Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Menggunakan Pikiran Lurus Untuk Menolak Dibawa Ke Pusat Cuci Otak

13 Okt. 2013 |   Oleh: praktisi di Provinsi Hunan, China


(Minghui.org)

Enam orang dari bekas perusahaan saya, termasuk pensiunan koordinator dan anggota staf dari departemen keamanan, datang ke rumah saya pada Juni 2012. Saya dengan ramah mengundang mereka masuk dan menawarkan teh. Seorang dari pensiunan koordinator berkata, ”Kepala perusahaan hendak berbicara dengan Anda. Bagaimana kalau Anda pergi bersama kami.” Saya segera teringat ceramah Guru,

“Dalam keadaan apapun jangan bekerja sama dengan permintaan, perintah, atau suruhan kejahatan. Jika anda semuanya berbuat demikian, maka lingkungan sudah tidak begini lagi.” (“Pikiran Lurus Pengikut Dafa Memiliki Keampuhan,” Petunjuk Penting untuk Gigih Maju II)

Saya mengatakan kepada mereka, ”Saya tidak akan ke mana pun. Jika kalian ingin bicara, bicaralah di sini saja.” Mereka berkata ingin saya menghadiri “kelas.” Saya tahu ini berarti mereka ingin membawa saya ke pusat cuci otak yang disponsori oleh kota.

Saya berkata, ”Baiklah, karena kalian berada di sini, mengapa kita tidak berbincang-bincang dengan ramah dan saya akan memberi tahu fakta-fakta kepada kalian.” Saat sedang berpikir bagaimana untuk melenyapkan faktor-faktor dan kehidupan jahat yang mengontrol mereka, saya berkata, ”Saya berlatih Falun Gong, dan semua praktisi mengikuti Sejati-Baik-Sabar untuk menjadi orang baik. Apakah ada yang salah dengannya? Adalah Jiang Zemin yang memulai menganiaya kami. Apakah kalian tahu kebalikan dari Sejati-Baik-Sabar? Adalah kebohongan, kejahatan dan pertempuran. Kalian ingin membawa saya ke pusat cuci otak untuk ‘merubah saya’. Apakah kalian hendak merubah saya menjadi pembohong yang jahat dan agresif? Saya tidak mau.”

Saya meneruskan, ”Tidakkah kalian lihat betapa buruknya masyarakat kita sekarang? Pejabat kita korup dan menerima suap. Mereka berpesta pora, berjudi dan berbuat zina. Barang-barang palsu dan makanan beracun ada di mana-mana, pencurian dan pembunuhan merajalela.  Apakah kalian pernah melihat ada praktisi Falun Gong yang melakukan hal ini? Adakah satu dari kami menggunakan kekerasan untuk melawan penganiayaan yang kami alami? Kami selalu mengikuti prinsip Sejati-Baik-Sabar dalam berurusan dengan kalian. Apakah kalian tahu Falun Gong dipraktekkan di lebih dari seratus negara dan wilayah di seluruh dunia, hanya pemerintahan rejim China yang menganiaya Falun Gong? Pernahkah bertanya mengapa? Saya akan memberi tahu kalian. Partai ini begitu korup sehingga tidak bisa lagi diselamatkan. Semua orang tahu langit akan melenyapkannya. Keluar dari Partai Komunis China (PKC) hanyalah satu-satunya jalan menyelamatkan kalian. Untuk keselamatan kalian dan keluarga Anda, jangan menganiaya Falun Gong.”

Dua orang mendengarkan dengan seksama. Tetapi, pensiunan kepala koordinator berkata dengan tidak sabar kepada seseorang dari departemen keamanan, ”Telepon mereka dan suruh mereka naik ke atas.” Saya menyadari bahwa ada orang mereka di bawah. Petugas keamanan tidak merespon dan saya berkata kepadanya, ”Tolong jangan dengarkan dia. Demi masa depan Anda dan keluarga Anda, jangan panggil mereka. Anda mengetahuinya bahwa mencelakai orang akan mendapat balasan.”

Pensiunan kepala berdiri dan berkata padanya, ”Kamu harus menjalankan perintah dari atasanmu meski mereka salah.” Saya berkata, ”Anda menyedihkan, tidak bisa membedakan benar dan salah. Demi keselamatanmu, tolong jangan lakukan itu. Banyak orang yang melakukan hal jahat selama Revolusi Kebudayaan atau membantu Kelompok Empat, melakukan bunuh diri atau kemudian dieksekusi.”

