Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Qin Yueming Meninggal karena Penyiksaan, Keluarganya Melayangkan Surat Tuntutan

7 Juni 2011 |   Oleh: koresponden Clearwisdom di Provinsi Heilongjiang, China


Nama: Qin Yueming (秦月明 )
Jenis Kelamin: Laki-Laki
Umur: Tidak diketahui
Alamat: Jalan Xiangyang, Daerah Jinshantun, Yishan, Provinsi Heilongjiang
Pekerjaan: Tidak Diketahui
Tanggal Kematian: 26 Februari 2011
Tanggal Penahanan Terakhir: April 2002
Tempat Penahanan Terakhir: Penjara Jiamusi (佳木斯监狱 )
Kota: Kotapraja Lianjiangkou
Provinsi: Heilongjiang
Penganiayaan yang Diterima: Pencucian Otak, dijatuhi hukuman secara ilegal, pemukulan, digantung, pemenjaraan, penyiksaan, penahanan

(Minghui.org) Praktisi Falun Gong Qin Yueming dianiaya hingga meninggal dunia di Penjara Jiamusi pada 26 Februari 2011. Pada sore hari, 27 Februari, keluarganya diizinkan untuk melihat jenazahnya setelah memohon berulang kali. Mereka menemukan bahwa bibir Qin lebam, dan ketika tubuhnya dibalikkan, sebuah aliran darah yang besar keluar dari mulut dan hidungnya. Leher, punggung, pinggang dan kakinya juga memar dan penuh dengan luka. Keluarga Qin melayangkan surat pengaduan dan meminta kompensasi dari Kejaksaan Jiamusi Heijiang pada 26 Maret terkait kematian Qin. Kejaksaan Hejiang tidak memprosesnya, jadi keluarganya menyampaikan surat pengaduan lain kepada Kejaksaan Umum Jiamusi pada 20 April, tetapi sayang semua petinggi pemerintah saling melindungi satu sama lain. Pada waktu itu, keluarga Qin juga menyampaikan “Permintaan Kompensasi Kriminal” kepada petinggi di Penjara Jiamusi pada 19 April.

Foto Qin Yueming sebelum kematiannya


Luka memar di tubuh Qin Yueming

Surat pengaduan tertanggal 26 Maret adalah ditujukan kepada petugas-petugas di Penjara Jiamusi karena kejahatan yang mereka lakukan terhadap Qin. Setelah menyiapkan dokumen, keluarga Qin mendatangi Kejaksaan Hejiang hampir setiap hari kerja, meminta agar kasus tersebut ditangani. Namun, Kejaksaan Hejiang tetap tidak mengambil tindakan terhadap surat pengaduan itu.

Sambil menunggu perkembangan kasus tersebut, keluarga Qin beberapa kali bertemu dengan Tang Jiazhen, Jaksa Kepala dari Kejaksaan Jiamusi Heijiang, berharap departemen kejaksaan akan menunaikan tanggung jawabnya dengan membuktikan sebab sebenarnya dari kematian Qin, dan berusaha untuk menemukan para tersangka. Tetapi, Tang Jiazhen mencoba untuk mempengaruhi keluarga Qin agar mau menyelesaikan masalah ini secara pribadi dengan para petinggi penjara, agar bisa menutupi fakta kebenaran. Keluarga Qin mendesak agar terus menyelesaikan kasus ini melalui prosedur hukum, lalu Tang Jiazhen mengatakan bahwa mereka telah menyelidiki kasus tersebut, dan para petugas di penjara tidak menganiaya Qin. Sesudah itu keluarga Qin pun terus mengeluhkan tindakan yang tidak tepat dari Kejaksaan Hejiang ini kepada Kejaksaan Jiamusi. Mereka lalu berbicara kepada petinggi di Kejaksaan Jiamusi, seorang anggota staf yang bernama Sui malah bertindak secara agresif dalam menghalangi keluarga Qin; perilakunya menjadi terkendali ketika keluarga Qin menanyakan namanya dan berkata akan melaporkan tindakannya itu. Akhirnya, dia setuju untuk menerima surat tuntutan itu dan menyampaikannya kepada atasannya, yang menolak untuk mencari bukti atas kasus tersebut.

