Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Kebenaran Telah Menyentuh Hati Manusia di China dan di Negara-Negara Lain

20 Okt. 2013 |   Oleh Koresponden Minghui Xu Jing


(Minghui.org) Pada 29 Juli 1999, pemimpin Partai Komunis China Jiang Zemin meluncurkan penganiayaan brutal terhadap 100 juta praktisi Falun Gong di China, mengerahkan semua perangkat negara: TV, radio, suratkabar, angkatan bersenjata, polisi, agen rahasia, dan agen-agen lainnya.

Selama 14 tahun di hadapan penindasan PKC yang keji, para praktisi Falun Gong menggunakan cara damai untuk melawan penganiayan itu dan mengklarifikasi fakta kepada umum. Hasil dari keteguhan hati dan keyakinan yang lurus, semakin lama semakin banyak dukungan yang mereka peroleh di China maupun di seluruh dunia.

Banyak orang di seluruh dunia memihak pada Sejati-Baik-Sabar, prinsip utama Falun Gong, sambil mengecam kejahatan PKC yang berlawanan dengan kemanusiaan. Sebagai bukti, ada 140 juta penduduk China hingga sekarang ini yang keluar dari Partai dan organisasi afiliasinya.

Penganiayaan yang belum pernah terjadi dalam sejarah manusia dan masih berlangsung hingga hari ini. Dalam jangka waktu selama itu, setiap orang diberi kesempatan untuk memilih yang benar dari yang salah dan mendapatkan masa depan yang cemerlang.

Kisah-kisah para praktisi Falun Gong di Michigan Amerika Serikat di bawah ini mencerminkan bagaimana dukungan untuk Falun Gong telah berkembang selama lebih dari 14 tahun.

Mengingat Kembali Awal Penganiayaan

Penduduk Michigan Zhao (pria) yang datang dari Provinsi Shandong, China, mulai menjadi praktisi pada tahun 1993. Setelah penganiayaan dimulai dia ditangkap dan ditahan karena keyakinannya itu. Di China maupun di luar negeri dia tidak pernah berhenti berusaha melakukan klarifikasi fakta, walau seharipun.

Mengingat kembali awal penganiayaan itu dia bercerita: “Waktu itu jam 3 siang 22 Juli 1999 ketika fitnahan yang keterlaluan terhadap Falun Gong dimulai. Sebenarnya kelompok belajar bersama dan sharing pengalaman kami secara rahasia sudah dipantau sejak 25 April. Pada bulan Juli polisi dikerahkan ke stasiun bus dan kereta api; bahkan Jembatan Sungai Kuning dijaga angkatan bersenjata. Tujuannya adalah mencegah para praktisi pergi ke Beijing untuk memohon keadilan. Saya pergi ke Beijing berjalan kaki dan bersepeda. Saya meninggalkan dua lembar surat wasiat di rumah. Saya ditakdirkan mencari keadilan, dan tidak akan pulang sebelum berhasil.”

Apa yang dihadapi Zhao adalah dua kali penangkapan dan kerja paksa. Penguasa kamp kerja memanggil masuk semua teman-teman dan anggota keluarganya, memaksa dia untuk berjongkok dan berlutut dihadapan mereka, untuk menghinanya.

Penganiayaan itu sangat merajalela. Banyak yang tidak dapat menahan tekanan dan mengalah pada penguasa yang lalim. “Bahkan keluarga yang terdekatpun berpihak kepada PKC.” Kata Zhao.

Seperti jutaan praktisi Falun Gong lainnya. Zhao tidak pernah meninggalkan keyakinannya. Setelah keluar dari kamp kerja, dia masuk dalam daftar “pencarian orang” dan menjadi tunawisma untuk menghindar dari penangkapan lagi.

