Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Praktisi Jepang: Pengalaman Kultivasi di Tian Guo Marching Band

22 Agu 2012 |   Oleh: praktisi Jepang


(Minghui.org)

Salam, Guru yang Belas Kasih!

Salam, rekan-rekan praktisi!

Sudah 20 tahun sejak Falun Dafa pertama kali diajarkan. Meskipun saya baru-baru ini saja mulai berlatih, perkenankan saya menyampaikan penghargaan saya atas penyelamatan Guru dan dengan rendah hati melaporkan proses peningkatan saya dalam merayakan "Hari Falun Dafa Sedunia."

Pengalaman Saya sejak Belajar Dafa

Saya belajar Dafa pada musim gugur tahun 2006. Saya mempertahankan belajar Fa selama satu jam dan melakukan latihan selama dua jam setiap hari. Sulit bagi saya untuk mendapatkan tiga jam sehari karena saya bekerja dari jam 8 sampai jam 6 sore setiap hari. Saya melakukan latihan berdiri memancang sebelum berangkat kerja, merubah rute perjalanan kereta bawah tanah saya, agar bisa duduk selama 30 menit untuk belajar Fa, dan melakukan latihan meditasi setelah bekerja. Saat terus melakukannya, hal yang tidak bisa dijelaskan terjadi. Untuk bermeditasi, saya berjuang agar bisa bersila ganda karena tubuh saya kaku. Tapi begitu mulai, pilar cahaya merah muncul di atas kepala saya. Itu tak terlukiskan indahnya dan terasa sangat nyaman. Saya tidak bisa menahan air mata yang keluar dari mata. Ini berlangsung selama lebih dari 20 menit, dan saya bermeditasi selama satu jam dengan posisi lotus dengan mudah. Situasi yang sama berlangsung selama tiga hari. Sejak saat itu, saya terbiasa duduk bermeditasi selama satu jam setiap hari.

Seminggu kemudian, saya merasa kehilangan nafsu makan, dan perut saya terasa tidak karuan. Saya tahu bahwa usus saya sedang dibersihkan. Saya tahu bahwa saya sedang memasuki kondisi tanpa penyakit, jadi saya membuang semua obat-obatan.

Saya minum alkohol sebelum berkultivasi. Saya baca di Zhuan Falun, “Saya khusus bertugas ke luar untuk menjalin relasi bisnis, tanpa minum alkohol tidak mudah menyelesaikan urusan.” Saya kemudian berpikir, "Minuman saya bukanlah persyaratan dari pekerjaan saya. Semata-mata untuk kesenangan saya. Mengapa saya tidak berhenti?" Segera setelah saya memiliki pemikiran ini, saya tidak bisa lagi minum. Di tempat kerja, saya akan merasa pusing dan jantung saya akan berdebar jika saya minum seteguk bir ketika orang lain mendesak saya.

Sebulan kemudian, saya dihadapkan dengan masalah komitmen untuk berspesialisasi tunggal. Saya telah berkultivasi Buddha bersama orangtua saya sejak kecil. Beberapa bulan sebelum saya mulai berkultivasi Dafa, saya sudah melihat bahwa sila-sila dalam Buddhisme tidak dapat mengarah pada Buah Sejati, tapi saya tidak keluar. Seperti dikatakan di dalam buku, saya merasa tidak boleh terus berpikiran kacau. Segala sesuatu yang terjadi di bulan pertama latihan saya semuanya nyata. Zhuan Falun mengungkapkan semua rahasia langit. Saya menghadap foto Guru di dalam buku dan memutuskan: "Saya ingin memisahkan diri dari agama Buddha yang saya pelajari selama beberapa dekade terakhir. Saya akan menghapus semua ingatan saya tentang Buddhisme dan hanya berkonsentrasi pada Fa Guru." Saya jual beberapa buku Buddha saya dan membuang sisanya, bersama dengan buku catatan saya dan manik-manik Buddha yang orangtua tinggalkan untuk saya.

Setahun kemudian, saya mengalami masalah "Fa tidak mendua." Saya memberitahu umat Buddha awam yang merupakan instruktur saya dalam ajaran Buddha bahwa saya akan meninggalkan agama Buddha dan bergabung dengan Falun Dafa. Dia hampir ingin memukul saya, tapi saya tidak goyah dan hanya membuat keputusan saya jelas baginya. Melihat saya tidak tergerak, ia pergi. Saya berkata kepada foto Guru, "Saya lulus ujian ini. Terima kasih, Guru!"

