Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Menghilangkan Keterikatan "Suka Mendengar Hal–Hal Yang Menyenangkan"

5 Juni 2012 |   Oleh: praktisi di Kanada


(Minghui.org) Dalam 14 tahun saya berlatih Falun Gong, saya selalu memiliki keterikatan yang kuat dan berakar: saya suka mendengar hal-hal yang menyenangkan tentang diri sendiri dan merasa sangat sulit menerima kritikan. Guru mengatur saya untuk mengenali dan menghilangkan keterikatan ini, dan saya ingin berbagi pengalaman saya.

Baru-baru ini tanggung jawab saya di tempat kerja mengalami perubahan, dan saya harus lebih banyak berhubungan dengan orang-orang di manajemen senior. Awalnya, saya hanya menghadiri rapat dan sebagian besar mendengarkan, jarang mengungkapkan pendapat saya. Kadang-kadang saya juga membantu untuk menyusun notulen rapat.

Saya pernah mendengar bahwa seorang yang bertanggung jawab atas banyak hal dan membuat kebijakan, tidaklah bersahabat. Ketika saya mulai pergi ke rapatnya, saya sering memperhatikan bahwa ia marah-marah, yang membuat orang lain pada rapat merasa tidak nyaman dan mereka tidak berbicara dengan bebas. Setelah rapat, saya berbicara kepada rekan lain tentang perilakunya dan berpikir itu merupakan perilaku yang tidak bisa diterima dari seorang eksekutif senior. Saya terus berpikir tentang hal ini ketika saya pulang kerja, "Tidak ada yang suka orang ini. Mengapa orang seperti ini diberikan posisi yang tinggi?"

Selama periode yang sama, istri saya, adalah seorang praktisi, terus-menerus mengatakan kepada saya bahwa Guru ingin kita mengintrospeksi diri tanpa syarat. Tapi saya tidak berpikir saya punya sesuatu kesalahan yang harus dicari ke dalam.

Orang ini marah lagi dalam rapat lain, mencegah saya untuk mengajukan pertanyaan yang sangat penting yang seharusnya saya ajukan. Saya cukup kesal dan tidak menghadiri pertemuan hari berikutnya. Setelah itu, atasan mengatakan kepada saya bahwa orang ini sangat sopan selama pertemuan. Atasan saya bercanda, "Kami pikir itu karena anda tidak ada di sana dan itu sebabnya ia berada dalam suasana hati yang baik." Saya juga menganggapnya sebagai lelucon, karena saya percaya bahwa sama sekali tidak ada alasan bagi orang ini untuk mengeluh tentang saya.

Suatu pagi saya sedang belajar "Ceramah Fa pada Konferensi Fa di Chicago tahun 2004 " dan menemukan paragraf berikut:

"Sebagai seorang yang Xiulian, mengapa kita kadang-kadang berdebat tak berkesudahan? Mengapa selalu menitikberatkan sikap orang lain? Mengapa orang lain begitu mengatakan sesuatu hati anda lalu tersentuh? Bukankah seharusnya dicaci juga tidak tergerak hatinya? Di tengah konflik ada banyak faktor disebabkan berperannya hal ini, siapa saja begitu tersentuh oleh hal ini langsung jadi emosional. Hatinya pun tersentak, pada saat demikian tak terpikirkan lagi untuk bertanggung jawab demi Fa, melainkan diri sendiri tak mau mengalah. Ada orang selalu menitikberatkan: "Oh, mengapa dia selalu demikian tidak baik sikapnya? Mengapa dia selalu demikian terhadap siapa pun? Juga ada yang mengatakan: Semua orang mempunyai pandangan negatif terhadap dia. Jika suruh saya sebagai Shifu ini berkomentar, anda sekalian salah, kalian sudah tidak memiliki hati yang mau mendengar kata-kata baik, di saat kalian dapat mewujudkan "dicaci tidak tergerak hatinya," coba anda lihat apakah dia masih dapat berbuat demikian? Justru karena anda semua memiliki sifat hati yang begini, baru akan ada faktor yang menggempur hati anda; juga karena kalian telah timbul sifat hati yang begini, kalian baru merasa antipati, kalian semua memiliki sifat hati yang begini, maka terbentuklah anda sekalian merasa antipati terhadap orang yang telah menggempur hati anda. Jika kalian semua dapat menjaga kondisi hati yang mantap di bawah gempuran kata-kata yang keras, sama sekali tidak tergerak hatinya, coba anda lihatlah apakah masih ada faktor begini yang eksis?”

Bukankah Guru berbicara tentang saya? Pikiran saya menjadi lebih jelas. Keterikatan saya perlu segera dihilangkan. Siang ini istri saya berdebat dengan saya tentang beberapa hal dan saya langsung tergerak dan membalas. Saya merasa sangat malu saat menulis artikel ini. Saya harus bekerja lebih keras dan menunggu kesempatan berikut yang Guru atur untuk peningkatan saya.

Chinese version click here

English version click here