Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Zhang Yulong Seorang Insinyur Disiksa di sebuah Rumah Sakit Jiwa selama Lebih dari Sepuluh Tahun

28 Feb. 2012 |   Oleh: koresponden Clearwisdom dari Provinsi Jiangsu, China


Nama: Zhang Yulong (张玉龙)
Jenis kelamin: Pria
Usia: Tidak diketahui
Alamat: Tidak diketahui
Pekerjaan: Insinyur di Institut Penelitian Nanjing Keempat Belas
Tanggal Penagkapan Terakhir: 2002
Tempat Penahanan Terakhir: Rumah Sakit Otak Nanjing (南京脑科医院)
Kota: Nanjing
Provinsi: Jiangsu
Penganiayaan yang Diderita: Hukuman ilegal, injeksi/pemberian obat paksa, dipukuli, ditahan di rumah sakit jiwa

(Minghui.org) Praktisi Falun Gong, Zhang Yulong, mantan insinyur di Institut Penelitian Nanjing Keempat Belas, telah ditahan di Rumah Sakit Otak Nanjing (sebuah rumah sakit jiwa) selama lebih dari sepuluh tahun. Istrinya memberitahukan anak mereka bahwa Zhang berada di luar negeri.

Telah dilaporkan bahwa Zhang dipaksa makan obat dan disuntik setiap hari. Ia telah dicelakai baik fisik maupun mentalnya. Ia menjadi tidak waras dan tidak lagi bisa merawat diri sendiri.

Zhang ditahan di Kamp Kerja Paksa Fangqiang pada tahun 2000 dan 2001. Pada tahun 2000, otoritas kamp kerja mengirim personilnya ke Kamp Kerja Paksa Masanjia untuk dilatih. Ketika mereka kembali, mereka memperberat penindasan terhadap praktisi Falun Gong.

Mereka menerapkan metode yang disebut “tiga afiliasi” untuk mengawasi dengan ketat dan menindas praktisi. Dua narapidana ditugaskan untuk mengawasi seorang praktisi setiap jam, bahkan ketika mereka sedang menggunakan toilet atau mencuci. Jika praktisi yang sedang diawasi “berkelakuan baik” (artinya ia melepaskan keyakinannya terhadap Falun Gong), kedua narapidana mengumpulkan nilai untuk mendapatkan pengurangan hukuman. Dengan tawaran seperti itu, tahanan kriminal dengan kejam menyiksa praktisi, menghilangkan hak-hak asasi mereka yang paling dasar. Praktisi bahkan tidak diijinkan untuk berbicara dengan praktisi lain.

Pada bulan April 2001, narapidana memukul Zhang dengan sepatu diwajahnya. Kepala, wajah, hidung dan mulut Zhang jadi membengkak dan berubah bentuk.

Zhang dibebaskan dari kamp kerja di tahun 2001. Ia dibawa dengan paksa ke Rumah Sakit Otak Nanjing di tahun 2002. Zhang Chang’ai dan beberapa pejabat dari kantor 610 Institut Penelitian Nanjing Keempat Belas sering mengancam orangtua Zhang dan memaksa mereka untuk menandatangani surat ijin untuk memasukan Zhang ke rumah sakit.

Institut Penelitian Nanjing Keempat Belas, bekas tempat kerja Zhang, adalah sebuah institut besar yang mempekerjakan hampir 300 orang praktisi sebelum penindasan Falun Gong dimulai. Namun, sejak Partai Komunis China (PKC) mulai menindas Falun Gong pada bulan Juli 1999, institut tersebut telah berubah menjadi titik fokus penindasan di daerah Nanjing.

Dua orang praktisi dari institute ini telah meninggal dunia akibat penindasan. Ma Zhenyu (pria), Wang Jianbin (pria), dan Jiao Liqun (wanita) dipecat, Ma dan Wang dijatuhi hukuman masing-masing tujuh dan enam tahun penjara, Zhang Aidong (wanita) dan Yu Jianshe (pria) ditekan untuk pensiun lebih awal. Beberapa lusin praktisi dipaksa mundur dari jabatannya. Sedikitnya selusin praktisi dihukum kerja paksa, dan banyak yang ditahan. Sekitar 70 orang praktisi dibawa ke pusat cuci otak, dan beberapa diantaranya berulang kali ditahan. Petugas juga memeras uang dalam jumlah besar dari beberapa praktisi. Jiao Liqun, Zhang Yulong, dan seorang praktisi lain dibawa dengan paksa ke rumah sakit jiwa. Zhang telah ditahan di Rumah Sakit Otak Nanjing selama lebih dari sepuluh tahun.

Kami menyerukan tindakan mendesak untuk menyelamatkan Zhang dan membantunya mendapatkan kembali hidupnya.

Pihak-pihak yang terlibat dalam penindasan:


Zhang Chang’ai, wakil kepala kantor 610 Institut Penelitian Nanjing Keempat Belas: +86-13851621534 (Hp), +86-25-83711820 (Rumah)
Rumah Sakit Otak Nanjing: +86-25-82296102 (Siang), +86-25-82296072 (Malam), +86-25-83726557

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2012/2/3/南京十四所张玉龙被关在精神病院迫害十余年-252660.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2012/2/22/131643.html