Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Saling Bergandengan Tangan Mengikuti Shifu Pulang Ke Rumah

17 Jan. 2012 |   Oleh: Praktisi di Provinsi Heilongjiang

Dari Konferensi Berbagi Pengalaman via Internet Kedelapan untuk Praktisi di China


(Minghui.org)

Kutipan: Saya adalah praktisi termuda di dalam kelompok belajar Fa manula kami. Seorang praktisi lainnya berumur hampir 70 tahun, sedang yang lainnya lebih dari 70 tahun. Satu orang praktisi tamatan SD, dua orang hanya sampai kelas dua dan kelas tiga SD, dan tiga lainnya lagi sama sekali tidak pernah bersekolah. Terasa agak sulit bagi kami untuk belajar Fa bersama.

Seorang pengamat mengatakan, “Tidak ada yang membaca selamban kelompok belajarmu.“ Beberapa orang lagi bertanya kepada saya, “Bisakah kamu meningkatkan diri dengan belajar bersama para manula itu?” Kadang-kadang saya juga memikirkan berbagai keterikatan hati mereka. Tetapi ketika saya melihat ekspresi ketulusan dan keyakinan mereka, saya merasa semua itu adalah tanggung jawab saya untuk selalu bersama-sama mereka.

-- Dari penulis --

Salam kepada Shifu yang berbelas kasih!

Salam kepada rekan-rekan praktisi di seluruh dunia!

Saya belajar Dafa pada tahun1995 dan saya pensiunan guru yang berusia 62 tahun. Sejak saya pertama kali membaca majalah Mingguan Minghui, saya jarang melewatkan satu artikel pun. Tetapi semua yang saya lakukan hanyalah mengambil tanpa pernah memberikan sesuatu. Ketika saya membaca permintaan akan artikel sharing untuk Konferensi Fa via internet yang ke-delapan, maka saya memutuskan untuk menulis sebuah artikel. Tetapi saya masih mengulur-ngulur waktu. Sampai suatu hari, seorang rekan praktisi menyebut nama saya. Dia memberi tahu saya bahwa kami akan mengadakan konferensi Fa hari berikutnya, dan saya diminta untuk menyampaikan sebuah artikel. Saya sebenarnya mau menolak, akan tetapi dia mengatakan bahwa itu adalah tugas. Saya berpikir, “Apakah Shifu sedang menarik saya ke atas dengan meminta seorang rekan praktisi agar memberi tahu saya? Bagaimana bisa saya mengecewakan hal ini? Saya tidak hanya berbagi pengalaman dengan praktisi setempat, saya juga akan melaporkan kepada Shifu di konferensi Fa Minghui. Apakah sharing saya itu bisa diterima atau tidak, itu bukanlah hal penting, asalkan saya bisa berpartisipasi.”

1. Membentuk Kelompok Belajar Fa

Pada musim semi tahun 2003, saya berpartisipasi dalam konferensi Fa lokal. Seorang praktisi manula mengatakan, karena kurang berpendidikan, maka terasa sulit baginya untuk belajar Fa. Saya segera berkata bahwa saya bisa membantu. Setelah konferensi, saya pergi bersama dengannya ke rumahnya. Dalam perjalanan, saya bertemu dengan sahabat karib saya dan saya menceritakan tentang fakta Falun Dafa kepadanya. Praktisi manula itu tidak mau menunggu saya. Saya merasa pada saat itu dia mempunyai keterikatan rasa takut. Kemungkinan saat itu belum matang waktunya.

Menjelang Oktober 2005, ada seorang praktisi menelepon dan mengajak saya  ke rumahnya dan dia memberi tahu saya bahwa dia sedang belajar Fa di rumah praktisi manula lainnya. Mereka semua tidak ada yang berpendidikan tinggi. Mereka tidak pernah ikut serta dalam belajar Fa bersama sebelum 20 Juli 1999. Mereka tidak bisa membaca Zhuan Falun dan sangat cemas. Akhirnya saya bergabung bersama mereka, dan tiga di antara kami membentuk kelompok belajar Fa bersama. Kemudian, beberapa praktisi manula lainnya ikut bergabung bersama kami. Jumlah kami seluruhnya ada tujuh orang.

