Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Ayah Dipenjara, Ibu Disiksa Hingga Meninggal

22 Feb. 2012 |   Oleh: koresponden Minghui di Provinsi Heilongjiang


Nama: Wang Yunlong (万云龙)
Jenis Kelamin: Laki-laki
Umur: Tak diketahui
Alamat: Tak diketahui
Pekerjaan: Tak diketahui
Tanggal Penangkapan Terakhir: 13 November 2011
Tempat Penahanan Terakhir: Pusat Rumah Tahanan No. 2 Shuangcheng (双城第二看守所)
Kota: Shuangcheng
Provinsi: Heilongjiang
Penganiayaan yang Diderita: Kerja paksa, penyiksaan, penahanan

(Kebijakanjernih,net) Sejak Jiajia masih gadis kecil, keluarganya telah dicerai-beraikan oleh Partai Komunis China (PKC). Ayahnya, Wang Yunglong sejak Juli 1999 tak henti-hentinya dianiaya oleh PKC karena keyakinannya pada Falun Gong. Untuk menghindari penganiayaan, ia terpaksa meninggalkan rumah. Ibunya, Wang Liqun juga seorang praktisi, pada tahun 2002 terpaksa meninggalkan rumah untuk menghindari penangkapan dan penahanan.

Jiajia sebatang kara, tak seorang pun yang mengasuhnya. Sepulang sekolah ia langsung mencari pekerjaan dan bekerja keras untuk menopang kehidupannya. Ketika ia telah berumur 22 tahun, dia mendengar kabar kalau ibunya telah meninggal akibat siksaan di Pusat Penahanan Shuangcheng.

Pada 13 Nopember 2011, lebih dari 100 anggota polisi menggerebek rumah-rumah praktisi di Shuangcheng. Mereka menembakkan gas air mata ke dalam rumah. Banyak yang tercekik dan tidak dapat melihat. Belasan praktisi telah ditangkap dan dibawa pergi. Di antaranya adalah ayah Jiajia. Sekarang ia ditahan di Pusat Penahanan No.2 Shuangcheng.

Jiajia belum pernah melihat ayahnya sejak ia ditangkap. Jiajia baru bisa melihatnya ketika ayahnya dalam keadaan kritis di kamp kerja paksa. Pihak berwenang di kamp memberi tahu kepada keluarga agar menjemputnya.

Orang-orang yang bertanggung jawab dalam penganiayaan:
Wang Yubiao, Divisi Keamanan Domestik Shuangcheng.
Xiao Jitian, Divisi Keamanan Domestik Shuangcheng

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/12/23/母亲被害死-父亲陷冤狱-250932.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2012/2/15/131472.html