Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Menyingkirkan “Penyakit” dari Pikiran

7 Okt. 2013 |   Oleh: Hanmei, praktisi China


(Minghui.org) Baru-baru ini, saya mendengar banyak praktisi yang menderita penyakit. Beberapa dari mereka menjadi pincang, bungkuk, minum obat, opname di rumah sakit dan dioperasi, serta ada yang dipenjara meninggal karena penyakit. Beberapa bahkan meninggalkan Dafa atau mulai percaya pada keyakinan lain karena penderitaan “sakit”. Mereka menyebabkan efek negatif bagi Dafa dan semakin sulit untuk mengklarifikasi fakta serta penyelamatan manusia.

Selama lebih dari dua tahun ini, saya berkesempatan untuk menjumpai beberapa praktisi yang menderita “karma penyakit”. Dengan dibimbing oleh Dafa dan perlindungan Guru, kami mampu bersama-sama mengatasi kesengsaraan ini.

Praktisi A

Praktisi A, 78 tahun, tinggal sendirian, mengundang saya ke rumahnya pada akhir musim semi tahun 2011. Saya perhatikan bahwa dia dalam kondisi buruk. Penglihatan dan pendengarannya buruk. Dia tidak dapat melihat orang dengan jelas. Kami harus berbicara keras ke telinganya. Seseorang telah membantunya berjalan (dia mempunyai seorang perawat). Dia hanya dapat berlatih meditasi dan akan mengantuk ketika belajar Fa serta memancarkan pikiran lurus. Kadang-kadang, dia tidak dapat mengingat kata-kata. Dia sangat memerlukan bantuan praktisi lain.

Saya mendiskusikan hal ini dengan pemimpin kelompok belajar, dan kami memutuskan setiap praktisi setempat harus ikut membantunya. Dengan mempertimbangkan keselamatan dan tidak ingin mempengaruhi kultivasi sehari-hari dan tiga hal yang mereka sedang lakukan, kami memutuskan untuk membagi menjadi dua kelompok praktisi. Kami berdua belajar satu ceramah Zhuan Falun dan memancarkan pikiran lurus bersama dia sebanyak dua kali, antara jam 9 pagi dan siang hari setiap hari. Kami memancarkan pikiran lurus untuk membersihkan lingkungan sebelum belajar Fa. Praktisi G dan saya pergi ke rumah A pada dua hari pertama. Kami seringkali bertanya pada A, “Apakah kamu mendengar dengan jelas?” Dia mengangguk. Dua hari kemudian, dia tidak terlalu mengantuk. Pada hari ke-5, pendengaran dan ingatannya telah meningkat, dan dia dapat melafalkan kata kunci Pelurusan Fa saat memancarkan pikiran lurus. Pada hari ke-6, dia mampu berdiri untuk melakukan latihan perangkat ke 1, 3 dan 4. Dia sama sekali tidak bergoyang. Saya berkata padanya, “Kamu sekarang lebih baik. Kami tidak perlu datang lagi. Kami harap kamu dapat mencari ke dalam diri dan meningkatkan Xinxing (watak, kualitas moral) untuk menyelamatkan orang-orang di masa depan.”

Praktisi B

Pada musim panas 2012, praktisi B, 83 tahun, meminta praktisi lain untuk menyampaikan pesan bahwa dia ingin bertemu dengan saya. Saya mendengar bahwa dia sudah duduk di kursi roda selama beberapa tahun.

Saya melihat dia duduk di sebuah batu, dengan kursi roda berada di sampingnya. Dia melihat saya dan tersenyum. Saya membungkuk dan berkata padanya dengan ramah, “Bagaimana seorang praktisi Dafa bisa duduk di kursi roda?” Tiba-tiba, saya melihat dia menjadi lebih bersemangat. Dia menceritakan mengenai pengalamannya setelah dipenjara tahun 2001 karena memberi tahu orang-orang tentang Falun Dafa. Setelah itu, dia merasa khawatir diawasi sepanjang waktu. Dia kehilangan kesempatan untuk menghubungi praktisi lain. Dia semakin sedikit belajar Fa, dan akhirnya menjadi “sakit”. Dia pergi ke rumah sakit dan tinggal di sana. Dia kemudian merasa kakinya menjadi lemah dan tidak dapat berdiri, jadi sejak saat itu, dia harus menggunakan kursi roda.

