Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Dua Kisah Kultivasi Sejati Saya Dalam Kehidupan Sehari-hari

20 Feb. 2012 |   Oleh: pengikut Dafa dari Dalian di Provinsi Liaoning, China

Dari Konferensi Berbagi Pengalaman via Internet Kedelapan untuk Praktisi di China


(Minghui.org) Salam, Guru terhormat! Salam, rekan-rekan praktisi!

Saya menuliskan beberapa pengalaman saya dalam kultivasi dan ingin berbagi dengan praktisi lainnya.

Mengultivasi diri sendiri dengan sungguh-sungguh dalam lingkungan keluarga

Saya berumur 59 tahun. Saya mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, termasuk berbelanja bahan makanan sehari-hari, memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan lain-lain. Suami saya di-PHK beberapa tahun yang lalu dan belum bekerja sejak itu. Ia bermain Mahjong sepanjang hari. Suatu kali saya bercanda dengannya dan berkata, “Kamu sangat beruntung, kamu tidak melakukan apa pun dan bergantung pada saya untuk hidup.” Ia segera beranjak dari sofa, melempar surat kabarnya ke lantai, dan mulai meneriaki saya. Ia bahkan bertindak seperti hendak memukul saya. Saya kaget, tetapi saya menolerirnya. Bagaimanapun, apa yang saya katakan adalah nyata: ia belum bekerja tetapi telah tinggal di rumah selama 8 tahun, dan ia hanya berumur 50-an. Mengapa ia tidak pergi dan mencari pekerjaan? Saya membantunya mencari pekerjaan, tetapi ia mengeluh bahwa gajinya terlalu rendah atau tempat kerjanya terlalu jauh dari rumah. Ia selalu mempunyai alasan untuk tidak bekerja. Saya sering bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya masih mempunyai keterikatan terhadap keuntungan pribadi? Mungkin saya pernah berutang padanya dalam kehidupan sebelumnya.” Saya tahu menanggung penderitaan sesungguhnya adalah hal yang baik. Untuk menghemat, setiap hari saya membeli makanan di pasar yang jauh karena harganya lebih murah. Setelah selesai makan, ia menonton TV dan tidak pernah mencuci piring. Semakin membuat saya marah ketika ia meminta 8.000 yuan untuk membayar hutang yang ia pinjam untuk bermain Mahjong. Melihat wajah sedihnya, saya marah dan cemas.

Saya tidak dapat tidur pada malam harinya. Kita harus membayar hutang merupakan prinsip alam semesta. Apakah hati saya tergerak oleh hutang? Bukankan kejadian ini menargetkan keterikatan hati saya?

Dari Fa, saya menyadari bahwa keluarga juga adalah sebuah lingkungan kultivasi, jadi pasti berhubungan dengan peningkatan saya. Saya mengingatkan diri sendiri bahwa Guru menghendaki kita untuk memikirkan orang lain terlebih dahulu dan menyadari bahwa orang yang meminjamkan uang kepada suami saya pasti akan cemas jika tidak dikembalikan. Berpikir mengenai hal ini, saya segera pergi menarik 8.000 yuan dari bank dan membuat suami mengembalikan uangnya tepat waktu.

Setelah ia pergi, saya banyak menangis. Saya selalu hidup dengan hemat, tetapi saya murah hati terhadap orang lain. Saya harus melepaskan keterikatan akan kekayaan dan materi. Bagaimanapun, setelah saya memberikan uang kepadanya, saya sering kali mengingat betapa buruknya ia memperlakukan saya dahulu, terutama ketika ia kehilangan kesabarannya dan meneriaki saya. Ingatan ini kembali muncul dalam benak saya.

Meskipun saya tidak bertengkar dengannya, saya tidak dapat melepasnya di dalam hati. 8.000 yuan itu membuat saya tidak peduli prinsip ‘kehilangan dan memperoleh.’ Guru memberi tahu kita dalam Zhuan Falun,

“Anda tahu, setelah mencapai tingkat Arhat, peristiwa apa pun yang dialami tidak akan diletakkan ke dalam hati, segala urusan manusia biasa sama sekali tidak akan diletakkan ke dalam hati, dan selalu tertawa gembira, betapa besar telah dirugikan juga tertawa gembira tidak peduli.”

Bukankah kita ingin berkultivasi sampai sebuah tingkat yang lebih tinggi dari seorang Arhat? Jika kita kehilangan sesuatu, pasti ada alasannya.

