Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Para Sipir Menyiksa Liu Shanzhen Seorang Petani Cacat, Menghancurkan Kakinya Sehingga Mengalami Guncangan Jiwa

7 Sep. 2011 |   Oleh: koresponden Clearwisdon dari Provinsi Jilin, China


Nama: Liu Shanzhen (刘善真)
Jenis Kelamin: Perempuan
Umur: 50
Alamat: Desa Yushui, Kota Tumen, Provinsi Jilin
Pekerjaan: Petani
Tanggal Penangkapan Terakhir: 15 Desember 2008
Tempat Penahanan Terakhir: Pusat Penahanan Anshan (安山看守所)
Kota: Tumen
Provinsi: Jilin
Penganiayaan yang Diderita: Hukuman illegal, pemukulan, pemenjaraan, siksaan, rumah digeledah, penahanan
Penganiaya Utama: Quan Yongzhe(全勇哲), Agen Keamanan Domestik, Tel: +86-433-3637277 (Rumah) - Wang Yuansheng (王源晟), Agen Keamanan Domestik Kota Tumen, Tel: +8613944327999 (Cell) - Lu Wenzhe (王源晟), wakil kepala di kantor polisi Xinhua. Tel: +86-433-3650606 (Rumah)

(Minghui.org) Liu baru saja dibebaskan oleh Departemen Kepolisian Kota Tumen. Sebelum disiksa, Liu adalah seorang pembicara yang pandai, tapi sekarang dia menjawabnya dengan tertawa, seperti seseorang yang mengalami demensia.

Liu menderita cacat tangan kanan dan kedua kaki sejak masih sangat muda. Dia juga menderita penyakit lain. Akhirnya dia mendengar bahwa Falun Gong punya efek yang ajaib dalam hal menyembuhkan penyakit dan mulai mempelajarinya. Segera setelah itu, kesehatannya membaik secara signifikan. Sakit kepala dan sakit punggung, serta masalah ginekologi semua hilang, menghemat banyak biaya pengobatan dan bermanfaat bagi keluarganya.

14 Desember 2008, Agen Bagian Keamanan Domestik dari departmen kepolisian menangkapnya semata-mata karena percaya pada prinsip Falun Dafa, Sejati-Baik-Sabar. Sementara Liu ditahan di Pusat Penahanan Anshan, para sipir menghancurkan kakinya yang sudah cacat serta merobek sebuah tendon. Sekarang kakinya menggantung dari tungkainya, sebab tendonnya tak pernah diperbaiki sejak dia terluka tiga tahun yang lalu. Polisi juga menyita barang-barang milik Liu. Selain itu, mereka menahan suaminya dan menginterogasinya. Suaminya tidak bisa mempertahankan kepala jernih dibawah tekanan mental dan bahkan tidak bisa merawat dirinya sendiri. Pasangan itu juga punya seorang anak perempuan yang perlu uang untuk sekolah.

Di bawah arahan Lu Wenzhen dan Wang Yuansheng, beberapa sipir bergiliran menyiksa  Liu, sesudah mereka menghancurkan tulangnya, para sipir tidak segera membawanya ke rumah sakit, malah menyembunyikannya selama tujuh atau delapan hari supaya tidak menarik perhatian. Ketika mereka membawa Liu ke rumah sakit, polisi berbohong, mengatakan patah tulangnya akibat melompat keluar dari gedung ketika mencoba melarikan diri. Kenyataannya pintu dan jendela di ruang interogasi ditutup rapat untuk menghindari suara jeritan praktisi terdengar keluar sewaktu disiksa. Mana mungkin Liu yang cacat kabur?

Kemudian, lu Wenzhe dan Quan Yongzhe membawa Liu secara diam-diam keluar dari pusat penahanan, tidak ke rumah sakit tapi ke klinik Dokter Gao. Dokter Gao bukan dokter spesialis dan tidak bisa berbuat apa-apa hanya membalut kaki dan tangannya dengan penyangga kayu. Patah tulang kaki dan tendonnya yang robek, itu terlalu mengerikan untuk dilihat


Peragaan Penyiksaan: Pemukulam brutal

Polisi juga berbuat hal yang sama, menggertak keluarganya oleh karena itu mereka mungkin tidak mengajukan permintaan, dan memaksa mereka membayar biaya pengobatan. Orang-orang yang melihat Liu dipenjara, melaporkan bahwa Liu nampaknya sangat kurus dan sepertinya mengalami masalah mental.

Pada awal Juli 2009, Pengadilan Kota Tumen secara diam-diam memenjarakan Liu Shanzhen, di bawah kontrol Kantor 610, secara illegal menghukum Liu empat tahun penjara. Namun, penjara Changchun menolak menerima Liu karena dia luka parah. Oleh karena itu Kantor 610 kota membawanya ke Pusat Penahanan Anshan. Keluarganya menerima surat pernyataan hukuman setelah beberapa hari dipenjara.

Selama penahanan Liu, Quan Yongzhe dan beberapa sipir lainnya berulang kali menangkap suami Liu serta putranya dan membawanya ke kantor Keamanan Domestik Kota. Mereka mengintimidasi, menghina, membujuk dan banyak cara hina lainnya menekan mereka agar mau mengungkap nama-nama praktisi yang punya hubungan dengan Liu. Di bawah tekanan yang luar biasa, keluarga Liu memberikan daftar nama-nama praktisi yang berhubungan dengan Liu. Akhirnya Liu Chonghe (pria), seorang praktisi disiksa oleh para sipir. Praktisi lainnya,  Meng Fanqin (wanita), diinterogasi oleh Quan Yongzhe selama empat jam. Dia dipukul secara kejam sampai keluarganya sendiri tidak mengenalinya. Quan Yongzhe juga menggunakan sumpit menusuk tangan Meng sampai lecet dan bengkak.

Menurut sumber lain Quan Yongzhe, Hong Mingeng dan beberapa sipir lainnya memakai metode berbeda menyiksa praktisi, Jin Yongnan (pria) (http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2008/5/24/97598.html). Mereka menyiksanya di ruang penyiksaan selama enam hari enam malam. Selama waktu itu, Jin pingsan berkali-kali. Para sipir membawanya ke Pusat Penahanan Anshan ketika mereka mengetahui ia hampir mati.  Mereka juga mengarang tuduhan palsu dan menghukumnya banyak tahun di  penjara. Kesehatan Jin merosot akibat perlakuan yang salah dan ia akhirnya meninggal.

Laporan terkait:
http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2009/2/26/105152.html
http://www.clearwisdom.net/html/articles/2009/8/9/109902.html

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2011/8/22/残疾农妇刘善真被恶警迫害致痴呆-腿断脚悬-245733.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/8/29/127745.html