Saya mengatakan padanya, “Guru telah berbicara mengenai karma penyakit. Kondisi kamu sekarang bukan benar-benar sakit. Ini adalah gangguan kejahatan untuk menarik kamu ke bawah, agar kamu tidak bisa melakukan tiga hal. Kamu harus menyangkal pengaturan kekuatan lama. Kita adalah pengikut Dafa di masa pelurusan Fa dan kita mempunyai misi serta tanggung jawab untuk menyelamatkan makhluk hidup. Kamu tidak bisa duduk di kursi roda lagi – kamu harus keluar untuk menyelamatkan orang”. Dia berkata bahwa dia tidak dapat berdiri. Saya memberinya semangat, “Ya, kamu bisa. Minta bantuan Guru, kamu bisa berdiri”. Kemudian dia berdiri perlahan-lahan dan berjalan sambil berpegangan pada kursi roda. Praktisi lain kemudian hari melihat dia berbelanja di pasar sendirian.

Praktisi C

Praktisi C berumur 77 tahun dan melakukan tiga hal dengan baik. Pada hari ke-5 Tahun Baru 2013, dia menelepon dan meminta saya mengunjungi dia. Ketika tiba, rumahnya penuh sesak. Putra dan menantu perempuannya ada di sana. Beberapa diantara mereka bermain mahyong, beberapa lagi sedang memasak. Namun, praktisi C terbaring di ranjang dan berkata, “Saya terbaring di ranjang sudah seminggu. Punggung saya sakit dan tidak dapat bergerak. Anak-anak melihat saya seperti ini dan mereka berpikir ada sesuatu yang tidak beres dengan punggung saya dan meminta saya pergi ke rumah sakit. Saya pernah menderita masalah ini sebelum mengenal Falun Gong.”

Kemudian dia memberi tahu saya bahwa putranya membeli sebuah rumah baru dan baru selesai menghiasnya. Dia mengundang saya untuk mengunjunginya pada akhir tahun lalu. Ketika pergi, dia melihat ibu menantu perempuannya sudah pindah ke sana. Saat itu dia merasakan ketidakadilan dan iri hati. Jadi kejahatan mengambil keuntungan dari keterikatannya dan membuatnya jatuh sakit. Dia berkata, “Rencana saya untuk menyelamatkan orang selama liburan Tahun Baru menjadi terganggu. Saya adalah seorang praktisi dan tidak ingin tinggal bersama anak-anak saya. Mengapa saya harus iri hati?”

Saya berpikir dia telah menemukan keterikatannya. Saya mengatakan kepadanya, “Kamu menganggap sakit punggung sebagai penyakit. Guru telah mengangkat kita semua ke posisi kita. Karma seharusnya tidak menjadi masalah bagi praktisi Dafa. Apapun yang mempengaruhi pelurusan Fa, pasti adalah kejahatan.” Saya berpikir, “Saya harus membantunya mengatasi kesengsaraan ini. Saya harus membuktikan keindahan Dafa pada teman-teman dan keluarganya.”

Saya melihat dia semakin membaik, jadi saya menyemangati dia untuk menahan kesengsaraan dan keluar menyelamatkan orang-orang untuk memenuhi misinya. Saya membantunya duduk dan kami memancarkan pikiran lurus selama setengah jam. Setelah itu, saya merasakan medannya telah banyak dibersihkan. Dia masih duduk. Saya berkata padanya bahwa seharusnya sudah tidak ada masalah apapun. Saya juga berkata, “Minta putra kamu untuk datang ke sini. Saya ingin memberi tahu mereka tentang fakta kebenaran.”

