Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Berbagi Pengalaman Dari Dua Pameran Seni Tahun 2012 di Swedia

25 Des. 2012 |   Oleh seorang praktisi di Swedia


(Minghui.org) Swedia telah mengadakan empat Pameran Seni Sejati-Baik-Sabar tahun ini, semua berlokasi di selatan Swedia. Diadakan di Kota Bjärred dekat Lund di bulan April, selama dua minggu di Båstad di bulan Juli selama turnamen tenis, dan empat minggu di Malmö Agustus-September. Lusinan lukisan juga di pamerkan dalam bulan Oktober pada pameran expo di Limhamn dekat Malmö.

Saya berperan sebagai pemandu di dua pameran itu, di Bjärred dan Malmö, Gallery Ocampo. Mereka tentu saja berbeda tempat, ukuran serta penduduknya. Bjärred berpenduduk kira-kira 10.000, sedangkan Malmö memiliki sekitar 305.000. Malmö adalah kota terbesar ketiga dan daerah pendudukan Skåne, provinsi administratif .

Meskipun perbedaannya sangat besar dalam jumlah penduduknya, ada sekitar jumlah yang sama dari pengunjung kedua pameran itu, kira-kira 700 orang. Keuntungannya di Bjärred adalah pameran diadakan di toko yang kosong dan Pecinta Seni bisa menggunakannya dengan gratis. Terletak di tengah Shopping Mall, dan ketika orang-orang melewatinya, mereka melihat pameran dan mampir untuk melihat-lihat. Banyak orang-orang penting di masyarakat datang untuk melihat lukisan yang indah dan ekspresif ini.  

Namun di Malmö, pameran berada di dalam mall yang sedang dalam perbaikan. Ada beberapa toko, dengan para pekerja bangunan yang sedang menyelesaikan tempat. Di samping itu malnya agak jauh. Seorang praktisi di Malmö pernah melihat di mal itu ada sebuah galeri seni dan ia menghubungi pemiliknya. Harga sewanya masuk akal dan kami bisa berpameran selama hampir sebulan. Bersama dengan masyarakat pecinta seni, diputuskan bahwa kami akan mengadakan pameran di sana, walaupun galeri seni tidak begitu menarik perhatian. Kami memamerkan 42 dari 68 lukisan.

Di Skåne cukup banyak praktisinya, tetapi kebanyakan dari mereka bukan dari kelompok seni. Sangat melelahkan bagi praktisi yang telah mengadakan dua pameran di Skåne. Jadi agak susah untuk mendapatkan praktisi yang mau menjadi pemandu pengunjung di pameran Malmö. Hanya ada dua pemandu selama satu minggu, sementara di minggu lainnya ada tiga atau empat pemandu. Banyak praktisi bekerja dan hanya bisa mengunjungi pameran di hari Sabtu. Pada suatu sabtu kami hanya berempat, banyak orang yang datang melihat pameran ketika salah satu dari kami berdiri di pintu dan berbicara tentang pameran kepada orang yang lewat.

Praktisi yang lain di Skåne tidak memiliki pemahaman signifikan yang menyeluruh terhadap pameran—bahwa pameran dapat menyelamatkan orang—walaupun beberapa praktisi di kelompok seni menghadiri pertemuan dan menjelaskan masalahnya kepada mereka. Hasilnya, bagaimanapun masih baik, karena empat atau lima praktisi membawa siswa mereka, kolega, dan teman-teman untuk melihat pameran, yang sangat menghargai.

Adalah penting untuk membagikan materi secara luas, terutama di sini, karena letak galeri seni agak jauh dan tidak terlalu menarik perhatian. Ada praktisi ingin membagikan materi di pinggiran kota dan di pusat kota, sementara praktisi yang tinggal di kota berjalan kaki atau naik bus pergi ke tempat berbeda membagikan materi, karena dia mengetahui kotanya. Selebihnya kami dari bagian lain Swedia memasang lukisan dan memandu orang-orang di pameran.

Inilah yang membawa orang-orang melihat pameran, dan beberapa dari mereka memberitahu saya bahwa mereka datang karena telah menerima brosur. Banyak pejalan kaki yang tidak mempunyai banyak waktu melewati galeri untuk ke toko atau makan siang, tapi mereka berjanji untuk datang kembali untuk melihat lukisan yang bagus. Malmö mempunyai banyak orang seni dan mereka juga datang melihat lukisan.