Seperti Guru katakana di dalam Zhuan Falun, “Selaku seorang praktisi Xiulian, mulai sekarang perjalanan hidup anda akan berubah.” Saya menikah dengan suami saya sepuluh bulan setelah berkultivasi. Ia mulai berkultivasi Dafa pada waktu yang sama seperti yang saya lakukan. Orangtuanya juga melakukan latihan setiap hari dan mendukung saya berpartisipasi dalam kegiatan Dafa. Saya tidak bisa menggambarkan rasa syukur saya kepada Guru.

Memberitahu Orang-orang bahwa Falun Dafa adalah Baik

Saya menceritakan kepada teman-teman mengenai pengalaman saya meningkatkan kesehatan dan menjadi bebas penyakit serta bagaimana saya menjadi lebih bahagia sehingga mereka bisa mengetahui keindahan Dafa. Dari ceramah-ceramah Guru, saya menyadari bahwa kita perlu menjelaskan sesuatu sesuai dengan keterikatan manusia. Sebagai contoh, saya bertemu dengan seorang wanita yang memiliki anak dan mudah kehilangan kesabaran. Saya mengatakan kepadanya bahwa Dafa menempa seseorang dan membuat Anda merasa tenang. Saya berbagi pengalaman berlatih Dafa saya sendiri, dan orang-orang telah menerimanya. Saya juga memberitahu orang-orang tentang hal-hal di dalam buku Dafa atau brosur dan membawa mereka yang telah ditakdirkan ke tempat latihan.

Salon yang saya kunjungi setiap bulan adalah tempat yang baik bagi saya untuk mempromosikan Dafa. Masalah kesehatan adalah titik awal yang baik untuk dibicarakan Saya sering memberitahu orang-orang, "Saya tidak pernah memiliki masalah punggung," dan "Saya tidak pilek," untuk mulai memperkenalkan Falun Gong kepada orang-orang.

Suatu kali saya tidak dapat menemukan topik untuk memulai pembicaraan ketika kami bersama dengan keluarga lain di dalam tur. Saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk memperkenalkan Falun Gong kepada mereka. Saya berkata kepada Guru, "Guru, tolong bantu saya menemukan topic pembicaraan." Segera, ibu yang duduk di depan saya berbalik dan mulai berbicara dengan saya. Dia bertanya, "Qigong apa yang kamu latih?" Saya menyerahkan brosur kepadanya dan mendorong ia untuk mencobanya.

Belajar Fa

Setelah membaca Zhuan Falun beberapa kali, saya mulai membaca ceramah-ceramah Guru lainnya. Karena tidak ada cetakan versi bahasa Jepang, saya hanya bisa membacanya di komputer dan ini memang agak merepotkan. Saya pikir itu akan baik jika ada versi cetak “Petunjuk Penting Untuk Gigih Maju.” Suatu hari, seorang rekan praktisi berjalan ke arah saya sambil tersenyum dengan Petunjuk Penting Untuk Gigih Maju ukuran saku, yang dicetak di Taiwan, di tangannya dan bertanya, "Apakah Anda ingin buku ini?" Dengan mata membelalak, saya bertanya, "Bagaimana Anda tahu?" Saya mengambil buku itu dan membacanya berulang kali. Saya mengunduh ceramah-ceramah Guru lainnya versi bahasa Jepang dan dijepit menjadi booklet kecil. Sekarang saya sudah membacanya untuk keenam kali dan saya memiliki pemahaman baru setiap kali membacanya, sama seperti ketika saya membaca Zhuan Falun. Guru mengatakan kepada kita bahwa Zhuan Falun adalah yang paling penting dan telah berulang kali menekankan keseriusan belajar Fa. Saya tidak lagi membaca ceramah Guru di tempat umum setelah pertama kali saya membacanya, karena saya tersentuh dan menangis akan kebaikan yang saya rasakan, dan saya terlalu malu untuk naik kereta bawah tanah dan menangis di depan orang-orang di sekitar saya.

Bergabung dengan Tian Guo Marching Band

Pada tahun 2007, suami dan saya bergabung dengan Tian Guo Marching Band di Jepang. Kami berdua memainkan saksofon. Kami merasa bahwa, karena kami telah memutuskan untuk bermain di dalam band, kami harus serius melakukannya, jadi, meskipun saya telah memainkan instrumen lain sebelumnya, kami pergi ke sekolah terdekat untuk mengambil pelajaran musik dan mulai dari dasar.

Kami secara resmi bergabung di pawai pada April 2008. Pada awalnya, saya pikir menghadiri kegiatan di Jepang sudah cukup. Tapi segera beberapa praktisi bertanya apakah saya bisa menghadiri kegiatan di pulau Saipan, dimana visa tidak diperlukan untuk orang Jepang tetapi perlu bagi orang China. Saya merasa perlu mengambil kesempatan ini. Saya juga merasa bahwa Saipan dan Jepang memiliki takdir pertemuan, jadi saya setuju untuk pergi. Itulah awal dari saya berpartisipasi dalam kegiatan di luar negeri.