Saya adalah yang termuda. Seorang praktisi berusia hampir 70, dan lainnya berusia 70 tahun lebih. Satu orang praktisi tamatan SD, dua orang hanya sampai kelas dua dan tiga SD, dan tiga praktisi lagi tidak pernah bersekolah. Maka agak sulit bagi kami untuk belajar Fa.

Meskipun mereka semua telah belajar Dafa sebelum Juli 1999, mereka tidak pernah ikut belajar Fa bersama. Beberapa berhenti belajar Fa sama sekali setelah penganiayaan dimulai. Mereka membaca dengan sangat lamban. Dan mereka melewati kata-kata tertentu, menambahkan kata-kata, salah membaca kata-kata, tidak tahu bagaimana berhenti pada akhir kalimat, dan salah dalam memahami makna. Saya membetulkan mereka seiring kami membaca. Menghabiskan waktu tiga jam lebih untuk membaca setiap ceramah. Kadang-kadang saya merasa benar-benar sedih. Kelompok belajar Fa lainnya bisa belajar dua ceramah sehari, tetapi kami hanya bisa satu ceramah. Para praktisi yang datang ke kelompok belajar kami semua pergi setelah mereka melihat situasi ini. Seorang pengamat berkata, “Tidak ada yang membaca selamban kelompokmu.” Praktisi lain bertanya kepada saya, “Bisakah kamu meningkatkan diri dengan belajar bersama para manula itu?” Terkadang saya juga memikirkan berbagai keterikatan hati mereka, tetapi ketika saya melihat ekspresi ketulusan dan keyakinan mereka, saya merasa adalah tanggung jawab saya untuk selalu bersama-sama mereka.

Shifu pernah mengatakan, “Sebagai Shifu, saya tidak akan meninggalkan satu pengikutpun…” (“Ceramah Fa pada Konferensi Praktisi Wilayah Asia Pasifik). Saya bertanya pada diri sendiri, “Apakah kamu ingin membantu Shifu meluruskan Fa atau tidak? Mengapa kamu tidak mempunyai keinginan untuk memberi? Kamu terlalu egois. Kamu harus membantu para praktisi manula ini karena kamu tahu mereka mempunyai kesulitan. Bukankah ini bagian dari membantu Shifu meluruskan Fa? Kami harus berasimilasi dengan Dafa dan menunaikan misi penyelamatan makhluk hidup.”

Kami telah belajar bersama sejak 2005. sekarang setiap orang dapat membaca seluruh buku Zhuan Falun dan menghafal Lunyu serta beberapa puisi di dalam Hong Yin. Kami juga membaca ceramah Fa Shifu lainnya secara sistematis. Kecepatan membaca Fa juga telah meningkat.

Karena para praktisi manula ini mempunyai kesulitan dalam membaca Mingguan Minghui, saya membacakan untuk mereka seminggu sekali. Mendengar tentang keajaiban yang telah dialami oleh praktisi di seluruh dunia dalam melepaskan keterikatan hati, menahan penderitaan mereka, dan membantu Shifu meluruskan Fa, kami merasa terkesan, dan merasa bahwa jarak di antara kami dan mereka tidak terlampau besar.

Kami para praktisi manula cukup baik dalam mengklarifikasi fakta Falun Gong secara langsung. Seorang praktisi pulang ke kampung halamannya. Pertama kali pulang, dia kembali dengan membawa 80 nama orang yang mengundurkan diri dari Partai Komunis China (PKC) dan organisasi afiliasinya; saat kedua kali dia pulang, dia membawa lebih dari 40 nama orang-orang yang telah mundur. Kami mengisi setiap kesempatan dalam kehidupan sehari-hari kami untuk memberi tahu orang-orang tentang kebaikan Falun Gong.