Saya mendengar bahwa semua anak-anaknya telah mundur dari Partai Komunis China (PKC) namun mereka tidak mendukungnya berlatih Dafa. Saya memberi tahu kedua putranya, “Ibu kalian semakin membaik. Para praktisi tidak mempunyai penyakit, namun mereka akan menemui kesengsaraan dan ujian untuk dilalui. Seperti cerita dalam kisah Perjalanan ke Barat, Biksu Tang dan pengikutnya harus melalui 81 ujian dalam memperoleh kitab suci. Hari ini, kesembuhan ibu kalian dari sakit punggung, membuktikan keagungan Dafa. Falun Gong adalah legal di China. Praktisi Dafa tidak melanggar hukum apapun. Kalian bisa memeriksa konstitusi dan hukum China – tidak ada istilah atau klausula yang mengatakan bahwa Falun Gong ilegal. Ini semua diatur oleh Jiang Zemin. Dia menyalahgunakan kekuasaan. Dia telah dituntut di banyak negara karena melanggar HAM. Polisi melanggar hukum. Saya harap kalian bisa memperlakukan para praktisi Falun Gong dengan baik dan melindungi ibu kalian. Kalian seharusnya menghargai dan mendukung pilihannya untuk belajar Dafa.” Saya berkata dengan serius dan nada suara penuh kedamaian. Kedua putranya mengangguk.

Keesokan paginya, putranya menelepon saya dan mengatakan bahwa ibu mereka dapat bangun dari tempat tidur dan semua “penyakitnya” lenyap. Anggota keluarganya membicarakan keajaiban ini, Beberapa dari mereka menduga saya memberinya obat. Namun, menantu perempuannya yang pura-pura main Mahyong namun sebenarnya mengawasi kami, berkata, “Ibu tidak minum obat apapun. Dia bahkan tidak minum apapun. Saya hanya melihat mereka berbicara sejenak dan duduk bersama (memancarkan pikiran lurus). Dia lalu membaik.” Saya tahu hal itu.

“Renungkan dengan tenang berapa banyak hal-hal keterikatan
Lenyapkan sifat hati manusia, kejahatan dengan sendirinya pasti kalah”
(“Jangan Bersedih” dari Hong Yin II)

Pemahaman Saya dalam Membantu Praktisi Mengatasi Karma Penyakit

Ini juga adalah sebuah proses memahami prinsip-prinsip Fa. Tidakkah kita harus membantu seseorang seperti Praktisi A dalam mengatasi kesengsaraannya? Akankah saya mampu membantunya sendirian atau harus menggabungkan usaha saya bersama praktisi lain untuk membantunya? Sebenarnya saya mempertimbangkan semua ini saat membantunya. Guru berkata,

“Masalah ini saya dahulu sudah mengutarakannya banyak kali, banyak praktisi sesungguhnya juga sudah mengerti. Praktisi muncul karma penyakit yang parah, tak lain adalah untuk dua tujuan. Pertama ialah biar dia muncul keadaan seperti ini, lihat orang di sekitarnya bagaimana memandang hal ini. Lihat bagaimana hati anda bergolak, lihat apakah hati anda terusik, bukankah ini masalahnya?” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa di San Francisco”, 2005)

“Saat muncul masalah apa pun anda semua hati tak terusik, setiap praktisi selain berperan sebagai pengikut Dafa, saya dapat membantu anda maka saya bantulah, tak ada apa pun yang dapat membuat gejolak; jika saya tidak dapat membantu, anda juga harus menyikapi masalah ini dengan pikiran lurus.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa di San Francisco”, 2005)

Masalah praktisi A juga merefleksikan kebutuhan bagi para praktisi dalam kelompok belajar yang sama, juga  praktisi lain yang mengetahui tentang situasi tersebut, untuk meningkatkan diri mereka. Jadi saya pikir kita semuanya harus ambil bagian. Namun, itu tergantung kehendak masing-masing. Hanya dalam kondisi medan yang murni baru bisa mendapat hasil yang baik. Guru berkata,

