Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Irlandia : Praktisi Falun Gong Menyerukan Agar Penganiayaan Diakhiri

7 April 2012

(Minghui.org) Pada tanggal 21 Maret 2012, tepat sebelum Perdana Menteri Irlandia Enda Kenny melakukan kunjungan resminya ke China, Himpunan Falun Dafa di Irlandia mengadakan konferensi pers di luar gedung Parlemen Irlandia, menyerukan kepada Perdana Menteri untuk mengangkat masalah Falun Gong selama kunjungannya di China. Perwakilan Falun Dafa mengajukan petisi yang mengutuk penganiayaan dengan 20.000 tanda tangan dukungan kepada PM Kenny.


Konferensi Pers


Memeragakan sebuah metode penyiksaan yang dialami praktisi di China


Praktisi menyerahkan petisi dan tanda tangan kepada Perdana Menteri


Fang Yang, seorang praktisi Falun Gong, sedang dianiaya di China

Juru bicara Himpunan Falun Dafa Irlandia menyerukan kepada Perdana Menteri untuk mengangkat masalah Falun Gong dan hak asasi manusia ketika ia mengunjungi China. Dia mengajukan empat permintaan kepada Perdana Menteri:

1. Meminta Partai Komunis China (PKC) untuk menghentikan penganiayaan yang sudah berlangsung lebih dari 12 tahun terhadap Falun Gong, yang telah menimbulkan kematian setidaknya 3.500 praktisi.

2. Meminta PKC mengajukan orang-orang yang bertanggung jawab atas penganiayaan ke pengadilan, termasuk Jiang Zemin, Luo Gan, Zhou Yongkang, Liu Jing, dan Bo Xilai. Orang-orang ini bertanggung jawab penuh atas semua jenis penyiksaan yang diterapkan kepada para praktisi Falun Gong.

3. Melakukan investigasi terhadap kejahatan pengambilan organ dari praktisi Falun Gong yang masih hidup.

4. Meminta kepada PKC untuk mengembalikan paspor Yang Fang. Yang adalah seorang mahasiswi China dan praktisi Falun Gong yang belajar di Irlandia. Dia kembali ke China pada tahun 1999, memohon hak untuk berlatih Falun Gong, dan ditangkap. Paspornya disita. Pada tahun 2002, Yang mendapatkan kembali paspor dan visanya untuk menyelesaikan gelar sarjana di Irlandia. Lalu, tepat sebelum ia naik pesawat di bandara Beijing, dia ditangkap lagi. Dia dikirim kembali ke kota kelahirannya di Shenyang, dan paspornya kembali disita.

English: http://en.minghui.org/html/articles/2012/3/28/132434.html