Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Zhao Ye Meninggal Setelah Disiksa di Kamp Kerja Paksa Wanita Hebei

4 Jan. 2013 |   Oleh: koresponden Minghui di Provinsi Hebei, China


Nama: Zhao Ye (赵 烨)
Jenis kelamin: Perempuan
Usia: Sekitar 40
Alamat: Kota Tangshan, Hebei
Pekerjaan: Desainer di Institut Riset Keramik Tangshan
Tanggal Kematian: 15 Desember 2012
Tanggal Penangkapan Terakhir: 25 Februari 2011
Tempat Penahanan Terakhir: Kamp Kerja Paksa Wanita Hebei (河北 女子 劳教所)
Kota: Tangshan
Provinsi: Hebei
Penganiayaan yang Diderita: Kejutan listrik, kerja paksa, hukuman ilegal, pemukulan, pemenjaraan, interogasi, penahanan

(Minghui.org) Zhao Ye, seorang praktisi Falun Gong dari Tangshan, disiksa, dianiaya dan dilecehkan di Kamp Kerja Paksa Wanita Hebei selama hampir setahun, akhirnya dirawat inap ketika dalam kondisi kritis. Dia dibebaskan bersyarat untuk perawatan medis. Zhao meninggal pada malam 15 Desember 2012. Dia baru berusia 40 tahun.

Zhao Ye sebelum penganiayaan


Zhao disiksa sampai kurus kering

Zhao seorang desainer artistik di Institut Riset Keramik Tangshan, desainnya memenangkan beberapa penghargaan. Dia juga bekerja di sebuah perusahaan dekorasi perumahan. Ketika ia berusia 30-an, dia lemah, terganggu oleh beberapa penyakit dan memiliki temperamen mudah marah. Setelah dia mulai berlatih Falun Gong, penyakitnya menghilang dan karakternya membaik.

Pada tanggal 25 Februari 2011, petugas dari Kantor Polisi Huoju secara ilegal menangkap Zhao karena dia memberi seseorang DVD Shen Yun Performing Arts. Pada tanggal 11 Maret 2011, kapten Divisi Keamanan Domestik Departemen Kepolisian Gaoxin, bersama dengan petugas Liu Hong dan Xie Lei, memborgol Zhao dan membawanya ke Kamp Kerja Paksa Kaiping untuk menjalani hukuman selama 21 bulan. Pada bulan Mei tahun yang sama, Zhao dipindahkan ke brigade ketiga Kamp Kerja Paksa Wanita Hebei.

Di kamp kerja paksa, para petugas mencoba memaksa Zhao melepaskan keyakinannya. Zhao mengatakan kepada mereka bagaimana ia telah mendapat manfaat dari berlatih Falun Gong dan menolak untuk melepaskan keyakinannya.

Pada tanggal 15 Agustus 2011, praktisi Falun Gong yang ditahan di brigade ketiga menolak penganiayaan dan memprotes kerja paksa ilegal. Zhao salah satu di antara mereka. Para penjaga bergegas ke arah mereka, beberapa memegang tongkat listrik. Panjang pentungan lebih dari 20 cm dan dengan diameter 3 cm. Ketua tim Lu Yaqin memerintahkan para praktisi untuk berdiri berbaris dan berteriak, "Saya akan memperpanjang hukuman kalian semua sebanyak tiga bulan!"

Zhao adalah orang pertama yang dipanggil. Para penjaga menyeretnya ke kantor mereka, tidak ada kamera pengawas, dan petugas menggunakan tongkat listrik untuk menyetrum dirinya. Mereka menarik bajunya menyetrum tulang selangkangan dan lehernya. Ketika Zhao berusaha meminta mereka untuk berhenti, salah satu penjaga menempelkan tongkat listrik di mulutnya dan menyetrumnya.

Lu Yaqin dan Liu Ziwei aktif berpartisipasi dalam penyiksaan, sementara Feng Kezhuang duduk di kamar yang berdekatan sambil memberikan perintah. Beberapa penjaga berteriak di luar kantor, dan orang-orang bisa mendengar percikan tongkat listrik dari luar. Sekitar setengah jam, mereka menarik Zhao keluar dari kantor.

