Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Menjadi Semakin Rasional

11 Sep. 2012 |   Oleh: praktisi Falun Dafa di kota Changsha, Provinsi Hunan


(Minghui.org) Setelah mendengar berita tentang Konferensi Berbagi Pengalaman Kultivasi Tertulis yang pertama untuk praktisi Falun Dafa di China, saya merasa bahwa saya belum pernah benar-benar menghadiri sebuah Konferensi Berbagi Pengalaman Kultivasi Praktisi Falun Dafa. Sekarang kesempatan datang untuk berbagi pengalaman kultivasi dengan praktisi Dafa di seluruh dunia. Saya tidak boleh melepaskan kesempatan ini.


1. Mulai Berlatih.

Saya mulai berlatih pada tahun 1997 ketika tetangga saya meminjamkan sebuah buku Zhuan Falun kepada ibu saya. Setelah membaca buku itu, ibu saya berkata, ”Buku ini menjelaskan bagaimana untuk menjadi orang yang lebih baik. Jika saya  membaca buku ini sebelumnya, saya tentu tidak akan bertengkar dengan nenekmu.”

Pada saat itu, ibu saya mulai berlatih, namun saya tidak. Pada awal penindasan tanggal 20 Juli 1999, saya memilih untuk menghindar dari situasi tersebut. Kemudian, ibu saya, pergi ke Beijing untuk memohon secara damai di Lapangan Tiananmen. Karena ibu  dan saya bekerja di tempat yang sama, saya kemudian dipecat. Setelah pukulan berat ini, saya berpikir, ”Sekarang saya mempunyai waktu untuk membaca buku! Ini adalah sesuatu yang telah sangat lama saya nanti-nantikan – hanya saja sisi manusia saya tidak jelas.” Saya ingat, suatu hari di bulan Agustus 2000, ketika saya membaca Zhuan Falun, satu kalimat tertentu begitu memukul saya, ”…… bahwa jiwa manusia, menjadi manusia bukanlah tujuan, adalah kesempatan anda agar balik ke asal kembali ke jati diri yang asli, balik kembali..” Prinsip Fa ini menyentuh hati saya yang paling dalam.  Baru pada saat itu, saya  mengerti dengan jelas. Saya akan berlatih kultivasi Falun Dafa! Tidak mudah bagi saya untuk memulainya.

2. Di Lapangan Tiananmen

Saya mempelajari berkali-kali artikel editorial Clearwisdom “Ajaran Serius,” dan air mata membasahi muka saya. Dalam hati saya berkata, ”Suatu hari saya akan pergi ke Lapangan Tiananmen untuk memohon secara damai bagi Dafa.”

Setelah belajar “Ceramah Fa pada Konferensi Fa di Kawasan Great Lakes, Amerika Utara” (Dao Hang - Penuntun Perjalanan) dua kali, saya secara jelas dan teguh berkata kepada Shifu dalam hati bahwa saya akan pergi ke Lapangan Tiananmen.

Bulan Desember 2000, saya pergi ke Lapangan Tiananmen. Bersama dengan beberapa rekan praktisi, membentangkan spanduk bertuliskan, ”Falun Dafa Baik,” “Falun Dafa adalah Fa Lurus,” “Hentikan Penindasan terhadap Falun Gong,” dan “Pulihkan Nama Baik Shifu Kami; Pulihkan Nama Baik Falun Dafa.”

Sambil memegang spanduk, yang kami buat dengan menempelkan huruf-huruf di atas selendang putih, saya berjalan menyeberangi Lapangan Tiananmen menuju Jembatan Air Emas, memberitahu kepada pejalan kaki yang lewat bahwa Falun Dafa adalah latihan yang baik dan mereka seharusnya membaca bukunya agar lebih mengerti. Dalam beberapa langkah, polisi berpakaian preman menarik dan menutup mulut saya dengan tangannya. Kemudian, seorang praktisi berkata, ”Ketika polisi menutup mulutmu, wajahmu tidak berbentuk. Apakah itu sakit?” Kemudian saya menyadari bahwa dia telah menarik saya begitu kerasnya, meski tidak terasa. Sangat sulit untuk melukiskan kejadian yang cepat tersebut. Praktisi Dafa pada masa Pelurusan Fa menyadari janji sejarah yang agung dan sakral!

3. Saya melihat Falun

Peristiwa bakar diri yang terjadi tanggal 23 Januari 2001 adalah salah satu kejadian yang paling buruk untuk memfitnah Dafa, dan memperburuk penindasan.  Beberapa hari seputar tanggal 23 Januari tahun itu, semua praktisi yang dikenal oleh Kantor 610  ditangkap. Ini adalah waktu Liburan Musim Semi. Ibu saya ditangkap dan nenek saya sakit parah. Suasana dari masa liburan tersebut membuat situasi lebih suram lagi. Ketika saat musim dingin, angin dingin berhembus, sepertinya udara membeku. Suatu hari, saya berpikir mengenai keruwetan yang harus saya lalui. Kemudian saya menjadi lebih teguh, ”Apapun yang terjadi, saya tetap akan melanjutkan kultivasi!” Kemudian saya merasa lega. Ketika saya melihat ke atas, saya melihat Falun bercahaya hijau berputar dengan cepat di langit.