Karena banyak pelukis melihat pameran, kami harus menjelaskan berulang-ulang bahwa lukisan merupakan repro digital di atas kanvas. Banyak orang bertanya tentang masalah ini. Kemudian kami berdiskusi apakah nanti ada harus mencantumkan keterangan atau tidak dalam mempromosikan lukisan, dan koordinator bertanya pada professor Zhang tentang hal itu. Professor Zhang mengatakan tidak perlu, tapi jika seseorang bertanya tentang lukisan aslinya kita bisa mengatakan bahwa lukisan itu merupakan repro digital di atas kanvas. Kami memberitahu orang-orang yang bertanya sebelumnya bahwa ini adalah pameran keliling, dan para pelukis menginnginkan banyak orang yang melihat lukisannya, jadi tidak memungkinkan jika kami hanya punya satu set lukisan asli. Banyak pengunjung memahami hal ini.

Saya belum pernah mengikuti seluruh proses penyiapan pameran seni sebelumnya, yaitu, pekerjaan menggantungkan karya seni, memandu selama pameran, dan menurunkannya. Ada banyak pekerjaan dalam pameran baik sebelum dan sesudahnya. Ketika tidak ada pameran, lukisan berada di Swedia Barat, dikemas menjadi empat atau lima kotak kayu yang besar dan harus dikembalikan bersama dengan bahan-bahan lainnya, seperti bor, poster, peralatan, perlengkapan dapur, dsb.

Bahkan ketika kami sedang merencanakan bagaimana lukisan akan digantung, ada orang yang ingin melihatnya. Seorang perempuan ingin melihat lukisan dan saya terangkan sedikit. Dia berkata dia mengerti pesan spiritual pada lukisan karena dia sendiri pernah dihidupkan kembali dari kematian, dan dari semua itu, telah melihat makhluk surga menyerupai malaikat barat.

Saya percaya bahwa Guru akan mengirim orang-orang yang punya takdir pertemuan dengan Dafa ke pameran, dan telah dibuktikan pada beberapa kesempatan. Seorang perempuan berbahasa Inggris datang melihat dan memberitahu saya, dia biasanya tidak melewati galeri ini, tapi sekarang dia melewatinya. Dia sangat senang telah datang dan dia tahu mengunjungi pameran ini bukanlah suatu kebetulan, dia juga menuliskannya di buku tamu.

Saya telah membaca artikel berbagi pengalaman dari Inggris bahwa kita harus menempatkan lukisan Buddha menghadap pintu masuk karena ketika ada orang lewat gerakan isyarat tangan Buddha akan terlihat. Saya melihat beberapa orang yang melihat gambar Buddha memutuskan untuk masuk.

Ada sekelompok pelajar kira-kira berumur 16-17 tahun sedang mengunjungi Malmö bersama guru mereka. Mereka sedang berhenti untuk menunggu siswa lainnya, mereka berdiri dekat lukisan Buddha. Sewaktu sedang menunggu, saya mengundang mereka, ternyata gurunya sangat tertarik mendengarkan tentang penganiayaan dan perampasan organ. Para siswa tidak mengerti simbol Wan di dalam Falun, jadi kami minta gurunya untuk menjelaskan kepada siswanya agar mereka mendapatkan gambaran yang jelas. Gurunya berkata bahwa hal seperti itu sudah tidak menjadi kurikulum di sekolah. Sisiwa terakhir yaitu dua orang anak laki-laki agak berbeda dengan siswa-siswa yang datang lebih awal. Kedua anak itu menunjukkan minat yang besar dalam kisah dibalik lukisan. Jadi dengan telatnya mereka, mereka telah membantu kelompok itu untuk datang dan melihat lukisan.

Selama dalam pameran ada beberapa peristiwa yang terjadi di kota. Sebuah festival yang besar yang dihadiri banyak artis dari Swedia dan dari luar negeri. Praktisi yang membagikan materi suatu malam pergi menonton festival dan bertemu dengan seorang Raja Tango Finlandia, seorang penyanyi yang sangat bagus yang terpilih sebagai penyanyi terbaik, seorang raja. Dia memberikan brosur pameran. Hari berikutnya ia datang bersama pacarnya. Ia dan pacarnya belum pernah mendengar Falun Gong di Finlandia, jadi mereka memperoleh informasi tentang tempat latihan di Helsinki.