Keesokan harinya Zhao dipaksa berdiri tak bergerak sepanjang hari. Ketika ia masih menolak untuk melepaskan keyakinannya pada hari ketiga, Liu Ziwei menyeretnya ke kantor lagi dan memukulinya dengan tongkat listrik selama setengah jam. Ketika Zhao keluar, lengan kanan atas berwarna ungu. Pada sore hari, penjaga Shi Jiangxia dan suaminya, Zhang Ning, juga seorang penjaga di kamp kerja paksa, mengancam dan memaksa dia untuk menghafalkan peraturan penjara.

Setelah itu Zhao dipaksa duduk di lantai bengkelkerja sepanjang hari dan tidur di aula di malam hari. Para penjaga menugaskan seseorang untuk mengawasi dan melarang dia berbicara kepada orang lain. Dengan cara ini, mereka memisahkan dirinya dari orang lain.

Zhao terpaksa tidur di aula selama sekitar 3 bulan. Karena kesakitan dan kerusakan saraf yang ditimbulkan akibat penyiksaan, otot lengan kanannya mulai atrofi dan telapak kanannya menjadi terlihat lebih kecil dari telapak kirinya. Dia hanya bisa menggunakan tangan kirinya untuk makan, sikat gigi, dan mencuci pakaian, lengan kanannya tidak  berfungsi dan terasa seolah-olah sudah terlepas dari tubuh. Dia meminta beberapa kali untuk diperiksa di rumah sakit, tetapi dokter kamp kerja paksa bermarga Ma (laki-laki, 40-an) mengatakan tidak ada kebutuhan untuk pemeriksaan selama tulang tidak patah.

Sebagai akibat dari penganiayaan jangka panjang, Zhao sangat kurus dan pendengarannya terganggu pada akhir 2011. Orang-orang harus berteriak agar terdengar panggilannya. Kondisinya terus memburuk pada tahun 2012. Dia hanya bisa makan sedikit dan mengalami diare. Dahaknya hitam, gerakannya lambat dan gemetar, dan ia mulai berhalusinasi.

Ketika Zhao berada dalam kondisi kritis pada tanggal 1 Maret 2012, kamp kerja paksa akhirnya mengijinkan dirinya ke klinik untuk mendapatkan infus. Kapten Brigade mengawasinya, tidak mengizinkan siapa pun berbicara dengannya. Kemudian Zhao dipindahkan ke rumah sakit.

Keluarga Zhao mendapat kabar bahwa Zhao telah dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis pada tanggal 14 Maret 2012. Mereka segera bergegas ke Kamp Kerja Wanita Provinsi Hebei. Setelah permintaan berulang kali, kamp kerja paksa akhirnya mengizinkan keluarganya membawa dia keluar untuk perawatan medis. Oleh karena itu, Zhao dibebaskan bersyarat.

Zhao dalam keadaan setengah sadar dan tidak bisa merawat dirinya sendiri. Dia mengalami demam tinggi terus-menerus dan berat badannya hanya sekitar 25 kilogram! Keluarga Zhao menghabiskan puluhan ribu yuan untuk perawatan medis, tapi dia masih tidak sembuh dan hanya bisa bertahan karena diinfus dan diberi obat-obatan. Dia mengatakan kepada keluarganya bahwa ia mungkin telah diracuni oleh penjaga kamp kerja paksa, karena dia pernah muntah secara misterius setelah makan.

Setelah dibebaskan, Kamp Kerja Paksa Wanita Hebei memaksa keluarganya untuk melaporkan kondisinya kepada pihak berwenang secara bulanan. Zhao meninggal pada tanggal 15 Desember 2012, pada usia 40.

Orang yang berpartisipasi dalam penganiayaan terhadap Zhao di Kamp Kerja Paksa Wanita Hebei termasuk kapten brigade ketiga Wang Xin, ketua regu Lu Yaqin, Shi Jiangxia, Wang Weiwei, Liu Ziwei, dan dokter penjara bermarga Ma. Penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung untuk mengidentifikasi pelaku lain yang berpartisipasi dalam penganiayaan terhadap Zhao.

Laporan sebelumnya:
"Zhao Ye Disiksa hingga Sekarat di Kamp Kerja Paksa Wanita Provinsi Hebei"
( http://en.minghui.org/html/articles/2012/11/11/136244.html )  

Chinese version click here
English version click here