Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Zhou Yongkang Tidak Bisa Lepas Tanggung Jawab Atas Perannya Dalam Menganiaya Falun Gong

9 April 2012 |   Oleh: Praktisi di China


(Minghui.org) Karena mantan kepala Departemen Kepolisian Chongqing, Wang Lijun melarikan diri ke Konsulat AS di Kota Chengdu pada 6 Februari 2012, kemungkinan mencari suaka politik; serangkaian skandal korupsi Zhou Yongkang dan Bo Xilai, pembentukan klik, penganiayaan terhadap para pembangkang dan plot mereka untuk merebut kekuasaan telah terungkap. Setelah serangkaian kasus manipulasi rahasia terungkap, penggagas "Insiden Chongqing" - Wang Lijun dan atasannya Bo Xilai - dipecat dari jabatan mereka, dan Zhou Yongkang menjadi titik fokus baru. Sesungguhnya, Wang Lijun, Bo Xilai, bersama dengan Zhou Yongkang, Luo Gan dan otak kejahatan Jiang Zemin, adalah pemeran utama dalam penganiayaan terhadap Falun Gong. Mereka pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan yang mereka telah perbuat.

Zhou Yongkang Telah Melakukan Kejahatan Mengerikan dalam Penganiayaan Terhadap Falun Gong

Zhou Yongkang, berasal dari Kota Wuxi, Provinsi Jiangsu, dan pernah menjabat sebagai kepala Komite Partai Provinsi Sichuan, menteri Keamanan Publik dan kepala Komite Hukum dan Politik Sentral.

(1) Menerapkan Kebijakan Menganiaya Falun Gong di Sichuan

Zhou Yongkang adalah kepala Komite Partai Provinsi Sichuan antara Desember 1999 dan Desember 2002. Selama masa jabatannya, ia secara aktif memprakarsai dan langsung melibatkan diri dalam penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong. Hingga Desember 2002, 43 praktisi Falun Gong meninggal sebagai akibat langsung dari penganiayaan di Provinsi Sichuan, membuat Sichuan menjadi salah satu provinsi di mana  tercatat angka terbesar korban meninggal akibat penganiayaan, dan merupakan salah satu provinsi di mana penganiayaan terhadap Falun Gong berlangsung paling parah. Zhou tidak hanya berulang kali menekankan propaganda fitnahan yang mengintensifkan serangan terhadap Falun Gong, tetapi juga memberikan insentif kepada lembaga keamanan publik dan kepada individu yang secara aktif berpartisipasi dalam penganiayaan terhadap Falun Gong. Dia juga terlibat langsung dalam melakukan penganiayaan khusus di beberapa tempat kerja. Banyak praktisi yang ditahan secara ilegal di penjara dan kamp kerja paksa di Sichuan, seperti Kamp Kerja Paksa Wanita Nanmusi dan Kamp Kerja Paksa Xinhua di Mianyang. Di Kamp Kerja Paksa Nanmusi saja, ribuan praktisi secara berturut-turut dijebloskan ke dalam penjara.

(2) Bekerja Lebih Keras Untuk Menganiaya Falun Gong Setelah Menjabat sebagai Menteri Keamanan Publik

Karena berpartisipasi aktif dalam penganiayaan Falun Gong, Zhou Yongkang dipromosikan menjadi Menteri Keamanan Publik. Setelah dia menjabat, sistem Keamanan Publik menjadi  sangat korup, polisi tidak lebih baik daripada penjahat.

Zhou Yongkang menghalalkan segala cara untuk menganiaya Falun Gong, ia berbicara pada pertemuan para pejabat atau di atas tingkat biro di Kementerian Keamanan Publik dan pada konferensi jarak jauh lembaga-lembaga keamanan publik nasional, menggalakkan terus penganiayaan terhadap Falun Gong dengan mengatakan "secara ketat melakukan serangan terhadap Falun Gong masih menjadi fokus kerja jajaran keamanan publik China." Pada saat yang sama, dia memuji dan memberikan penghargaan materi kepada kelompok dan individu yang secara aktif berpartisipasi dalam penganiayaan. Setiap hari libur, atau "hari-hari sensitif" rejim atau Kongres Rakyat Nasional, Zhou terutama meminta agar dilakukan "serangan meluas" secara nasional, yang mengarah pada penangkapan para praktisi Falun Gong di seluruh China. Aparat Kepolisian secara terbuka menyatakan, "Pembunuhan dan pembakaran dapat diabaikan, hanya fokus pada penangkapan (praktisi) Falun Gong." Dari Desember 2002 hingga November 2005, dalam waktu kurang dari tiga tahun, diverifikasi jumlah praktisi Falun Gong yang meninggal sebagai akibat penganiayaan meningkat dari sekitar 700 menjadi 2940.

(3) Kejahatan Yang Telah Dilakukan Setelah Menjabat sebagai Ketua Komite Politik dan Hukum

Dalam rangka melanjutkan kebijakan penganiayaannya, Jiang Zemin tidak segan-segan mengangkat Zhou Yongkang ke dalam Politbiro, yang memberinya peran lebih besar daripada Luo Gan untuk mengendalikan Komite Urusan Politik dan Hukum (KUPH) yang  berpengaruh dan berkuasa. KUPH rejim komunis China adalah lembaga utama yang bertanggung jawab atas penganiayaan terhadap Falun Gong. Kelompok Jiang mengeluarkan perintah untuk "membasmi Falun Gong dalam tiga bulan" banyak kali. KUPH mendikte kebijakan penganiayaan umum rejim, dan ‘Kantor 610’ kemudian secara khusus melakukan penganiayaan itu.

