Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Ketika Kita Hanya Memikirkan Orang Lain, Kita Dapat Menyelesaikan Masalah Besar

21 Agu 2011 |   Oleh: Zi Di, seorang praktisi asal China


(Minghui.org) Untuk mendorong minat siswa saya dalam belajar bahasa Inggris, saya mengubah Kisah Nelayan dan Ikan ke dalam drama dan membagi anak-anak ke dalam dua kelompok untuk mementaskannya sebagai sebuah kontes.

Setelah seminggu persiapan yang sibuk, kami sampai pada latihan dengan mengenakan baju pentas, tapi ada suatu masalah serius. Ada terlalu banyak hal untuk ditangani antar adegan. Contohnya, ketika istri nelayan menjadi istri Tsar, dia harus mengganti pakaian yang berbeda, pada saat yang bersamaan kami perlu memindahkan alat-alat pentas yang besar dari dalam panggung ke luar ataupun sebaliknya. Kami juga membutuhkan kelompok pemain lain untuk menjadi pengatur dan penjaga dua sisi panggung. Hal ini memerlukan kerjasama erat di antara dua kelompok. Namun selama latihan tersebut, anak-anak hanya memperhatikan kelompok mereka sendiri, dan mereka tidak berpikir membantu yang lainnya. Dibalik tirai ada berbagai suara orang berjalan, bantingan pintu, memindahkan meja, dan orang-orang berdebat. Kadang-kadang memakan waktu begitu lama bagi anak-anak untuk bersiap-siap sebelum tirai dibuka sehingga operator tirai terus mendesak, "Cepat! Apakah kalian siap?" Ini benar-benar berantakan. Para penonton muda tertawa terbahak-bahak beberapa kali.

Setelah latihan selesai, para pemain tidak bisa tenang. Mereka merasa bahwa, meskipun mereka tahu tema dan akting mereka baik, secara keseluruhan mereka tidak berhasil dan kacau. Beberapa dari mereka mulai saling mengeluh.

Saya tidak mengkritik mereka ataupun bergegas menemukan solusi. Saya tahu bahwa kebijakan dan kemampuan para kultivator berasal dari Fa. Sepanjang hati kita memenuhi standar Fa, segalanya akan berjalan dengan alami, untuk yang terbaik.

Hari berikutnya di dalam kelas, seorang siswa menyebutkan sesuatu tentang kultivasi, jadi kami berbicara tentang penyebaran Falun Dafa di lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Ketika kami berbicara tentang keajaiban Dafa di kelas, seorang anak laki-laki berkata, "Kultivasi adalah begitu hebat! Saya ingin berlatih Dafa, juga." Siswa yang lain berkata, "Saya benar-benar ingin menjadi seorang dewa. Bagaimana saya bisa menjadi seorang dewa?" Hebatnya, beberapa anak segera menyatukan tangan mereka, dan beberapa menutup mata mereka dan menegakkan satu telapak, persis seperti seorang murid Dafa sedang memancarkan pikiran lurus? Saya tersentuh di dalam hati dan tahu apa yang harus saya lakukan selanjutnya.

Pada sore hari, saya membawa beberapa buku Falun Dafa. Saya mengumpulkan para siswa yang tahu kebenaran tentang Dafa dengan cukup baik dan meminta beberapa mantan siswa saya untuk datang. Saya meletakkan buku-buku itu di depan mereka dan berkata, "Buku Zhuan Falun ini, bukan buku biasa. Ini adalah tangga menuju ke langit. Dia dapat membantu kita menjadi dewa." Anak-anak sangat tenang. Saya menambahkan, "Mari lihat foto Guru." Seseorang berkata, "Guru, saya merasa bahwa Guru benar-benar baik dan ramah. Dia sedang tersenyum melihat kita."

Setelah itu, kami masing-masing bergantian membaca Lunyu (kata ulasan di buku Zhuan Falun), dan kami membacanya beberapa kali. Anak-anak dengan konsentrasi membaca dan membaca sangat lancar, tanpa kesalahan. Rasanya seperti mereka telah mempelajari buku tersebut selama bertahun-tahun. Pada saat itu, saya punya perasaan kuat bahwa mereka telah datang ke sini demi Fa, menunggu ribuan reinkarnasi untuk mendapatkan Fa dalam kehidupan ini.