Di Saipan, kami menghadiri pawai 4 Juli dalam memperingati Hari Kemerdekaan Amerika Serikat. Peserta Dafa sebagian besar berasal dari band Taiwan dan hanya belasan orang berasal dari Jepang. Kami tampil dengan luar biasa, dan saya merasa bangga menjadi salah satu anggota. Berbagi pengalaman setelah pawai sangat menyentuh hati juga.

Suatu kali saya mengikuti pawai di Seoul, Korea Selatan. Taman dimana pawai dimulai sangat besar, dan saya keluar dari taksi di sisi yang salah. Ketika saya mencari band, saya bisa mendengar samar-samar musik latihan dari jauh. Mungkin itu karena imajinasi saya, tetapi saya percaya bahwa itu adalah Guru yang membimbing  saya. Saya membawa instrumen dan berlari ke arah di mana suara musik berasal, dan, benar saja, saya mencapai tempat berkumpulnya band. Saya berterima kasih kepada Guru karena membantu saya mengejar pawai tepat pada waktunya.

Guru berbicara tentang Tian Guo Marching Band di "Ceramah Fa di Kota Los Angeles" pada tahun 2006:

“Di saat grup band melantunkan irama, energi yang dipancarkan sangat besar. Baik dari pancaran energi maupun pancaran suara anda, masih ada musik dan not musik itu sendiri, semuanya sedang memerankan fungsi yang membuktikan kebenaran Fa dan memancarkan energi.”  “Yang ini seketika sudah bersih,” ”Sesungguhnya praktisi yang bergabung dalam grup band ini di saat melantunkan musik, mereka sendiri juga sangat terharu, merasa sangat sakral.”

Setelah membaca ini, saya meneteskan air mata setiap kali pawai dimulai karena saya merasa kesakralannya.

Tian Guo Marching Band Tampil di India

Menghadiri pawai di India pada September 2009 memberikan kesempatan lain kepada saya untuk meningkatkan diri. Saya telah mendengar tentang kegiatan Tian Guo Marching Band di India dan selalu ingin pergi ke sana. Saya mengetahui bahwa band ini akan berpartisipasi pada pawai di Calcutta, Nagpur, dan Mumbai, jadi saya memutuskan untuk pergi.

Hari-hari di India cukup berat. Kami tinggal di sebuah Kuil Budha, tanpa AC atau air panas. Kipas di atas tempat tidur saya rusak. Saya berbaring di tempat tidur dan tidak bisa berhenti berkeringat. Tapi saya berpikir bahwa itu adalah kultivasi dan saya harus menanggungnya, maka saya bisa tertidur. Saya hanya memiliki dua sampai tiga jam tidur dan bangun untuk melakukan latihan di aula sebelum fajar.

Dari pagi sampai malam, kami tampil beberapa pawai dan memberikan banyak pertunjukan di berbagai tempat. Ke manapun kami pergi, orang-orang berkerumun. Ketika kami bermain di satu salah tempat tertentu di malam hari, kami berdiri begitu dekat dengan penonton hingga kami bisa menyentuhnya. Melihat mata besar mereka yang berkilau, kami hanya ingin melakukan yang terbaik. Mengadakan pertunjukan pada hari yang sangat panas adalah penderitaan. Sambil bermain di antara lagu-lagu, saya terus berkata dalam hati, “Kultivasi, kultivasi." Jika bukan karena bantuan Guru, saya akan roboh. Sepertinya bagi saya, pawai berlangsung selamanya. Seorang wanita tua mengatupkan kedua telapak tangannya (Heshi) sambil mendengarkan pertunjukan kami, memberi kesan yang sangat mendalam. Setelah itu, saya diberitahu bahwa orang biasa dengan Tianmu (mata ketiga) mereka terbuka melihat bahwa banyak makhluk surgawi bersama kami. Ada juga biksu mengatupkan telapak tangan mereka sambil mendengarkan pertunjukan kami.

Hal lain yang terjadi di India layak diceritakan. Di pabean bandara, seorang pejabat bertanya apakah saya bisa memainkan lagu saat ia melihat saksofon setelah membuka sarungnya. Saya ragu-ragu sedikit, karena itu di dalam ruangan dan ada banyak orang di sekitar. Mereka sedang melihat saya dengan harap-harap cemas, jadi saya memainkan sebagian dari lagu “Falun Dafa Hao.” Suara musik mengisi seluruh ruangan, dan orang-orang bertepuk tangan. Setelah itu saya menyesal bahwa saya tidak memainkan lagu secara keseluruhan. Pelajaran saya adalah bahwa kesempatan untuk mempromosikan Dafa ada di mana-mana dan tidak terbatas hanya selama pawai.

