Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Dou Changying Hampir Mati di Dalam Penjara Hulan

11 Jan. 2013 |   Oleh koresponden Minghui dari Provinsi Heilongjiang, China

Nama: Dou Changying (窦长营)
Jenis Kelamin: Laki-laki
Umur: 58
Alamat: Daerah Dongfa, Kota Zhaodong, Provinsi Heilongjiang
Pekerjaan: Tidak diketahui
Tanggal Penahanan Terakhir: 5 Juli 2009
Tempat Penahanan Terakhir: Penjara Hulan (呼兰监狱)
Kota: Zhaodong
Propinsi: Heilongjiang
Penganiayaan Yang Diderita: Hukuman ilegal, pemukulan, pemenjaraan, siksaan, pengekangan fisik, rumah digeledah, interogasi, penahanan, tidak diijinkan untuk dikunjungi.
Penganiaya Utama: Yang Lijun(杨丽君), Wang Jin (王瑾), Jiang Shiwei (蒋士伟), Gong Sheng (高升), Lin Wangqing (林万庆), Wang Ronghui (王荣辉), and Chen Weiqiang (陈维强)

(Minghui.org) Dou Changying, 58, bertempat tinggal di daerah Dongfa, Kota Zhaodong, Provinsi Heilongjiang. Pada 4 Desember 2010 ia dijatuhi hukuman lima tahun penjara karena berlatih Falun Gong. Dou telah berulang kali masuk penjara dan dilecehkan di Penjara Hulan. Pihak penjara menolak hak keluarga utuk mengunjunginya selama hampir setahun lebih. Ia sekarang sangat kurus dan sulit berdiri, sulit bernafas dan sulit berbicara. Penjara menolak untuk membebaskannya.

Dou telah disiksa selama 13 tahun karena keyakinannya. Ia telah ditangkap secara illegal dan ditahan empat kali, dan dipaksa meninggalkan rumah selama hampir setahun. Polisi juga menggeledah kediamannya. Berikut adalah kasus penganiayaan Dou yang diuraikan secara detil.

Ditahan dan Ditangkap Berulang-Ulang Karena Berlatih Falun Gong

Dou mulai berlatih Falun Gong di tahun 1997. Kesehatannya meningkat, dan keluarganya menjalani kehidupan pada umumnya tapi bahagia. Namun hal itu berubah di tahun 1999, ketika rezim komunis China mulai menganiaya praktisi Falun Gong.

Pada 24 Desember, 2000, Yang Lijun, wakil direktur Kantor Polisi Kota Kecil Dongfa, Wang Jing, petugas dari pemerintah Dongfa, dan dua petugas polisi lainnya menangkap Dou. Ia ditahan di Pusat Penahanan Zhaodong selama 169 hari, bersama dengan lebih dari dua puluh praktisi lain.

Tahun 2002, Yang Lijun dan petugas polisi Jiang Shiwei dan Gao Sheng menangkapnya lagi, serta menahannya selama 33 hari.

19 Nopember 2004, Dou membagikan materi informasi tentang Falun Gong kepada orang-orang desa di pasar. Kemudian,  penduduk desa menyampaikan materi tersebut kepada yang lainnya. Ini bukanlah perbuatan yang salah, ia dilaporkan ke pihak berwajib dan ditangkap oleh petugas dari Kantor Polisi Minzhu. Ketika di introgasi tentang sumber asal materi, ia menyebutkan Dou.

Tidak lama setelah itu, Wang Ronghui, wakil direktur Kantor Kepolisian Minzhu, dan Lin Wanqing, wakil direktur Kantor Kepolisian Dongfa, memaksa masuk ke rumah Dou, mengatakan bahwa mereka di kirim oleh Kantor 610 Kota Zhaodong. Mereka mencoba memaksa Dou dan istrinya menanda-tangani surat pernyataan tidak berlatih Falun Gong, tapi ditolak oleh keduanya. Polisi kemudian menyita buku-buku, materi Falun Gong, dan menangkap Dou, serta membawanya ke Kantor Polisi Minzhu.

Dou diinterogasi melalui siksaan dan kemudian dikirim ke Pusat Penahanan Kota Zhaodong. Di sana ia diintrogasi lagi dan dipukul beberapa kali oleh petugas pusat penahanan dan agen dari Kantor 610. Ia diborgol dan dipindahkan ke Reformatory Zhaodong 13 hari kemudian.

Reformatory tidak memberikan makanan yang cukup bagi praktisi Falun Gong. Para sipir juga memerintahkan narapidana untuk memukul Dou. Matanya begitu bengkak setelah pemukulan sehingga tidak bisa dibuka. Kemudian pihak berwajib menghukum Dou tiga tahun kerja paksa dan mengirimnya ke Kamp Kerja Paksa Suihua. Namun kamp kerja menolak menerima karena setelah pemeriksaan fisik ditemukan ia menderita gegar otak. Kemudian ia di kembalikan ke reformatory.

Dou melakukan mogok makan untuk memprotes penganiayaan. Lima hari kemudian, ia dibebaskan dengan bersyarat. Begitu ia keluar dari reformatory, Liu Weizhong mengancamnya, “Hari-hari kamu untuk hidup tidak banyak walaupun kamu bebas.”

Setelah Dou pulang, ia melakukan latihan Falun Gong dan sehat kembali.

Ditangkap Lagi dan Dihukum Lima Tahun penjara


Pada 14 Juli 2009, tetangga Dou melihat polisi memasuki rumahnya dan menggeledahnya. Petugas itu menyita buku-buku serta materi Falun Gong, DVD, komputer, dan uang tunai lebih dari 500 Yuan. Dou melihat kendaraan polisi parkir di depan rumahnya sewaktu ia mengendarai sepeda. Untuk menghindari penganiayaan, ia tidak pulang ke rumah. Polisi mendatangi rumahnya beberapa kali agar bisa menangkapnya. Karena tidak bisa menemukan Dou, mereka mengancam keluarganya. Dou harus hidup di pengasingan hampir selama setahun untuk menghindari penangkapan.

