan setiap hari, yang membuatnya tidur sepanjang hari. Dia kurus kering, sampai sedikit angin sudah bisa merobohkannya. Praktisi Lu Hongfeng, wakil kepala sekolah dan direktur administrasi pendidikan Sekolah Dasar Ningxia Lingwu dianiaya hingga meninggal di rumah sakit yang sama pada tahun 2000.

Sebuah keluarga bahagia dihancurkan oleh PKC, mengakibatkan penderitaan besar. Suami Tuo Meiling menceraikannya, mengambil hak asuh anak mereka, namun hanya memberikannya uang dalam jumlah minim untuk bertahan hidup. Dia kembali ke kampung halamannya di Shanbei tanpa pendapatan atau kemampuan untuk bekerja, dan sangat tergantung pada orangtuanya. Kedua orangtuanya adalah petani yang telah berumur 70 tahun dan sakit-sakitan.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2011/5/9/ 宁夏 灵武 市 驼 美玲 女士 被 药物 迫害 致 疯 经过-240383.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/5/25/125519.html