Ia akan meledak jika saya mengkritiknya. Apakah saya mempunyai masalah yang sama? Saya mencari ke dalam dan menyadari bahwa saya juga demikian. Reaksinya kepada saya pada hari itu tertuju pada mentalitas saya. Jika ia tidak bereaksi dengan begitu kuat, saya tidak akan dapat menemukan masalah diri sendiri.

Di antara kami, biasanya ia lebih tenang, dan saya cenderung memarahi dan mengatur orang lain. Jika ia mempunyai beberapa kritik terhadap saya, saya tidak dapat menahannya. Saya seseorang yang agak bermuka-dua, dan saya tidak menempatkan diri selaku seorang praktisi di rumah. Namun di depan orang lain, terutama praktisi Dafa, biasanya saya tampak sangat rajin dan berbicara sesuai dengan Dafa. Orang lain mengira saya berkultivasi dengan baik, tetapi itu adalah mentalitas pamer saya dan membuktikan diri sendiri. Saya tidak memikirkan keluarga saya sebagai sebuah lingkungan untuk berkultivasi.

Setelah saya menemukan mentalitas yang tidak benar ini, kehidupan keluarga saya meningkat, dan sekarang kami saling menghormati. Ketika konflik mencuat, ia berkata itu kesalahannya dan saya berkata itu kesalahan saya. Dafa sangat ajaib. Selama Anda mengultivasi diri sendiri dengan baik, lingkungan sekeliling akan berubah. Sikapnya terhadap Dafa telah sangat berubah. Ketika orang berbicara buruk mengenai Dafa, ia menunjuk pada orang tersebut dan berteriak, “Diam! Apa yang Anda tahu mengenai Falun Gong? Jika Anda tidak tahu, jangan berbicara sampah.”

Ketika Anda telah menaikkan tingkat Anda melalui belajar Fa yang terus-menerus, segalanya akan berubah. Anda akan memperoleh dengan sendirinya jika tidak mengejarnya. “Kultivasi tergantung pada diri sendiri, sedangkan transformasi Gong tergantung pada Shifu.” (Zhuan Falun) Suatu hari, putra saya tiba-tiba memberi tahu saya bahwa ia ingin belajar Dafa. Saya memberikan Zhuan Falun kepadanya dan ia membacanya dengan bersemangat. Sebelum 20 Juli, saya pernah membawanya ke sebuah kelompok belajar Fa ketika ia masih di sekolah dasar. Kemudian, ia melangkah ke dalam kultivasi Dafa.

Gigi saya

Salah satu gigi depan saya tanggal dan saya pergi ke klinik dokter gigi untuk memperbaikinya. Ketika dokter sedang menyumbat, ia melihat bahwa gusi saya meradang dan bengkak. Di samping saraf yang terbuka juga ada nanah dan darah. Ia terlalu takut untuk menyumbat dan sangat berbahaya untuk melakukannya. Saya tidak tergerak sama sekali dan berkata kepadanya, ”Saya berkultivasi Falun Gong. Saya adalah seorang praktisi, dan segalanya akan baik-baik saja setelah saya kembali ke rumah dan melakukan latihan.” Saya memberi tahu keajaiban Dafa kepadanya, tetapi ia tetap tidak bersedia menyumbatnya. Ia berkata bahwa sekali ada radang di dalam, setelah menyumbatnya, radang dapat menyebar ke otak.

Saya bersikeras agar ia menyumbatnya. Dokter itu tidak mempunyai pilihan dan berkata, ”Anda yang menginginkan—itu semua risiko Anda sendiri.” Saya berkata, ”Tidak usah khawatir.” Setelah saya pulang ke rumah, saya segera belajar Fa.