Pada tahun-tahun belakangan ini, kami secara teratur pergi ke penjara setempat untuk memancarkan pikiran lurus jarak dekat seminggu sekali. Khususnya dalam dua tahun belakangan ini kami telah mampu menerobos hambatan yang ada pada diri kami dan bekerja sama dengan pihak keluarga praktisi yang dipenjara dan telah pergi untuk berbicara dengan pihak berwenang hingga para praktisi yang ditahan -  dilepaskan kembali.

2. Meningkatkan Xinxing Melalui Konflik

Karena setiap orang punya keterikatan hati, maka konflik pun kadang-kadang terjadi di dalam kelompok kami. Dengan melepaskan sifat keakuan  dan mencari ke dalam diri ketika konflik itu terjadi, maka kami pun kembali bersatu. Berikut adalah beberapa contoh.

- Mengapa Dia Tidak Menatap Saya

Pada tahun 2008, seorang praktisi mendatangi kelompok belajar kami untuk belajar Fa bersama selama beberapa hari. Dia berkata bahwa kelompok kami mempunyai lingkungan yang sangat baik. Dua praktisi dalam kelompok belajar kami baru saja tiba dari kampung halaman mereka guna mengklarifikasi fakta kepada orang-orang dan setiap orang ingin mendengarkan pengalaman mereka. Ketika salah seorang dari mereka berbicara, saya mendengarkan dengan penuh perhatian. Saya berpikir tentang perekaman dan pengeditan artikel untuk dipublikasikan pada situs Minghui. Tetapi seiring saya mendengarkan, hati saya berubah. Pembicara hanya menoleh kepada praktisi tamu yang datang berkunjung dan mengabaikan rekan-rekan lainnya. Saya merasa tidak tenang dan berpikir. “Mengapa dia bisa seperti itu? Dia sepenuhnya mengabaikan sebagian dari kami.” Ketika melihat praktisi lainnya, saya melihat mereka semuanya juga mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Saya ingin tahu mengapa mereka tidak bereaksi, tetapi hanya saya yang merasa demikian. Kemungkinan saya sendiri yang berketerikatan. Setelah pulang ke rumah, saya bercermin di depan kaca seraya berkata, “Siapakah kamu? Kamu terlalu egois. Kejadian hari ini adalah agar kamu melepas keterikatan hatimu.” Pada hari berikutnya, saya mendiskusikannya bersama kelompok belajar untuk mengekspos keterikatan hati saya sendiri.

- Mengirim Surat

Suatu hari di tahun 2009, para praktisi di daerah kami mulai mengklarifikasi fakta kepada orang-orang melalui surat. Ketika saya membagikan amplop kepada kelompok belajar kami, mereka  semua berkata bahwa mereka tidak bisa  menulis. Saya memberi tahu mereka untuk mencantumkan kode pos terlebih dahulu. Ketika salah satu dari mereka selesai dan berkata bahwa itu bukan pekerjaan berat, praktisi lain semua memegang amplop mereka dan membawa kepadanya. Dia mengambil amplop-amplop itu dengan tenang. Saya mendesak mereka untuk mengerjakannya sendiri, tetapi tidak ada yang mau mendengarkannya. Saya sangat tersinggung dan berpikir, “Saya ingin memberi kesempatan kepada kalian untuk membangun kewibawaan De kalian sendiri, tetapi kalian tidak mau. Praktisi itu terlalu bangga dengan dirinya sendiri. Sesungguhnya, saya mampu melakukan semua itu untuk kalian dengan mudah.” Hati saya tidak tenang. Kemudian ketika kami membahas tentang pengiriman surat-surat itu, saya memberi tahu mereka bahwa kami seharusnya tidak pergi semuanya dalam waktu bersamaan. Seorang praktisi berkata, “Mari pergi bersama-sama. Saya tidak takut.” Ketika mendengar itu, saya tiba-tiba mulai terisak-isak. Saya berpikir, “Apakah kamu pikir: saya takut? Kamu tidak tahu berapa banyak surat yang sudah saya kirim setiap bulannya.” Saya merasa sangat sedih dan menangis serta mengeluh, “Kamu perempuan tua tidak tahu apa-apa. Saya ingin memberikan kesempatan untuk membangun kewibawaan De-mu sendiri tetapi kamu menolaknya. Kamu mulai pamer begitu belajar sedikit hal.” Saya tidak pernah menyapa mereka sebagai “perempuan tua” sebelumnya. Kemudian mereka juga melihat apa yang terjadi dan mulai menenangkan hati saya. Saya  juga melakukan hal yang sama dan merasa bahwa mereka biasanya sangat baik hati. Kenyataan bahwa mereka semua tiba-tiba berani kepada saya adalah benar-benar untuk menyingkirkan keterikatan kesombongan saya.

