Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Yang Mei Ditangkap dan Sekali Lagi Dikirim ke Kamp Kerja Paksa Wanita Provinsi Hubei

17 Sep. 2012 |   Oleh: koresponden Minghui dari Provinsi Hubei, China


Nama: Yang Mei (杨梅)
Jenis Kelamin: Wanita
Umur: 36 tahun
Alamat: Tidak diketahui
Pekerjaan: Tidak diketahui
Tanggal Penangkapan Terakhir: 28 September 2010
Tempat Penahanan Terakhir: Kamp Kerja Paksa Wanita Hubei (湖北省女子劳教所)
Kota: Huanggang
Provinsi: Hubei
Penganiayaan yang Diderita: Penahanan ilegal, pemukulan, digantung dengan diborgol, penyiksaan, kekerasan seksual, pemaksaan makan/cekok, pengekangan fisik, dicekik
Penganiaya Utama: Gao Lin (高林), Wu Najun (吴娜军), Yin Yuro (殷玉容) dan Xie Hongying (谢红英)

(Minghui.org) Yang Mei, 36 tahun, adalah penduduk Kabupaten Xishui, Kota Huanggang, Provinsi Hubei. Dia berhasil melarikan diri dari Kamp Kerja Paksa Wanita Provinsi Hubei pada  13 April 2009. Para pejabat kamp kerja paksa menyatakan bahwa mereka akan memukulnya hingga mati jika dia tertangkap. Yang ditangkap di Kota Guangzhou, Provinsi Huangdong pada tahun 2010 dan dijatuhi hukuman 1 tahun 9 bulan kerja paksa. Dia ditahan di Kamp Kerja Paksa Chatou Kota Guangzhou. Pada akhir Mei 2010, dia dipindahkan ke Kamp Kerja Paksa Wanita Provinsi Hubei sebelum masa penahanannya berakhir, yang jatuh pada Juni 2010. Yang mengalami berbagai penganiayaan brutal di Kamp Kerja Paksa Wanita Provinsi Hubei saat penahanan pertamanya di sana, termasuk kekerasan seksual.

Disiksa Selama Penahanan yang Pertama

Pada 4 Agustus 2008, mendekati pembukaan Olimpiade Beijing, Yang Mei ditangkap dan dijatuhi hukuman satu tahun kerja paksa. Dia dikirim ke Kamp Kerja Paksa Wanita Provinsi Hubei pada 1 September 2008. Dia dianiaya setiap hari, bersama praktisi Falun Gong lainnya, dengan berbagai cara, termasuk ditendang, dipukul, dicekik dengan memasukkan kain ke dalam mulut mereka, ditampar, disikut punggungnya, dada dihantam dengan lutut, kaki dan jari kaki dihantam dengan bangku, dan ditarik telinganya dan lain-lain. Seringkali kepalanya dipenuhi memar dan benjolan. Ia  merasa sangat sakit saat mencuci rambut, dan dia kehilangan banyak rambut. Penjaga kamp juga seringkali meninju dadanya dan menjepit puting susunya.


Peragaan Penganiayaan: Pemukulan

Suatu malam di bulan September 2008, penjaga kamp mencoba memaksa Yang untuk melepaskan Falun Gong. Mereka menendang dan memukul serta menekannya ke bawah, memaksa dia duduk di tanah. Narapidana Wang Fang memuntir tangannya ke punggung, narapidana Gao Lin menjambak rambutnya, narapidana Wu Najun menduduki kakinya, dan narapidana Li Rong menduduki salah satu betisnya. Mereka dengan paksa menaruh pen di tangannya dan memaksa dia menandatangani surat untuk melepaskan Falun Gong. Setelah penganiayaan tersebut, jari-jarinya bengkak, dia sulit makan dan mencuci pakaian, kakinya sangat sakit hingga perlu bantuan orang untuk menaiki tangga.