4. Sebuah Pelajaran

Pada bulan Agustus 2002, karena gangguan dari kejahatan, tempat mencetak materi klarifikasi fakta dirusak, ibu ditangkap dan saya dipaksa untuk meninggalkan rumah. Selama waktu itu, saya berpikir lebih mendalam mengenai bagaimana untuk mendobrak pengaturan kekuatan lama, dan saya menjadi semakin cemas. Secara tidak sadar, saya terjebak didalam keterikatan itu. Hingga akhirnya, pertengahan November, ketika saya membagikan bahan klarifikasi di suatu gedung hunian, anggota keamanan setempat mengenali  dan melaporkan saya.  Kemudian saya dibawa ke Pusat Penahanan,

Di Pusat Penahanan, saya dan praktisi lain menentang hukuman kerja paksa terhadap kami dan Direktur Pusat Penahanan berteriak kepada kami secara garang, ”Ini adalah wewenang! Rantai mereka di pintu dan kita akan lihat seberapa kuat mereka!”

Dengan begitu, kami dipindahkan ke sel lain, yang menampung orang tua dan yang lemah (tetapi mereka juga dirantai di pintu). Meski keempat tangan dan kaki kami diikat di papan yang lebih kecil dari ranjang biasa, pikiran kami sangat jelas, dan mempunyai lebih banyak waktu untuk membaca artikel Shifu, yang dilafalkan oleh praktisi-praktisi yang secara ilegal ditahan sebelumnya. Diantaranya adalah artikel, ”Ceramah Fa pada Konferensi Fa di Florida Amerika” yang berbunyi:

“Orang Xiulian pikirannya jika menjauhi Fa, kejahatan akan dapat menyusup ke dalam”

Saya tidak punya pilihan selain belajar Fa, melafal Fa, dan memancarkan pikiran lurus. Lima puluh hari cepat terlewati. Seorang teman tahanan yang juga ditahan di dalam sel saya merasa cemas bahwa saya akan dikirim ke kamp kerja paksa. Saya tersenyum dan berkata, ”Tidak menjadi masalah. Adalah sama di mana saja. Jika kita merasa tertekan, itu sebenarnya adalah dari diri kita sendiri.” Saya kemudian dibebaskan pada hari berikutnya.

Setelah pulang ke rumah, saya belajar ceramah Shifu tertanggal 30 November 2002:

“Dulu saya tidak mengutarakan kepada kalian, adalah karena tidak ingin membuat kalian timbul keterikatan: saya ada hubungan apa dengan kekuatan lama? Kalian semua jangan berpikir begitu,” (“Ceramah Fa di Philadelphia Amerika Tahun 2002”)

Setelah itu  saya memahami bahwa sebelumnya, saya ditangkap karena  terlalu memikirkan bagaimana untuk melepaskan diri dari pengaturan kekuatan lama, dan ini telah menjadi sebuah keterikatan. Dengan keterikatan tersebut, saya tidak dapat membaca ceramah Shifu, dan ditangkap beberapa hari. Bukankah dengan demikian kekuatan lama telah mengambil kesempatan? Ini adalah sebuah pelajaran. Melalui belajar Fa, saya secara tidak sadar telah melepaskan keterikatan tersebut, dan berjalan keluar dari kesengsaraan menyakitkan yang diatur oleh kekuatan lama, Shifu berkata,

“Fa dapat menjebol segala keterikatan, Fa dapat menghancurkan segala kejahatan, Fa dapat menangkal segala kebohongan dan Fa dapat memperteguh pikiran lurus.” (Menyingkirkan Gangguan dari Petunjuk Penting Gigih Maju II)

Secara tanpa dipaksa, saya menenangkan diri dan belajar Fa. Tidak mudah untuk tenang ketika mencari sesuatu dalam belajar Fa. Kita bahkan tidak boleh  mempunyai pikiran untuk “mencari sesuatu dalam belajar Fa,” haruslah murni hanya belajar Fa!

Shifu menulis,

“Belajar Fa mendapatkan Fa,
Banding belajar dan banding kultivasi,
Cocokkan setiap masalah,
Dapat melakukan adalah berkultivasi.”

(“Sungguh sungguh Berkultivasi” dari Hong Yin)

Setelah memahami apa yang harus dilakukan, kita harus ketat dengan diri sendiri untuk mencapai hasil. Benar bahwa kadangkala kita merasa berada dalam situasi sulit. Bagaimanapun sulitnya, ini adalah jalur yang harus kita lalui. “Belajar Fa, memancarkan pikiran lurus dan mengklarifikasi fakta” adalah tiga hal yang harus dilakukan dengan baik oleh praktisi Dafa masa Pelurusan Fa. Sekarang ini, hanya ada satu kata dalam pikiran saya : Tekad.

Ketika menulis artikel berbagi pengalaman ini, saya merasa pikiran saya semakin jernih.


Sumber: Buku “Compassion Overcomes Evil” (Belas Kasih Mengalahkan Kejahatan)