- Seorang Praktisi Manula Membantu Saya

Seorang praktisi manula dalam kelompok belajar saya agak cerdik dalam banyak hal. Suatu ketika setelah belajar Dafa, kami membicarakan tentang masalahnya dan mencoba untuk membantunya. Tetapi dia menjadi tidak senang dan ingin pergi ketika kami menyinggung dua kejadian. Kemudian dia membeberkan perilaku saya ketika kami mengirim surat. Saya menjadi merah dan merasa panas. Saya menahan diri agar tidak bertengkar dengannya. Setelah pulang ke rumah, saya bertanya pada diri sendiri mengapa dia tidak mau mendengar. Saya berusaha untuk membantunya, tetapi sebaliknya dia menghina saya. Apa yang terjadi? Saya menemukan banyak keterikatan pada diri sendiri. Pengalaman ini ternyata menjadi sebuah kasus dimana rekan praktisi membantu saya, bukannya saya membantu dia.        

- Sedang Dibantu

Meskipun saya melewati kesulitan ini dan belajar mencari ke dalam, tetapi akar penyebabnya masih berada di sana. Kemudian saya mendengar secara tidak langsung beberapa kritikan dari praktisi lain tentang kelompok belajar kami seperti, “Pada tahap sekarang ini, orang-orang semua belajar Dafa, tetapi mereka masih belajar Mingguan Minghui.” “Mereka selalu saling bertengkar ketika berbagi pengalaman.” Dan seterusnya. Saya merasa kurang enak dan berkata pada Shifu di dalam hati, “Shifu, kesalahan apa yang telah saya perbuat? Apa mudah bagi saya untuk membimbing para praktisi manula ini? Bagaimana mereka bisa memperlakukan saya seperti itu? Dalam kelompok kami ini, disamping enam praktisi manula, juga ada tiga orang lebih yang tidak ikut bergabung untuk belajar Fa bersama. Satu orang berusia 87 tahun dan dua lainnya berusia 77 tahun. Saya mengirim Mingguan Minghui dan berbagi pengalaman dengan mereka setiap Minggu. Siapa membantu saya? Mereka masih mengkritik. Shifu merestui situs Minghui. Bagaimana bisa saya hanya membaca sendirian tanpa membantu praktisi yang lainnya. Saya melakukan ini bukan demi nama tetapi untuk membantu rekan-rekan praktisi manula agar mengikuti arus pelurusan Fa.“ Seiring saya berpikir demikian, tiba-tiba muncul di benak bahwa, meskipun saya melakukan bukan untuk mencari nama, tetapi saya sedang mencari pengakuan dari orang lain. Ketika mereka memuji kelompok belajar saya, saya bersikap merendah, tetapi dalam hati merasa senang. Saya merasa sedih ketika mereka mengkritik saya. Ini adalah keterikatan hati yang kuat yaitu tidak bisa menerima kritik, dan ini juga menyiratkan keterikatan saya akan nama, iri hati, nafsu bersaing, dan perasaan benci dendam yang tersembunyi. Saya berpikir, “Mereka bukanlah diri saya yang sejati. Biarkan mereka lenyap. Saya ingin menjadi praktisi yang sejati.” Saya sadar bahwa Shifu telah melihat saya mempunyai keterikatan ini dan secara berulang–ulang menggunakan peristiwa ini untuk menyingkirkan keterikatan saya. Bukankah Shifu sedang membantu saya?