Hasil dari usaha yang berani dan teguh mengklarifikasikan fakta pada publik —untuk menyangkal fitnahan PKC dan kebohongan yang mencemarkan nama Falun Gong— pada tahun 2010, banyak penduduk di kota Zhao tinggal telah keluar dari PKC dan organisasi afiliasinya. Bahan klarifikasi setiap hari dibagi-bagikan di tempat-tempat seperti di pangkalan taksi dan pertokoan.

“Klub Keluar dari Partai”

Zhao teringat kembali kepada salah seorang temannya yang memiliki toko kebutuhan sehari-hari. Dia selalu mengklarifikasi fakta kepada para pelanggannya dan meyakinkan mereka agar keluar dari PKC dan organisasi afiliasinya. Dalam perjalanan waktu mereka menamakan toko itu “Klub Keluar dari Partai.”

Kantor polisi setempat mengetahui hal ini, tetapi tak seorangpun datang menangkapnya karena para polisi telah keluar dari partai atas usahanya juga.

Suatu hari ada seorang pekerja yang datang dari luar daerah melaporkan kepada polisi bahwa dia melakukan klarifikasi fakta Falun Gong. (Catatan Editor: Selama lebih dari 14 tahun penganiayaan. Penguasa komunis di seluruh China menjanjikan hadiah uang kepada siapapupun yang melaporkan praktisi). Perwira polisi yang sedang bertugas menjelaskan, “Kami semua tahu praktisi ini dan Falun Gong itu tak bersalah.”

Sikap keluarga Zhao juga ikut berubah, terutama setelah menyaksikan DVD Shen Yun Performing Arts.

Zhao mengatakan: “Setelah menyaksikan Shen Yun, semangatnya berubah. Sekarang mereka keluar dari Partai dan organisasi afiliasinya.”

Terpilih Sebagai Wakil Penduduk China

Seperti para praktisi di China, semua praktisi di seluruh dunia berusaha dengan gigih memberitahukan kepada umum tentang fakta Falun Gong dan penganiayaan.

Zhang adalah seorang pria terhormat yang bersemangat yang hidup bersama isterinya di komunitas pensiunan di Michigan. Dia dulu mengajar di sekolah menengah atas di Provinsi Hubei, China

Ada lebih dari 50 keluarga China di kompleks apartemen tempat tinggal Zhang. Ketika penganiayaan baru dimulai, karena diracuni oleh kebohongan PKC yang merembes ke luar negeri, beberapa orang tetangganya menolak membaca bahan klarifikasi fakta dari Zhang.

Banyak generasi tua dari China yang selamat dari Revolusi Kebudayaan (gerakan politik-sosial yang menindas dari rezim komunis China tahun 1966-1976) masih saja takut kepada PKC —meski sudah tinggal di A.S.— dan selalu menghindari para praktisi Falun Gong. Namun berkat sikap rendah hati, sopan dan damai para praktisi, maupun usaha yang teguh dalam mengklarifikasikan fakta akhirnya dapat mengubah sikap mereka terhadap Falun Gong.

Pada 2009 Zhang terpilih sebagai wakil penduduk China. Dua tahun kemudian dia terpilih kembali.

Sekarang banyak orang yang belajar latihan Falun Gong, membaca Zhuan Falun, dan menyaksikan ceramah Guru Li di video. Surat kabar mingguan tentang Falun Gong juga cepat habis.

Mengubah Sikap Teman Sekerja China

Jia (wanita) adalah seorang analis tehnis di perusahaan farmasi besar di Michigan. Dulu, teman kerjanya bila mendengar dia mulai berbicara sedikit saja tentang Falun Gong menjadi gelisah, mereka cepat-cepat mengganti topik pembicaraan. Namun sekarang, tak seorangpun berbuat begitu lagi, dan mengambil sikap positif terhadap Falun Gong. Mereka percaya itu adalah keyakinan seseorang, dan sepantasnya tak boleh dianiaya.