Ia mondar mandir sambil mengancam. Saya terus mendesaknya untuk tidak melakukan hal-hal buruk, tetapi ia berkata dengan dingin, ”Saya tidak percaya yang kamu katakan. Saya tidak mau mendengarnya. Saya telah membaca brosur tentang kamu, dan tahu fakta-faktanya.”

Saya berbicara selama sejam tetapi kelihatannya ia tak terselamatkan. Ia dan saya duduk, di antara bangku berjarak tiga kaki dan saya memancarkan pikiran lurus. Tidak ada seorangpun berkata selama 10 menit. Kemudian ia menelepon untuk memanggil orang-orang di bawah agar naik.

Saya pergi ke kamar tidur dan duduk di ranjang. Saya memancarkan pikiran lurus untuk melenyapkan semua kejahatan dan kehidupan yang mengontrol mereka. Saya dapat mendengar mereka berbicara dengan suami saya (bukan praktisi) di luar, mengatakan padanya bahwa sangat bermanfaat bagi saya untuk pergi ke pusat cuci otak, dan suami saya dapat pergi bersama saya serta kami dapat pulang bersama setiap hari. Mereka berkata saya harus pergi atau mereka akan menelepon Kantor 610.

Suami saya termasuk orang yang tertutup, sangat ramah dan lembut. Ia ketakutan mendengar mereka akan menelepon Kantor 610, jadi ia mengetuk pintu dan masuk, ”Mengapa kamu tidak keluar atau mereka akan bersikap kasar terhadap kamu.” Saya berkata, ”Mereka menipumu. Jangan dengarkan mereka. Jangan khawatir terhadap saya. Saya tahu harus berbuat apa.” Saat ini saya ingat Fa Guru,

“Dapat melepaskan hidup atau mati, anda adalah Dewa, tidak mampu melepas hidup atau mati, anda adalah manusia. Inilah perbedaannya.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa New York, 23 Maret 1997”)

Saya berada di jalan dewa. Saya memiliki Guru dan Dafa, sehingga apa yang saya takutkan? Suami saya pergi dan memberi tahu mereka bahwa saya tidak akan pergi. Mereka berdiri di luar kamar tidur saya dan pensiunan kepala berkata, ”Bagaimanapun kamu harus pergi. Saya akan menelepon Kantor 610 jika kamu tidak mau. Kamu tidak menginginkan saya membuat masalah bukan.” Saya berkata, ”Saya berkultivasi Falun Dafa untuk menjadi orang baik. Akan bagus bagi saya untuk memberi tahu tetangga-tetangga saya tentang fakta kebenaran dan mereka menilai siapa benar dan salah ketika mereka semua berkumpul di sini. Orang yang saya patuhi hanyalah Guru saya dan tidak ada orang lain. Saya akan berkultivasi sampai selesai dan tidak ada seorangpun bisa mempengaruhi saya. Saya memberi tahu kamu lagi, saya tidak akan pergi ke manapun.”

Kebuntuan ini berlangsung 30 menit. Pensiunan kepala itu mengancam, ”Saya akan mendobrak masuk jika kamu tidak membukakan pintu.” Suami saya merasa khawatir dan mulai mendesak saya untuk membuka pintu.

Seorang petugas muda kemudian tiba dan berkata dari luar pintu, ”Buka pintu dan ikut saya atau saya tendang pintu ini hingga terbuka.” Saya bertanya, ”Berapa umur kamu anak muda?” Ia berkata berusia 23 tahun. Saya merasa sungguh kasihan pada anak muda ini. Saya berkata, ”Kamu masih muda. Demi masa depan kamu dan keluarga kamu, jangan membantu kejahatan untuk menganiaya orang. Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan dan kejahatan akan menuai ganjaran buruk. Itu adalah prinsip langit. Ingatlah itu.”

Saya bertahan di balik pintu dan meminta dukungan Guru dan teringat kata-kata Guru:

“Ketika sulit bersabar anda mampu bersabar. Ketika sulit dilakukan anda harus mampu melakukan.” (Zhuan Falun)

“Pikiran lurus para pengikut kuat, Guru memiliki kemampuan mengatasi keadaan langit” (“Budi Jasa Guru dan Pengikut,” Hong Yin II)

Saya arahkan pikiran saya pada pintu, ”Pintu, kamu punya kehidupan dan kamu perlu menolong juga.” Seseorang ketika itu menendang pintu. Saya merasa itu tendangan yang cukup kuat, tetapi pintunya tetap kokoh. Saya terus memancarkan pikiran lurus sementara memperkuat percaya diri.