Pertunjukkan final adalah keesokan sorenya. Semua anak-anak muda datang untuk menonton, dan dua mantan siswa saya juga datang. Tidak ada kursi kosong. Saya berkumpul bersama semua pemain di belakang panggung. Saya merasakan kami dikelilingi oleh kedamaian dan belas kasih. Saya tersenyum dan berkata, "Saya hanya ingin membagikan satu hal dengan kalian. Bisakah kita menghidupkan pemikiran dewa kita? Dewa adalah tidak mementingkan diri sendiri dan mementingkan orang lain. Cobalah.  Saya percaya pada kalian! "

Kami berhasil tampil dengan sempurna. Di antara adegan, tidak ada suara gaduh. Bahkan langkah ringan anak-anak, seakan mereka melangkah di awan. Butuh waktu tidak lebih dari sesaat bagi mereka untuk mengganti kostum, memakai perlengkapan kepala, ataupun memindahkan alat-alat pentas. Para penonton terhanyut oleh pertunjukan yang lancar.

Saat saat tirai ditarik, para pemain berdiri sejajar bergandengan tangan, tersenyum, dan membungkuk untuk membalas tepuk tangan. Anak-anak dalam bangku penonton sangat gembira, khususnya dua mantan siswa. Salah satu dari mereka menangis. Dia berkata, "Guru, saya menangis saat menonton pertunjukan tersebut. Saya tidak tahu mengapa. Saya hanya ingin menangis." Gadis ini adalah seorang praktisi muda Dafa. Dia biasa belajar Fa dengan saya, namun kemudian dia menghabiskan waktunya bermain game komputer dan tidak datang untuk belajar Fa. Setelah menonton pertunjukan itu, dia berkata, "Guru, saya ingin kembali ke sini untuk sekolah supaya saya bisa belajar Fa bersama Anda. Apakah boleh?" Saya memegang tangannya dan berkata, "Itu bagus sekali, saya sangat senang mendengarnya." Mantan murid yang lain berkata, "Guru, saya terkejut melihat ini. Bahkan bagi siswa di tahun terakhir sekolah menengah seperti kami, tidak mudah untuk berbicara dalam bahasa Inggris dengan begitu lancar. Para pemain ini  dua tahun lebih muda dari saya, kan? Yang paling sulit dipercaya bagi saya adalah kerjasama mereka begitu mulus. Bagaimana mereka bisa melakukan itu? Saya ingin berbicara dengan mereka." Lalu dia berbicara dengan para pemain satu demi satu. Berikut adalah beberapa komentar yang dia dengar:

"Saya adalah ikan emas bagi kedua kelompok dan saya melakukan yang terbaik dalam peran tersebut. Lalu saya membantu anak laki-laki mengatur kostum mereka. Saya tidak memikirkan diri sendiri."

”Kami satu tubuh. Tidak ada yang perlu didiskusikan sama sekali. Kami dapat bekerjasama dengan baik secara otomatis.”

”Saat yang lain sedang bermain di atas panggung, kami menyiapkan segalanya bagi mereka untuk adegan mereka berikutnya. Saya tidak berpikir mencoba memenangkan kontes tersebut.”

“Kami melupakan diri kami dan hanya memikirkan orang lain. Kami sangat cepat."

Memang benar bahwa melupakan diri sendiri dan memikirkan orang lain dapat memungkinkan kita untuk mencapai hal-hal yang menakjubkan. Anak-anak ini adalah contohnya. Ini membuat saya memikirkan tentang Shen Yun. Tur global mereka mengharukan hati begitu banyak penonton, termasuk beberapa artis top dunia dan para profesional. Saya ingat bahwa di dekat bagian akhir "Genderang Naga Musim Semi," koreografi tersebut mencapai puncaknya. Para penari dengan mulus beralih dari berbagai formasi hanya dalam enam detik. Sulit dibayangkan betapa murni dan tanpa egonya hati yang mereka miliki untuk mencapai itu. Saya pikir bahwa melalui pertunjukan Shen Yun, Shifu telah menunjukkan kepada kita bagaimana bekerja sama sebagai satu tubuh.

Jika kita dapat melepaskan keegoisan dan keterikatan diri sendiri, dan saling melengkapi serta bertoleransi, kita pasti akan menyelamatkan lebih banyak makhluk hidup dengan lebih cepat.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2011/5/15/只想着为别人,我们的速度就飞快-240795.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/5/26/125541.html