Jia mengatakan: “Suatu kali seorang teman kerja datang mengeluh kepada saya tentang sesuatu yang dianggapnya tidak adil. Saya memberikan pandangan, saya harus berbuat apa jika saya diperlakukan tidak benar. Sebagai seorang praktisi, saya bisa menyelami penyebab masalah dari beberapa sudut. Teman itu percaya dengan sepenuh hatinya. Dia mengatakan bahwa dia dapat melihat bagaimana para praktisi Falun Gong dapat benar-benar mengkultivasi hatinya, dan tidak menaruh dendam.”

Zuo (wanita) adalah seorang analis keuangan, menceritakan bahwa ketika dia masih mahasiwa tingkat akhir kira-kira 10 tahun yang lalu, ada seorang mahasiswa China melihat dia dengan pandangan aneh ketika mengetahui bahwa dia praktisi Flun Gong, —tertipu oleh propaganda yang memfitnah dari rezim— mereka tidak tahu apa sebenarnya Falun Gong itu.

“Namun kemudian kami berteman baik,” begitu menurut ingatan Zuo. “Suatu hari ada seorang mahasiswi langsung mengutip kebohongan PKC dengan kejam menjelek-jelekkan Falun Gong. Dengan pengalaman pribadi, saya menjelaskan kepadanya mengapa mereka dianiaya dan harus mengklarifikasi fakta. Mahasiswi itu tidak agresif lagi, dan bahkan mengeluarkan air mata. Dia tidak mengeluarkan kata-kata buruk terhadap Falun Gong lagi.”

Zuo mengatakan sekarang ini teman-teman sekerja China bisa berdiskusi dengan terbuka tentang Falun Gong. Waktu istirahat makan siang, sering membaca Epoch Times di rubrik Chinese online dan mendiskusikan kejadian-kejadian yang berlangsung di China.

Baru-baru ini mereka membicarakan tentang dosa rezim China tentang pengambilan organ tubuh pratisi-praktisi Falun Gong yang masih hidup. Salah seorang mengatakan, “PKC pasti hancur.”

Zhou (wanita) bekerja di perusahaan mobil multi-nasional. Dia dan beberapa orang telah berlatih Falun Gong dekat kafetaria waktu istirahat makan siang sejak 1999.

Dia mengatakan: “Hampir semua teman sekerja China membawa makan siangnya. Jika kami sedang melakukan latihan, mereka akan menyaksikan kami dari dekat.”

Software Anti Sensor Populer di China

Lu (pria) adalah seorang usahawan, karena itu dia mempunyai banyak koneksi dengan banyak usahawan lainnya di China.

Dia mengatakan: “Yang paling mengejutkan saya adalah rakyat China merindukan kebenaran. Sangat merindukan.”

Sejak PKC mengontrol semua media termasuk juga internet, rakyat China tidak mempunyai kebebasan untuk memperoleh informasi yang obyektif, dan benar.

Setelah Lu memperlihatkan kepada orang-orang bagaimana menjelajahi Internet dengan menggunakan software anti sensor, mereka serta merta ingin mencobanya. Lalu mereka menyampaikannya kepada teman lainnya dan menginstalnya. Dengan cara ini banyak orang yang dapat mengetahui fakta tentang Falun Gong dan penganiayaan.

Para pimpinan senior perusahaan-perusahaan besar, tokoh-tokoh pimpinan di banyak kementerian dan komisi-komisi, para pemilik pabrik dan teknologi tinggi di China tidak asing lagi dengan software anti sensor. Lu telah banyak mempunyai kesempatan berbicara kepada banyak dari mereka pada berbagai pameran dagang di A.S.

Katanya: “Karena saya seorang praktisi Falun Gong, mereka sangat senang berbincang dengan saya. Mereka menjelajahi internet menggunakan software anti sensor setiap hari dan mengerti segala hal yang terjadi di luar negeri. Mereka menaruh simpati kepada Falun Gong dan menyatakan bahwa penganiayaan itu tidak benar.”

Chinese version click here
English version click here