Saya tiba-tiba mendengar keributan di luar. Suami saya berteriak dan kelihatannya mengejar pensiunan kepala itu dengan pisau. “Ia tidak melakukan apapun yang salah dengan menjadi orang baik. Saya akan melawan hingga mati jika kamu berani menangkapnya.” Saya mendengar orang-orang menenangkannya dan seseorang mengambil pisau darinya.

Suara tak dikenal berkata, ”Lupakanlah, mari pergi.” Semua orang pergi. Suami kemudian memberi tahu saya bahwa orang itu mengenakan seragam polisi. Ia sepertinya kepala departemen kepolisian atau Kantor 610. Mereka tidak pernah kembali lagi.

Dari kejadian ini, saya sungguh menyadari apa yang Guru katakan,

“Di saat kalian berbuat lurus Shifu dapat melakukan apa pun untuk kalian. Jika pikiran lurus kalian betul-betul kuat, dapat mengesampingkan hidup dan mati, bagaikan intan tak tergoyahkan, maka kejahatan niscaya tidak berani mengusik kalian. Karena mereka tahu orang ini jika tidak dapat dibuat mati, penganiayaan apa pun bagi dia juga tidak efektif lagi, kejahatan terpaksa membiarkan dia.” (“Ceramah Fa Keliling Amerika Utara, 2002”)

Saya juga mencari ke dalam selama kejadian ini. Saya menyadari kondisi saya terlalu santai akhir-akhir ini dan menghabiskan banyak upaya pada urusan rumah tangga, mengurus cucu dan lalai belajar Fa. Banyak keterikatan manusia timbul. Saya mulai merasa takut pada kesusahan dan kelelahan serta mencari kenyamanan. Keterikatan hati saya pada keagresifan, bergantung pada orang lain, sentimentil dan pertemanan semuanya muncul. Setiap keterikatan adalah halangan serius di jalan kultivasi kita dan celah yang berusaha dimanfaatkan oleh kejahatan. Ketika saya menyadari ini, saya segera mencari waktu untuk belajar Fa dan melakukan tiga hal.

Saya kemudian menyadari bahwa pusat cuci otak telah menetapkan kuota kepada perusahaan kami sebanyak empat orang dan dua praktisi telah tertipu. Mereka menjalani 10 hari sesi cuci otak dan bahkan menulis pernyataan jaminan, meski mereka akhir sangat menyesalinya. Mereka menulis “pernyataan khidmat” untuk membatalkannya. Seorang praktisi lain telah memberi tahu fakta-fakta kepada atasannya di masa lalu dan berhasil menyarankan dia keluar dari Partai. Atasannya melindungi ia, sehingga ia tidak diganggu sama sekali.

Saya merasa lebih rendah dari praktisi ini. Jika saya memberi tahu fakta-fakta kepada pensiunan koordinator itu lebih awal, mereka mungkin tidak melakukan hal itu. Karena saya tidak mengkultivasikan diri dengan baik dan kurang berbelas kasih, apa yang saya katakan tidak efektif dan tidak bisa membuat mereka memahami fakta kebenaran. Saya menyesal tidak dapat menyelamatkan keenam orang itu.

Setelah kejadian ini, lingkungan saya kelihatan lebih meningkat. Seperti Guru katakan,

“Di dalam penderitaan dapat menghapus karma, dalam penderitaan dapat menyingkirkan sifat hati manusia, dalam penderitaan dapat membuat anda meningkat ke atas.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa di New York Tahun 2008”)

Suami, putra, dan putri saya semuanya mendukung saya selama kejadian ini. Suami berkata, ”Telepon saya jika mereka datang lagi dan saya akan menghadapi mereka.”

Saya akan menyingkirkan semua keterikatan dari sekarang dan melakukan tiga hal dengan baik. Saya akan kerja keras dan memenuhi persyaratan. Saya tidak mau Guru mencemaskan saya, dan saya ingin semua makhluk hidup menghargai saya.”

Chinese version click here
English version click here