Setelah keluarga Qin Yueming menyampaikan “Permintaan Kompensasi Kriminal” ke petinggi Penjara Jiamusi, berbagai personil yang berhubungan dengan kasus itu membaca dokumen itu, tetapi menolaknya dengan berbagai alasan. Setelah melalui beberapa perbicaraan melalui telepon antara keluarga dan kepala penjara Ye Feng, staf bagian politik penjara pun menerima dokumen legal itu, tetapi tidak memberikan stempel dengan lambang resmi Penjara Jiamusi pada surat itu, dan juga tidak mencantumkan tanggal penerimaannya.

Surat pengaduan tertanggal 19 April kepada Kejaksaan Umum Distrik Hejiang mencantumkan sejumlah nama pengadu antara lain Wang Qiuqin (istri Qin Yueming), kedua putrinya, orangtua, paman, kakak dan adiknya - seluruhnya berjumlah sepuluh orang.
Surat aduan itu meminta agar Kejaksaan Rakyat Provinsi Heilongjiang memerintah Kejaksaan Rakyat Distrik Hejiang untuk menanggapi kasus itu, dan menginvestigasi kematian yang mencurigakan dari Qin Yueming dan personil personil yang terkait dalam hal itu, yaitu diantaranya: Yu Yifeng, Shen Qingxin, Xu Liang, Du Yan dan Liu Miaosen untuk masalah perlakukan tidak senonoh, perlakuan yang kejam terhadap para tahanan, dan pembunuhan.

Tidak Ada Tanda-tanda Kehidupan, Tidak Ada Perawat Medis, Petugas Tidak Peduli

Surat pengaduan itu menyatakan: “Kunjungan terakhir dari pengadu adalah pada Maret 2010, dan mereka mengamati kondisi fisik Qin masih normal.” [...] “Qin Yueming juga mengatakan bahwa dia baik-baik saja, dan tidak sakit.” [...] “Dari video rekaman yang diberikan oleh pihak penjara, Qin tidak memperlihatkan adanya tanda-tanda Qin masih hidup ketika dibawa ke klinik. Rekaman itu memperlihatkan seorang tahanan yang menuntun Qin menuju ke klinik, kakinya pincang, dan tubuhnya tidak bereaksi sama sekali.”

Surat tersebut juga menyatakan, “Selama berada di klinik, tidak ada seorang dokter ataupun perawat medis yang ada di sana, juga tidak ada peralatan medis yang disediakan di sana. Petugas di dalam ruang itu hanya menaruh tangan-tangan mereka di saku pakaian mereka, dan berjalan maju mundur beberapa kali, tanpa peduli. Tahanan yang berada di ruang itu bersikap istirahat dengan tangan ditaruh di belakang, berdiri dengan tegak dalam posisi yang telah diperintahkan oleh petugas penjara.”

Petinggi Penjara Mengaku bahwa Rekaman Videonya Hilang, dan Menolak untuk Memberikan Penjelasan

Surat Pengaduan itu juga mengemukakan bahwa ketika pihak keluarga korban pergi ke penjara pada 27 Februari setelah kematian Qin, mereka meminta izin untuk melihat rekaman video Qin ketika berada di pusat pelatihan intensif dari tanggal 21 Februari, sampai hari kematiannya. Yu Yifeng, kepala pusat pelatihan intensif, menyetujuinya, tetapi tidak memperlihatkan video rekaman itu kepada mereka waktu itu juga. Setelah pihak keluarga melihat jenazah Qin Yueming, mereka kembali meminta agar diperlihatkan rekaman video itu. Yu Yifeng mengaku bahwa dia tidak memiliki otoritas untuk memberikan video itu, dan perlu mengajukan izin kepada atasannya; dan dia hanya bisa memberikan video rekaman waktu Qin jatuh sakit sampai dia meninggal dunia. Pihak keluarga korban segera bertanya balik, “[Apakah ada sesuatu yang ditutup-tutupi], apakah rekaman video sebelum Qin jatuh sakit akan hilang juga?” Yu Yifeng membalas: “Tidak ada seorang pun yang berani menghilangkannya!” Ketika pihak keluarga pergi lagi ke penjara pada 3 Maret, mereka sekali lagi meminta rekaman video korban pada waktu sebelum dia jatuh sakit sampai meninggal dunia, tetapi Liu Xilin, kepala bagian politik penjara, mengatakan bahwa hal ini tidak diperbolehkan sesuai dengan peraturan di dalam penjara. Pada 11 Maret, kepala bagian politik penjara Cui dan Shen Qingxin menyatakan bahwa rekaman video itu telah hilang.