Kantor 610 mengesampingkan hukum, dan menerapkan kebijakan genosida klik Jiang dan rejim PKC terhadap praktisi Falun Gong: "Hancurkan reputasi mereka, bangkrutkan mereka secara finansial dan hancurkan mereka secara fisik." Hingga hari ini, 3.518 praktisi Falun Gong telah diverifikasi meninggal sebagai akibat penganiayaan, sebagian dari mereka disiksa hingga meninggal. Pengacara HAM terkenal Gao Zhisheng pernah melakukan investigasi, dan menemukan bahwa para sipir menggunakan tongkat listrik untuk menyetrum tubuh praktisi Falun Gong, termasuk alat kelamin. Karena itu Gao menulis surat terbuka kepada Hu Jintao dan Wen Jiabao. Dia sendiri juga mengalami metode penyiksaan yang serupa dan mengerikan. Setelah itu dia dinyatakan hilang, hingga saat ini keberadaannya masih belum diketahui. Dilaporkan, Zhou Yongkang memerintahkan agar pengacara Gao disiksa.

Zhou Yongkang melakukan perjalanan ke berbagai tempat di China untuk menerapkan penganiayaan terhadap Falun Gong. Kemana pun dia pergi, di daerah itu penganiayaan terhadap praktisi diintensifkan. Para praktisi ditangkap, atau dipenjara di pusat-pusat pencucian otak. Masyarakat lokal di tempat itu teracuni oleh kebohongan. Menurut situs Minghui, Zhou Yongkang telah berkunjung ke banyak tempat di China selama dua tahun terakhir, untuk secara khusus menerapkan dan mengatur penganiayaan. Dia telah melakukan kejahatan yang tak terhitung jumlahnya.

(4) Memperluas Skala Penganiayaan di Luar China

Zhou Yongkang secara langsung memerintahkan dan mengganggu aksi damai di luar negeri yang mendukung pengunduran diri orang-orang Tionghoa dari Partai Komunis China (PKC) dan organisasi afiliasinya. Dia memanfaatkan agen-agen khusus PKC di luar China, dan mengendalikan Asosiasi Orang Tionghoa, Asosiasi Pelajar  dan  Ikatan Cendikiawan serta organisasi-organisasi lainnya di luar negeri dari belakang layar guna menghasut kebencian. Para preman lokal dikerahkan untuk membuat keonaran dan menyerang orang-orang pada rapat umum yang mendukung orang-orang Tionghoa mengundurkan diri dari PKC dan organisasi afiliasinya di San Francisco, New York, Hong Kong dan tempat lainnya.

(5) Zhou Yongkang Dituntut di Banyak Negara Karena Menganiaya Falun Gong

Pejabat PKC yang telah melancarkan dan mempertahankan penganiayaan tidak bisa lari dari  jeratan hukum. Zhou Yongkang telah digugat di banyak negara karena menganiaya Falun Gong. Dia didakwa atas tindak kejahatan kemanusiaan dan genosida.

Pada tanggal 27 Agustus 2001, Zhou Yongkang digugat di AS atas kejahatan kemanusiaan. He Haiying, 36 tahun, warga Boston, melayangkan dakwaan ke tangan Zhou.

Pada tanggal 21 Juli 2006, Zhou digugat di Perancis.

Pada November 2008, Zhou digugat di Australia.

Pada November 2009, Pengadilan Nasional Spanyol mendakwa Jiang Zemin, Luo Gan, Bo Xilai, Jia Qinglin dan Wu Guanzheng, lima pelaku utama dalam penganiayaan terhadap Falun Gong, mendakwa mereka dengan tuduhan kejahatan genosida dan penyiksaan.

Jiang Zemin, Luo Gan, Zhou Yongkang dan 42 pejabat PKC lainnya dimasukkan dalam daftar pencarian Kepolisian Kerajaan Kanada karena telah memberi perintah dan berpartisipasi dalam penganiayaan.

(6) Dia Yang Berbuat Tidak Adil Pasti Akan Membawa Kehancuran Pada Dirinya

Upaya Bo Xilai dan Zhou Yongkang untuk merebut kekuasaan di Komite Urusan Politik dan Hukum dan bahkan pada tingkat tertinggi dalam PKC menjadi sia-sia. Selama beberapa waktu, Baidu, mesin pencari terbesar di China, membuka blokade topik yang paling ditabukan PKC: Falun Gong. Pukul 1:00 pagi pada tanggal 21 Maret 2012, para pemakai internet menemukan bahwa mereka bisa mencari buku utama Falun Dafa: Zhuan Falun pada Baidu. Pada tanggal 22 Maret, Baidu sekali lagi membuka blokade film  “False Fire" (Api Palsu) yang mengekspos rekayasa bohong Insiden Bakar Diri Tiananmen. Pada 23 Maret malam, buku Panen Berdarah (Bloody Harvest) tentang pengambilan organ dari para praktisi Falun Gong secara hidup-hidup - juga dibuka pada Baidu. Mereka yang telah memainkan peran utama dalam penganiayaan Falun Gong dan pengambilan organ hidup-hidup dari praktisi Falun Gong adalah Jiang Zemin, Zhou Yongkang, Luo Gan, Bo Xilai, dan lain-lain. Mantan kepala Departemen Kepolisian Chongqing Wang Lijun secara langsung terlibat dalam kejahatan ini.

Zhou Yongkang sudah pasti akan diadili. Para pejabat PKC yang masih berpartisipasi dalam penganiayaan, seharusnya tidak lagi melakukannya, tetapi menjauhkan diri dari PKC. Ini sebaiknya menjadi pilihan mereka yang paling bijak untuk melindungi diri.

English: http://en.minghui.org/html/articles/2012/3/31/132481.html