Peragaan Penganiayaan: Dipukul dan ditendang

Pada malam hari, 13 September 2008, narapidana Li Rong dan Gao Lin menekan punggung Yang ke tanah  dan masing-masing menahan salah satu tangannya. Wu Najun memukul perut dan dadanya, lalu menginjaknya. Dia hampir pingsan. Ketika menolak bekerjasama dengan narapidana pada 20 September 2008, mereka dengan brutal memukulinya. Hidungnya berdarah dan ada sebuah benjolan besar di depan kepalanya. Mereka menendang dan membuatnya tersungkur ke tanah. Tulang ekornya terluka dan dia sulit duduk. Seluruh tubuhnya sakit dan penuh dengan memar.


Peragaan Penyiksaan: Digantung dengan diborgol

Karena Yang menolak ikut berolah raga sebagai bentuk protes, mulai 9 November 2008 narapidana Gao Lin, Wu Najun dan Yin Yurong menyiksanya dengan menggantungnya di jeruji jendela selama 2 hari 1 malam. Mereka membuka pakaiannya dan menusuk tubuhnya dengan jarum, menampar wajah dan kepalanya dengan botol air panas karet yang diisi dengan air mendidih, memukul mata dan menjambak rambutnya. Akibatnya, matanya terluka dan dia tidak bisa melihat dengan jelas.

Narapidana juga menusuk bagian pribadinya dengan sikat gigi dan menendangnya. Bagian pribadi dan pahanya menghitam dan penuh memar, mengalami masalah saat menggunakan kamar mandi.

Yang berhasil kabur dari kamp kerja paksa tersebut pada pagi hari, 13 April 2009.

Penganiayaan di Kamp Kerja Paksa Wanita Provinsi Guangdong


Setelah Yang keluar dari Kamp Kerja Paksa Wanita Provinsi Hubei, dia tidak pulang ke rumah, namun pergi ke Kota Guangzhou dan menggunakan nama samaran Li Jing. Dia bekerja di Pabrik Pakaian Yimanning.

Pada 28 September 2010, setelah Yang pergi berbelanja menggunakan uang yang ada tulisan klarifikasi fakta kebenaran, dia diikuti ke tempat kerjanya. Polisi berpakaian sipil yang mengikutinya dan menggeledah, menemukan banyak uang sejenis ini ada padanya. Dia ditangkap dan dibawa ke Kantor Polisi Fengyang Desa Kangle, Distrik Haizhu Kota Guangzhou.

Yang dijatuhi hukuman 1 tahun 9 bulan kerja paksa. Dia dikirim ke Kamp Kerja Paksa Chatou pada 4 Oktober 2010, dan sejak 7 Oktober, dia tidak makan apapun. Pergelangan kaki dan tangan penuh luka memar dan goresan, demikian juga dengan tungkai kaki dan lengannya. Dia diikat pada bangku dan dicekok pada 11 Oktober.

Dilaporkan bahwa penjaga kamp Zhuo Xiuling, Ruan Ling, Lu Chunlin, dan Liao Rongrong menyiksa praktisi Li Jing (Yang Mei) dan Zhang Xiaoling, dengan pukulan dan mencaci mereka. Mereka juga memerintahkan para narapidana untuk mengawasi, memaksa mereka duduk di bangku kecil dari pukul 06:20 pagi hingga pukul 01:00 pagi.

Seorang penjaga kamp memerintahkan narapidana Xie Hongying untuk menyiksa Yang Xie dan suatu kali 5 narapidana membawanya ke kamar mandi dan menggores bagian bawah tubuhnya dengan kasar. Kulitnya terkelupas dan berdarah.

Kemudian kondisi kesehatan Yang menjadi buruk, dengan sebuah luka punggung dan kaki membengkak. Karena Yang tidak mengungkapkan jati dirinya, keluarganya tidak tahu keberadaannya.

Ketika para petugas dari Kantor 610 Provinsi Hubei datang untuk mengidentifikasi dirinya pada akhir Mei 2011, dia dikirim balik ke Kamp Kerja Paksa Wanita Provinsi Hubei.

Chinese version click here
English version click here