“Pengikut Dafa sebagai satu tubuh kesatuan dalam pembuktian kebenaran Fa saling berkoordinasi dan sepakat, kekuatan Fa akan sangat besar.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa di Amerika Serikat Barat Saat Hari Yuansiao”, 2003)

Karena praktisi A mempunyai penglihatan yang buruk, saya berkomunikasi dengannya setiap hari. Saya kebanyakan berbagi dengannya mengenai ceramah Fa Guru yang ditulis setelah penganiayaan dimulai. Saya harus jelas mengenai prinsip-prinsip Fa untuk membantu dia mencari ke dalam dan menyingkirkan keterikatan.

Bersikap Baik kepada Praktisi yang Sedang Berada Dalam Kesengsaraan

Sebelum penganiayaan dimulai, saya dan praktisi A, B, C berlatih di tempat yang sama. Dua diantara mereka tidak pernah berjumpa satu sama lain selama lebih dari 6 tahun. Kelihatannya mereka yang menghubungi saya, namun saya tahu itu adalah pengaturan Guru. Saya menemui mereka dan mencoba mempertimbangkan situasinya dari sudut pandang mereka. Saya mempertahankan sebuah pikiran, “Saya harus membantu mereka mengatasi kesengsaraan.” Masalah keselamatan dan kultivasi saya seharusnya tidak menjadi hambatan yang mencegah kami bekerjasama. Saya tidak pernah menyalahkan praktisi yang “sakit”, malah saya membantu dan menyemangati mereka dengan sabar. Khususnya ketika membantu praktisi A, saya menghabiskan 10 hari dan benar-benar sungguh untuk membantunya. Selama dua tahun terakhir, saya telah membantu lebih dari tiga praktisi.

Mengapa diatur untuk saya melihat praktisi seperti ini berulangkali, dan mengapa saya mampu membantu mereka? Kadang-kadang saya berpikir, mungkin karena mereka mempercayai saya, atau karena saya mempunyai kemampuan untuk berhubungan dengan mereka. Namun saya tidak pernah memikirkannya secara serius, sampai saya menulis artikel ini, saya baru menyadari apa yang Guru katakan,

“Segala sesuatu yang bakal dialami oleh seorang yang Xiulian niscaya berhubungan dengan Xiulian dan pencapaian kesempurnaan kalian, jika tidak hal-hal tersebut pasti tidak akan terjadi.” (“Dafa adalah Sempurna Harmonis,” Petunjuk Penting untuk Gigih Maju II)

Selama 18 tahun berkultivasi dan menjadi koordinator, saya pikir mempunyai pemahaman yang jelas akan prinsip-prinsip Fa. Saya menggunakan Fa untuk mengukur segalanya dan berpikir telah melakukan dengan baik selama 13 tahun periode pelurusan Fa ini. Namun, beberapa praktisi tidak bekerjasama dengan baik bersama saya, beberapa bahkan tidak mendengarkan saya. Sampai tahun lalu saya menyadari bahwa nada bicara dan hati saya tidak ramah yang menyebabkan hal ini. Guru memberi tahu kita,
“Nada pembicaraan dan kebaikan hati dalam melakukan pekerjaan, ditambah dengan prinsip rasional dapat mengubah hati orang.” (“Sadar Jernih,” Petunjuk Penting untuk Gigih Maju I)

“Shan adalah manifestasi karakter alam semesta pada tingkatan berbeda dan ruang dimensi berbeda, juga adalah sifat dasar yang fundamental dari para Sang Maha Sadar.” (“Perbincangan Sederhana Tentang Shan,” Petunjuk Penting untuk Gigih Maju I)

Terima kasih, Guru. Terima kasih rekan-rekan praktisi. Heshi

Chinese version click here
English version click here