Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Praktisi di India: Mengikuti Ajaran Dafa untuk Menjadi Orang Jujur dalam Berbisnis

23 Agu 2011 |   Oleh: praktisi di India


(Minghui.org) Saya telah berbisnis sejak 1986 dan memperoleh Fa pada 2007. Saya biasa merasa gelisah karena tidak jujur sesuai permintaan Dafa. Saya merasa sangat tidak gembira karena tidak jujur dan merasa malu jika memandang foto Guru yang saya pasang di tengah rumah saya. Saya selalu meminta Guru agar menunjukkan jalan untuk menjadi seseorang praktisi sejati yang bermartabat.

Ketika menerjemahkan buku Zhuan Falun, banyak perubahan terjadi pada diri saya. Saya sangat berterima kasih kepada Guru karena baru-baru ini membuat saya menyadari bahwa tidak perlu ragu-ragu untuk memiliki sebuah hati yang teguh dan pikiran kokoh untuk tidak menuruti kesalahan apapun. Saya yakin, Guru telah menunjukkan jalannya. Saya merasakan perasaan yang sangat lega dan puas.

Untuk melakukan hal-hal yang Guru tunjukkan, saya memberitahu asisten bisnis saya untuk melakukan hal-hal dengan cara yang berbeda dan tidak mempedulikan biaya, tidak mengikuti atau melihat ataupun melakukan hal-hal seperti sebelumnya. Saya tahu ini akan sulit, tetapi saya telah memutuskannya.

Untuk menguji pikiran dan hati saya, berbagai cobaan sulit kemudian muncul, dan terus-menerus sampai sekarang. Salah satu cobaan adalah para investor ingin mengambil semua dana mereka kembali karena pasar sedang buruk, ketersediaan uang menjadi langka, dan ada tekanan dari pihak suplier. Keterlambatan musim hujan memperparah situasi, dan saya tidak dapat membayar gaji tepat waktu. Namun hal ini tidak menghalangi saya. Untuk menambah kesengsaraan, karena kesalahan saya, kendaraan saya menabrak sebuah mobil yang sedang parkir saat sedang mundur, dan saya harus menyelesaikan masalah ini dengan membayar sejumlah uang yang diminta.

Saya menyadari bahwa semua yang terjadi untuk menguji saya, untuk melihat seberapa kuat saya menjalani kultivasi dan juga standar baru untuk menjadi orang jujur dalam berbisnis.

Saya tidak menyerah pada cobaan ataupun merubah pikiran. Kemudian sebuah cobaan berat datang. Salah satu distributor bersekongkol dengan karyawan saya, yang secara serius mempengaruhi bisnis di daerahnya. Karyawan saya berbalik secara total melawan saya dan menahan sejumlah besar stok barang dan bahkan ingin mengundurkan diri, meninggalkan sederet pengutang. Distributor itu menawarkan pekerjaan baru di perusahaan lain juga. Sama seperti yang Guru sebutkan dalam Zhuan Falun,

“Kami katakan dalam menghadapi konflik, dengan mundur selangkah anda akan menemukan laut luas dan angkasa tak terbatas, pasti adalah suatu pemandangan lain.”

Seperti Guru terhormat katakan, situasi berubah ketika saya berbicara dengan mantan karyawan yang baik itu, yang menyadari kesalahannya dan tetap bekerja di perusahaan saya. Dia juga berjanji akan memenuhi semua tanggung jawabnya, seperti menagih hutang, dan lain sebagainya.

Saya sangat senang dengan perubahan kondisi hingga saya kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan rasa syukur yang dalam kepada Guru yang agung, yang menjaga saya meski dalam kondisi yang kurang baik. Banyak terima kasih kepada Guru kita yang agung. Tidak hanya itu, saya tidak terganggu bahkan sedikitpun, oleh rasa dendam atas semua ini.

Untunglah, ketika saya berbagi cerita ini dengan seorang praktisi asing yang merupakan siswa di tempat saya, dia menceritakan kisahnya. Banyak siswa menyontek saat ujian dengan berbagai cara, tetapi dia tidak mengikuti mereka. Terima kasih atas bimbingan Guru, dia hanya belajar dengan baik dan melakukannya dengan baik. Ini membantu saya untuk semakin memperluas dedikasi saya untuk berkultivasi dan mempercayai Guru sepenuhnya. Asisten saya sangat ragu apakah kami akan menjalani bisnis lagi tahun ini. Setelah satu dua bulan pasang-surut (mulai saat saya membuat keputusan untuk bersikap jujur dalam berbisnis), perlahan tapi pasti, saya memiliki harapan dalam berbisnis tahun ini, dimulai beberapa hari yang lalu. Saya sangat merasakan bahwa jika saya tidak mengabdikan diri ketika melewati ujian, dan jika tidak memperlakukan diri sendiri sebagai praktisi, saya akan tersesat dalam perjalanan.

Sekali lagi berterima kasih kepada Guru kita yang agung. Guru tidak meninggalkan saya dan bersama saya sepanjang waktu. Sekarang saya lebih berbobot, sejak saya menjalankan bisnis dengan sikap yang terpuji. Guru memberikan kekuatan kepada saya untuk menghadapi segala penderitaan di masa depan, dan semua yang dapat saya lakukan sekarang adalah mengikuti Guru sepenuhnya dengan berkultivasi menurut Sejati-Baik-Sabar. Saya juga sadar bahwa saya seharusnya berbagai latihan sangat baik ini sebanyak mungkin. Itu adalah tujuan sisa hidup saya, dan saya akan melakukannya secara teratur. Secara jujur, saya merasa diberkahi dalam ikut tugas suci ini.

Melalui kejadian baru-baru ini, saya memiliki pemahaman yang lebih mendalam apa yang Guru katakan:

“Dahulu ketika saya Xiulian, banyak master taraf tinggi pernah memberi tahu saya, mereka berkata: ‘Ketika sulit bersabar anda mampu bersabar. Ketika sulit dilakukan anda harus mampu melakukan.’ Sebenarnya memang demikian, ada baiknya anda pulang ke rumah mencoba. Ketika benar-benar berada di tengah musibah atau sedang melewati cobaan, and boleh mencoba, saat sulit bersabar anda cobalah bersalah. Saat terlihat tidak ada harapan, dikatakan sulit untuk dilakukan, maka anda boleh coba lakukan, lihat akhirnya sanggup atau tidak. Bila anda benar-benar berhasil, anda menemukan memang benar pepatah mengatakan: ‘setelah melewati bayangan gelap pohon willow, akan ditemukan kecerahan bunga dan sebuah desa lain’”!

Mohon tunjukkan jika ada kesalahan dalam pemahaman saya.

Heshi untuk Guru kita

English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/7/12/126658.html