Malmö Art Hall (Malmö Konsthall), salah satu ruang pameran terbesar di Eropa untuk seni kontemporer, adalah salah satu tempat yang tidak bisa kami pesan untuk pameran kita. Seorang perempuan yang datang melihat pameran menulis di buku tamu, “Terima kasih atas panduannya untuk seni yang luar biasa ini. Dengan segala hati saya berharap Anda bisa pameran di Malmö Art Hall. Setiap orang seharusnya melihat ini dan mengetahui apa yang sedang terjadi. Terima kasih.”

Banyak orang menulis di buku tamu. Para pengunjung melihat harapan dan suka cita meskipun berada dalam penganiayaan yang berat. Mereka berharap China bisa bebas, dan terpesona dengan lukisan, “Terima kasih telah menjelaskan tentang apa yang sedang terjadi di China dan telah terbuka dengan semua pertanyaan saya.” Orang-orang telah melihat penderitaan dan keindahan dalam lukisan dan menghargai pesan yang disampaikan.

Saya menyadari bahwa selama pameran, kultivasi saya tampaknya terpusat pada melenyapkan keterikatan kenyamanan. Saya berhenti bekerja kira-kira enam tahun yang lalu dan tinggal dengan nyaman di rumah, dimana saya dengan bebas dapat merencanakan pekerjaan saya di The Epoch Times dan kegiatan Dafa lainnya. Selama pameran diperlukan kedisiplinan yang lebih melakukan latihan, belajar Fa, dan berada di pameran dari jam 10.00 pagi sampai jam 06.00 sore. Saya juga harus melakukan pekerjaan The Epoch Times setelah pameran tutup di malam hari.

Pada akhir pekan dan ketika pameran tidak di buka, kami punya kegiatan promosi lainnya, jadi kami tidak pernah punya waktu libur. Ketika tidak ada banyak orang di pameran, kami membuat  bunga lotus kertas yang akan kami berikan kepada para pengunjung. Saya melakukan perjalanan pulang pergi dari apartemen saya di tengah Swedia, jadi saya harus mengatur keuangan saya dengan baik.

Seorang praktisi di Malmö memberikan saya penginapan. Dia tinggal di sebuah kamar apartemen yang kecil dengan sebuah dapur, dekat dengan pusat kota. Minggu pertama saya tidur di bangku, yang sedikit pendek dan kaki saya mengelantung. Minggu kedua di malmo saya menyewa kamar dan harus menyeret barang bawaan saya selama satu jam. Saya benar-benar lelah sampai di sana. Setelah itu saya harus membeli tiket bus.

Minggu ketiga, saya kembali ke sofa praktisi selama beberapa hari. Minggu ke empat saya berada di losmen untuk beberapa malam dan kemudian harus bepergian lagi dengan kereta api bersama praktisi lain ke kota terdekat dimana kami harus berganti kamar dua kali. Hari terakhir ketika kami menurunkan lukisan, saya kembali ke sofa, dan seorang praktisi tidur di lantai beralaskan matras. Saya menyadari saya terlalu banyak tidur di rumah dan terlalu nyaman. Walaupun saya tidak mempunyai tempat tidur yang bagus, saya dapat tidur dengan baik sebab saya terlalu lelah.

Tentu saja itu merupakan ujian xinxing juga, saya tidak memiliki cukup Ren (kesabaran) untuk praktisi sementara saya tidak merasa sulit untuk bersabar dengan manusia biasa. Di rumah saya tidak perlu bicara banyak karena saya hidup sendiri, tapi sekarang saya harus berbicara sepanjang hari, berbicara dengan pengunjung dan juga dengan para praktisi yang berbeda.

Saat itu sebenarnya sangat melelahkan. Dengan belajar Fa setiap hari saya berhasil melewati tanpa ada konflik yang besar.

Terima kasih Shifu. Terima kasih teman-teman praktisi.

(Dipersembahkan di Fahui pertemuan seni Eropa di Brussel)

English version click here