Pada 28 April 2010 sekitar jam 06.00 pagi, tidak lama setelah Dou pulang ke rumah, Jiang Shiwei, petugas dari Kantor Polisi Dongfa, memeperdayanya untuk datang ke kantor polisi dan kemudian menangkapnya. Pada 4 Desember 2010, Pengadilan Kota Zhaodong menghukum Dou lima tahun penjara. Dou sejak saat itu ditahan di Penjara Hulan.

Keluarga Tidak Diijinkan Berkunjung Selama Lebih dari Setahun

Di penjara, Dou telah ditahan di bagian yang “diperkuat” karena ia menolak melepas keyakinannya pada Falun Gong. Selama satu setengah tahun keluarganya tidak di ijinkan menengoknya atau mengirim persediaan apapun. Ketika keluarganya pergi ke penjara berharap untuk menemuinya pada 14 April 2012, seorang sipir mengusirnya, berkata, “Narapidana hukuman mati atau pengedar narkoba baru bisa dikunjungi bukan praktisi Falun Gong.”

Pada 16 April 2012, keluarga Dou datang lagi ke penjara dan menuntut untuk bertemu Dou. Chen Weiqiang,  seorang agen dari Kantor 610, dengan kasar menolak permintaannya. Mereka kemudian disuruh bicara kepada direktur penjara, namun ia menolak bertemu mereka.

Sesudah itu keluarga Dou pergi ke Biro Managemen Penjara Heilongjiang. Kepala Kantor Banding, bermarga Lin, berkata kepada mereka, “Ia belum mati, tidak boleh berkunjung.” Tidak ada pilihan dan pergi, keluarga kemudian menyewa pengacara.

Setelah negoisasi pengacara yang dilakukan dengan gigih, pihak berwenang penjara akhirnya mengijinkan istri Dou menemui suaminya pada 22 April 2012. Selama pertemuan dengan suaminya, mereka dikelilingi para sipir. Tidak ada anggota keluarga lain yang diijinkan masuk; semuanya diawasi secara ketat oleh para sipir saat mereka menunggu di luar.

Di Ambang Kematian Dalam Penjara Hulan

Di pagi hari 29 Nopember 2012, keluarga Dou menerima panggilan telephon dari Penjara Hulan, memberitahu mereka bahwa kesehatan Dou melemah. Petugas Penjara memberitahu keluarga supaya mengirim uang untuk perawatannya.

Khawatir terhadap orang yang disayanginya, keluarga Dou langsung datang ke Penjara Hulan setelah jam 5 sore. Namun para penjaga memberitahu mereka bahwa kunjungan tidak diperbolehkan. Istri Dou kemudian memanggil Chen Weiqiang, kepala seksi Politik Penjara, menuntut untuk bertemu suaminya. Chen memberitahu dia bahwa Dou saat itu tidak sakit hanya lemah. Karena keinginan istri yang bersikeras, Chen memberitahu dia untuk menengok hari berikutnya.

Akhirnya keluarga Dou di ijinkan bertemu Dou kira-kira jam 4 sore di hari berikutnya. Ia dibawa oleh dua orang. Ia tidak bisa berdiri dengan baik dan harus dibantu oleh narapidana. Ia terlihat sangat lemah dan sulit bernapas. Ia berbicara dengan suara pelan tersendat dan harus jeda di tengah kalimat yang ia ucapkan, ia terlalu kurus dan hampir tidak bisa dikenali.

Dou memberitahu keluarga bahwa ia telah di pukul dan meminta mereka untuk mengajukan gugatan terhadap penjara. Ia memberitahu mereka, “Saya telah disiksa dengan kejam di sini…saya di pukul dengan kasar…mereka menendang dada dan punggung saya dengan sangat keras.” Keluarganya bertanya, “Apakah kamu tahu siapa yang melakukan?” ia menjawab, “Saya tahu,” dan mengangkat tiga jari, menandakan tiga orang yang terlibat.

Dou menambahkan, “Kalian harus mengajukan gugatan!...saya disiksa sampai begini.” Ketika membuka mulut dan mencoba untuk bicara lagi, ia tidak punya kekuatan untuk melanjutkan. Ia duduk dan napasnya berat untuk waktu yang lama. Kemudian ia dibawa pergi.

Melihat bahwa Dou berada di ambang kematian, keluarganya mengunjungi Chen Weiqiang pada sore hari di hari yang sama dan memohon agar Dou dibebaskan bersyarat. Namun, Chen dengan sikap menantang memberitahu mereka; “Ia tidak sakit hanya kekurangan gizi. Ia melancarkan mogok makan. Tidak ada yang bisa kami lakukan. Dokter penjara memeriksanya dan berkata ia tidak sakit.” Ketika keluarganya meminta untuk melihat catatan dokternya, Chen berkata ia tidak bisa memperlihatkannya. Keluarga bertanya kepadanya, “Ia dalam keadaan lemah. Jika sesuatu terjadi kepadanya, apakah Anda mau bertanggung jawab?” Chen dengan dingin menjawab, “Ia tidak makan apapun sebab ia tidak suka makan. Kami tidak bertanggung jawab.” Ia juga menolak bahwa Dou telah dipukul.

Keluarga Dou meminta masyarakat international untuk membantu menyelamatkan membebaskan Dou tanpa syarat.  

Informasi orang yang terlibat penganiayaan:

Jiang Shiwei, petugas Kantor Polisi Dongfa: 86-15846024789 (selular)


Chinese version click here
English version click here