3. Bekerja Sebagai Satu Kelompok Untuk Mengatasi Gangguan Dengan Pikiran Lurus

Lingkungan di rumah praktisi A sedikit rumit. Terkadang dia tidak bisa melepaskan diri dari gangguan dengan menggunakan pikiran lurusnya. Dia selalu tertidur dan tangannya terkulai ketika memancarkan pikiran lurus. Saya mengingatkan dia berulang kali agar kesadaran utamanya dijaga kuat. Kemudian kami pergi ke rumahnya untuk belajar Dafa dan berusaha membantunya membersihkan lingkungan itu. Pada hari itu dia terus menundukkan kepalanya, tidak mau melihat ke arah saya, dan dia nampak sangat gusar. Saya berkata, “Mari kita pancarkan pikiran lurus.” Benda-benda yang ada di ruang dimensi lain terdesak. Mereka merasa bahwa mereka tidak dapat tinggal lebih lama lagi di sana. Sehingga ketika saya memancarkan pikiran lurus, tangan praktisi tersebut bergoyang-goyang dan berkata, “Saya tidak mau pergi. Saya tidak mau pergi.” Saya bertanya, “Apa yang terjadi?” Dia berkata, “Mereka menyuruh saya pergi.” Saya berkata, “Siapa?” Dia berkata, “Sekelompok dari mereka.” Saya berpikir bahwa saya mutlak perlu terbebas dari mereka, sehingga saya berkata, “Anda tidak bisa pergi bersama mereka. Anda adalah praktisi Dafa. Anda dilindungi oleh Shifu.” Praktisi lainnya juga memberi tahu dia bahwa dia tidak bisa pergi bersama mereka. Dia menangis, “Shifu tidak melindungi saya. Andalah yang  melindungi saya.” Saya berkata, “Saya tidak dapat melindungi anda. Kami hanya bisa membantumu. Hanya Shifu yang bisa menyelamatkanmu.” Kemudian saya menyebutkan ceramah Shifu tentang solusi kebajikan dan akhirnya berkata, “Jika praktisi A berutang padamu di dalam sejarah, silakan pergi dan tunggu di sana. Tetapi jangan mengganggu dia, ketika dia sedang menjalankan kewajibannya untuk membantu Shifu meluruskan Fa, sebaliknya, jika kamu mengganggu, kamu dipandang telah melakukan kejahatan dan kami harus memusnahkanmu. Bahkan jika kami tidak melakukan, Fa alam semesta tidak akan mengijinkan kamu eksis, Shifu kami juga tidak memperkenankan pula.”

Kemudian dari praktisi A terdengar, “Dia akan baik-baik saja. Biarkan dia berkultivasi. Kami pergi sekarang.” A terjatuh di tempat tidur, pingsan. Kami semua memancarkan pikiran lurus. Tak lama kemudian, praktisi A membuka matanya dan bertanya kepada kami, “Kapan kalian datang?” Kami tidak bicara sepatah kata pun, tetapi saling melempar senyum. Saya tahu di ruang dimensi lain, pasti telah terjadi pertarungan hebat antara kebaikan dengan kejahatan. Atas pertolongan Shifu dan kerja sama kelompok, praktisi A terselamatkan.

* * * * * * *

Praktisi di dalam kelompok kami telah bersama-sama selama enam tahun sekarang. Terkadang seorang praktisi manula akan menyampaikan terima kasih kepada saya. Saya tahu ini adalah Shifu yang mengatur saya untuk melakukan itu. Kami telah membuat janji kami dan bersumpah untuk turun ke bumi membantu Shifu meluruskan Fa. Sekarang kami telah menyatu ke dalam belas kasih Shifu dan mengultivasi diri kami. Kami telah melepaskan keterikatan kami dan meningkatkan Xinxing (watak, kualitas moral) kami, dan menjadi semakin dewasa sementara membantu Shifu meluruskan Fa. Saya ingin memberi tahu rekan-rekan semua bahwa, dengan perlindungan Fa dan Shifu yang Agung, kelompok belajar kami tidak akan jatuh tertinggal. Mari kita saling bergandengan tangan dan mengikuti Shifu pulang ke rumah.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2011/11/16/明慧法会--让我们手牵手-一起跟师父回家-249163.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/11/24/129677.html