Untuk waktu yang lama, gigi saya baik-baik saja dan tidak ada bengkak maupun sakit. Sedikit demi sedikit, saya berpikir ini karena saya berkultivasi dengan baik, dan saya mempunyai mentalitas pamer. Sebenarnya, setelah saya kembali dari klinik malam itu, saya demam dan gigi saya sakit. Saya berbaring di ranjang melafal Lunyu sebelum terlelap. Ketika saya bangun keesokan paginya, segalanya baik-baik saja. Sesungguhnya Guru-lah yang telah menanggungnya untuk saya, tetapi saya berpikir saya telah berkultivasi dengan baik. Berangsur-angsur, saya bersantai dalam kultivasi dan saya ingin makan ini dan itu. Banyak yang tidak dapat saya makan karena sakit gigi, tetapi sekarang saya dapat memakannya. Suatu hari, saya merasa dingin. Gigi saya sangat sakit sehingga saya tidak dapat membuka mata saya. Saya berpikir akan baik-baik saja setelah saya bangun keesokan harinya. Saya mempunyai sebuah janji dengan teman sekelas dulu untuk berenang keesokan harinya. Wajah saya tidak boleh bengkak, karena mereka semua mengetahui bahwa saya berkultivasi Dafa. Saya tidak boleh memalukan citra Dafa, tetapi saya tidak dapat tidur malam itu. Saya menggunakan 2 lapis selimut untuk menutupi diri sendiri, tetapi saya tetap merasa sangat dingin. Gigi sangat sakit sehingga saya tidak dapat menutup mulut dan terus mengeluarkan air liur. Keesokan paginya, saya bercermin. Wajah saya seluruhnya bengkak, dan saya tidak dapat membuka mulut, tetapi saya tetap pergi ke kolam renang. Teman sekelas melihat saya dan bertanya apa yang terjadi. Sekitar pukul 2 sore, bengkaknya menjadi semakin parah dan saya demam. Saya bahkan tidak dapat melihat kaki saya. Mereka semua ketakutan dan ingin membawa saya ke rumah sakit. Saya berkata, “Tidak perlu. Saya akan pulang ke rumah. Kalian nikmati saja.” Saya menahan sakit dan pulang ke rumah dengan tangan memegangi wajah. Saya bercermin dan melihat bahwa hidung saya berubah, kelopak mata bawah mencuat keluar, dan mulut saya juga sangat bengkak. Saya membuka kedua bibir dengan tangan dan melihat bahwa gusinya telah muncul dan seluruhnya bengkak.

Saya menutupi mulut dengan tangan, dan takut menarik nafas, karena itu menimbulkan sakit yang luar biasa pada gigi. Saya memanggil Guru di dalam hati dan tidak dapat menghentikan tangisan. Saya tidak seharusnya memperlakukan belas kasih Guru dengan sambil lalu, seperti hal sepele. Setelah saya disumbat, saya ingin menyantap seluruh makanan yang saya lihat. Saya berpikir mengenai makan malam setelah saya selesai memasak makan siang. Saya berusaha untuk memasak makanan yang berbeda-beda jenisnya. Saya menghabiskan waktu dengan berbelanja, memasak, dan makan, dan lupa bahwa saya adalah seorang praktisi. Guru menginginkan kita untuk melakukan tiga hal dengan bergegas, tetapi saya malah memuaskan diri sendiri dan celah saya dimanfaatkan oleh kekuatan lama.

Saya segera duduk dan memancarkan pikiran lurus untuk melenyapkan gangguan dan penganiayaan kekuatan lama, ”Guru, pengikut Anda salah. Mulai sekarang, saya akan memperbaiki diri sendiri jika saya menemukan kesalahan.” Saya merasa jauh lebih baik ketika saya bangun keesokan paginya. Bengkaknya hilang dan hidung serta mata saya terlihat normal. Suami berkata, ”Saya sangat kagum. Penyakit tersebut datang dan hilang dengan sangat cepat. Kemarin sangat mengerikan, tetapi hari ini segalanya terlihat baik-baik saja.”

Selain itu, saya juga mempunyai mentalitas pamer yang kuat. Sebuah gigi tanggal, tetapi sebuah gigi baru tumbuh di tempat tersebut. Saya berpikir saya telah berkultivasi dengan baik. Saya selalu memberi tahu orang lain bahwa Dafa sangat luar biasa dan tidak ada yang tidak mungkin selama saya berkultivasi dengan baik. Saya memberi tahu mereka saya bahkan tumbuh gigi baru ketika saya sudah berumur 50-an. Ketika orang lain memuji, saya merasa sangat senang dan puas diri pun muncul. Tidak lama setelah itu, gigi saya kembali tanggal dan sebuah gigi baru mulai tumbuh. Melihat ujung gigi baru, saya sering kali menyentuhnya dan ingin ia tumbuh lebih cepat. Bagaimanapun, ia hilang kembali ke dalam gusi. Saya tahu ini adalah untuk menyingkirkan keterikatan hati. Kultivasi adalah serius—kita berada di sini untuk membuktikan Dafa dan bukan diri sendiri. Masalah akan muncul sekali pikiran kita tidak lurus.

Ini adalah beberapa pengalaman saya dalam kultivasi. Saya tahu ini jauh dari standar yang Guru kehendaki. Kita perlu menjadi lebih rajin dan menunaikan sumpah janji kita di masa lampau dalam membantu Guru meluruskan Fa.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/12/4/明慧法会---在现实生活中的两段实修经历-249510.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/12/14/130093.html