Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Dihukum 9 Tahun Penjara Secara Ilegal, Praktisi Lansia Luo Laiyang dari Kota Nanchang Meninggal Dunia Akibat Penganiayaan

22 Mei 2012 |   Oleh: koresponden Minghui dari Provinsi Jiangxi, China


Nama: Luo Laiyang (罗来阳)
Jenis Kelamin: Pria
Usia: 73 tahun
Alamat: Kota Nanchang, Provinsi Jiangxi
Pekerjaan: Pensiunan karyawan Pabrik Tekstil Linan Kota Nanchang No. 81
Tanggal Kematian: 6 April 2012
Tanggal Penahanan Terakhir: 17 Oktober 2007
Tempat Penahanan Terakhir: Penjara Provinsi Jiangxi (江西省监狱)
Kota: Nanchang
Provinsi: Jiangxi
Penganiayaan yang Diderita: Kerja Paksa, pencucian otak, hukuman ilegal, pemenjaraan, penganiayaan, penahanan, penggeledahan rumah

(Minghui.org) Luo Laiyang, seorang pensiunan karyawan Pabrik Tekstil Linan No. 81 di Kota Nanchang, Provinsi Jiangxi, ditangkap dan dihukum secara ilegal selama 9 tahun di penjara pada 2007 karena membagikan materi informasi Falun Gong. Dia meninggal dunia akibat dianiaya, pada usia 73 tahun pada 6 April 2012 di Rumah Sakit Penjara Jiangxi. Selama dipenjarakan, Luo melakukan aksi mogok makan untuk menentang penganiayaan, dan mengalami berbagai gejala penyakit. Tetapi, pihak otoritas penjara menolak untuk membebaskannya dengan pembebasan bersyarat medis, menyatakan bahwa sebenarnya Luo menolak untuk menuliskan “pernyataan penyesalan” untuk melepaskan Falun Gong.

Luo mendapatkan kesehatan secara fisik dan mental setelah berlatih Falun Gong. Tetapi, setelah Partai Komunis China memulai penganiayaan terhadap latihan ini, Luo dianiaya baik fisik maupun mental oleh petugas dari kantor polisi pabrik tekstil selama tujuh tahun. Petugas Wang Yan dari kantor polisi pabrik itu ditugaskan untuk mengawasinya secara dekat, dan sering diperintahkan untuk mengganggunya serta memeras uang dengan berbagai cara. Petugas keamanan mengganggu dan mengawasinya secara dekat di rumahnya selama enam bulan. Rumahnya digeledah tiga kali dan dia ditangkap sebanyak enam kali. Dia ditahan di pusat penahanan sebanyak empat kali. Keseluruhan, Luo menghabiskan tiga bulan dan 20 hari di pusat penahanan, di sana dia ditekan untuk menuliskan apa yang dinamakan dengan tiga pernyataan.

Luo dikirim ke Sekolah Kepolisian di Kota Nanchang untuk menjalani sesi “transformasi” (pencucian otak) selama satu bulan. Setelah itu, dia dihukum kerja paksa selama tiga tahun dan mengalami penyiksaan brutal. Dia melakukan mogok makan selama tiga bulan sebagai protes atas penganiayaan, dan mengalami tekanan darah tinggi. Dia dikirim ke Rumah Sakit Changzheng, yang berada di bawah juridiksi Rumah Sakit Kamp Kerja Paksa Provinsi Jiangxi, dimana dia diopname selama lebih dari empat bulan. Akhirnya, dia dibebaskan dengan jaminan medis. Pada Mei 2006, Zhang Yuanchao, kepala Komite Politik dan Kehakiman Pabrik Linan, Du Yun, kepala kantor polisi, dan kepala politik Wang Yang mencoba untuk menangkap Lu Laiyang lagi, dan menahan dana pensiunnya. Luo meninggalkan rumah untuk menghindari gangguan lebih lanjut dan penangkapan.

Pada Maret 2007, kepala Kantor Polisi Jingshan Hu Zhirong mengancam keluarga Luo agar memberitahu mereka tentang keberadaan Luo sehingga mereka dapat menganiayanya lebih lanjut. Berusaha untuk menangkapnya, pada pertengahan Agustus di tahun yang sama, Du Yun, Wang Yang dan Qian Yimin yang berasal dari kantor polisi pabrik linan mengganggu saudari dari Luo sebanyak dua kali. Mereka juga pergi ke kantor putranya, dengan tujuan ingin tahu dimana keberadaan Luo.

Sekitar pukul 19,00, 17 Oktober 2007, Luo sedang membagikan brosur informasi mengenai Falun Gong di komplek keluarga dari Universitas Hangkong Nanchang, ketika dia dilaporkan kepada polisi oleh petugas keamanan Qian Weize. Dalam beberapa menit, Luo pun ditangkap, lalu dibawa ke Pusat Penahanan Kota Nanchang No. 2 pada 19 Oktober. Yang turut andil dalam babak penganiayaan ini adalah Li Xiaoping, petugas Divisi Keamanan Domestik Kota Nanchang, Zhang Yifei dan Luo Hong dari Divisi Keamanan Qingyunpu dan Zhu Shengyuan, kepala Kantor Polisi Jingshan. Mereka menyita uang tunai Luo sebanyak 615 yuan, juga sepeda dan jam tangannya.

Beberapa bulan kemudian, Luo, yang berusia hampir 70 tahun, dihukum sembilan tahun penjara, dimana di menderita penderitaan fisik termasuk juga penyiksaan.

Chinese version click here
English version click here