Setelah India, kami pergi dari Mumbai ke Hong Kong melalui Bangkok untuk menghadiri pawai dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan. Kami memainkan lagu "Falun Dafa Hao" beberapa kali di depan Konsulat China. Hari sudah gelap ketika semuanya berakhir. Ini adalah pertama kalinya saya ikut pawai yang berlangsung selama lima jam. Saya melihat seorang anak seusia SD di Tian Guo Marching Band Taiwan yang juga bermain saxophone. Saxophone terasa berat bahkan bagi saya. Melihat siswa itu jadi dorongan semangat bagi saya. Anehnya, saya tidak merasa lelah sama sekali setelah pawai. Saya pikir itu pasti adalah medan energi diperkuat ketika praktisi bersama-sama.

Saya Melihat Rencana Guru ketika Mempromosikan Dafa di Luar Negeri

Lebih mudah untuk pergi ke luar negeri dengan paspor Jepang. Suami dan saya pergi ke luar negeri 12 kali pada tahun 2010, dan 15 kali pada tahun 2011. Pasti adalah rencana Guru.

Suatu kali kami sedang berada di Surabaya. Rasanya agak berbeda ketika kami melakukan latihan bersama sehari sebelum pawai. Ini agak membingungkan, dan pertemuan itu tidak terorganisir agak baik. Pada hari pawai, polisi menghentikan kami tepat setelah kami berbaris dalam formasi dan siap untuk bermain. Kami diberitahu bahwa seorang petugas polisi telah memukul anggota band dan pawai dibatalkan. Ini adalah pertama kalinya bahwa seorang perwira polisi pernah memukul seorang anggota band. Selain Tian Guo Marching Band Indonesia, semua band lainnya dibubarkan. Konduktor dari Taiwan dan band Singapura, bersama dengan banyak praktisi lokal, semua ditangkap. Sisanya semua kembali ke hotel untuk memancarkan pikiran lurus. Pada malam hari, para praktisi yang ditangkap telah kembali, dan semua orang mendesah lega. Perilaku buruk petugas polisi direkam oleh sebuah stasiun televisi swasta dan radio. Petugas polisi yang mengarahkan dipecat pada hari itu juga. Saya merasa kekuatan dan kekhidmatan Dafa.

Berpartisipasi dalam kegiatan Tian Guo Marching Band di luar negeri dan dari pengalaman pribadi serta berbagi pengalaman rekan-rekan praktisi, saya merasa lebih banyak hal yang perlu saya tingkatkan. Menjadi lebih rajin, saya bisa merasakan keindahan Dafa yang bahkan lebih indah dan saya sangat tersentuh. Hal yang saya peroleh dari latihan nyata adalah berharga dan patut dihargai.

Meningkatkan Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

Karena kegiatan di luar negeri yang biasanya singkat, maka akan berlalu dengan cepat atau lambat selama seseorang bertahan, meskipun seseorang mungkin merasa sengsara atau tak berdaya pada saat itu. Di sisi lain, kultivasi dalam kehidupan kita sehari-hari berlangsung setiap hari, dan itu adalah paling kritis. Jadi saya mulai menaruh perhatian dan melakukan semuanya dengan baik. Saya bangun pagi, melakukan latihan selama dua jam, mempelajari satu ceramah Zhuan Falun, dan membaca ceramah-ceramah Guru pada waktu senggang. Saya mengingatkan diri sendiri untuk bertindak sebagai seorang praktisi setiap saat. Dengan begitu, saya bisa menangani hal-hal kecil pun dalam kehidupan kita sehari-hari dengan pola pikir seorang praktisi.

Tapi karena saya hidup di dalam masyarakat manusia, saya kadang-kadang terpengaruh olehnya dan berakhir dengan menaruh perhatian pada formalitas dan memperlambat kultivasi saya. Pengalaman-pengalaman kultivasi di situs web Minghui (in.minghui.org – versi bahasa Indonesia) sangat membantu bagi saya. Upaya dan ketekunan para praktisi di China adalah dorongan besar bagi saya dan memperkuat saya kembali serta menyentuh saya hingga meneteskan air mata berkali-kali.

Kesimpulan

Enam tahun telah berlalu dalam sekejap mata. Saya masih jauh dari permintaan Guru. Saya akan menghargai waktu dan melakukan yang terbaik untuk menjadi rajin.

Terima kasih, Guru!
Terima kasih, rekan-rekan praktisi!

Chinese version click here

English version click here