Para Petugas Menghalangi Keluarga Korban untuk Mengambil Foto

Surat pengaduan memberi gambaran yang jelas mengenai kondisi jenazah Qin Yueming: “Bibir korban lebam, dan ketika tubuhnya dibalikkan, sebuah aliran darah yang besar keluar dari mulut dan hidungnya; tubuhnya dipenuhi oleh luka-luka.” Keluarganya berusaha untuk mengambil foto dari jenazah sang korban, tetapi dihalangi oleh petugas penjara saat itu, yang mengatakan bahwa itu adalah aturan dalam penjara sebagai alasan.

“Pada 3 Maret, para pengadu mengunjungi penjara lagi untuk melihat jenazah Qin Yueming, dan melihat kasur ranjang dipenuhi oleh noda darah telah diganti, dan semua luka memar pada bagian punggung dan kakinya memperlihatkan bahwa jenazah dari Qin ini telah disentuh dan dipermak luka-lukanya.”

Petinggi Penjara Menolak untuk Memberikan Dokumen Tertulis Sehubungan dengan Kematian Qin Yueming

Petinggi penjara menolak untuk memberikan dokumen tertulis dengan stempel ataupun tanda tangan resmi, mengatakan itu adalah peraturan penjara. Keluarga korban meminta mereka untuk menunjukkan pasal peraturan berapa yang mengatur hal itu, dan kepala bagian politik penjara Liu Xibo (dengan empat nomor induk kepolisian terakhir: 6332) mengatakan bahwa pihak keluarga korban tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan informasi semacam itu. Ketika keluarga korban berada di Jiamusi, mereka secara terus-menerus dibuntuti, diganggu, dan diintimidasi oleh pihak kepolisian.

Polisi Memberikan Penjelasan yang Bertolak Belakang

Sebuah kalimat kutipan lain dari surat pengaduan itu berbunyi; [“Staf anggota pusat pelatihan intensif Shen Qingxin mewakili pihak penjara memberi penjelasan kepada para pengadu, bahwa pada pukul 5.30 sore pada tanggal 26 Februari, ketika petugas patroli Li Hong dari pusat pelatihan intensif sedang berada di koridor, Qin Yueming berkata dia merasa sedang sakit, dan meminta diberikan pemeriksaan medis pada keesokan harinya. Pada pukul 5.50 sore ketika dokter memeriksanya, detak jantungnya sudah berhenti dan tidak bernafas, dan mati seketika itu juga. Dia diumumkan meninggal dunia pada jam 6.30 malam. Ketika salah satu pengadu bertemu dengan Li Hong, Li secara tegas membantah bahwa Qin telah meminta dilakukannya pemeriksaan medis terhadap dirinya. Li mengatakan ketika dia patroli di koridor, Qin hanya mengucapkan 4 kata: “Agak sedikit lelah... berhenti!” Arti dari kalimat ini tidaklah begitu jelas.

Pihak keluarga korban mengirim sejumlah surat pengaduan ke Dewan Perwakilan Negara Bagian, Komite Politik dan Hukum Pusat, Komisi Inspeksi Disiplin Pusat, Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional, Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, departemen-departemen penegak hukum di Provinsi Jiamusi dan Heilongjiang.

Nomor-nomor telepon yang terkait:
Tang Jiazhen, Jaksa Kepala di Kejaksaan Hejiang Jiamusi:
13845463333 (selular), 86-454-8620059 (kantor), 8321555 (rumah)

Laporan tambahan mengenai Qin Yueming dapat ditemukan di:
http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/3/28/124089.html
http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/4/6/124247.html

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/4/29/秦月明被迫害死-家人依法投诉(图)-239816.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/5/17/125278.html